<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Log Pembelajar Kimia di Borneo &#187; Mengajar</title>
	<atom:link href="http://urip.wordpress.com/category/pendidikan/mengajar/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://urip.wordpress.com</link>
	<description>Memadukan Kimia, Pendidikan, Komputer, dan Opini dalam Blog</description>
	<lastBuildDate>Sun, 29 Nov 2009 13:04:45 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='urip.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/dd92bba00c25ee1d79ac0ec3c4e32f9f?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Log Pembelajar Kimia di Borneo &#187; Mengajar</title>
		<link>http://urip.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://urip.wordpress.com/osd.xml" title="Log Pembelajar Kimia di Borneo" />
		<item>
		<title>Ujian Nasional, Permasalahan Status Quo</title>
		<link>http://urip.wordpress.com/2009/11/29/ujian-nasional-permasalahan-status-quo/</link>
		<comments>http://urip.wordpress.com/2009/11/29/ujian-nasional-permasalahan-status-quo/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Nov 2009 12:48:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Urip.WP.Com</dc:creator>
				<category><![CDATA[Belajar]]></category>
		<category><![CDATA[Guru]]></category>
		<category><![CDATA[Mengajar]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Ujian Nasional]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://urip.wordpress.com/?p=1430</guid>
		<description><![CDATA[Opini Ngawur-Ku
Ujian nasional merupakan permasalahan yang muncul karena mental manusia Indonesia belum siap. Selain itu penyebabnya adalah ketidaksiapan mulai dari pemerintahan pusat hingga tingkat persekolahan yg berharap &#8220;kualitas&#8221; pendidikan di wilayah kekuasaannya ingin &#8220;terlihat berkualitas&#8221;.
Dari ketaksiapan akhirnya tindak tak bermoral dari sisi pendidikan dilakukannya juga. Apapun sistem pengawasan yg dilakukan tapi pada penghujung pelaporan dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=urip.wordpress.com&blog=336553&post=1430&subd=urip&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong><span style="color:#ff0000;">Opini Ngawur-Ku</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Ujian nasional merupakan permasalahan yang muncul karena mental manusia Indonesia belum siap. Selain itu penyebabnya adalah ketidaksiapan mulai dari pemerintahan pusat hingga tingkat persekolahan yg berharap &#8220;kualitas&#8221; pendidikan di wilayah kekuasaannya ingin &#8220;terlihat berkualitas&#8221;.</p>
<p style="text-align:justify;">Dari ketaksiapan akhirnya tindak tak bermoral dari sisi pendidikan dilakukannya juga. Apapun sistem pengawasan yg dilakukan tapi pada penghujung pelaporan dan rekap hasil ujian mereka masih berkesempatan bisa memainkannya. Inilah mafia dalam ujian nasional yg sulit diberantas, seperti mafia peradilan pada umumnya. Anehnya hal ini terjadi dari waktu ke waktu. Bukti untuk itu tidak akan nampak di depan mata. Karena semua pihak yg berkepentingan menutup dengan perkataan &#8220;ini rahasia kita bersama, jangan bilang-bilang&#8221;.</p>
<p style="text-align:justify;">Kalaupun pada saat ujian penyelewengan atau tindak curang dapat ditekan, maka di level rekap dan pelaporan hasil ujian akan &#8220;lebih aman&#8221;, karena hanya melibatkan beberapa pihak. Dan &#8220;kucuran dana&#8221; untuk hal itu semakin menggiurkan dari segi besaran. Prinsipnya sama-sama menyenangkan. Dalam hal ini mental kita pada bobrok. Sekali lagi apapun sistem pengawasan yg dilakukan tidak akan membawa hasil. Sudah menjadi &#8220;rahasia bersama&#8221;.</p>
