Download 20 Paket Soal UN 2014 Kimia SMA/MA (IPA)

Ujian Nasional (UN) 2014 telah selesai, kita bisa mempelajarinya untuk persiapan tahun berikutnya, mungkin saja UN tahun depan masih ada, kabarnya kisi-kisi soal UN tahun 2014/2015 masih akan sama. Jadi persiapan sejak dini akan lebih bagus dengan berlatih, melahap, mencerna, memahami kosenp-konsep kimia pada berbagai soal UN Kimia SMA/MA (IPA) 2014. Untuk itu silakan download  soal UN Kimia SMA/MA (IPA) 2014 terlebih dahulu pada pranala pada bagian bawah tulisan ini. Saya yakin jika hanya menyelesaikan soal UN saja semua bisa.

Soal antar daerah bisa jadi berbeda tidak sama persis, meskipunpada paket yang saya upload ini dipastikan terdapat kesamaan soal karena penyusunannya berdasarkan acakan soal saja.

Peng-kode-an saya gunakan nama senyawa pertama yang ada di soal nomor 1, lambang unsur di soal nomor 2, dan jika ada kesamaan dengan paket lain saya tambahi dengan nama senyawa di soal nomor 4.

Berikut ini adalah 20 paket soal UN Kimia 2014 yang baru diujikan di daerah saya. Untuk pembahasan  soal UN kimia tahun 2014 ini menyusul. File berformat pdf ukuran file tidak lebih dari 1 MB. Jika berniat mengonversi menjadi file dokumen (doc/docx) sila gunakan aplikasi pdf converter, dijamin bisa deh, mungkin akan membantu dalam penyusunan soal try out atau latihan soal jelang UN tahun 2015 nanti.

  1. UN Kimia 2014 CH4-L28-CHCL3
  2. UN Kimia 2014 CH4-L28-H2O
  3. UN Kimia 2014 CH4-M22
  4. UN Kimia 2014 CH4-V23
  5. UN Kimia 2014 CH4-X23

  1. UN Kimia 2014 CH4-X24-CHCL3
  2. UN Kimia 2014 CH4-X24-HCL
  3. UN Kimia 2014 CH4-X26
  4. UN Kimia 2014 CH4-Z39
  5. UN Kimia 2014 CO2-V23

  1. UN Kimia 2014 CO2-X23
  2. UN Kimia 2014 CO2-X26
  3. UN Kimia 2014 H2O-L28
  4. UN Kimia 2014 H2O-V23
  5. UN Kimia 2014 H2O-X23

  1. UN Kimia 2014 HCL-M22
  2. UN Kimia 2014 HCl-Z39
  3. UN Kimia 2014 SiCl4-M22
  4. UN Kimia 2014 SiCl4-X24
  5. UN Kimia 2014 SiCL4-Z39

Berikut ini adalah pengelompokkan soal-soal dari paket soal yang ada, berdasarkan nomor-nomor soal. Berharap siapapun dapat mempelajari karakter soal kimia UN 2014 ini.

Kompilasi Soal UN Kimia 2014


Kerahasiaan UN

Wassalam
Urip Kalteng

 

 

Pembahasan Soal Larutan Penyangga (Kimia 11)

Berapa mL gas NH3 (pada keadaan STP) yang harus dialirkan ke dalam 150 mL larutan NH4Cl 0,5 M (Kb = 10–5) agar diperoleh larutan dengan pH = 8,5?
(log 2 = 0,3 dan log 3 = 0,5)


Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut:
rekasi penyangga nh3 nh4clpH = 8,5 → pOH = 14 – 8,5 = 5,5   ;     pKb = –log 10–5 = 5;
jumlah mol garam (g) = 150 mL x 0,5 M = 75 mmol

Meskipun konsentrasi NH3 tidak diketahui pada soal tersebut, kita dapat memanfaatkan pernyataan “pada keadaan STP” di mana setiap 1 mol gas volum–nya adalah 22,4 L. Jadi kita akan menentukan jumlah mol NH3 (b) kemudian mengonversinya menjadi volum sesuai keadaan STP tadi.

Karena kedua zat berada dalam wadah dengan volum yang sama maka kita dapat menggunakan
hitungan ph penyangga nh3 dan nh4cl rumus logJadi NH3 yang harus ditambahkan adalah sebanyak 25 mmol
atau setara dengan (0,025 mol x 22,4 L) 0,56 L atau 560 mL.


Berapakah perbandingan [HCO3] : [H2CO3] yang diperlukan untuk mempertahankan pH sebesar 7,4 dalam aliran darah, bila diketahui Ka H2CO3 dalam darah 8 × 10–7?

g = jumlah mol garam (HCO3) yang merepresentasikan [HCO3]; a = jumlah mol asam yang merepresentasikan [H2CO3]

Penyelesaian:
perbanding garam asamJadi perbandingan jumlah mol garam dengan jumlah mol asam atau perbandingan [HCO3] : [H2CO3] adalah 20 : 1.

Perbandingan Koefisien dalam Reaksi Kimia yang Unik

Berikut ini adalah salah satu keunikan yang selama ini saya belum pernah jumpai. Harap maklum jam terbang saya melahap soal kimia sangat minim.

Semula saya mendapati soal dari buku pelajaran kimia sma dimana soalnya berbunyi:

Jika 5 mol H2SO4 direaksikan dengan X mol NH3  membentuk 3 mol (NH4)HSO4 dan Y mol (NH4)2SO4 maka nilai X dan Y sebesar ….

A. X = 7 dan Y = 2     B. X = 5 dan Y = 2      C. X = 3 dan Y = 5     D. X = 7 dan Y = 5     E. X = 3 dan Y = 2

Semula saya kira ada yang keliru dalam alternatif jawaban, dan ternyata dengan sedikit melakukan simulasi logis itu didapat jawaban yang A.

Saya berpikir bahwa jika tersedia 5 mol H2SO4 maka berdasarkan perbandingan koefisien yang paling sederhana (saya kira paling sederhana adalah perbandingan 2:3:1:1) ternyata tidak dapat diperoleh alternatif jawaban yang pas dari yang tersedia.

Baca lebih lanjut

Cara Mudah Membuat Sendiri Gambar Bentuk Molekul

Air dengan PEB 2Membuat gambar (menggambar) bentuk molekul secara sesuai dengan ide sendiri sering menjadi keinginan banyak orang terutama yang berkecimpung dalam bidang yang ada kaitannya dengan kimia. Intinya menuangkan ide sesuai pemahaman. Gambar-gambar bentuk molekul di jagad maya sangat banyak sekali, tinggal ketika nama molekul ditambahi beberapa istilah seperti shape, geomteri, bentuk, struktur atau apapun yang mengarah ke bentuk molekul dijamin ketemu. Hanya saja sering itu tidak pas dengan maunya kita :) . Kadang kita menghendaki mestinya begini atau begitu jadi perlu disesuaikan, tapi kalau gambar itu buatan orang lain tentu tak semudah itu kita mengubahnya. Oleh karena itu dengan sedikit trik kita dapat “sedikit” membuat gambar bentuk molekul tertentu.

Baca lebih lanjut

Tips Membedakan Senyawa Ion dengan Senyawa Kovalen

Ikatan kimia adalah bahasan kimia menarik yang ada di semester pertama kelas 10 SMA/MA.

  • Senyawa ion adalah senyawa yang terbentuk dari unsur logam dengan non logam menggunakan ikatan ion (serah terima elektron).
  • Senyawa kovalen adalah senyawa yang terbentuk dari sesama unsur-unsur nonlogam dengan cara membentuk ikatan kovalen (penggunaan pasangan elektron bersama).

Bagi sebagaian siswa membedakan manakah yang termasuk golongan senyawa ion dan mana yang masuk golongan senyawa kovalen bukan perkara mudah. Oleh karena itu simak tips singkat jelas dan dijamin kita bisa segera membedakan kedua jenis senyawa kimia yang dipertanyakan.

Unsur non logam oleh urip kalteng

Baca lebih lanjut

Menyetarakan Reaksi Redoks Senyawa Organik (Metode Biloks & Metode Setengah Reaksi)

menyetarakan reaksi redoks dengan cara mudah bu urip kaltengPrinsip menyeterakan spesi dalam reaksi redoks sebenarnya tidak berbeda dengan reaksi redoks yang lain. Dengan langkah-langkah yang sama pula. Tetapi pada gilirannya ada sedikit keraguan apa iyah begitu penyelesaiannya. Agar mantap pada tulisan ini akan diberikan beberapa contoh tentang reaksi redoks yang melibatkan senyawa-senyawa organik. Sebab selama pokok bahasan senyawa organik di SMA ketika ada reaksi redoks pada senyawa organik hanya disinggung sekilas saja, tidak dibahas bagian atom manakah yang mengalami perubahan bilangan oksidasi, atau manakah yang terlibat langsung dalam transfer elektron.

Baca lebih lanjut

Cara Menghitung Bilangan Oksidasi Unsur C pada Senyawa Organik

Penghitungan bilangan oksidasi (biloks) di SMA selama ini sangat jarang diterapkan dalam senyawa organik. Penyebab lainnya adalah dalam setiap reaksi redoks dalam senyawa organik juga jarang sekali disinggung dan jarang mengaitkannya dengan berapa perubahan biloks pada unsur-unsur dalam senyawa organik yang terlibat dalam reaksi reduksi dan oksidasi itu. Kebanyakan penentuan biloks hanya terjadi pada senyawa-senyawa ionik saja. Lalu bagaimana kita bisa menentukan biloks untuk unsur-unsur dalam senyawa organik? Berikut ini contoh penerapan menentukan biloks unsur dalam senyawa organik.

Ketentuan umum dalam penentuan biloks pada bahasan selama ini masih berlaku, seperti O umumnya biloks-nya -2, H biloks-nya +1, N biloks-nya -3, S biloks-nya -2 dan seterusnya. Pada senyawa organik yang biasanya terdapat rangkaian ikatan C-C baik ikatan tunggal, ikatan dobel, ikatan tripel nilainya dihitung 0 (nol). Bilangan oksidasi C ketika dalam senyawa organik yang kemudian mengalami reaksi redoks biasanya menggunakan total biloks C pada senyawa tersebut, kecuali disebut lain :)

Baca lebih lanjut