Saya, Komputer, dan Sekolah

Sejak saya mengenal komputer (tahun 1990-an) pada mulanya kebayang begitu rumitnya untuk bisa sekedar hanya mengetik saja. Waktu itu jamannya Word Star yang kalau mengetik penuh dengan perintah ini itu yang belum ada menunya seperti program olah kata sekarang ini. Sehingga semuanya harus dihafal. Saya bela-belain ikut kursus aplikasi Word Star, harapannya begitu selesai saya langsung bisa. Ternyata tidak demikian, karena tidak setiap hari saya menggunakannya (….gak punya komputer sendiri sih). Sampai akhirnya putus asa untuk menggunakan word star.

Beruntung begitu mulai mengajar di sebuah sekolah yang belum memiliki komputer, saya usulkan untuk segera membeli komputer. Harapan saya waktu itu akan bertekad untuk belajar kalau memang ada sarananya. Saya pun belum tahu program apa yang akan saya pelajari, karena saya buta tentang perkembangan teknologi informasi saat itu. Begitu komputer datang saya langsung mengenalinya karena dipesan bukunya juga (waktu itu pakai operating sistem Microsoft Windows 95 dengan aplikasi Microsoft Office 95 juga). Begitu melihat buku dan membuka komputer bayangan sulitnya untuk hanya bisa mengetik langsung sirna. Karena tinggal klik dan tidak perlu banyak yang harus diingat, tidak seperti aplikasi word star dulu, akhirnya bisa mengetik juga.

Sejak saat itu saya lebih ingin tahu lagi tentang komputer. Bermodalkan sedikit mengerti bahasa inggris akhirnya saya lebih banyak mengeksplorasi program-program yang menyediakan menu help. Waktu itu dalam satu sekolah hanya memiliki satu unit komputer dan satu unit printer, kebanyakan guru lain tidak begitu tertarik untuk bisa menggunakan komputer dengan alasan kendala bahasa. Itu kesempatan, sehingga komputer itu seolah-olah milik saya, karena yang paling sering menggunakannya saya. Hal itu berlangsung selama 2 tahun dan saya merasa cukup mengenal aplikasi office (sebatas Microsoft Word, Microsoft Excel).

Mulanya sih saya diejek staf TU, kalau mengetik pakai komputer itu lebih lambat dibandingkan menggunakan mesin ketik biasa. Memang waktu itu tahapnya baru belajar sehingga untuk mengetik saja agak kikuk sehingga lebih lambat, tetapi waktu itu saya yakin bahwa komputer lebih banyak memudahkan kerja kantor. Belum lagi persoalan selama mencetak hasil kerja (waktu itu menggunakan printer dot matrik) printer yang sedikit rewel dan untuk mencetak harus dimasukkan kertasnya satu persatu. Mungkin itulah tantangan pertama menggunakan perangkat komputer. Tetapi saya tetap optimis, karena sebagai guru cukup banyak pekerjaan yang bisa diselesaikan dengan menggunakan komputer. Apalagi pekerjaan TU yang terkait surat menyurat. Akhirnya sang staf TU pun sekarang tertarik juga untuk menggunakan aplikasi perkantoran yang ada.

Enam bulan pertama saya bermaksud untuk menginstall ulang operating system dari windows 95 ke windows 98 karena keingintahuan dengan modal nekad. Waktu itu tidak ada petunjuk sedikitpun menginstall itu bagaimana. Sekali lagi hanya bermodalkan bahasa inggris pas-pasan saya ikuti wizard yang ada selama penginstallan. Ternyata berhasil juga mengupgrade Windows 95 ke Windows 98. Masalah terjadi saat menggunakan aplikasi office ternyata tidak mau jalan. Sebab sebelumnya office yang terinstal adalah Office 95 Arabic sedangkan Windows 98 yang terinstal adalah bukan arabic. Padahal office arabic sangatlah diperlukan di sekolah saya. Terpaksa keliling mencari office arabic, dan ternyata sulit untuk mendapatkannya. Akhirnya meminta seorang temen di luar propinsi untuk mengirimkan program office Windows 98 Arabic. Nekad untuk menginstall ulang untuk kedua kalinya, dan menginstall office untuk pertama kalinya. Bersyukur semua bisa berjalan normal. Masalahnya komputer jadi semakin lambat karena spek komputer saat itu adalah Pentium 100 MHz dengan RAM hanya 16 MB. Dengan kesabaran dan ketelatenan komputer tersebut tetap dipakai juga…..alamaaak. Keluhan itu didengar kepala sekolah, yg kemudian dapat menyediakan komputer dengan spek yg lebih tinggi.