<p style="text-align:justify;">Soal standardisasi hasil pengajaran apakah perlu? Kita melakukan pendidikan ini adalah untuk kesiapan dalam menghadapi kehidupan yang tidak hanya dapat diukur dari angka-angka. Lantas mengapa perlu dilakukan standardisasi, apakah manusia hidup perlu terstandardkan juga? Suatu bukti bahwa &#8220;manusia sukses&#8221; ukurannya bukanlah angka prestasi atau nilai di atas kertas. Namun &#8220;manusia gagal&#8221; bisa saja disebabkan akibat gagal lulus ujian nasional, mereka bisa stress, bisa gila, bahkan bisa bunuh diri.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagai orang tua yang sekaligus guru, hasil belajar yg dirasakan siswa adalah semu dan sangat buruk.  Hasil-hasil ujian hanya merupakan penghibur manakala melewati ambang batas yg ditetapkan. Bisakah mereka bertahan untuk hidup dengan memiliki angka ujian melewati ambang batas?</p>
<p style="text-align:justify;">Okelah dengan dalih bahwa ujian nasional bukanlah satu-satunya faktor penentu. Memang benar itu. Tetapi gara-gara ujian nasional bisa &#8220;menjerumuskan&#8221; seseorang. Ada guru tertangkap basah membantu siswa-nya. Ada kepala sekolah mengintimidasi guru yang tidak pro-aktif dalam &#8220;membantu siswa&#8221;. Ada kepala dinas pendidikan yg dimutasikan gara-gara tidak mau membantu mendongkrak rata-rata nilai ujian nasional di suatu daerah. Memberikan kesempatan kepada orang untuk membocorkan soal ujian nasional. Menginstankan belajar hanya dengan bisa menjawab soal. Padahal belajar itu adalah suatu proses. Di ujian nasional belum tergambar standar proses belajar seorang siswa. Apakah tak terpikirkan oleh para &#8220;pakar&#8221; yang dipercayai mengetahui lembaga yg ia pimpin.</p>
<p style="text-align:justify;">Status quo bahwa ujian adalah proyek yang menyedot dana besar agar bisa dinikmati banyak pihak. Membuat sekolah tidak mendidik pihak yg ada dalam sekolah. Kembalikanlah ujian untuk mengukur apa adanya. Tanpa rekayasa. Tanpa pembohongan publik namun dengan kejujuran publik. Biarlah seleksi alam terjadi sehingga apapun hasilnya ujian nasional tidak menentukan seorang siswa lulus atau tidak. Biarlah lembaga sekolah menunjukkan outputnya sesjujurnya, tanpa beban harus sekian-sekian ambang batasnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Semoga Indonesia menjadi lebih baik dalam penanganan ujian persekolahan.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/urip.wordpress.com/1430/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/urip.wordpress.com/1430/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/urip.wordpress.com/1430/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/urip.wordpress.com/1430/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/urip.wordpress.com/1430/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/urip.wordpress.com/1430/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/urip.wordpress.com/1430/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/urip.wordpress.com/1430/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/urip.wordpress.com/1430/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/urip.wordpress.com/1430/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=urip.wordpress.com&blog=336553&post=1430&subd=urip&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://urip.wordpress.com/2009/11/29/ujian-nasional-permasalahan-status-quo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9f3ee710be2a1852892b7bbf0d06edc1?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif" medium="image">
			<media:title type="html">urip</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Youtube dan Pembelajaran Kimia</title>
		<link>http://urip.wordpress.com/2009/11/21/youtube-dan-pembelajaran-kimia/</link>
		<comments>http://urip.wordpress.com/2009/11/21/youtube-dan-pembelajaran-kimia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Nov 2009 23:05:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Urip.WP.Com</dc:creator>
				<category><![CDATA[Belajar]]></category>
		<category><![CDATA[Guru]]></category>
		<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<category><![CDATA[Kimia]]></category>
		<category><![CDATA[Komputer]]></category>
		<category><![CDATA[Mengajar]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Pengajaran Kimia]]></category>
		<category><![CDATA[film kimia]]></category>
		<category><![CDATA[media pembelajaran]]></category>
		<category><![CDATA[pembelajaran kimia]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi pembelajaran]]></category>
