Siapa yg gak kenal Youtube. Gudang pemyimpanan video2, video apa saja. Termasuk yag terkait pendidikan utamanya pembelajaran. Hanya saja kebanyakan dari pengakses kadang tidak memiliki kecukupan bandwidth untuk dapat mengambil dan memanfaatkannya. Jika pemerintah perduli untuk memfasilitasi sekolah agar bisa menggunakan IT maka semestinya disediakan bandwidth yang cukup lebar. Untuk yg terakhir ini kita tunggu saja janji pak Mendiknas.
Karena lemahnya kemampuan berbahasa Inggris bagi kebanyakan guru atau orang Indonesia maka jika mencari pembelajaran kimia yg berformat video di youtube jarang kita dapati. Barangkali sih banyak yang sudah membuat tetapi mereka tidak mau berbagi. Budaya orang Indonesia memang tidak banyak yg mau berbagi ilmu (tapi pasti ada saja yg mau berbagi). Saya sendiri memang belum pernah buat video. Sekali lagi ini budaya kita orang Indonesia maunya mengambil untung dan tidak mau berbagi.
Keterbatasan itu akan teratasi kalau kita menggunakan kata kunci berbahasa Inggris. Sudah dipastikan video yg kita lihat adalah berbahasa Inggris juga. Peran guru di sini adalah menjelaskan kepada siswa maksud dari tayangan untuk membantu memahami konsep yang sedang mereka tonton. Jika tidak paham bahasa Inggris kita bisa menelusuri asal video itu karena biasanya sumber web peng-unggah disertakan. Di sana setidaknya deskripsi tentang video yang ditayangkan ditulis. Masih tidak ngerti juga dengan tulisan yang berbahasa Inggris atau bahasa asing lainnya? Gunakan penterjemah google.
Video youtube memang tidak sekoyong-koyong bisa di download. Jika kita menggunakan Mozilla Firefox kita bisa menambahkan “addons” yang dapat memfasilitasi download video dari youtube atau web penyedia layanan akses video lainya (metacafe, google videos). Install add ons tersebut kemudian restart firefox anda maka kita bisa memanfaakan add ons itu untuk mendownload video yg kita maksud.
Setelah terdownload dengan benar video tersebut bisa kita sisipkan dalam pengajaran baik dalam bentuk slide presentasi atau secara terpisah. Ini diperlukan LCD Proyektor dan komputer. Jika tidak tersedia fasilitas tersebut kita bisa mengemas video2 dalam bentuk keping VCD yang dapat ditayangankan dengan media televisi melalui video player.