Waktu terus berjalan sampai suatu waktu terdengar bahwa akan ada mata pelajaran komputer yang menjadi pelajaran wajib di setiap sekolah. Akhirnya kepala sekolah dan beberapa temen bersepakat untuk segera menyiapkan perangkat yang nanti akan di perlukan. Keinginan itu terbentur masalah pendanaan untuk pengadaan perangakat komputer. Tetapi karena saat itu di daerah kami belum ada sekolah yang memberikan ekstrakurikuler komputer kami termotivasi untuk menjadi yang pertama memiliki sarana komputer. Sehingga para siswa bisa mendapatkan ekstrakurikuler yang cukup langkah di daerah kami. Saat itu kurikulum 2004 memang masih sebatas kabar.

Akhirnya kami memiliki ide untuk bergotong-royong untuk mengadakan perangkat komputer. Kami para guru bermaksud untuk meminjami sekolah dana yang akan dikembalikan dengan tengat waktu 2 tahun ( 24 bulan). Dan kesepakatannya pada awal tahun ketiga komputer menjadi milik sekolah. Selama tenggang waktu kredit semuanya menjadi tanggung jawab pemodal yang tidak lain adalah kami guru-guru juga. Mulai dari pertanggungjawaban kerusakan biaya tenaga pengajar dan biaya listrik. Pihak sekolah hanya menyediakan ruangan belajar, siswa dan sumber listrik. Kalkulasinya waktu itu dibelanjakan 10 komputer dan perangkat lainnya diperlukan dana kurang lebih Rp 15.000.000 yang kami pikul bersama guru-guru sebanyak 10 orang.

Waktu itu jumlah siswa sekitar 300 orang. Asumsi saat itu setiap siswa diwajibkan mengikuti ekstrakurikuler komputer dengan biaya Rp 10.000 tiap bulannya. Biaya operasinal waktu itu 1.250.000, sehingga masih terdapat keuntungan sebanyak 1.750.000, yang jika ditotal keuntungan selama 24 bulan 100% lebih dari modal. Selama waktu pertanggungan itu pihak sekolah memang tidak mendapatkan keuntungan apa-apa kecuali siswanya dapat belajar komputer saja dengan hanya membayar 10 ribu rupiah tiap bulannya. Dengan demikian semua pihak diuntungkan.

Tetapi selama masa pertanggungan itu tidak semulus yang dibayangkan, karena kerusakan menjadi tanggung jawab pemodal, hingga pada massa akhir penanggunan keuntungan hanya mencapai 75% saja karena ada perjanjian pada saat penyerahan ke pihak sekolah kondisi komputer jumlahnya sama dengan saat awal dan dapat berjalan dengan baik. Namun kami tetap merasa beruntung.

Karena kami para guru bertanggung jawab dalam hal pengelolaan ekstrakuirkuler, kami pun sibuk. Dan pengalaman yang berharga adalah menghadapi persoalan komputer yang rewel, maklum komputer yang kami beli itu adalah komputer bekas. Pada mulanya setiap komputer yang bermasalah selalu kami antar ke service terdekat, karena kami belum tahu apa-apa tentang perangkat keras komputer. Dan tidak ada tempat bertanya. Di daerah kami waktu itu belum ada yang namanya warung internet sebagai gundang ilmu. Sambil mengantar komputer yang bermasalah tersebut tidak bosan-bosannya kami bertanya dengan si tukang servis. Sehingga sedikit-sedikit menjadi tahu duduk persoalan dan cara menanganinya. Dan pada tahun kedua setiap ada kerusakan ringan kami sudah bisa menanganinya sendiri. Hal ini berkat ketekunan dan kesabaran menghadapi komputer-komputer bekas.

Dan pada saat kontrak kredit berakhir saya pun sudah mulai bisa menangani berbagai persoalan komputer. Dan pada akhirnya kemampuan itu menjadikan saya bisa banyak membantu temen-temen dekat yang komputer bermasalah, karena komputer itu polanya kebanyakan adalah rusak ganti untuk bagian tertentu. Ini akhirnya saya menyadari bahwa menggunakan komputer itu tidak sesulit yang saya banyangkan semula. Apalagi saat ini kalo bisa terhubung dengan dunia maya (internet) ilmu bertebaran hampir tiada batas, asal kita tekun saja.

