Masih Perlukah Departemen Agama di Indonesia?
Ditulis oleh Urip.WP.Com di/pada 17 Oktober 2006
Beberapa kali lembaga Departemen Agama Republik Indonesia dinobatkan sebagai salah satu departemen terkorup di antara banyak departemen di negeri ini. Seperti yg ditulis oleh ANTARA hari ini. Menurut saya lebih baik dibubarkan saja deh, untuk mengurangi peluang berbuat dosa.
Sumber korupsi yg dilakukan untuk di depag adalah urusan haji, urusan ibadah kepada Allah SWT. Padahal hanya dilaksanakan setahun sekali untuk tiap musim haji saja. Namun jumlahnya yg besar itu lalu dilirik untuk diurusi. Mulai dari biaya perjalanan, pemukiman, makanan dll semua tidak lepas dari kesempatan ajang bisnis bagi semua pihak yg terlibat langsung. Bahkan Mantan Menteri Depag sebelumnya sempat di bui untuk kasus yg terkait dengan urusan haji juga…khan peluang yah… ada bisnis sambilan. Oleh Karena banyaknya kasus yg tidak kunjung bisa terselesaikan maka urusan ibadah ini sudah selayaknya tidak perlu lagi diurus oleh suatu departemen, yah seperti ibadah2 lain juga tidak perlu dicampuri.
Di departemen Agama jangankan urusan haji terkait kepentingan ibadah secara individual, lha wong bantuan/sumbangan pendirian rumah ibadah yg secara langsung digunakan umat disunat juga. Lalu sebenarnya siapa sih oknum2 didepag yg tukang korupsi itu. Wah tentu di hampir semua lini yg terkait secara langsung dengan urusan yg dijadikan ajang korup pasti. Korupsinya pun tidak tanggung-tanggung dilakukan secara berjama’ah, ramai-ramai. Contoh yg menyolok mata: suatu ketika saya melihat temen yg sedang mendapat “kepercayaan” untuk memotret para calon jemaah haji yg dikoordinasikan sebuah kantor departemen agama di kabupaten, untuk urusan foto saja mereka sudah banyak meraup untung besar, bisa dihitung untuk kepentingan foto saja per orang mengeluarkan sebesar 150 ribu rupiah. Padahal total biaya pemotretan semua foto sebagai persyaratan daftar haji maksimal hanya 75 ribu. Lalu yg 75 ribu lagi di kemanakan… tentu dibagi2 oleh para pengurus pendaftara dan tidak ketinggalan juga pimpinan kandepag itu. Belum lagi urusan lainnya.
Sebenarnya di depag itu yg paling besar proyeknya adalah urusan haji dan urusan pendidikan (yg terakhir ini semestinya tidak perlu depag yg mengurusi khan ada departemen pendidikan nasional). Nah bila urusan haji jadi diurusi oleh pihak lain tidak lagi diurusi depag dan pendidikan Islam diurusi departemen pendidikan, maka kerja departemen agama tidak ada yg terlalu signifikan bisa dilakukan oleh departemen2 lain atau malah diurusi masyarakat sendiri. Yg pada akhirnya Departemen Agama tidak lagi diperlukan.
Untuk diketahui bahwa kebanyakan para petinggi di departemen agama selalu tidak akan rela bahwa lembaganya di tiadakan, bahkan tahun 2004 (Coba baca berita kompas 1 dan berita kompas 2) pernah digulirkan wacana bahwa urusan pendidikan/madrasah yg dikelola depag selama ini akan digabung ke departemen pendidikan saja mereka mencak2. Yah karena madrasah adalah tempat korupsi paling empuk. Mereka berdalih mengingat sejarah. Klasik sekali khan… padahal saat itu Pendidikan/madrasah adalah bagian dari departemen yg paling besar menghasilkan proyek. Alasan terakhir inilah yg sebenarnya menjadi alasan utama mengapa madrasah tidak segera bisa dibina oleh departemen pendidikan. Akibatnya madrasah tidak akan lebih baik keadaannya.
Yaaah kalo gitu saya simpulkan memang layak Depag dibubarkan saja. Kalo menurut anda gimana… Sekedar wacana untuk kita saja, yah semoga sih bener dibubarkan.



dhitos berkata
Setuju kang – sebenarnya apa sih yang diurusin DepAg – logikanya yang namanya departmen Agama kan ngurusin semua Agama yang ada. tapi ini lebih dominan ke satu agama – sudah itu korupsinya paling banyak .
