Kewirausahaan - Kuliah Perdana Oleh Ir. Ciputra

Ada beberapa hal yang bisa saya tangkap jari paparan pada kuliah perana di Graha Saba Pramana UGM oleh Ciputra “Sang Kapitalis”.

Saya tidak tahu soal wirausaha tapi begitu dengar paparan pak Ciputra jadi mengerti (sedikit). Tapi ada tanda tanya besar dalam benak saya. Dunia pendidikan (baca UGM) dimasuki seorang kapitalis, Akankah UGM akan jadi kampus kapitalis (atau malah sudah?)? Benarkah mahasiswa hendak dicipta jadi seorang kapitalis? Itu kesan pertama saya, selanjutnya akan berkata lain. Sependek pemahaman saya begitu.

Menurutnya (Ciputra) bahwa Indonesia selama dijajah dan semasa orde baru semangat kewirausahaan telah terbunuh dengan sempurna. Terbukti oleh adanya budaya pengemis yang dilakukan pemerintahan Indonesia yang selalu mencari pinjaman sana sini, padahal negeri ini kaya. Banyaknya lulusan perguruan tinggi yang tak sanggup mencipta lapangan kerja untuk dirinya lebih-lebih untuk pihak lain merupakan bukti kemubaziran lulusan pendidikan yang tidak “siap”. Perguruan selevel UGM pun belum begitu banyak bisa menyiapkan lulusannya untuk itu. Pemikiran yang ditawarkan Ciputra untuk segera diadopsi oleh UGM adalah membekali “semangat kewirausahaan”. Bahkan menurutnya kewirausahaan sebaiknya diberikan sejak sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Tidak perlu mengubah isi kurikulum, tapi cukup menambahkan muatan kewirausahaan disetiap jurusan. Tentu saja yang dimaksud diiringi dengan praktik tidak sekedar teori.

Ciputra dengan bangga telah memberikan contoh kampus Tarumanegara yang tadinya “payah” ia sulap menjadi kampus “megah” dengan kemandirian dan berlandaskan kewirausahaan. Oke-lah…

Masih menurut Ciputra bahwa dengan jiwa wirausaha maka bangsa ini akan menjadi bangsa yang maju, bisa mengelola kekayaannya tanpa perlu ada ketergantungan dengan pihak lain, tidak lagi menjadi negara pengemis. Hal ini bisa saja ditanamkan sejak dini lewat bangku sekolah, yang keberadaanya telah menyebar di seluruh pelosok negeri sebagai lahan persemaian manusia “berpendidikan”.

Denga penuh semangat Ciputra memaparkan kewirausahaan di depan 2000 lebih calon mahasiswa pascasaraja UGM 2007. Inti yang saya bisa serap adalah bahwa kewirausahaan memang perlu untuk diterapkan dalam tiap individu meskipun porsi dan aplikasinya harus proporsional sehingga tidak ada pihak dirugikan.

Silahkan dikoreksi jika perlu, makasih.

29 Tanggapan ke “Kewirausahaan - Kuliah Perdana Oleh Ir. Ciputra”


  1. 1 bangaiptop 11 September 2007 pukul 1:47 pm

    Kalau mengenai kewirausahaan. Saya setuju, Pak Guru. Apalagi apabila dibumbui dengan masyarakat produksi. Dan kedua bagian tersebut, secara sama-sama, barsatu untuk membangun bangsa. Jelas sangat setuju sekali.

    Namun, saya mau komentar soal Pak Cip, nih. Hehehe.

    Menarik sekali paparan Bapak Ciputra.
    Sebagai salah seorang tokoh pengusaha (yang terlihat dekat dengan penguasa, minimal bisa dilihat dari potonya di harian-harian ibukota) pada jaman orde baru, paparannya jelas menarik sekali.

    JIka kewirausahaan dibunuh secara sempurna pada masa ORBA. Bagaimana mungkin ia menjalankan bisnisnya secara sempurna ketika Pak Harto masih berkuasa? Apalagi sampai mendirikan CiputraGrup, salah satu gurita konglomerasi bisnis di Indonesia.

    Bapak Ciputra mungkin tidak tahu, bahwa saat ini ada Google, dimana rakyat umum bodoh kampungan norak dan tidak tahu diri, macam saya ini, dengan amat mudahnya menemukan track record beliau dengan para penguasa ORBA.
    Dipikirnya, gampang kali, ngomong asal njeplak. Apalagi di depan para anak-anak Bulak Sumur.

    Oh ya, satu lagi, salut buat UGM. Lepas dari kontroversi kuliah Pak Cip. Minimal, ada terobosan untuk menambah wawasan para pelajar UGM.

  2. 2 helgeduelbek 11 September 2007 pukul 6:24 pm

    Yah itulah sayang-nya kami gak diberikesempatan untuk tanya jawab… kalau tidak tentu bakal ramai… 2000-an calon mahasiswa s2 s3 ugm sepertinya juga sudah siap “nembak dengan rentetan peluru”.

  3. 3 antobilang 11 September 2007 pukul 6:39 pm

    OOT : saya nanti pas kuliah S2 di UGM, kuliah perdananya mau diisi ama bangaip aja deh. :D

    wah, kok bisa2nya sih kapitalis ngomong ttg kewirausahaan?

  4. 4 erander 12 September 2007 pukul 3:11 pm

    Rasanya sudah hampir dua bulan saya ga jalan2 ke tempat Pak Urip .. soalnya, Pak Urip sudah lama ga muncul. Sudah pulang ya Pak?

    Saya sependapat dengan Bang Aip .. jaman sekarang, tantangan dan pilihan lebih beragam dan kompleks. Kewirausahaan yang dialami oleh Ciputra tentu berbeda dengan jaman sekarang. Jadi .. anggaplah untuk melihat sudut pandang yang berbeda.

  5. 5 zulharman 12 September 2007 pukul 6:59 pm

    Sekarang ini sudah banyak perguruan tinggi yang mengakomodasi kewirausahaan tersebut dalam kurikulum, sehingga muncul mata kuliah Enterpreneurship yang dijadikan mata kuliah pilihan.

  6. 6 toto 21 Oktober 2007 pukul 4:50 pm

    Saya sependapat jugak dengan Bung Aip…cuman sudut pandang yg agak berbeda ajah, antara stetemen pak cip dg komen bung aip… mungkin yang dimaksud pak cip saat orba tekanan (kebijakan-kebijakan) dari pemerintah begitu kuat sehingga semangat wirausaha para pengusaha kendor.Tapi tidak bisa dipungkiri juga pak cip memang fenomenal.Di tengah tekanan tsb tetap bisa eksis.Apa gak hebat tuh…Pak Cip,dari mahasiswa itb jur arsitektur yang “hanya modal dengkul” bisa meyakinkan para penguasa jakarta untuk mendanai proyeknya…Bung Aip Bisa ?…he he he…lariiii sebelum dijewer bung Aip…

  7. 7 dodo 21 Oktober 2007 pukul 11:38 pm

    kalo menurut saya pak cip waktu tu mungkin semangat sekali. saking bersemangatnya sampe lupa pada kenyataan dan omongan yang disampaikanpun berlebih-lebihan. ^_^

  8. 8 pabandi 22 Oktober 2007 pukul 11:20 am

    ambil sisi baik saja…
    toh yang dikatakan kapitaslis itu..
    ada benarnya juga..

  9. 9 anto 26 Oktober 2007 pukul 1:23 pm

    terlepas dari pro n kontra masa masa perjuangan Pak Cip waktu zaman ORBA, yang perlu kite semua contoh adalah semangat juangnya, sehingga bisa sampai sukses seperti skrg ini.

  10. 10 anto 26 Oktober 2007 pukul 1:25 pm

    klo umpame semua mahasiswe se indonesia punye semangat juang dari pengetahuan untuk berwiraswaste kayak die (Pak Cip) pasti indonesia bakal maju

  11. 11 Nick 10 Nopember 2007 pukul 11:14 am

    Benar kok yang paling pinter zaman ini adalah yg tau seluk-beluk cari info di om Gugel dan informasi yang di peroleh dijadikan bahan penelahaan dan study banding. Ciputra …ciputra …lupa dia siapa dia sesungguhnya

  12. 12 ahmad 16 Nopember 2007 pukul 5:06 pm

    oh ya…saya udah tau itu
    semua itu ada di buku valentino dinsi yang berjudul
    “jangan mau gajian seumur hidup”
    apa pak ciputra copy paste dari buku itu ya????

  13. 13 jablud 1 Desember 2007 pukul 9:42 am

    saya mau menanggapi tanggapan bangaiptop terhadap tanggapannya pada pak cip, karena kalimat bangaip yang berikut : Dipikirnya, gampang kali, ngomong asal njeplak. Apalagi di depan para anak-anak Bulak Sumur. tidak banyak, apa yang pak cip sampaikan menurut saya benar, JIka kewirausahaan dibunuh secara sempurna pada masa ORBA, beliau bisa menyampaikan hal tersebut karena memulai usaha pada masa orba tersebut jadi ya beliau sudah paham betul kondisi kewirausahaan pada saat itu.
    anda wirausaha bukan ? itu yang harusnya anda sampaikan.

  14. 14 ariefsuseno 6 Desember 2007 pukul 1:33 pm

    kesuksesan sejati adalah ketika bisa membantu sebanyak mungkin orang lain. yang dilakukan pak cip adalah dia bisa membuka banyak lapangan kerja, dan mengurangi tingkat pengangguran, sementara anda? mohon berpositif saja kalau belum bisa seperti beliau

  15. 15 ALVENSIUS 6 Desember 2007 pukul 4:29 pm

    Informasi dimana tempat pelatihan kewirausahaan ala ciputra di jakarta?
    Saya sangat tertarik mengikutinya…terimakasi atas bantuanya.

  16. 16 harisamry 22 Desember 2007 pukul 7:08 am

    kewirausahaan

    haruskah
    perlukah

    pengusaha {dalam kewirausahaan) memiliki sifat / jiwa kesatriaan ?

  17. 17 Sanjaya_jk 28 Desember 2007 pukul 10:22 pm

    Kuliah yang bagus. Sekarang realistis saja bahwa 99% apa yang di katakan pak Cip memang benar. Lihat saja bagaimana singapura yg kecil bisa maju hanya dengan SDA yang minim, tapi SDM yang memiliki semangat entrepreneur yang tinggi. Bahkan terbukti bahwa birokrasi akan lebih baik jika dikelola dengan semangat entrepreneur. Jadi tidak usah iri jika ada orang yang sukses memberikan kuliah yang bagus. Lihat sisi positifnya bahwa dia sebagai entrepreneur sudah memberikan jasa yang luar biasa bagi negeri ini.

  18. 18 evy 1 Februari 2008 pukul 12:39 pm

    Yup! Saya juga ada di kuliah perdana itu. Cukup menarik menurut pandangan saya. Yah! Differences do not always stated as bad, but they can give colors to our comprehension about the knowledges and experiences themselves.
    By the way, salam kenal Pak!

  19. 19 Prayogi 8 Februari 2008 pukul 2:18 pm

    kapitalis ato nggak yang pasti saat ini sudah terjadi di negeri kita, untuk itu ya harus menyesuaikan diri, kalo nggak ya nanti malah ketinggalan. ok

    great posting!!!

  20. 20 masham3d 27 Maret 2008 pukul 1:08 pm

    thanks for info nya, kapan ya q bisa ktmu sm pak cip? tau ga teman2 apa yang mau aq sampaikan?? ayo tebak apaan tuh? …………

  21. 21 Daeli 31 Maret 2008 pukul 11:55 am

    Assalamu’alaikum, saya mahasiswa Kimia FMIPA Unand, saat ini sedang dan akn meneruskan perjuangan kewirausahaan… MUSLIMINDO College…

    Mantap blognya pak… Wassalam…

  22. 22 Farihik 11 April 2008 pukul 9:04 am

    Ah …
    Apapun siapapun yang berbicara…
    latar belakang bagaimanapun…
    Jika kita tetap berwira usaha…
    ya ini menjadi pelajaran untuk bangkit, jika masih terpuruk..
    dan berusaha memantapkan diri jika telah jaya…
    Akan beruntung sekali jika
    bisa mengambil kebaikan walau….
    dari siapapun kebaikan itu
    masham3d ….
    ente mau menyampaikan ” gue juga bisa…
    jika fasilitas dan ketebelecenya sammmma …”
    Tul nggak ?

  23. 23 sunardi 11 April 2008 pukul 9:55 am

    kamu terlalu under estimate aku berharap kamu gakkan pernah sukses dalam hidupmu

  24. 24 eko 16 April 2008 pukul 10:43 am

    Ya udah kalo kalian semua cuma mau jadi karyawan yang disuruh-suruh orang melulu. Aku sih seneng aja punya karyawan yang vokal tapi pada bloon mikirin masa depan dirinya sendiri. Liat omongannya pak Cip dong! nggak usah mikirin masa lalunya. Liat masa depanmu sendiri, mau jadi apa coba ? he he he. Hebatnya lulusan sekarang kan cuma banyak ngomomg akademis dan analisis doang. Mirip kaya politikus di DPR yang cuma pinter ngomong . Kerja, usaha, pikirkan masa depan itu lebih baik. Tapi terserah deh, kalo cuma mau banyak protes dan akhirnya nanti cuma jadi pesuruh, alias cuma disuruh-suruh setiap hari dan akhir bulan terima duit manggut-manggut. He he mental terjajah kan ?

  25. 25 eko 16 April 2008 pukul 10:55 am

    Sori, tadi sebenernya komentar khusus untuk Bangaiptop, helgeduelbek,antobilang, dodo, nick, harisamry, farihik. Nggak usang bikin retorika untuk nangkis komentar ini. Nangkisnya pake usaha, jangan pake ngomong adu konyol. Atawa kalian semua emang mau jadi jago ngomong aja? Wah udah kebanyakan di Indonesia ini. Jangan menuh-menuhin deh. he he he

  26. 26 mmfaozi 4 Juni 2008 pukul 4:32 pm

    Apapun caranya, tapi yang dilakukan oleh Ciputra memang sudah bagus. Setidaknya setelah jadi pengusaha sukses masih mau mendorong orang lain.
    Pengusaha Indoensia masih sedikit, dan dari dari yang sedikit itu, hanya sebagian kecil yang mau mendorng tumbuhnya kewirausahaan di Indonesia.
    Sebagian besar malah menjadi pengusaha hitam, menindas buruh dan mengeksploitasi sumder daya alam tanpa bertanggung jawab.

  27. 27 kaidah 12 Juni 2008 pukul 12:23 pm

    Saya stuju dg pendapat PakCI,sebaiknya para generasipenerus hrus disiapkan mentalnya mulai dari usia dini.Saya sendiriseorang pelajar,dan saya sangat prihatinmenyaksikan prilaku teman2 sebaya saya saat ini.Merekanalasmengerjakan kewajiban mereka(belajar).

  28. 28 OPEK 26 Juni 2008 pukul 8:53 am

    AE///
    AKU PENGAGUM BERAT MA PAK CIP
    ORANGNYA PEMBAWAANNYA KALEM, DIAM TAPI BERISI, SUKSES, N SANGAT PINTAR MEMBACA KESEMPATAN PASAR
    KASIH TAHU AKU DONG GIMANA MAHASISWA BISA MEMPEROLEH EARNING DARI KEWIRAUSAHAAN KASIH TIPS, KASIH BALASAN!!! COMENT KE EMAILKU TOLONG YAH PLEASE
    AKU JUGA DARI ORANG DESA ATAU TEPATNYA KOTA TERPENCIL YA HAMPIR SAMA KAYAK PAK CI. (MENYAMA-NYAKAN) :D
    SEMOGA SAJA KELAK AKU BISA SUKSES SEPERTINYA
    AMIIN

  29. 29 PRISCILLA 2 Juli 2008 pukul 5:40 pm

    Waduh2 aiptop atow aib tok ^^ harusnya yang jangan asal njeplak ngomong tuh kamu. Waktu ORBA akir2 gt deh pak cip tuh pernah ‘down’ aset2 dy ‘low’ dan cuma tinggal stegah aja hartanya. Tau gak lu?? Tapi karena pak cip cinta Tuhan n berisi choy gak cuma bergong2 guk2 dy dgn teliti melangkah, dy ga pduli pengusaha laen pada nyiut tapi itu peluangnya jadi pengusaha laen mundur dy dgn gesit n tliti baca peluang bisnis. Coba kalo harta lu tinggal sparo, wah kek nya seh bunuh diri x ya ato mentok ya masuk RSJ ^^v rakyat mental2 negative thinking, gengsi mengakui keunggulan orang laen, n cuma pasrah itu yang jadi musuh bangsa indo makanya ga naek tp turun. Gak ngasi tapi minta. Gak ngaca tapi slalu kritik org laen.

Tinggalkan Balasan




Ini...Si...Asi

Blog ini media saya belajar menulis dan ungkapan pribadi. Kritik saran terhadap tulisan blog ini serta hal lain silahkan disampaikan di Ruang Tamu. Terimakasih

KLIK DI SINI UNTUK KEMBALI KE AWAL

Kategori

Arsip

Telah Di-Klik

  • 1,356,911 kali