Bagi siswa mereka merasa menjadi lebih dibandingkan siswa lain yang belum belajar komputer, meskipun sebatas mengetik. Di sinilah letak nilai lebihnya di sekolah kami saat itu. Sesuai dengan perkiraan kami bahwa sekolah merasa lebih siap begitu kurikulum 2004 diberlakukan karena ada pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam kurikulum tersebut. Kamipun bangga karena sekolah kami telah siap sementara sekolah lain belum siap untuk hal ini. Yang kami banggakan juga karena keberadaan 10 unit komputer tersebut berkat jerih payah kami sendiri.

Dengan diberlakukannya kurikulum 2004 untuk pelajaran TIK sedikit banyak kami memiliki kendala karena keterbatasan jumlah unit komputer. Karena satu unit komputer mesti dipakai 3 sampai 4 anak, sehingga pembelajaran menjadi tidak efektif. Akhirnya diambil kebijakan untuk membagi 2 sesi tiap kelasnya sehingga tiap komputer hanya digunakan oleh 2 orang siswa saja. Namun saya pun tetap terusik untuk selalu berpikir bagaimana agar setiap anak mendapatkan kesempatan belajar dengan baik. Dari hasil berselancar di internet saya mendapatkan solusinya dengan menggunakan program kloning komputer (software betwin) karena untuk mengadakan sebanyak 10 unit lagi kami mengalami kesulitan dana lagi. Maka secara perlahan kami praktis hanya perlu membeli kartu grafis, monitor, keyboard, dan mouse tidak perlu membeli CPU baru karena telah memakai software Betwin. Yang pada akhirnya setiap siswa setiap belajar TIK sudah menggunakan komputer sendiri-sendiri.

Demikianlah pengalaman saya terkait dengan penggunaan komputer di kantor dan di sekolah yang pada akhir memberikan banyak keuntungan. Dan saat ini sekolah kami sudah bisa akses internet 24 jam sehari penuh, dengan dana swadaya selama ini. Terimakasih kepada Ilmukomputer.com yang telah banyak menyediakan tutorial yang mudah dipahami bagi orang awam seperti saya, juga kepada “tabloid komputer dan majalah komputer” yang selama ini menemani saya belajar komputer meskipun itu tidak gratis. Dan maaf sekarang saya tidak memerlukannya lagi, karena ada akses internet.

16 responses

  1. Waarghh, jadi terharu saya bacanya….
    Andai semua guru di indonesia ini bisa seperti bapak dan guru-guru disitu, pasti cepat maju bangsa ini. Semoga kesadaran dan semangat itu menular ke sekolah lain.

    *Guru yang masih semangat terus belajar, sejak sd sampai sekarang, baru kali ini saya melihat*

  2. Amin, semoga sedikit jerih payah untuk mencoba memperbaiki diri/situasi suatu saat membawa hasil.

  3. Saya sangat kagum dengan kegigihan bapak,memang generasi muda bangsa ini harus mengerti komputer.Kalo boleh saya mau tanya, apakah bapak punya tutorial atau petunjuk penggunaan betwin? kalo ada tolong email ke saya ya pak.

  4. <Tuk Ferry>
    Tutorial atau petunjuk penggunaan betwin 2000/XP, Klik aja di sini (Ini dari thinsoftinc.com, berbahasa inggris, format pdf 2,77 MB)

  5. Andai semua guru di indonesia ini bisa seperti bapak dan guru-guru disitu, pasti cepat maju bangsa ini…..
    saya harus pesimis atau optimis?karena sedikit yang saya ketahui, kalo masih ada pejuang-pejuang bangsa yang berjuang tanpa dukungan pemerintah apakah akan berhasil?karena sedikit yang saya ketahui, bahwa masih banyak orang-orang yang korup..karena sedikit yang saya ketahui, saya dapat melihat bahkan merasakan nya…sedih…benci…
    ah semoga saja walaupun hanya satu titik kebaikan tapi takkan hilang oleh banyak noda…amin

  6. Salam untuk semuanya…………..
    saya juga menggunakan betwin versi 3.12 untuk windows 98/me versi trial, sehingga setiap 14 hari harus install ulang. sebenarnya ingin sekali saya memiliki versi lengkapnya, baik dengan membeli atau jika terpaksa crack juga tidak apa-apa. adakah kiranya yang dapat membantu saya…………??? jika ada yang punya betwin versi 3.12 lengkap dengan serial number dan aktivasinya tolong dong bantuin saya dengan mengirimnya ke e-mail limo_5sin@yahoo.co.id sungguh kebahagiaan tersendiri jika Bapak/Ibu/Saudara/Saudari berkenan membantu saya dan tak lupa saya ucapkan terima kasih.