Mestinya kan orang-2 DepAg itu kan deket dengan Tuhan (karena ngurusin Agama) lha kok malah yang banyak buat Dosa, makan duwit haram. … wis embuh.. Negeri Ini sudah penuh keanehan-keanehan – dan aneh tapi nyata!!
feha berkata
setuju untuk dibubarkan…..
kok yah gak selaras nama departemen sama kelakukan orang2 di dalamnya
wadehel berkata
Iya, bubarkan saja depagnya, biar damai.
Oot nih, bila hanya kasus DepAg yang dilihat, maka saya bisa seenaknya menyimpulkan bahwa kedekatan dengan agama memang membuat manusia menjadi korup lahir bathin.
Dan kalau tidak hanya kasus Depag, misalnya saya melihat juga kasus FPI, maka kedekatan dengan agama, selain membuat korup lahir bathin, juga membuat manusia beringas dan penuh dengan kekerasan.
Untungnya saya (semoga juga kita) bisa melihat segala sesuatu dengan bijak dan lebih luas. Jadi tidak bisa menilai hanya dari kasus Depag atau FPI saja, karena masih ada sisi lain, misalnya Syeikh ABB, MUI, FUI, MMI, Poso, Amrozi, Azhari dan lain sebagainya.
urip berkata
@kang dhitos , feha, wadehel:
Apalah daya kita… hanya doa saja khan…untuk membubarkan depag.
Kedekatan agama…hehehe. BTW keburukan2 prilaku yg demikian itu bukanlah manusia lho… tapi “OKNUM” yang dari jaman dulu selalu ada dan tidak akan bisa ditumpas. Wong yg namanya “OKNUM” itu sakti tenan je.
Suka duka bersama Ubuntu « w a d e h e l berkata
[...] HALAL, cukup pesan, dan mereka kirim ke rumah anda (atau anda ambil sendiri dikantor pos). Meskipun saya tidak menuhankan agama, tapi bagi saya unsur HALAL ini sangat amat penting sekali. Dengan OS dan program-program yang halal, maka semua karya yang tercipta melalui komputer ini rasanya juga lebih halal
Tentu saja halal disini adalah halal versi pemahaman saya, bukan versi MUI maupun Departemen Agama yang korup itu. [...]
prakoso berkata
Maftuh Basyuni (Menteri Agama Sekarang) Membantah Departemen Agama Terkorup ( 30 Oktober 2006)
Sumber : humasdepag.or.id
Ilham berkata
Saya sih setuju sekali klo Depag dibubarkan aja, sepertinya keberadaan Depag itu mubazir aja. Urasan haji sering ga beres (yang terakhir ini ratusan ribu orang sampai kelaparan), urusan madrasah/pendidikan kan bisa digabung dengan Depdiknas yg dikelola Pemkab/Pemko. Parahnya lagi, saya sering baca katanya di Depag itu korupsi merajalela.
Hitung2 bisa menghemat anggaran, kan lumanyan besarnya seluruh tunjangan utk Menag, Setjend, Irjend, Para Dirjend, Para Kakanwil Depag, KaKandeppag Kota/Kab klo Depag dibubarkan. Klo masalah nikah sih saya kira Pemkab/Pemko pasti mampu menangani, dibantu dengan badan/lembaga lain (MUI misalnya).
Helgeduelbek: Seeeetujuuuuu… makanya kita mulai di blog dulu
Soegana Gandakoesoema. Pembaharu Persepsi Tunggal Agama Millennium ke-3 masehi. berkata
Sebentar lagi apabila awal millennium ke-3:
1. Al Qiyamah (75) ayat 6-15: Berdiri kiamat artinya habis gelap terbitlah terang ilmu pengetahuan agama sesuai Al Baqarah (2) ayat 257.
2. Al A’raaf (7) ayat 52,53: Datangnya Allah dengan dengan hari takwil kebenaran kitab.
3. Fushshilat (41) ayat 44: Datangnya Allah dengan menjadikan Al Quran dalam bahasa asing ‘Indonesia’ selain dalam bahasa Arab.
4. Thaha (20) ayat 114,115: Datangnya Allahdengan menyempurnakan pewahyuan Al Quran berkat do’a manusia.
5. Al Mujaadilah (58) ayat 6,18,22: Datangnya Allah dengan kebangkitan ilmu pengetahuan agama.
6. An Nashr (110) ayat 1,2,3: Datangnya Allah dengan memerintahkan semua agama masuk berbondong-bondong kedalam agama Allah.