		<category><![CDATA[video]]></category>
		<category><![CDATA[video kimia]]></category>
		<category><![CDATA[video pelajaran kimia]]></category>
		<category><![CDATA[youtube]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://urip.wordpress.com/?p=1421</guid>
		<description><![CDATA[Siapa yg gak kenal Youtube. Gudang pemyimpanan video2, video apa saja. Termasuk yag terkait pendidikan utamanya pembelajaran. Hanya saja kebanyakan dari pengakses kadang tidak memiliki kecukupan bandwidth untuk dapat mengambil dan memanfaatkannya. Jika pemerintah perduli untuk memfasilitasi sekolah agar bisa menggunakan IT maka semestinya disediakan bandwidth yang cukup lebar. Untuk yg terakhir ini kita tunggu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=urip.wordpress.com&blog=336553&post=1421&subd=urip&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Siapa yg gak kenal<a href="http://www.youtube.com"> Youtube</a>. Gudang pemyimpanan video2, video apa saja. Termasuk yag terkait pendidikan utamanya pembelajaran. Hanya saja kebanyakan dari pengakses kadang tidak memiliki kecukupan bandwidth untuk dapat mengambil dan memanfaatkannya. Jika pemerintah perduli untuk memfasilitasi sekolah agar bisa menggunakan IT maka semestinya disediakan bandwidth yang cukup lebar. Untuk yg terakhir ini kita tunggu saja janji pak Mendiknas.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://urip.files.wordpress.com/2009/11/2009-11-21_054631.png"><img class="aligncenter size-full wp-image-1424" title="2009-11-21_054631" src="http://urip.files.wordpress.com/2009/11/2009-11-21_054631.png?w=575&#038;h=70" alt="" width="575" height="70" /></a></p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-1421"></span>Karena lemahnya kemampuan berbahasa Inggris bagi kebanyakan guru atau orang Indonesia maka jika mencari pembelajaran kimia yg berformat video di youtube jarang kita dapati. Barangkali sih banyak yang sudah membuat tetapi mereka tidak mau berbagi. Budaya orang Indonesia  memang tidak banyak yg mau berbagi ilmu (tapi pasti ada saja yg mau berbagi). Saya sendiri memang belum pernah buat video. Sekali lagi ini budaya kita orang Indonesia maunya mengambil untung dan tidak mau berbagi. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">Keterbatasan itu akan teratasi kalau kita menggunakan kata kunci berbahasa Inggris. Sudah dipastikan video yg kita lihat adalah berbahasa Inggris juga. Peran guru di sini adalah menjelaskan kepada siswa maksud dari tayangan untuk membantu memahami konsep yang sedang mereka tonton. Jika tidak paham bahasa Inggris kita bisa menelusuri asal video itu karena biasanya sumber web peng-unggah disertakan. Di sana setidaknya deskripsi tentang video yang ditayangkan ditulis. Masih tidak ngerti juga dengan tulisan yang berbahasa Inggris atau bahasa asing lainnya? Gunakan penterjemah google.</p>
<p style="text-align:justify;">Video youtube memang tidak sekoyong-koyong bisa di download. Jika kita menggunakan Mozilla Firefox kita bisa menambahkan <a href="http://techshali.com/16-firefox-add-ons-to-download-youtube-videos/">&#8220;addons&#8221; yang dapat memfasilitasi download video</a> dari youtube atau web penyedia layanan akses video lainya (<a href="http://www.metacafe.com/">metacafe</a>, <a href="http://video.google.com/">google videos</a>). Install add ons tersebut kemudian restart firefox anda maka kita bisa memanfaakan add ons itu untuk mendownload video yg kita maksud.</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah terdownload dengan benar video tersebut bisa kita sisipkan dalam pengajaran baik dalam bentuk slide presentasi atau secara terpisah. Ini diperlukan LCD Proyektor dan komputer.  Jika tidak tersedia fasilitas tersebut kita bisa mengemas video2 dalam bentuk keping VCD yang dapat ditayangankan dengan media televisi melalui video player.</p>
<p style="text-align:justify;">
