Arsip untuk ‘Ujian Nasional’ Kategori
Ditulis oleh Urip.WP.Com di/pada 14 November 2009
Bukan hanya dunia hukum di Indonesia yang carut marut, dunia pendidikan di negeri ini juga demikian terutama sistem dan pelaksanaan ujian nasional.
Jika di dunia hukum dikenal mafia peradilan, makelar kasus, maka di dunia pendidikan ada yg namanya mafia ujian nasional. Ini bukanlah rahasia lagi, meskipun pembuktian sulit dilakukan.
Kondisi tersebut secara tidak langsung diiyakan oleh Ketua Umum PGRI sebagaimana yang ditulis kompas edisi cetak hari ini. Pimpinan daerah dan kepala dinas pendidikan melakukan penekanan kepada para kepala sekolah dan guru. Bahkan secara diam-diam mereka “mengunakan cara yang tidak pantas”. Semua demi gensi. Gengsi daerah agar dipandang berhasil bla bla bla bla.
Saya tidak tahu persis seperti yg terjadi di propinsi tempat saya bertugas beberapa tahun lalu karena kehebatannya akhirnya propinsi ini menempati peringkat kelulusan tertinggi di negeri ini. Seperti yang pernah saya tulis di sini. Inikah gengsi? Apa yang dirasakan masyarakat setempat dengan “prestasi hebat itu”. Nihil…
Bahkan ada isu seorang kepala dinas pendidikan yang dipindahkan ke dinas lain lantaran tidak bisa memenuhi keinginan pimpinan daerah. Kepala dinas tersebut enggan untuk melakukan “tindak mafia UN” yg berdampak wilayah yg dikuasainya banyak yang tidak lulus ujian nasional. Naif sekali.
Peran pimpinan daerah semakin kini sepertinya semakin kuat saja intervensinya dalam dunia pendidikan. Bahkan apa yg terjadi di suatu sekolah pun “diobok-obok”. Kemandirian sekolah seolah-olah terkebiri. Entah apa yang terjadi dengan pelaksanaan ujian nasional tahun depan.
Tahun depan rencananya pelaksanaan ujian nasional akan diperketat pengawasannya. Pengawas-pengawas itu juga manusia. Seberapa baikkah mental pengawas, pelaku rekap data hasil ujian dan pihak terkait lainnya? Inilah adanya.
Dimanakah nurani mendidik para guru dan kepala sekolah dalam mengantarkan siswa agar sukses ujian. Mereka-mereka itu sering mengajarkan kejujuran dalam berprilaku. Namun cara-cara kotor pun ia lakukan. Cara kotor yang tidak benar ia lakukan agar sekolahnya “sukses” melewati ujian. Tak ayal lagi sukses semu-lah yg akan dicapai. Kebanggaan yang kosong tak berisi.
Tentu di negeri ini masih ada kepala sekolah dan guru yang anti dalam tindak “kejahatan” dalam ujian nasional. Cara-cara elegan masih mudah dilakukan dengan tanpa resiko. Mengapa melakukan mafia ujian yg penuh resiko?
Ditulis dalam Guru, Pendidikan, Ujian Nasional | 5 Komentar »
Ditulis oleh Urip.WP.Com di/pada 15 Juni 2009
Untuk tingkat SMA/MA hasil ujian nasional sudah terlihat, dengan menyisakan PR bagi yang belum bisa lulus untuk mengikuti ujian paket C.
Indikasi yang baik andai suatu sekolah bisa luluskan siswanya 100% dengan tanpa kecurangan, tapi jeri payah murni siswa dan pihak sekolah secara jujur. Beberapa tanda kecurangan mudah sekali terlihat manakala suatu sekolah yang secara teori tidak mungkin bisa 100% siswanya lulus UN, nyatanya bisa lulus. Hal ini bisa dilihat dari sebaran nilai yang diraih semua siswa di sekolah itu. Menurut saya jika sebarannya tidak mengikuti distribusi normal maka patut dicurigai sekolah itu melakukan tindak curang. Ingat patut DICURIGAI saja tidak menuduh. Kebenarannya silahkan tanya kepada rumput yang bergoyang.
