Masalah Pendidikan Menurut Nelson Tansu

Sedikit tentang Prof. Nelson Tansu, PhD (kelahiran 20 Oktober 1977), dia adalah salah satu dari sedikit anak muda Indonesia yg sukses di bidangnya. Dari hasil wawancaranya dengan pembelajar.com ada beberapa hal yg bisa dijadikan benang merah masalah pendidikan di Indonesia.

Beberapa kali dia mengatakan persoalan utama yg membuat pendidikan di Indonesia tertinggal jauh adalah:

Kurang optimalnya pelaksanaan sistem pendidikan (yg sebenarnya sudah cukup baik) di lapangan yg disebabkan sulitnya menyediakan guru2 berbobot untuk mengajar di daerah-daerah.

Sebenarnya kurikulum Indonesia tidaklah kalah dari kurikulum di negara maju, tetapi pelaksanaannya yang masih jauh dari optimal. Implementasi pendidikan yg kurang benar.

Kurang sadarnya masyarakat mengenai betapa pentingnya pendidik dalam membentuk generasi mendatang sehingga profesi ini tidak begitu dihargai dan dipandang sebelh mata.

Kultur belajar bukanlah masalah utama tetapi kultur masyarakat secara keseluruhan karena tidak disadarinya pendidikan adalah investasi bangsa.

Terlalu seringnya sistem pendidikan digonta-ganti tergantung kondisi politik, padahal itu bukanlah masalah utama, yg menjadi maslah utama adalah pelaksanaan di lapangan, kurang optimal.

Kurangnya pemerataan di daerah.

Terbatasnya fasilitas untuk pembelajaran baik bagi pengajar dan yg belajar. Hal ini terkait terbatasnya dana pendidikan yg disediakan pemerintah.

Yah dari semua point yg diungkapkan Nelson Tansu itu sudah disadari oleh semua pihak mulai pakar pendidikan, pemerintah, dan orang tua siswa/mahasiswa. Tapi mengapa mereka terutama pemerintah terkesan enggan untuk menginvestasikan APBN-nya untuk pendidikan. Apa mungkin tidak percaya terhadap pengelolah pendidikan, yg memang hobi memanipulasi itu? Atau pura-pura tidak tahu karena garapan pendidikan hasilnya tidak bisa segera dilihat selama masa kekuasaannya? Atau karena memang sudah diketahui bahwa dana besar kalo guru tidak berbobot hasilnya tetep nol? Tapi kalo iya mengapa rekrutmen pendidik yg saat ini saya rasa lebih buruk tetep dilanjutkan gara2 desekan arus bawah. Saat ini guru banyak direkrut dari lulusan S-1 non pendidikan yg kemudian membeli “akta IV” di “kampus kali lima” dengan hanya membayar kisaran 2 juta saja.

Banyak sekali kegiatan yg dilakukan depdiknas untuk meningkatkan bobot guru, tetapi tindak lanjut yg nol besar dari kegiatan semacam penataran, sosialisasi, atau apalah namanya. Jadi terkesan (atau memang bener yah) yg penting kegiatan itu terlaksana selanjutnya yah terserah mau kinerja lebih baik atau tidak mereka gak perduli.

Jika kondisi semacam itu tidak diubah untuk dibenahi kecil harapan pendidikan bisa lebih maju/baik. Pendidikan jika dipolitisir maka sampai kapanpun pendidikan Indonesia sulit untuk maju. Yah memang ada beberapa sekolah sudah terpandang, namun dibandingkan populasi sekolah yg ada sangat tidak singnifikan.

Selama ini kesan kuat bahwa pendidikan yg berkualitas mesti bermodal/berbiaya besar. Tapi oleh pemerintah itu tidak ditanggapi, kita lihat saja anggaran pendidikan dalam APBN itu. Padahal semua tahu bahwa pendidikan akan membaik jika gurunya berbobot dan cukup dana untuk memfasilitasi kegiatan pembelajaran.

 

Iklan

31 responses

  1. Sayang yah. Padahal generasi muda bangsa Indonesia boleh dibilang punya banyak prestasi di arena olimpiade sains internasional.

  2. 1# Masyarakat yang tidak sadar lebih mudah di bodohi dan dimanfaatkan. (Oleh siapa?)
    2# Seringnya gonta-ganti sistem pendidikan dan pemerataan yang buruk disebabkan birokrasi yang memang korup lahir batin. (Apa kabar Pemberantasan Korupsi?)
    3# Dana pendidikan yang (sengaja?) sangat kurang, ada hubungannya dengan point 1?

    SBY…
    JK…
    Halow?

  3. @ narto:
    Iyah… yg dari Riau tuh malah “dibeli” oleh Singapura, Indonesia gak begitu perduli juga.

    @ wadehel:
    1# Oleh yg suka membodohi… 🙂
    2# Kabarnya… turut serta korupsi kaliiiiii
    3# Diplintir dan dipolitisir… mungkin mereka pikir nanti sajalah…

    Tidak hanya SBY & JK khan… orang yg datang-duduk-diam-dengkur-dapat duit itu mesti mempertanggungkawabkannya di akhirat, kalo dibumi pura2 tidak tahu.

