Model Pembelajaran Saintifik 19 Mata Pelajaran di SMA/MA

Berikut ini adalah hasil jelajah yang kemudian saya letakkan kembali di sini agar lebih mudah untuk ditemukan rekan guru yang memerlukannya. Model Pembelajaran Saintifik 19 Mata Pelajaran di SMA/MA katanya dipakai pada kurikulum 2013 (kalau tidak diganti namanya :) ). Bagi yang membutuhkan silahkan unduh sebagaimana mestinya, klik kanan dan save as… Semua file berformat docx.

  1. Model Pembelajaran Saintifik Mata Pelajaran Matematika
  2. Model Pembelajaran Saintifik Mata Pelajaran Fisika
  3. Model Pembelajaran Saintifik Mata Pelajaran Kimia
  4. Model Pembelajaran Saintifik Mata Pelajaran Biologi
  5. Model Pembelajaran Saintifik Mata Pelajaran Sejarah
  6. Model Pembelajaran Saintifik Mata Pelajaran Ekonomi
  7. Model Pembelajaran Saintifik Mata Pelajaran Geografi
  8. Model Pembelajaran Saintifik Mata Pelajaran Sosiologi
  9. Model Pembelajaran Saintifik Mata Pelajaran Bahasa Indonesia
  10. Model Pembelajaran Saintifik Mata Pelajaran Bahasa Inggris
  11. Model Pembelajaran Saintifik Mata Pelajaran Penjasorkes
  12. Model Pembelajaran Saintifik Mata Pelajaran PAI
  13. Model Pembelajaran Saintifik Mata Pelajaran PKn
  14. Model Pembelajaran Saintifik Mata Pelajaran Antropologi
  15. Model Pembelajaran Saintifik Mata Pelajaran Prakarya
  16. Model Pembelajaran Saintifik Mata Pelajaran Seni Budaya
  17. Model Pembelajaran Saintifik Mata Pelajaran Bahasa Mandarin
  18. Model Pembelajaran Saintifik Mata Pelajaran Bahasa Jepang
  19. Model Pembelajaran Saintifik Mata Pelajaran Bahasa Jerman

Jika dijumpai ketidaksinkronan isi bukan tanggung jawab pengupload, untuk itu silahkan cermati dan pelajari kembali sehingga menjadi benar nantinya. Setidaknya bahan yang ada di sini bisa dijadikan modal untuk memahami secuil kurikulum itu.

Wassalam,
Urip Kalteng.

Cara Mudah Mengedit File SWF (Animasi) dengan Aplikasi Gratisan (JPEXS-FFDec)

flash decompilerBanyak materi pelajaran kimia dibuatkan animasinya dengan harapan siapapun yang mempelajarinya akan dapat memahami konsep dengan baik. Sayangnya tidak semua guru punya kemampuan membuat media pembelajaran berbasis animasi ini. Seperti saya juga tidak memiliki kemampuan itu. Namun di internet animasi pembelajaran kimia sangat banyak, kita tinggal mencari dan menggunakannya. Kemudian kita dapat membagikan ke siswa atau mengunakannya dalam proses pembelajaran guna mendukung penjelasan dalam memahami materi yang bersifat abstrak.

Kita tahu pula kemampuan berbahasa asing siswa bahkan guru sendiri kadang juga kurang memadai. Untuk itulah kita berupaya menerjemahkan teks-teks pada animasi pembelajaran tersebut dengan mengandalkan sarana yang ada. Mengubahnya teks berbahasa asing pada animasi ke Bahasa Indonesia sebenarnya tidak terlalu sulit namun tetap butuh ketelatenan. Caranya adalah dengan menggunakan aplikasi mengedit (decompile) file animasi yang berformat swf itu. Beberapa perangkat lunak (software) ada yang dapat memfasilitasi untuk tujuan itu, yang sering disebut swf-flash decompiler. Namun kebanyakan aplikasi seperti itu bukanlah aplikasi yang gratis. Ada sih yang ilegal tetapi sepertinya kurang patut dilakukan pendidik seperti kita kecuali terpaksa :) . Kalaupun terpaksa mesti menggunakan versi trial atau demo yang terbatas fungsionalitasnya. Perlulah dicari alternatif untuk itu.