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/urip.wordpress.com/1421/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/urip.wordpress.com/1421/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/urip.wordpress.com/1421/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/urip.wordpress.com/1421/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/urip.wordpress.com/1421/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/urip.wordpress.com/1421/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/urip.wordpress.com/1421/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/urip.wordpress.com/1421/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/urip.wordpress.com/1421/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/urip.wordpress.com/1421/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=urip.wordpress.com&blog=336553&post=1421&subd=urip&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://urip.wordpress.com/2009/11/21/youtube-dan-pembelajaran-kimia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9f3ee710be2a1852892b7bbf0d06edc1?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif" medium="image">
			<media:title type="html">urip</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://urip.files.wordpress.com/2009/11/2009-11-21_054631.png" medium="image">
			<media:title type="html">2009-11-21_054631</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tidak Satupun Siswa yang Bodoh Tapi&#8230;</title>
		<link>http://urip.wordpress.com/2009/11/14/tidak-satupun-siswa-yang-bodoh-tapi/</link>
		<comments>http://urip.wordpress.com/2009/11/14/tidak-satupun-siswa-yang-bodoh-tapi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Nov 2009 22:07:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Urip.WP.Com</dc:creator>
				<category><![CDATA[Belajar]]></category>
		<category><![CDATA[Guru]]></category>
		<category><![CDATA[Mengajar]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[kesulitan belajar]]></category>
		<category><![CDATA[matematika]]></category>
		<category><![CDATA[siswa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://urip.wordpress.com/?p=1387</guid>
		<description><![CDATA[Introspeksi diri
Tidak satupun siswa saya yang  tidak pintar. Yang ada hanyalah para siswa pemalas. Mengapa mereka menjadi malas? Mereka tidak tahu bagaimana cara dirinya bisa belajar dengan benar. Akibat tidak tahu cara belajar yg benar, mereka tidak bisa menikmati proses pembelajaran baik di kelas atau di rumah. Akhirnya berbagai materi prasyarat untuk bahasan berikutnya tak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=urip.wordpress.com&blog=336553&post=1387&subd=urip&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong><span style="color:#ff0000;">Introspeksi diri</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Tidak satupun siswa saya yang  tidak pintar. Yang ada hanyalah para siswa pemalas. Mengapa mereka menjadi malas? Mereka tidak tahu bagaimana cara dirinya bisa belajar dengan benar. Akibat tidak tahu cara belajar yg benar, mereka tidak bisa menikmati proses pembelajaran baik di kelas atau di rumah. Akhirnya berbagai materi prasyarat untuk bahasan berikutnya tak dimiliki.</p>
<p style="text-align:justify;">Jika sudah demikian maka pembelajaran tersendat. Masih mending hanya tersendat sesaat. Lebih parah adalah materi mendasar yg semestinya ia sudah kuasai di tingkat SD ia-pun lemah. Pondasi dasar jadi rapuh. Kalau sudah demikian bagaimana mesti bisa dibangun bangunan materi belajar lebih tinggi?</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-1387"></span>Suatu peristiwa sesaat saya bertindak sebagai guru pengganti guru matematika. Pokok bahasannya adalah persamaan kuadrat. Saya dapati siswa yang masih belum dapat menyelesaikan proses pengurangan 36 &#8211; 40&#8230; hasil hitung siswa itu adalah 0,6. Proses berhitungnya adalah dengan melakukan proses perhitungan yang disusun vertikel layaknya penghitungan biasa. Ini adalah siswa kelas X setingkat SMA. Bahkan proses perhitungan perkalian bilangan 1-10 juga ada yang tidak hafal.</p>