7. Ali Imran (3) ayat 19,81,82,83,85, Al Maidah (5) ayat 3, Al Baqarah (2) ayat 208: Setelah ajalnya agama disisi Allah adalah Islam dan disebut Islam Kaffah kepada semua agama sesuai Al Hajj (22) ayat 78.
8. An Nahl (16) ayat 93: Setelah semua agama menjadi satu.
Tidak lagi diperlukan Departeman Agama, kerena pertanggung jawabannya terletak pada masing-masing pribadinya.
Wasalam, Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi.
Habibi berkata
Mari kita berpikir jernih cesss, kalo soal korupsi lalu kita mau membubarkan suatu departemen maka bisa dikatakan BUBARKAN SEMUA DEPARTEMEN/LEMBAGA di Indonesia karena boleh jadi semuanya melakukan hal yang sama yakni KORUPSI NEVER DIE.
Soegana Gandakoesoema. Pembaharu Persepsi Tunggal Agama Millennium ke-3 masehi. berkata
Untuk memikirkan dengan iman dan akal perlukah Departeman Agama RI dibubarkan atau dipisahkan antara agama dan negara sesuai Yunus (10) ayat 100: Dan tidak ada seorangpun akan BERIMAN kecuali dengan IZIN ALLAH dan Allah menimpakan KEMURKAAN kepada orang-orang YANG TIDAK MEMPERGUNAKAN AKALNYA (SEKULER). Yang jelas agama adalah tanggung jawab sendiri-sendiri kepada-Nya dan bukan tanggung jawab masal. Dihadapan Allah tidak ada hukuman masal tetapi hukuman pribadi masing-masing.
Buktinya Al Kahfi (18) ayat 29: Barangsiapa yang ingin beriman silahkan dan barangsiapa yang ingin kafir silahkan, artinya:
Al Baqarah (2) ayat 257: Tidak ada paksaan dalam agama OLEH PERATURAN DEPARTEMAN AGAMA RI.
Wasalam, Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi.
RATU ADIL MEMANG ADA !!! « Mbelgedez berkata
[...] sayah tebelin, itulah tanda-tandanya. dan nyampahnya ada di Agorsiloku, Helgeduelbek , Kajian Islam , ICRP (mencampuradukkan ayat Alquran dan Injil), Wadehel (almarhum), dan ditempat [...]
mas rafiq berkata
Assalamualaikum,
Kalau stempel paling korup Depag gara-gara urusan haji, kiranya gak adil. Banyak departemen dan lembaga lain juga korup juga perlu dibubarkan dong, termasuk lembaga wakil rakyat kita. Apakah ketika diserahkan Departemen lain, urusan haji bisa dijamin bebas dari korupsi? Saya justru semakin tidak yakin.
Saya justru merasa nyaman dan aman di Depag dengan bekerja dengan landasan ibadah sepenuhnya. Memang, kami sebagai guru madrasah di Depag sering merasa iri pada guru Diknas. Mengapa mereka sering digelontor dana pembangunan fasilitas dll sementara kami madrasah seringkali harus mengemis-ngemis kepada wali murid. Alhasil, kami mampu berdiri menyelenggarakan pendidikan dengan swadaya. Biaya SPP di madrasah aliyah kami paling murah sekabupaten. Namun, kesejahteraan dan tunjangan lainnya melebihi guru-guru Diknas.
Kami sangat nyaman sebagai orang Depag meski tanpa harus memiki akan korupsi. Justru saya sangat ngeri akan lembaga Diknas sebagai perlakuan mereka yang tak adil pada saya. (Demikian pula pada istri saya guru SMPN di diknas)
Orang tua / wali murid khususnya dari siswi merasa lebih aman dengan anak perempuannya paham agama lebih mendalam karena merasa memiliki dasar agama relatif kuat, khususnya mengingat pergaulan remaja saat ini.
Urusan korupsi urusan oknum bukan lembaga. Membubarkannya ibarat membakar hutan untuk membunuh harimau, sementara kelinci dan binatang-binatang lainnya ikut hangus.
Bila ditarik ke Diknas, saya sangat tidak setuju.
Pro Pak Soegana Gandakusuma, banyak ayat yang dikutip dipersepsikan semau gue. Ada ayat yang dipelintir maknanya ke arah misi agama tertentu.