Seperti yang teah banyak dilakukan atau diketahui umum kecurangan itu bisa dilakukan siapa saja. Seperti yang pernah saya tulis sebelumnya (Menakar Kejujuran Ujian Nasional Sekolah) dan (Target Kelulusan yang Menghancurkan Pendidikan). Bagi orang yg tidak mengerti arti sebuah kejujuran maka hal itu dianggap boleh-boleh saja. Demi kepuasan sesaat, kepentingan pribadi atau wilayah.
Ditulis dalam Pendidikan, Ujian Nasional | Bertanda: Ujian Nasional | 15 Komentar »
Ditulis oleh Urip.WP.Com di/pada 17 Mei 2009
Korea Selatan yang dikenal dengan kehebatan para ilmuwan hingga level dunia, ternyata ada juga lubang sisi pendidikannya. Ah wajar, di negara manapun akan sama.
Membaca satu artikel di Radar Yogya 16 Mei 2009, tersiar berita bahwa guru di Korsel rawan diSUAP. Akan diadakan “razia guru yang bisniskan nilai siswa”. Komisi antikorupsi Korsel yang menjelang hari guru di Korsel melakukan razia kepada sekolah-sekolah yg dipiih secara acak terkait dugaan suap yang dilakukan wali murid kepada guru agar mendapatkan nilai baik atau mendapat perhatian lebih. Suap tersebut dalam bentuk bingkisan atau “amplop” yg dikenal dengan istilah Chonji. Rupanya praktik Chonji ini diberitakan telah mendarah daging di sana.
Bagaimana dengan di Indonesia?
Terkait nilai terutama nilai yg menentukan nasib (dari Ujian Nasional itu) banyak pihak yg mungkin melakukan hal serupa seperti guru-guru di Korsel. Bahkan di Indonesia tidak perlu disuap-pun guru-guru akan membantu “memperbaiki nilai-nilai” muridnya. Semua itu demi kepentingan pribadi.
KPK Indonesia yang preastasinya cukup bagus dan ditakuti para koruptor sudah saatnya merambah dunia pendidikan terutama di tingkat pelaksana pendidikan dalam hal ini sekolah. Bukan hanya yg level puncak. Justru pada lini inilah akan diletakkan dasar-dasar watak manusia Indonesia agar tidak terpincut untuk bertindak korupsi nantinya. Bagaimana pendidikan bisa lebih baik kalau guru-gurunya juga suka disuap, (padahal sudah bisa makan sendiri hehehe). Korupsi yang sering terjadi dikalangan pendidik bukan saja soal uang yang membuat perut tak akan kenyang, tapi soal korupsi waktu. Banyak kegiatan pembelajaran di kelasnya di bengkalaikan tanpa ada alasan yang masuk akal. Padahal dirinya sudah berjanji untuk mengabdi jadi guru. Di daerah-daerah pelosok yang masyarakatnya kurang banyak perduli dengan pendidikan hal ini sering sekali terjadi. Karena tidak ada pengawasan yang cukup. Akibat selanjutnya adalah kesemramutan pelaksanaan pembelajaran. Di akhir tahun terjadilah gerilya “memanipulasi angka-angka” agar sekolahnya tidak dipandang buruk. Yah hancur…
Untuk memperbaiki citra, tentu paling gampang adalah dimulai dari pribadi guru itu sendiri. Penanaman tekad bahwa gaji yg kita terima akan mengalir dalam darah dan seterusnya, maka akan dengan sendirinya korupsi atau tindak manipulasi apapun jenisnya tidak perlu terjadi lagi.
Mari… kita para guru perbaiki diri, perbaiki pendidikan anak-anak kita, untuk tidak lagi bertindak “korupsi”, tidak lagi bertindak suka memanipulasi nilai dan mau disuap, dengan harapan menghasilkan manusia yang berbudi.
Ditulis dalam Belajar, Guru, Mengajar, Pendidikan, Ujian Nasional | 4 Komentar »
Ditulis oleh Urip.WP.Com di/pada 2 Mei 2009
Beberapa hari lalu ujian nasional tingkat SMA dan SMP telah berakhir. Kini siswa, orang tua siswa, guru, kepala sekolah, kepala dinas pendidikan, para kepala daerah, mungkin mendiknas bahkan presiden (kalau tahu dan mengerti kondisi lapangan) akan berperasaan harap-harap cemas. Siswa hebat-pintar-cerdas sekalipun turut merasakan itu sebab berdasar pengalaman ada saja “kekeliruan dalam penilaian jawaban”.
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Guru, Mengajar, Opini, Pendidikan, Ujian Nasional | 16 Komentar »
Ditulis oleh Urip.WP.Com di/pada 21 April 2009
Pemerintah daerah (pemda), sekolah selalu menetapkan target prosentase kelulusan tiap tahunnya. Motifnya variatif. Yang terburuk adalah pamer, ingin mendapatkan kesan baik di masyarakat, bahwa selama kepemimpinannya “mutu pendidikan” lebih baik. Bahkan ada yang berprinsip jujur hancur-curang cemerlang. Itulah penghancur pendidikan.
Realitas bahwa tidak sedikit kalau kepala sekolah punya mindset keblinger itu, demikian pula pimpinannya yang lebih tinggi. Hal itu akibat yang atas menekan yang ada di bawahnya. Modus-nya seperti banyak sudah diketahui adalah mulai dari kecurangan di level pelaksanaan ujian di sekolah hingga manipulasi pada tingkat administrasi pada pihak yang berwenang mengeluarkan hasil ujian.
Pencederaan terhadap pendidikan yang sistematis…
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Belajar, Guru, Mengajar, Opini, Pendidikan, Ujian Nasional | 13 Komentar »
Ditulis oleh Urip.WP.Com di/pada 16 Maret 2009
Bermula dari kepulangan saya ke Pangkalan Bun (Kalteng) pada pertengahan Februari 2009 lalu, saya sempatkan mampir di SMA Negeri 3 Pangkalan Bun. Jumpa rekan sejawat (pak Atmo-Wasiat dan pak Sakti Ajie) yang hoby belajar dan mau berbagi, saya diijinkan kopi file-file penting dan bagus. File tersebut dari pak Aries Eko Wibowo – Guru Kimia SMA Negeri 2 BanjarBaru Kalsel, ketika pak Aries bertandang ke Pangkalan Bun dalam rangka melatih guru-guru di sana. Dan sudah menjadi tradisi biasanya rekan-rekan di daerah selalu “menodong untuk kopi file” dari siapa aja yg rela berbagi untuk pendidikan.
Sebulan setelah saya kembali ke Yogya saya komunikasi dengan pak Aries E.W. untuk minta ijin agar beberapa file-nya saya upload dan link ke blog ini. Alhamdulillah atas ijin beliau file itu saya letakkan diblog ini. Terimakasih pak Aries E.W.
Isi file yang saya maksud
Ditulis dalam Belajar, Guru, Kimia, Mengajar, Pelajaran Kimia, Pendidikan, Pengajaran Kimia, Pengajaran TIK, Ujian Nasional | Bertanda: bahan ajar, butir soal, Guru, indikator, kompetensi kelulusan, ktsp sma, LHB, panduan penilaian, pengawas sekolah, pengayaan, PP, remedial, rpp, sertifikasi guru, silabus, standar proses | 1 Komentar »
Ditulis oleh Urip.WP.Com di/pada 4 Maret 2009
PLPG (Pendidikan dan Latihan Profesi Guru) bulan Februari yang barusan saya ikuti serasa hambar. Bukan berarti karena isi dan para instrukturnya gak berkualitas/berkompten, tetapi semuanya yang diberikan hanyalah isapan jempol belaka untuk kemajuan pendidikan di negeri ini. Bagaimana tidak, tuntutan keprofesionalan guru yang semestinya diikuti dengan pemberian hak-hak memutuskan kesuksesan siswa dikebiri lewat Ujian Nasional. Menjadi sia-sialah semua penilaian proses-kinerja siswa selama pembelajaran. Instanisasi dengan latihan soal atau try out menjadi senjata andalan demi kelulusan ujian nasional itu.
Dalam PLPG diajarkan tentang materi keprofesionalan guru, model-model pembelajaran, media pembelajaran, assesmen, PTK, pendalaman materi. Kesemuanya itu seakan-akan dinegasikan begitu saja oleh ujian nasional. Sebab kita tahu dari ujian nasional yg selama ini tidak menunjukkan pengukuran proses tetapi hanya dilihat kemampuan kognisi dalam beberapa menit.
PLPG seolah-olah hanya sekedar untuk memberi “wawasan” soal pendidikan dan pembelajaran kepada guru yang telah mandul. Jika hak-hak guru tidak dikembalikan maka apapun sebutan keprofesionalan tidak akan ada dalam diri guru. Jadi akan mustahil guru indonesia sampai pada profesionalisme. Ujian nasional telah dipolitisir untuk kepentingan penguasa… “demi mendapatkan hutangan yang lebih banyak kali dari negeri yang lebih kaya”.
Hmmmm…
Ditulis dalam Guru, Opini, Pendidikan, Ujian Nasional | 9 Komentar »
Ditulis oleh Urip.WP.Com di/pada 17 Juni 2007
Tahun ini Kalteng menduduki peringkat 1 prosentase kelulusan UN untuk tingkat SMA/MA.
Hahahaha… Apa yang dibanggakan dengan prosentase kelulusan dengan peringkat 1 secara nasional? Paling-paling yang senang adalah para pejabat… dinas pendidikan. So bagaimana dengan kualitas hasil kelulusan itu… jelas bukan peringkat satu. Benarkah itu hasil uji kemampuan para siswa SMA/MA murni… saya berkeyakinan jelas bukan… siapa yang tahu?!
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Opini, Ujian Nasional | 31 Komentar »
Ditulis oleh Urip.WP.Com di/pada 16 Juni 2007
Hari ini saya melihat siswa-siswa saya dengan berbagai rona wajah. Hari ini adalah pengumuman kelulusan siswa SMA/MA. Delapan puluhan siswa mengikuti ujian yang akhirnya didapati 7 siswa yang belum lulus. Bagi saya itu adalah hal wajar, mengingat kondisi siswa, sarana, guru yang ada. Bagi siswa yang tidak lulus sekilas mereka biasa saja, barang kali mereka memang benar-benar menyadari akan kemampuannya. Tidak tahu bagaimana di sekolah lain.
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Pendidikan, Ujian Nasional | 18 Komentar »
Ditulis oleh Urip.WP.Com di/pada 2 Juni 2007
Membaca editorial pagi Media Indonesia pagi ini (2 Juni 2007), rupanya ujian nasional sangat penting untuk dijadikan salah satu program yang sangat krusial dan strategis untuk tawaran selama kampanye nanti. Betapa tidak, ternyata presiden Indonesia ternyata tidak memihak kepada rakyat. Tentang Ujian Nasional telah terjadi pelanggaran undang-undang yg dilakukan pemerintahan sekarang. Yang menggelitik dari editorial pagi Media Indonesia ini adalah pesan untuk memilih presiden dan wapres yang akan memprogramkan penghapusan praktek ujian nasional seperti sekarang ini.
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Guru, Pendidikan, Ujian Nasional | 33 Komentar »