<p style="text-align:justify;">Peristiwa di atas saya yakini terjadi di kelas lain (sekolah lain juga) bahkan level yg lebih tinggi. Saling mempersalahkan bukanlah solusi yg mesti segera. Yang perlu adalah bagaimana guru membantu siswa untuk dapat mengatasi kelemahannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Program remedial yang secara ideal akan dapat membatu siswa-siswa &#8220;payah&#8221; dapat diterapkan. Tentu jika dalam kelas siswanya tidak berjubel. Ada perhatian khusus dari guru mata pelajaran untuk siswa tersebut. Walaupun maksud remedial adalah untuk pelajaran yg &#8220;baru berlangsung&#8221; namun jika didapati siswa seperti kasus di atas maka bukan remedial lagi namanya. Tapi kasus seperti itu dapat segera diatasi dengan menunjukkan cara penyesaian proses hiutng yg simpel itu. 2 &#8211; 3 kali dilatih akhirnya toh mereka bisa.</p>
<p style="text-align:justify;">Kemacetan itu adalah sesaat. Selanjutnya proses pembelajaran akan dapat berjalan lancar. Penemuan-penemuan kesulitan belajar selama proses belajar yang seperti tadi perlu penanganan yg segera. Perlakuan itupun tidak perlu waktu ekstra. Kadang memang guru kurang mau perduli dengan keadaan siswanya. Akibat berikutnya adalah selalu sulit dan sulit saja siswa mengikuti pembelajarannya. Siswa jenuh, bosan, dan bisa saja berakibat lebih jelek.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi dalam keadaan seperti itu yg diperlukan adalah guru mau untuk selalu mengamati kondisi siswa. Segera membantu mencarikan solusi bagi siswa yang biasa di klaim siswa yg bodoh. Jika tidak maka bisa saja sebutan itu akan berbalik kepada sang guru&#8230; gurunya yg gak pinter sebagai guru.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/urip.wordpress.com/1387/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/urip.wordpress.com/1387/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/urip.wordpress.com/1387/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/urip.wordpress.com/1387/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/urip.wordpress.com/1387/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/urip.wordpress.com/1387/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/urip.wordpress.com/1387/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/urip.wordpress.com/1387/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/urip.wordpress.com/1387/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/urip.wordpress.com/1387/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=urip.wordpress.com&blog=336553&post=1387&subd=urip&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://urip.wordpress.com/2009/11/14/tidak-satupun-siswa-yang-bodoh-tapi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9f3ee710be2a1852892b7bbf0d06edc1?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif" medium="image">
			<media:title type="html">urip</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengapa Perlu Redistribusi Guru Segala?</title>
		<link>http://urip.wordpress.com/2009/10/31/mengapa-perlu-redistribusi-guru-segala/</link>
		<comments>http://urip.wordpress.com/2009/10/31/mengapa-perlu-redistribusi-guru-segala/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Oct 2009 01:03:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Urip.WP.Com</dc:creator>
				<category><![CDATA[Guru]]></category>
		<category><![CDATA[Mengajar]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://urip.wordpress.com/?p=1367</guid>
		<description><![CDATA[Kemarin saya baca di Kompas.com, bahwa guru perlu di sebar kembali ke daerah-daerah yg benar-benar memerlukan guru. Suatu fakta bahwa memang tidak sedikit di wilayah perkotaan yang &#8220;enak&#8221; menumpuk guru-guru yg semestinya tidak perlu terjadi. Tidak terjadi kalau saja pihak berwenang tahu soal kebutuhan akan guru tertentu. Jika sudah demikian mereka akan berkomentar bahwa me-redistribusikan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=urip.wordpress.com&blog=336553&post=1367&subd=urip&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Kemarin saya baca <a