Baca lebih lanjut

Cara Praktis Menuliskan Simbol Orbital Atom di Aplikasi Microsoft Word

orbital-orbital by urip kaltengSebagai guru kimia atau mahasiswa kimia atau pengajar bidang kimia menuliskan simbol orbital atom dengan sistem kotak-kotak merupakan kebiasaan. Jika dibuat dengan menggunakan papan tulis atau alat tulis manual lainnya tentu tidak jadi masalah karena tinggal goreskan alat tulis saja. Untuk membuat format digital untuk keperluan dokumentasi atau publikasi kalau ini dilakukan “secara manual” tentu saja tidak praktis, cukup menguras tenaga dan hasilnya belum tentu bagus :). Agar tidak merepotkan berikut sedikit tips dari saya yang biasa saya lakukan ketika mengajar pokok bahasan yang ada kaitannya dengan konfigurasi elektron kemudian harus menuliskan orbital atomnya.

Baca lebih lanjut

Cara Menghitung Bilangan Oksidasi Unsur C pada Senyawa Organik

Penghitungan bilangan oksidasi (biloks) di SMA selama ini sangat jarang diterapkan dalam senyawa organik. Penyebab lainnya adalah dalam setiap reaksi redoks dalam senyawa organik juga jarang sekali disinggung dan jarang mengaitkannya dengan berapa perubahan biloks pada unsur-unsur dalam senyawa organik yang terlibat dalam reaksi reduksi dan oksidasi itu. Kebanyakan penentuan biloks hanya terjadi pada senyawa-senyawa ionik saja. Lalu bagaimana kita bisa menentukan biloks untuk unsur-unsur dalam senyawa organik? Berikut ini contoh penerapan menentukan biloks unsur dalam senyawa organik.

Ketentuan umum dalam penentuan biloks pada bahasan selama ini masih berlaku, seperti O umumnya biloks-nya -2, H biloks-nya +1, N biloks-nya -3, S biloks-nya -2 dan seterusnya. Pada senyawa organik yang biasanya terdapat rangkaian ikatan C-C baik ikatan tunggal, ikatan dobel, ikatan tripel nilainya dihitung 0 (nol). Bilangan oksidasi C ketika dalam senyawa organik yang kemudian mengalami reaksi redoks biasanya menggunakan total biloks C pada senyawa tersebut, kecuali disebut lain :)

Baca lebih lanjut

Cara Mudah Menyetarakan Persamaan Reaksi Redoks

menyetarakan reaksi redoks dengan cara mudah bu urip kaltengDiantara beberapa metode atau cara menyetarakan reaksi redoks ada satu yang saya rekomendasikan untuk dipilih siswa. Metode penyetaraan persamaan reaksi redoks tersebut adalah dengan menggunakan metode setengah rekasi yang dimodifikasi. Bagian yang dimodifikasi adalah pada bagian menyetarakan jumlah atom O.

Jika metode setengah reaksi adalah dengan menambahkan H2O pada ruas atau sisi yang kekurangan O. Pada metode setengah reaksi yang dimodifikasi ini adalah dengan menambahkan ion OH untuk sisi yang kekurangan atom O, apapun suasana reaksinya. Urusan suasana akan disesuaikan pada tahap akhir penyetaraan.  Pada metode ini tidak memerlukan perhitungan bilangan oksidasi yang untuk sebagian siswa ini kadang merasa menyulitkannya.

Adapun langkah-langkah atau tahapan penyetaraannya adalah sebagai berikut:
Baca lebih lanjut

Cara Alternatif Menyetarakan Reaksi Redoks

Bi2O3 by urip kaltengBanyak jalan menuju Roma. Selalu ada alternatif untuk melakukan sesuatu guna menghasilkan sesuatu yang sama bahkan mungkin lebih praktis atau simpel. Demikian pula pada proses menyetarakan reaksi redoks. Cara yang umum selama ini adalah dengan metode bilangan oksidasi dan metode setengah reaksi serta metode aljabar yang sangat matematis. Kemudian ada cara penyetaraan reaksi redoks dengan memodifikasi metode setengah reaksi itu. Saya juga mendapatinya dengan cara berbeda tepatnya pada perubahan langkah penyelesaian.