Maaf.
Wassalam,
http://www.smart-unas.blogspot.com
ikin solikin berkata
Saya setuju dengan mas rafiq, apabila madarasah di tarik ke diknas nanti tambah berabe. Contohnya saya mau mendirikan SD yang bernuansa agama di daerah tertentu, tapi ijin ke diknas setempat sangat susah sekali, sehingga kami minta ijin ke depag. Bagaimana jadinya kalo depag di bubarkan. Tentu sekolah yang kami idamkan tentu tidak akan terwujud.
Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi. berkata
Untuk penjelasan totalnya kami telah menerbitkan buku panduan terhadap kitab-kitab suci agama-agama berjudul:
“BHINNEKA CATUR SILA TUNGGAL IKA”
berikut 4 macam lampiran acuan:
“SKEMA TUNGGAL ILMU LADUNI TEMPAT ACUAN AYAT KITAB SUCI TENTANG KESATUAN AGAMA (GLOBALISASI)”
hasil karya tulis ilmiah otdidak penelitian terhadap isi kitab-kitab suci agama-agama selama 25 tahun oleh:
“SOEGANA GANDAKOESOEMA”
dengan penerbit:
“GOD-A CENTRE”
dan mendapat sambutan hangat tertulis dari:
“DEPARTEMEN AGAMA REPUBLIK INDONESIA” DitJen Bimas Buddha, umat Kristiani dan tokoh Islam Pakistan.
Wasalam, Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi.
Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi berkata
Buku panduan terhadap kitab-kitab suci agama-agama berjudul:
“BHINNEKA CATUR SILA TUNGGAL IKA”
Penulis: Soegana Gandakoesoema
Tersedia ditoko buku K A L A M
Jl. Raya Utan Kayu 68-H, Jakarta 13120
Telp. 62-21-8573388
Cepot Gorbachev, Pembau Pepsi Tinggal 3 milli liter Masa-sich. berkata
Cepot Gorbachev, Pembau Pepsi Tinggal 3 milli liter Masa-sich.
——————————————————————————————————–
Gratis… gratis… gratissss
Silahkan berkunjung rame-rame, murah dan meriah di:
Bacaan gratis := http://haniifa.wordpress.com
“@mas Eka main-Catur bari Sila, dengan lawan-tunggal @mba Ika”
Penonton := Gratis… tis !!
Kecuali sambil sbb:
“Minum Pepsi Cola gratis, setelah minum bayar dunk… “
Tersedia ditoko-toko dan kios-kios terdekat :
)
_____________________________________________
Jl. Carisendiri -C, Bandung-Jakarta-Sumatra
(Bus Trans Sumatra…
Telp. 062-00-007
Fax. 061-00-007
Email. “GUNDUL-GUNDUL PACUL” Susuganan kayak Celengan
Cepat-cepat, siapa Cepat baca buku si Cepot siap Copot
(Apa nyang dipandu wong… pasang iklan dikoran aja bokek…)
—————————————————————-
PratPretProt,Cepot Gorbachev, Pembau Pepsi Tinggal 3 milli liter Masa-sich.
winwin berkata
Waduh jangan membakar lumbung dong, tikusnya aja. Lagipula kalau dinegara hukum semuanya harus diselesaikan secara hukum. Seret saja ke pengadilan semua pelaku korupsi di Depag itu biar jelas dan tuntas siapa2 saja yang terlibat. Kalo duit haji itukan gedee bangeet, jadi kagak mungkin hanya ada satu pemain. Kesiankan kalo yang dikambing hitamkan itu cuma satu Depag aja, makanya bongkar tuntas.
Oh korupsi di bidang pendidikan? Hei, itu sih di semua lini di jajaran negeri ini, bukan Depag aja. Kali yang lain pinter2 nutupinnya karena korup dengan nama Allah, jadi kagak ketauan, kalo yang di Depag sadar korupsi itu dosa jadi nggak nyebut2 Tuhan, maka dikit aja udah ketaoan. WALAH. Bongkar tuntas jangan main tuduh aje.
Kalao soal DEPAG perlu dibubarkan karena ada korupsi, kali2 aje semua departemen di negeri ini perlu dibubarin deh.
Terus madrasah diurus Diknas? Diurus orang yang tau agama aja udah payah, palagi kalo sama yang enggak atau setengah-setengah beragama.
