Belajar Servis Alat Elektronik dari Internet

urip.wordpress.com

Membuka tv yang sedang rewel, perangkat di dalamnya semakin simpel saja dari tahun ke tahun. Pantas saja harga semakin murah. Tv saya mengalamiker usakan dengan gampar mengecil di tengah menjelajah.  Tak paham elektronik tentang kerusakan tersebut akhirnya mencari info di internet ketemu caranya. Meskipun tidak sekonyong-konyong langsung mendapat solusi. Mesti sabar.  Teknologi elektronik begitu cepat berkembang jadi sekarang solusinya mungkin akan berbeda setiap jenis tv, jadi gak muda juga untuk bagaimana caranya memperbaikinya. Tapi pingin bisa, maka cari terus.

Karena semakin canggihnya perangkat elektronik namun semakin sederhana dengan tetap menghasilkan kualitas yang lebih baik. Tapi sayang TV LG yang baru 3 tahun sudah rusak, mungkin disebabkan voltase listrik yang tak stabil. Di beri panduan oleh teman untuk menyetel vertical dan horizontal size tapi setelah di pelototin satu-satu ternyata tak ketemu juga bagian itu di PCB. Apa harus ke tukang servis? Rasanya ini mudah hanya perlu diagnosis untuk mencari sumber masalah saja, seperti memperbaiki komputer pikir saya.

Suara tv sih masih normal, hanya bermasalah di gambar. Walau harga tak seberapa, tapi sayang kalau tidak di utak-atik, toh masih bisa memakai TV yang lain. Ketidaktahuan dalam peralatan elektronik sering kali kita dimanfaatkan tukang servis. Dengan saya? Oh sekarang tidak bisa begitu, di internet banyak orang baik hati, yang mau berbagi cerita dan pengalaman. Iseng-iseng belajar, wajar harus banyak bertanya. Pantang mundur untuk bisa mendapatkan penyelesaian permasalahan tadi.

Ini mirip dengan pengalaman terdahulu. Sewaktu masih belum ada tv kabel, saya menikmati banget utak-atik parabola. Kepuasan tak terkira ketika bisa mendapatkan saluran tv baru. Hanya menggunakan alat sederhana, dan manual yang didapat dari internet kami bisa menikmati siaran tv gratis FTA)dari beberapa negara. Sesekali kalau tidak ada kerjaan tetap dicoba utak-atik parabola itu. Parabola kini kurang dimanfaatkan walaupun masih normal. Ada yang lebih bagus pilihan siarannya hanya membayar beberapa rupiah tiap bulannya. Jadi teringat karena ketidaktahuan dan tidak mau cari tahu orang sering memanfaatkan jasa orang servis elektronik hanya untuk memasang parabola dan mencari letak fokus parabola. Iyah sih bagi-bagi rejeki. Padahal itu sederhana saja. Sama dengan memperbaiki tv tadi. Yang penting itu diagnosanya dulu. Kalau dibawa ke tukang servis paling suruh tinggal dan tunggu beberapa hari, padahal mungkin ada sesuatu yang kendor saja. :)

Pernah temen saya, yang tukang servis mendapatkan ‘keberuntungan’. Ada mesin cuci baru dipakai 3 bulan, kata yang punya mesin itu rewel terus, ia berniat menjualnya kepada temen saya tadi. Temen saya diminta bayar terserah padahal kerusakan mesin tersebut belum dicek. Temen saya sudah pengalaman soal mesin begitu, karena maksa untuk dibayari akhirnya temen saya beli. Mungkin orang yang punya mesin tadi banyak uang. Itulah untungnya bagi yang mengerti peralatan elektronik, cukup bayar Rp. 100.000 dan begitu diperiksa ternyata betul ada kabel kendor saja. Itulah ‘kebodohan’ yang harus dibayar mahal oleh orang yang tidak mengerti seluk beluk peralatan elektronik.

Karena pengalaman-pengalaman tadilah akhirnya saya selalu pingin tahu dan pingin bisa memperbaiki alat elektronik sendiri, meskipun tidak selalu berhasil. Gurunya tidak lain adalah mbah google. Tak dapat cara yang berbahasa Indonesia cari yang berbahasa Inggris. masih blm dapat jg cari yang berbahasa asing lainnya. Dan tiiiing… dengan layanan pengalihan bahasa semua bisa dipahami. Jadi dengan fasilitas internet kini kita bisa belajar apa saja yang penting niat kuat dan tidak mudah menyerah. Walau anda bergelimang harta, yang kalau ada barang rusak bisa beli baru lagi, cobalah mencari keasayaikan, tantangan baru dengan menyelesaikan masalah sendiri dibantu mbah google. Kecuali anda orang yang super sibuk. Waktu anda mmg lebih berharga dari pd mengerjakan hal tadi.

Seperti dulu juga soal komputer saya buta, tapi berkat adanya majalah, tabloid dan terakhir dengan internet semua bisa dipelajari. Kalau ada sedikit kerusakan tidak harus dibawa ke tukang servis. Kita juga dapat membantu orang lain kalau diperlukan. Tapi semua itu tergantung dari jiwa kita, termasuk menyukai tantangan atau tidak. Mudah menyerah atau pantang mundur. Selamat belajar Indonesia.

About these ads

2 gagasan untuk “Belajar Servis Alat Elektronik dari Internet

Komentar ditutup.