href="http://edukasi.kompas.com/read/xml/2009/10/30/2011314/pemerintah.perlu.segera.redistribusi.guru." target="_blank">di Kompas.com</a>, bahwa guru perlu di sebar kembali ke daerah-daerah yg benar-benar memerlukan guru. Suatu fakta bahwa memang tidak sedikit di wilayah perkotaan yang &#8220;enak&#8221; menumpuk guru-guru yg semestinya tidak perlu terjadi. Tidak terjadi kalau saja pihak berwenang tahu soal kebutuhan akan guru tertentu. Jika sudah demikian mereka akan berkomentar bahwa me-redistribusikan guru merupakan pekerjaan yg tidak mudah. Nyatanya juga guru-guru akan enggan karena sudah &#8220;mapan&#8221;. Inilah dampak kebijakan yang amburadul dalam sistem penempatan guru.</p>
<p><span id="more-1367"></span>Soal peluang untuk mutasi setelah sekian tahun adalah hal yg wajar, namun dengan kebijakan yg seperti itu membuat guru kadang setengah hati dalam &#8220;mengabdi&#8221;. Dalam pikirannya adalah bagaimana caranya agar dirinya secepatnya mutasi ke tempat yg ia inginkan. Padahal semestinya mereka itu siap dengan segala konsekwensi akan tugasnya semenjak ia mendaftar diri sebagai guru. Dengan kebijakan boleh mutasi setelah sekian tahun inilah yang akan membuat di suatu sekolah menumpuk banyak guru yang sebenarnya &#8220;tidak lagi diperlukan oleh sekolah itu&#8221;. Seberapa sulitnyakah memanaj sistem kepegawaian terutama guru?</p>
<p>Suatu hal yg kerap terjadi saat kasus mutasi pegawai adalah ada saja sekolah yg semetinya tidak lagi memerlukan guru mata pelajaran X tetapi tetap saja menerima, memberikan rekomendasi dapat menerima guru hasil mutasi itu. Di sinilah letak persoalan, sumber petaka &#8220;guru nggrompol&#8221; di sekolah tertentu. Ini terkait mutasi guru.</p>
<p>Penyebab sebaran yg tidak merata adalah &#8220;tidak dilakukannya&#8221; analisis keperluan guru dengan sungguh-sungguh yang berakibat menumpuknya guru mata pelajaran tertentu di suatu sekolah. Ini real-nyata terjadi, baik di madrasah (depag) atau sekolah (diknas). Kalau yg ini pihak guru tidak dapat dipersalahkan&#8230; karena kesalahan sistem penempatan guru yang &#8220;ngawur&#8221;. Ujung-ujungnya kalau sudah demikian kesempatan untuk &#8220;proyek&#8221; pemetaan kebutuhan guru dengan alasan agar tidak begini begitu lagi.</p>
<p>Suatu potret di tempat saya mengajar.</p>
<p>MAN Pangkalan Bun Kalimantan Tengah, 4 kelas X, 2 kelas IPA, 4 kelas IPS, 2 kelas Bahasa. Ada mata pelajaran dengan guru berlebih, ada mata pelajaran yg tidak ada guru sesuai bidang yg diajarkannya. Guru Kimia sebanyak 3 orang. Jumlah jam pelajaran (jp) kimia semua-nya sebanyak 8 jp kelas X, 4 jp kelas XI, 4 jp kelas XII. Padahal menurut beban tugas seorang guru setidaknya 24 jp (tanpa tugas lain). Dijumlahkan saja hanya ada 16 jp artinya 1 guru kimia saja sudah lebih dari cukup. Guru biologi juga demikian, 3 guru dengan total jp hanya 16 jp. Sementara guru kesenian, guru olah raga, guru TIK, guru PKn, guru Sejarah tidak dimiliki sekolah saya. Jumlah jp masing-masing mata pelajaran tersebut adalah sebanyak 24 jp (1 guru). Bahasa inggris kurang 2 guru, Matematika kurang 1 guru.</p>
<p>Di tempat saya mengajar, guru berlebih tadi bukan akibat mutasi guru, tetapi kesengajaan pengambil kebijakan pegawai saat itu karena memang ia tempatkan di situ. Jika merujuk profesionalitas guru maka mata pelajaran harus diampu oleh guru dengan latar belakang bersesuaian. Namun akibat mungkin tidak ada analisis kebutuhan guru itulah ketidakprofesionalan itu sengaja diciptakan. Inilah ketidakberesan penterjemahan kebijakan pemerintahan pusat di wilayah. Jika ada guru yg ingin mutasi ke tempat lain dari madrasah itu (karena sudah berlebih) menjadi wajar, lebih-lebih jika madrasah yg dituju adalah bener-bener memerlukan tenaga guru tersebut. Tidak ada alasan untuk tidak diijinkan mutasi dari pimpinan karena tenaga guru mata pelajaran tersebut berlebih.</p>
<p>Melihat formasi penerimaan CPNS tahun ini untuk madrasah tempat saya mengajar tidak mendapatkan jatah sama sekali, terutama untuk mata pelajaran yg memang belum ada guru mata pelajarannya. Saya sendiri heran apakah penetapan formasi itu berdasarkan kebutuhan dari bawah atau kebijakan dari atas yg buta tanpa melihat hasil analisis keperluan guru? Sebab ada sekolah yg guru mata pelajaran tertentu sudah berlebih tetap saja mendapat kuota guru lagi. Siapakah yg berkepentingan dalam hal ini, yg &#8220;merusak&#8221; pendidikan seperti itu.</p>
<p>Bisa saja dibuat skenario untuk memutasikan guru-guru berlebih. Dilakukan uji kelayakan pada tiap guru untuk mencari yang terbaik, bersaing untuk dimutasikan atau tidak dimutasikan, atau dilakukan wawancara. Yang penting semua diniatkan untuk memperbaiki sistem kepegawaian. Tapi entahlah kalau mental pengambil keputusan juga rusak sehingga dimungkinkan untuk KKN agar begini begitu.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/urip.wordpress.com/1367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/urip.wordpress.com/1367/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/urip.wordpress.com/1367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/urip.wordpress.com/1367/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/urip.wordpress.com/1367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/urip.wordpress.com/1367/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/urip.wordpress.com/1367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/urip.wordpress.com/1367/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/urip.wordpress.com/1367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/urip.wordpress.com/1367/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=urip.wordpress.com&blog=336553&post=1367&subd=urip&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://urip.wordpress.com/2009/10/31/mengapa-perlu-redistribusi-guru-segala/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9f3ee710be2a1852892b7bbf0d06edc1?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif" medium="image">
			<media:title type="html">urip</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Serajin Apakah Para Guru Belajar?</title>
		<link>http://urip.wordpress.com/2009/10/26/serajin-apakah-para-guru-belajar/</link>
		<comments>http://urip.wordpress.com/2009/10/26/serajin-apakah-para-guru-belajar/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Oct 2009 15:48:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Urip.WP.Com</dc:creator>
				<category><![CDATA[Belajar]]></category>
		<category><![CDATA[Guru]]></category>
		<category><![CDATA[Mengajar]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Pembelajaran Diri]]></category>
		<category><![CDATA[profesionalitas guru]]></category>
		<category><![CDATA[update diri guru]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://urip.wordpress.com/?p=1363</guid>
		<description><![CDATA[Makian Diri
Siswa di sekolah selalu mendengarkan saran dari guru agar dirinya selalu belajar, rajin belajar, giat belajar, bersemangat belajar. So&#8230; apakah para guru itu juga rajin belajar, mencermati apa yg akan diajarkannya? Jika guru itu juga punya aktivitas belajar serajin yg ia sarankan kepada muridnya, maka guru akan menjadi pintar terkait penguasaan materi pengajarannya, menguasai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=urip.wordpress.com&blog=336553&post=1363&subd=urip&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong><span style="color:#ff0000;">Makian Diri</span></strong></p>
<p>Siswa di sekolah selalu mendengarkan saran dari guru agar dirinya selalu belajar, rajin belajar, giat belajar, bersemangat belajar. So&#8230; apakah para guru itu juga rajin belajar, mencermati apa yg akan diajarkannya? Jika guru itu juga punya aktivitas belajar serajin yg ia sarankan kepada muridnya, maka guru akan menjadi pintar terkait penguasaan materi pengajarannya, menguasai teknik pengajarannya, membuat siswanya selalu tertarik dengan pelajaran yg dibawakannya. Namun apa yg terjadi di kebanyakan sekolah di negeri ini?</p>