Selamat Ulang Tahun Ke-63, Indonesia | RepublikBabi berkata
[...] agama di Indonesia juga menambah ironi ini karena mereka juga adalah salah satu departmen terkorup di Indonesia (apa mereka berdoa dulu sebelum [...]
Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal, Agama millennium ke-3 masehi. berkata
Buku “BHINNEKA CATUR SILA TUNGGAL IKA”
Penulis: Soegana Gandakoesoema
Penerbit: GOD-A CENTRE
Tersedia ditoko-toko buku distributor tunggal
P.T. BUKU KITA
Telp. 021.78881850
Fax. 021.78881860
Just_ice berkata
Setuju..
hri ini aja nganter temen mau ngurus surat Nikah harusnya bayar 30rb mintanya 100rb wuih untung 70rb tuh amiit deh..dari hal yang sepele aja kyk gitu.. itu baru yang simple.. gimana yang diatas2nya…dah bukan beribu2 kali mungkin berjuta2 or bermiliar2.. amit2 deh nambah2in dosa aja nii.. yg pasti.. depertemen di Negara Kita ini kyknya hampir semuanyanya deh ada korupsi..
katiya berkata
kalo masalah korupsi ujungnya membubarkan departemen, kasihan presidennya. depdiknas juga ada perkiraan tindak pidana korupsi, ada sinyalir setoran dana BOS per anak Rp. 500,- kalo ndak setor ndak ada rekom pencairan BOS, PU aspal dan material juga biasa menguap, Dep HukHam masih anget SIMinbakum, Kejaksaan Jual beli Kasus juga masih anget berita jaksa Urip, Kelautan begitu juga, belum yang lain, lha kalo ada sinyalemen korupsi, lalu departemen dibubarkan lalu yang bantu siapa? . Masalah Haji ada masalah atau tidak terlayani atau tidak, tetep ada komplain, karena proyek haji adalah incaran banyak pihak, apa kalo haji tidak dilayani oleh DEPAG prakteknya akan semakin baik? apalagi kalao DEPAGnya dibubarkan juga pelayanan haji juga lebih baik, kalau tidak ada sistem pelayanan haji oleh negara apa ya iya kita mo ibadah haji pake travel yang lebih belum jelas pelayanannya.
ismed berkata
Peran departemen agama sangat vital keberadaannya ini di terbukti dengan dilindunginya institusi ini oleh UUD dan sejarah berdirinya ini atas dasar piagam jakarta yang apabila saya sebutkan isi piagam jakarta tentu akan menimbulkan pro kontra yang luar biasa,maka didirikanlah departemen agama. pada perjalanannya fungsi dari depag di pangkas sedikit demi sedikit. memang susah menilai institusi ini apabila departemen lain dengan mudah mengukur kinerjanya karena instrumen ukurnya jelas,saya contohkan seperti ini apabila ada pertamina sukses dalam pekerjaannya maka depag adalah orang yang menciptakan orang itu menjadi sukses dari nilai moral dan spiritualnya. jadi peran institusi ini sangat di butuhkan karena sebagai nilai penyeimbang IQ maka harus dibutuhkan SQ dan EQ disinilai kita bisa mendapatkannya selain banyak tugas besar lain yang dikerjakan depag.masalah korupsi kita tunggu saja bagaimana KPK memutuskan karena di depag sendiri baru ada 2 orang yang pernah di tetapkan KPK sebagai koruptor kita bandingkan dengan institusi lain yang jangankan hanya dua puluhan yang terjerat kasus korupsi pun ada,mari melihat ini secara obyektif dan menyeluruh.
Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal, Agama millennium ke-3 masehi. berkata
Departeman Agama RI di Indoneisa tidak diperlukan dengan argumentasi hujjah Allah, hujjah nabi Muhammad saw. dan hujjah kitab suci-Nya:
1. Al Kahfi (18) ayat 29: Kebenaran itu dari Tuhanmu, maka barangsiapa yang ingin beriman silahkan dan barangsiapa yang ingin kafir silahkan.
2. Al Baqarah (2) ayat 256: Tidak ada paksaan didalam agama.
3. Agama-agama diseluruh dunia banyak sekali sedang di Indonesia hanya beberapa, padahal sifat Allah semesta alam dan putusannya kelak.
4. Sifat Firaun sama dengan sifat Executip, Legislatip, Judikatip atau yang melaksanakan, membuat, menghakimi didunia ini sesuai Huud (11) ayat 96-99.
Salamun ‘alaikum daiman fi yaumiddin, Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi.