Jumlah Jam Pelajaran di Sekolah akan Dikurangi Menjadi 32 Jam

Pemerintah akan mengurangi jam mengajar dari 42 jam menjadi 32 jam seminggu. Kebijakan ini diambil karena selama ini materi pembelajaran siswa dinilai terlalu berat sehingga tidak ada ruang bagi guru berkreasi. Begitu juga siswa tidak memiliki waktu untuk mengembangkan diri.

Sumber dari http://www.harianterbit.com/artikel/rubrik/artikel.php?aid=108624

Sepertinya akan semakin ideal jika benar itu diterapkan. Guru semakin leluasa mengembangkan kreativitasnya, siswa juga semakin kreatif dan enjoy, tidak tertekan dengan beban belajar yang cukup memberatkan. Lebih-lebih bagi siswa yang ada di madrasah.

Perlu diperhatikan dampak dari pengurangan jam pelajaran itu, lebih-lebih dengan beban mengajar guru sekarang dipatok minimal 24 jam hingga 40 jam. Kemudian jam pelajaran yang mana yang akan dikurangi, apakah akan menghilangkan atau menggabungkan mata pelajaran serumpun untuk memangkas 10 jam yang ada selama ini, kita tunggu saja perkembangannya.

Kondisi saat ini siswa SMA mempunyai beban belajar 40 jam pelajaran plus 2 jam pengembangan diri. Sementara di MA (madrasah aliyah) bebannya masih ditambah lagi pelajaran agama dengan total keseluruhan 45 jam pelajaran plus 2 jam pengembangan diri. Belum lagi dengan variasi jumlah mata pelajaran yang harus diikuti selama seminggu penuh. Yang “sesangsara” untuk  siswa MA kelas X saat ini total ada 19 mata pelajaran.

Kasihan sekali siswa saat ini dengan kondisi jumlah jam pelajaran yang begitu banyak. Bandingkan saja dengan sekolah/madarasah di negera tentangga.  Mereka lebih sederhana jumlah pelajarannya namun pendalamannya agak lebih. Tentu saja memang kita berbeda prinsip untuk itu.

Pemerintah dan para pakar pendidikan saya yakin sudah memikirkan hal seperti diatas dan tentu akan memberikan solusi yang tepat. Niatnya hanya satu membuat pendidikan di negeri ini lebih manusiawi, lebih humanis, dengan memberikan ruang kreasi baik bagi siswa dan guru untuk bisa berkembang lebih baik. Semua itu tentu diharapkan akan dapat mengejar ketertinggalan dan kelambanan yang terjadi selama ini. Terbukti dengan fokus pada hal tertentu siswa-siswa kita bisa bersaing di tingkat internasional olimpiade yg diikutinya. Mereka bisa menang dan terlihat kehebatannya karena fokus dan digembleng secara serius.

Jika jadi dikurangi jumlah jam pelajaran di sekolah-sekolah maka guru wajib bersikap profesional dan kreatif untuk membawa anak didik lebih “maju”.

Meskipun jumlah jam pelajaran dikurangi nantinya, menurut saya sebaiknya jam kerja guru tidak turut dikurangi. Selisih waktu itu nantinya bisa digunakan untuk menambah ilmu, meningkatkan komptensi diri untuk selalu aktif dan kreatif dalam penyiapan penyajian materi pelajaran di kelasnya. Jadi guru tidak lagi boleh leha-leha atau santai. Kalau perlu diberi tuntutan yang bisa menunjukkan profesionalitasnya secara nyata, tidak sekedar formalitas saja seperti kebanyakan selama ini.

Mungkin diperlukan pengawasan yang lebih baik lagi bagi setiap sekolah. Pengawasan terhadap seluruh sistem dan komponen sekolah terutama pengawasan terhadap guru perlu untuk  dilakukan, dipantau setiap saat. Jadi pantauan ini harus dilakukan secara kontinyu. Sistem pengawasan selama ini sepertinya mandek dan tidak banyak memberikan perubahan yang berarti bagi kehidupan di sekolah. Mungkin perlu penunjukkan seorang guru senior yang bisa menjadi partner kepala sekolah, yang mengerti betul pembelajaran secara teknis dan strategis untuk mencakup semua pelajaran. Guru senior wajib hadir setiap hari di sekolahnya, bukan seperti pengawas sekarang yang tidak bisa selalu ada di sekolah.

Mungkin perlu juga dipikirkan membuat kelas-kelas yang ada menjadi lebih ramping dengan jumlah siswa tidak terlalu banyak, untuk memberi ruang dan perhatian guru kepada siswa, memunculkan potensi luar biasa pada diri siswa. Konsekuensinya adalah harus disiapkan guru-guru menjadi kreatif, penuh inovasi dan humanis, plus agamis. Selain juga diperlukan penambahan gedung-gedung kelas baru dan juga fasilitas yang bisa menampung minat siswa selama di sekolah. Intinya semua bisa terwadahi dan guru mesti siap melayani siswa dengan memberikan servis pembelajaran yang lebih baik.

Semoga saja pendidikan negeri ini lebih baik, pembelajaran lebih hidup, potensi siswa terbangkitkan, menciptakan insan yang “luar biasa”.

About these ads

6 thoughts on “Jumlah Jam Pelajaran di Sekolah akan Dikurangi Menjadi 32 Jam

Komentar ditutup.