<p><span id="more-1363"></span>Banyak materi pelajaran yang semestinya ia kuasai menjadi mentah dan dangkal. Lebih-lebih metode pengajarannya di garansi bakal lebih parah. Inilah salah satu penyebab payahnya pendidikan di negeri ini. Kalau sang murid malas belajar ini adalah imbas dari sang guru yg tidak rajin belajar juga. Dalam hal ini guru enggan untuk mau bertukar pikiran dengan rekan sejawatnya dengan niat untuk memperbaiki dirinya. Banyak waktu terbuang ketika sesama guru bertemu membahas hal-hal diluar dari apa yg semestinya di bahas layaknya seorang guru. Kadang ada guru yang merasa malu jika mendiskusikan terkait bahan yg ia ajarkan padahal banyak yg ia sendiri tidak pahami. Naif sekali jika hal ini sampai terjadi. Jika tiap saat guru mau berdiskusi entah dengan guru serumpun atau guru mata pelajaran berlainan sekalipun, maka suasana di ruang kerja menjadi ruang pembelajaran bagi guru, yg tentu saja tidak harus formil layaknya sedang sidang.</p>
<p>Suatu  ketika guru berkumpul disela menunggu jam mengajarnya malah dijadikan ajang ngerumpi tak berguna yg kadang berdampak miring dan tidak sepantasnya dilakukan para pendidik. Waktu belajar buat para guru sia-sia. Barangkali para guru yg seperti itu sudah merasa ilmu yg ia kuasai sudah cukup atau bahkan merasa lebih dari cukup. Sombong sekali sepertinya. Ritme kerja guru jika sama dengan para pegawai di bank, maka pendidikan di negeri ini akan segera menggeliat dan akan menghasilkan manusia terdidik yg hebat dari sisi manapun. Tapi nyatanya&#8230;</p>
<p>Sebagai seorang guru dituntut untuk selalu belajar sampai kapanpun dan tentang apapun terkait apa yg menjadi bagian pelajaran yg diajarkannya. Sudahkah semua guru melakukannya secara serius? Jawabannya ada dalam diri kita masing-masing sebagai pengajar/pendidik. Setiap guru akan dapat memperkirakan akan keberhasilannya dalam pengajaran hanya dengan melihat kemampuan diri baik penguasaan materi pelajaran maupun penguasaan kelas/ teknik pengajarannya. Instropeksi diri jauh akan lebih baik dibandingkan jika kita di koreksi pihak lain. Dan hal ini tentu tidak perlu menunggu sampai saat tertentu. Tapi mulai saat ini wajib kita lakukan. Beranjak untuk selalu memperbaiki diri, memperbaiki penguasaan materi serta mencoba terobasan baru sehingga berbagai persoalan dalam pengajaran terselesaikan.</p>
<p>Secara formal berbagai perangkat dibuat guru dengan terpaksa ia buat namun hanya sebatas itu maka ke sia-sianlah yg ia dapat. Tak ada manfaat berarti buat pengembangan kemampuannya terkait profesionalisme sebagai guru. Supervisi yg dilakukan atasanpun menjadi tidak berarti jika ia lakukan hanya sebagai formalitas belaka lepas dari esensi maksud supervisi untuk perbaikan-perbaikan buat pihak yg disupervisi. Kepura-puraan dalam segala hal hanya akan menghasilkan kesemuan. Termasuk dalam hal pengajaran di sekolah.</p>
<p>Lantas jika demikian pantaskah guru disebut sebagai guru? Mari kita simak ke dalam diri&#8230;</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/urip.wordpress.com/1363/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/urip.wordpress.com/1363/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/urip.wordpress.com/1363/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/urip.wordpress.com/1363/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/urip.wordpress.com/1363/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/urip.wordpress.com/1363/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/urip.wordpress.com/1363/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/urip.wordpress.com/1363/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/urip.wordpress.com/1363/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/urip.wordpress.com/1363/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=urip.wordpress.com&blog=336553&post=1363&subd=urip&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://urip.wordpress.com/2009/10/26/serajin-apakah-para-guru-belajar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9f3ee710be2a1852892b7bbf0d06edc1?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif" medium="image">
			<media:title type="html">urip</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>