  7. Wah..salut sekali saya dengan bapak…
    dengan keterbatasan…tapi bapak bisa memaksimalkan dengan lebih…

    kalo boleh tahu nih pak..apa yang dimaksud disini itu diskless…

    kalau boleh di share ilmunya….gimana sih pak wiring nya unutk connect computernya…and untuk boot nya apa bapak boot dari disket atau network boot..
    kalau memang network boot..software apa yang harus di install di komputer server..supaya bisa di baca sama client…
    kalo pakai disk..boot nya pakai software boot apa pak…??

    thanks

    noval

  8. >>5sin
    Coba cari di http://www.phazeddl.com, kemungkinan yg ada adalah betwin-XP saja.

    >> Naufal Fadli
    Informasi lebih lanjut dulu saya dapat dari sini. Selanjutnya saya lebih banyak browsing.

  9. bagus banget……….saya pengen coba pake betwin…………..kalo boleh tanya…..aku kan orang awam banget betwin tu pake 1 cpu tapi pake monitor,mouse,kyboardnya 2 gitu tah…..
    tolong bales y….soalnya saya pengen coba betwin itu
    dan kasih tau cara2nya ato pokoe semua tentang betwin…
    thanks banget ya guru…..
    karenamu aku banyak ilmu tentang komputer selain di sekolah….

  10. waaah…. mudah-mudahan teknologi komputer semakin populer untuk pelajar di Indonesia. kalau bisa untuk mereka yang di pelosok-pelosok juga bisa menikmati fasilitas seperti ini, tentu dengan dukungan guru-guru seperti bapak….

    tapi sekedar masukkan, kalau modal awal untuk komputer sudah tertutup (terbayar), pelajar seharusnya jangan lagi diminta dan dibebani untuk membayar sebesar seperti awalnya. sebab, asumsinya, sang komputer sudah lunas toh… jadi yang perlu dibayarkan hanya biaya operasionalnya saja…. (maju pendidikan Indonesia!!!)

  11. @ Vharien: Iyah begitu alat yang diperlukan, untuk betwin… cari saja dulu programnya yah… baru nanti bisa di bantu
    @ Aly: Logikanya emang setelah lunas yah gak bayar sama seperti saat terhutang dulu. Tapi khan perlu untuk peremajaan dan penambahan jumlahnya agar ada perkembangannya. Begitu. 🙂

  12. perjuangan saudara bagus,patut di tiru semua pengajar. mau berupaya sebaik mungkin di saat sesusah apapun untuk kemajuan anak didik.mudahan semua langkah saudara lancar ga ada batu sandungan.amin

  13. hai, pak saya anak SMK jurusan TI saya masih agak bingung dengan BeTwin klo da yang tau ato da yang punya tutorial BeTwin boleh kan saya memintanya untuk kepentingan dunia TI karena software ini akan saya ajukan untuk judul karya tulis akhir sekolah saya tolong ya klo iya tolong kirim ke alamat email saya di ha_andrie@yahoo.com.id

  14. wah Jadi salut denger ceritanya kang Urip, Salam kenal dari mbantul ngayogyokarto hadiningrat

  15. Hallo para master..

    Mohon pencerahaannya :
    Saya punya 3pc, spek diantaranya :
    Pc 1 :
    – Proccesor P4 2,9mhz
    – memory 1.5Gb
    – Vga Onboard
    – Hdd 250GB
    – Mouse ps2
    – Keyboard
    – Monitor

    Pc 2 :
    – Proccesor pIII 450mhz
    – memory sdr 256mb
    – Vga Onboard
    – HDD 2.1Gb
    – Mouse ps2
    – Keyboard
    – Monitor

    Pc 3 :
    – Proccesor pIII 733mhz
    – memory sdr 256mb
    – Vga Onboard
    – HDD 4.3Gb
    – Mouse serial
    – Keyboard
    – Monitor

    Yang mau saya tanyakan,apa bisa PC2 & PC3 mengakases PC1 dengan software

    Betwin? Alasannya beberapa aplikasi tidak bisa diinstal di PC2&PC3 dikarenakan

    keterbatasan HDD, jadi yang saya inginkan semua aplikasi diinstal di PC1 tapi

    PC2&PC3 juga bisa menjalankannya tanpa mengganggu aktifitas PC1.
    Klo para master ada yang tau mohon sekali perjelasan step by stepnya.
    Dengan bantuannya saya sangat berterima kasih.

    Regard
    Citoy

  16. pak guru, tlg ajarkan saya cra instal, konfigurasi btwin hingga siap krja. saya sangat butuh bantuan bapak. TQ