Adakah Pertimbangan Penempatan Guru?

Saya tidak tahu sistem apa yg digunakan oleh banyak instansi dalam menempatkan seorang pegawai baru terutama guru. Selama ini sepertinya penempatan tenaga pengajar bukan-lah hal yg perlu banyak dipertimbangkan, yang penting dapat kuota berapa diletakkan dimana, titik. Siapa pun, di manapun tidak masalah. Tidak adakah strategi khusus yg bisa dipakai agar bisa dihasilkan sesuatu yang bisa optimal?

Suatu ketika ada rekan saya yg juga guru menuturkan bahwa pada saat SK-nya belum diterima dia mendapatkan informasi secara langsung dari seorang pegawai di dinas terkait penempatan dirinya. Namun begitu penerimaan SK tempat mengajar hasilnya tidak sesuai dengan kondisi semula. Rekan saya itu diletakkan di daerah yang jauh di pedalaman. Dengan beda gaji hanya Rp 125.000,- (sebagai tambahn tunjangan untuk di daerah terpencil). Ternyata setelah diselidikinya posisi yg semestinya dia tempati itu digantikan oleh rekan lain yg kebetulan saudara deket seorang pejabat.

Kemudian suatu pengalaman nyata bahwa di lingkungan departemen agama (madrasah) dalam penempatan seorang guru terkesan tidak-lah profesional. Contohnya ada di suatu madrasah A yg kelebihan guru bidang studi X tetapi setiap tahun guru dengan bidang studi X jumlahnya ditambah terus, yg akhirnya sang guru mengajarkan bidang studi lain yg bukan keahliannya. Padahal di madrasah lain guru dengan bidang studi X kekurangan. Mengapa ini bisa terjadi?… Jangan-jangan ada sesuatu nih. Dari hasil perbincangan dengan rekan guru lain ternyata ada dugaan bahwa hal semacam itu disengaja demi pemenuhan kuota penerimaan pegawai. Ah… yg bener saja.

Hal lain adalah masalah pemutasian seorang guru. Semestinya dalam hal pemutasian perlu-lah dipertimbangan banyak hal, sehingga tidak merugikan seorang pegawai. Kalaupun itu dilakukan semestinya pegawai yg dipindahtugaskan bukan atas keinginan sendiri itu diberikan uang mutasi atau apalah- namanya. Sebab kalo gak salah itu merupakan hak seorang pegawai, yang kalo gak salah lagi sudah ada aturannya. Di lingkungan depag di wilayah saya, mutasi kerap-kali dilakukan tetapi hak2 pegawai yg dipindahtugaskan itu tidak pernah diberikan.

Tapi memang patut dimaklumi karena kebanyakan mereka yg duduk dibagian manajemen kepegawaian rata2 orang2 yg tidak mengerti tentang manajemen. Mereka-mereka itu hanya menjalankan tugasnya sekedarnya saja karena pola rotasi jabatan dalam lingkungan kantor. Akibatnya yaaa seperti biasa sajalah… Siapapun bisa menduduki apa saja tergantung siapa dia. Lebih2 adanya otonomi ini… kebablasan, semuanya semaunya pimpiunan.

…tulisan ini akan ditinjau kembali (*hehehe bahasa pejabat nih*)

About these ads

Satu gagasan untuk “Adakah Pertimbangan Penempatan Guru?

Komentar ditutup.