Ekspos Gugatan SBI/RSBI, Bagaimana dengan RMBI?

Akhir-akhir ini nada gugutan terhadap keberadaan dan proses serta mekanisme pengelolaan sekolah bertaraf internasional  SBI) maupun rintisannya (RSBI) semakin gencar. Sekolah dengan embel-embel begitu terkesan sangat ekslusif, hanya untuk kalangan kaum berada. Hanya itu yang mengemuka dan paling mudah dipahami orang awam. Belum lagi penggunaan bahasa pengantar yang tidak berpihak pada pelestarian bahasa ibu, bahasa Indonesia.

Silahkan simak pertentangan sekolah SBI/RSBI di media kompas pada tautan berikut http://goo.gl/h1K4e. Kita bisa simak kebijakan pemerintah yang terkesan plin-plan dan seolah mencari pembenaran dan sebagainya. Meskipun penyelewengan secara tidak manusiawi disadari tapi tetap dilakukan pada pengelola SBI/RSBI tertentu.

Bagaimana dengan RMBI (RSBI-nya madrasah) yang dicanangkan bakal ada di setiap propinsi, hasil perubahan oleh Menteri Agama Surya Darma Ali dari kebijakan menteri sebelumnya yang akan babat alas (membuat sekolah serba baru, mulai dari sarana dan SDM-nya) pada 12 Kabupaten di negeri ini?

Saya tidak tahu banyak dan tidak tahu persis. Yang saya tahu karena dulu pernah turut mendaftar sebagai guru kimia di calon MBI itu kemudian mengundurkan diri karena tidak merasa sanggup memenuhi kriterianya yang serba wuih. Saya berpikir ideal kalau saya jadi guru di MBI itu nantinya bukan hasil bagus karena kemampuan diri yang tidak memadai. Itu saya sadari setelah mendapatkan paparan langsung dari panitia, di mana MBI adalah madrasah yang akan benar-benar unggul.

SBI (MBI) adalah sekolah/madrasah nasional tetapi bermutu internasional, menggunakan dasar kurikulum nasional dan diperkaya dengan kurikulum internasional dengan tidak bertentangan dengan falsafah negara. Pembentukan SBI / MBI dapat dilakukan dengan membuat sekolah/madrasah baru sama sekali, atau mengubah sekolah/madrasah yang ada menjadi sekolah SBI/MBI. Bagaimana hasilnya? Sepertinya masih besar gema dari aslinya. Ayo buktikan bahwa SBI/MBI akan berkualitas internasional!

Untuk RMBI, dengan kebijakan baru kemenag maka ditargetkan bahwa setiap propinsi akan memiliki RMBI dengan memacu kinerja madrasah yang ada. Dan sudah ditetapkan hanya madrasah model yang dipersiapkan untuk beralih status sebagai RMBI. Bagus menurut prespektif pendanaan dan pengadaan sarana. Tidak perlu ‘babat alas’. Menurut menteri kemenag itu adalah hal yang paling realistis dengan sedikit resiko kegagalan. Rupanya bapak menteri ingin mengikuti irama yang dialunkan kemdiknas.

Menurut opini saya, hal yang seperti itu ‘pasti’ akan menghasilkan hal yang sama dengan yang terjadi pada RSBI. Akan mendapatkan banyak gugatan. Mengapa tidak tampil beda seperti rencana semula, dengan menekan banyak resiko. Dulu sempat turut bangga dengan dibukanya MBI dengan start dari nol. Meskipun banyak yang menyangsikannya. Dari banyak studi banding ke negeri jiran kita bisa mengekornya untuk bisa benar-benar menghasilkan output sekelas international.

Jadi kalau mau menghasilkan hal beda maka “perlu tampil beda” pula.

RMBI adalah program dari pusat, maka di lini madrasah akan banyak ketergantungan dari pusat, akibatnya kebijakannya akan seragam dengan variasi yang rada maksa. Hasilnya adalah semacam buah karbitan. Sudah bisa diprediksi itu. Mengapa karena performa RSBI/RMBI di mata masyarakat sudah mulai cemar dengan adanya “pemalakan” berargumen setiap rupa perlu biaya. Jerba suki mowo bea. Padahal sekolah-sekolah yg dijadikan RSBI/RMBI itu adalah sekolah negeri bukan sekolah swasta.

Lalu?

Kembalikan pada setiap sekolah untuk bisa eksis dengan sendirinya, dengan kemampuannya, dengan sumber daya yang ia miliki. Sokong dengan dana sesuai kebutuhan, beri peningkatan SDM sesuai program sekolah. Itu kalau pemerintah memang berniat untuk meningkatkan sekolah biasa yang merupakan kondisi sekolah kebanyakan. Sekali lagi tegantung niat tulus pemerintah. Pemerintah dari dulu terkesan tidak serius mengurus pendidikan. Kebiasaan di negara kita semua serba top-down. Akibatnya jauh dari harapan.

Sampai kapan pendidikan akan dapat membaik?

About these ads

2 thoughts on “Ekspos Gugatan SBI/RSBI, Bagaimana dengan RMBI?

Komentar ditutup.