Memang tujuan utama dalam penyetaraan reaksi redoks adalah menyamakan, atom dan muatan yang terlibat dalam reaksi redoks. Apapun caranya boleh-boleh saja dalam upaya menyetarakan itu.

Baca Selengkapnya Klik Di Sini

Hubungan Molalitas, Molaritas, dan Densitas Suatu Larutan

Baiklah kita mulai dengan melihat rumusan yang selama ini kita ketahui.

Molalitas (mol/kg) = mol zat terlarut : massa pelarut
Molaritas (mol/Liter) = mol zat terlarut : (volum pelarut + volum zat terlarut)
Densitas = massa zat : volume zat ( dalam g/mL atau kg/L)

\mathbf{\frac{Molaritas}{Molalitas}=\frac{jumlah\, mol\, zat\, terlarut}{volum\, larutan}\times \frac{massa\, pelarut}{jumlah\, mol\, zat\, terlarut}= \frac{massa\, pelarut}{volum\, pelarut}}

Densitas zat (d)  → d = massa zat / V
massa zat = V × d

massa zat terlarut = jumlah mol zat terlarut × massa molar zat terlarut
massa zat terlarut = nT × mT

Klik di sini untuk melihat hasil penurunan rumus hubungan molalitas, molaritas, dan densitas

Belenggu Berpikir itu Berupa Pertanyaan dengan Jawaban Singkat

Dunia anak seharusnya adalah dunia penuh kreasi dan kreativitas dengan imajinasi anak itu sendiri. Suatu kebiasaan saat di SD siswa sering kreativitas berpikirnya dibelenggu oleh gurunya sendiri. Semua harus sesuai dengan apa yang diajarkan guru yang artinya siswa harus hafal tentang pelajaran yang ia dapat di sekolah. Ini sudah saatnya untuk diakhiri sehingga pendidikan Indonesia bisa membebaskan anak-anak dalam berpikir dengan apa yang ia ketahui dan pelajari dari lingkungannya.

Baca lebih lanjut

Memanfaatkan Demonstrasi untuk Pembelajaran dari Wolfram Demonstrations Project

Sebagai seorang guru yang sudah seharusnya berprinsip belajar tiada henti, melihat, mencari, mengamati, memanfaatkan yang sudah ada. Kini jamannya teknologi informasi, internet adalah ruang seolah tiada batas untuk dijadikan media belajar dan membelajarkan diri dan orang lain (siswa). Mungkin tidak keliru 100% di kala kepepet keadaan karena tidak tersedianya sarana laboratorium atau alat pegara untuk menemani siswa belajar kita bisa menggunakan layanan via internet yang jauh lebih murah dan mungkin bisa efektif untuk mencapai tujuan pembelajaran. Demonstrasi baik dilakukan sendiri oleh siswa (melalui penugasan) atau di peragakan guru bisa jadi jalan “aman” untuk memuluskan pembelajaran dan memberikan pemahaman yang cukup bagi siswa.

Baca lebih lanjut

Praktikum Kimia (dan Mat-Sains) dengan Simulasi Secara Online

Memanfaatkan layanan yang tersedia secara online tentu adalah alternatif media pembelajaran ketika kita belum mampu membuat sendiri, atau karena tidak tersedia sarana laboratorium, dan kita memang telah hilang kreativitas.

Berikut ini adalah tautan yang bisa dimanfaatkan untuk mengajak siswa untuk “rekreasi” sejenak namun tetap terbimbing. Pada web tersebut sudah tersedia apa yang harus dilakukan siswa dengan simulasi yang tersedia. Kalau kita bisa membuatnya secara offline tentu ini akan jadi lebih bagus lagi karena tidak ada ketergantungan dengan akses internet, cukup dengan intranet. Dengan sedikit adaptasi semua yang ada di website tertentu kita bisa tiru.

Baca lebih lanjut

Emanim, Aplikasi untuk Mempelajari Fenomena Gelombang Elektromagetik

Emanim, sebuah aplikasi ringan namun powerfull yang digunakan untuk menjelaskan fenomena gelombang elektromagnetik. Bahasan tentang gelombang elektromagnetik ini biasa dijumpai dalam pelajaran fisika di sma, dan untuk orang yang belajar ilmu kimia bisa dijadikan dasar untuk mempelajari karakteristik suatu zat melalui spekstroskopi.

Jika pada pelajaran ilmu fisika siswa lebih sering hanya dikenalkan tentang sifat-sifat gelombang elektromagnetik hanya melalui cerita, paparan lisan atau tulisan tentu saja ini akan menjadi sulit dimengerti. Walaupun kadang dengan gambar sedikit membantu tetapi tetap saja akan menjadi sulit dipahami karena siswa atau pembelajar dipaksa untuk meng-imajinasi-kan sendiri apa yang ia dengar, ia baca sesuai dengan pemahamannya masing-masing.

Baca lebih lanjut

Gambar (Visual) Zat Kimia yang Sering Digunakan pada Buku Kimia SMA

Berikut adalah koleksi tentang beberapa gambar zat-zat kimia yang saya kumpulkan dari berbagai sumber. Gambar-gambar seperti berikut ini kadang akan membantu dalam memvisualkan penjelasan dalam menerangkan berbagai konsep kimia serta reaksi yang terjadi. Andai siswa belum pernah melihat setidaknya melalui gambar-gambar yang ada ini akan mengobati rasa ingin tahu siswa (mungkin juga guru sendiri :) ) Seperti yang saya lakukan ketika memberikan contoh maka saya berusaha bisa menampilkan fisik dari zat yang saya jadikan contoh itu. Tentu saja di tempat kita mengajar harus tersedia koneksi internet yang memadai. Kalau tidak, maka persiapan awal harus lebih baik dengan cara mengumpulkan, mengoleksi berbagai viasul wujud zat.

Baca lebih lanjut

Catatan Penting dalam Penentuan Kc (Tetapan Kesetimbangan Kimia)

Tetapan kesetimbangan (Kc) memiliki makna yang luas dalam memahami reaksi kimia ketika dalam keadaan setimbang secara kuantitatif. Dalam penentuan Kc semua komponen adalah dalam satuan molar, artinya jumlah mol tiap zat yang ada dalam kesetimbangan itu dibagi volume wadah yang digunakan untuk reaksi tersebut.

Pada pelajaran kimia di sma beberapa hal telah jadi kebiasaan dalam soal ada klasifikasi kapan volume tidak perlu dilibatkan dan kapan volume turut dilibatkan dalam perhitungan Kc. Kata boleh tidaknya itu punya arti cukup hanya memandang jumlah masing-masing mol saja meskipun konsep awalnya semua harus dihitung dalam satuan molar, namun untuk penyelesaian berikutnya jumlah koefisien itu bisa dijadikan pedoman untuk dua hal tersebut.

Baca lebih lanjut

Sumber Pembelajaran Matematika dan Sains Berbasis TIK dari UNESCO

Media pembelajaran yang berbasis ICT atau TIK sudah diyakini PBB dapat memberikan kemudahan dalam pengajaran dan pembelajaran di sekolah. Harapannya tentu saja adalah peningkatan hasil pembelajaran warga dunia. Untuk itu kita pun bisa menjelajah lebih jauh tentang apa saja yang disediakan UNESCO ini untuk pembelajaran matematika dan sains (biologi, fisika, dan kimia). Jangan khawatir melanggar hak cipta atau sejenisnya, yang penting bukan untuk tujuan komersial saja kita bisa mengunduhnya, menyebarkannya terutama buat sesama rekan guru, atau siswa yang kita didik.

Baca lebih lanjut

Metode Aljabar dalam Penentuan Orde Reaksi Dua Zat dengan Data Konsentrasi Berbeda-beda pada Laju Reaksi

Berikut ini adalah pembahasan soal mengenai orde reaksi untuk persamaan laju reaksi dan reaksi antara dua zat yang berbeda-beda konsentrasi pada data percobaan. Pembahasan dengan menggunakan aturan logaritma natural (ln) sudah saya tulis pada tulisan di sini. Untuk metode trial and error and true juga sudah saya tulis di sini. Sebagai pembanding berikut ini cara yang lebih simpel, lebih sederhana dan cukup bisa dipertanggungjawabkan :) . Penentuan orde reaksi dua zat dengan data konsentrasi yang berbeda-beda pada laju reaksi dengan menggunakan persamaan linier atau metode/cara aljabar.

Baca lebih lanjut