  4. saya berpendapat itu semua bukan salah SBY-Kalla.
    Terkadan memang enak untuk memprotes, tanpa mereka menyadari kemampuan masing2.
    Kalau mereka diposisikan seperti SBY,, kira2 bisa ga mereka untuk sekaligus menyelesaikan SEMUA permasalahan yang sedang melanda indonesia??
    Seperti ekonomi yang benar2 dalam kondisi yang menakutkan, politik yang sekarang sering menjadi ilmu untuk merengkuh kekuasaan (oleh oknum2 tertentu,, saya tidak bilang semuanya,, karena saya masih jg byk melihat politikus2 yang berlayar di menuju pulau keadilan dan berpandangan objektif.), dan BEGITUUUUUUUUUUUUUUUUUU banyak masalah
    PENTING laen yang harus di tanggulangi sesegera mungkin.
    Maaf jika saya bersikap membela pak SBY,, saya agak keberatan dgn org2 yang ngomong seenaknya saja.
    Kalau mengenai masalah pendidikan,, saya merasa yag harus benar2 diperhatikan adalah teknik mengajarnya agar tidak membosankan dan mengajar itu harus bisa mengasah otak dan nalar para pelajar,, bkan hanya memberikan catatan dan soal2 yang hanya untuk mereka bahas dirumah.
    Juga harus pemahaman dari para pelajar tentang fungsi dari pendidikan bagi diri mereka sendiri
    Thx..

  5. emmm… tidak salah juga sih… BTW apa masih banyak kira2 pengajar yg bergaya dengan hanya memberi catatan dan kasih soal tuk pr…. kalo gitu gampang yah jadi guru.
    Siapapun yg memimpin mesti bertanggung jawab terhadap semua hal yg ada di wilayah kepemimpinannya… bukan begitu. Kalau gak sanggup yah… ngapaian lama2 memimpin. Termasuk kita yg baru belajar memimpin diri kita masing-masing, kalau gak sanggup…. ???

  6. masalah yang dilontarkan oleh anda berdasarkan realitas apa yang melingkupinya, hal ini terkait dengan sistem yang mapan tetapi penerapan yang kurang bagus, bukankah penerapan sebuah sistem didasarkan oleh sistem itu sendiri.

  7. Kalau pendidikan dan SDM kita bisa maju pesat, memang dibutuhkan tanggung-jawab bersama antara sekolah, universitas, masyarakat dan pemerintah. ” Memang komitmen tersebut sangat sulit di capai. Tapi memang harusss!. Pendidikan bisa maju, kita harus gotong-royong sehati untuk memajukan suatu bangsa. Jadi pemerintah harus mengutamakan APBN pendidikan 35%. kalau bisa guru dibayar mahal. Kualitas guru ditingkatkan. Kalau bisa orang pintar yang ada di asia, eropa dan Amerika dipanggil bersama-sama untuk mengembangkan Manusia Indonesia yang cerdas dan bermartabat. Langkah ini harus diambil pasti !!!

  8. seandanya klo einstein dilahirkan kembali trus sekolah disekolahan umum diindonesia apa yang terjadi ya? bisa jadi ahli fisika lagi nga yach? beruntunglah mas nelson tansu pergi ke amrik untuk belajar S1-S3 disana n dia nga sampai terkena racun racun pendidikan tinggi di indonesia.

    Helgeduelbek:
    Wah gak tahu juga… Sebenarnya kita bisa saja memanfaatkan pengalaman Nelson Tansu, tapi apa ada wadah di Indonesia yg bisa menerimanya. Padahal kita tahu banyak WNI lulusan LN yg telah mengeyam pendidikan yg bagus, tapi sayang mereka tidak begitu exist di negerinya sendiri, kurang dihargai. Sayang yah.

  9. hallo seniorku !!
    saya salut dengan prestasi mas, ditengah warna pendidikan indonesia yang kelabu bahkan hitam. ternyata mas memberikan warna cerah untuk bangsa yang lagi bangun ini.

    kami punya organisasi di bidang pendidikan kepemudaan – forum putra daerah peduli pendidikan – yang bertempatdi kediri jawa timur, untuk sementara ini kami masih berjuang pada peningkatan bahasa inggris – maunya semua – yang kaminaggap paling dibutuhkan kedepan. namun dengan ini, selama baru tiga tahun ini kami sudah membuktikan dengan terpilihnya salah satu pendiri organisasi ini terpilih menjadi juara terbaik I pemuda pelopor di budang pendidikan tingkat nasional dan ASEAN.

    tahun ini kami ingin go nasional tolong bantu

    mohon kunjungi fpdp2

  10. memang serba sulit ya. disatu sisi pendidikan menjadi salah satu investasi masa depan. akan tetapi perhatian yang diberikan oleh seluruh elemen baik itu pemerintah ataupun masyarakat sendiri masing sangat kurang. sebenarnya kita itu ga tau atau kurang peka sich?pendidikan yang begitu penting malah han ya menjadi bual-bual ato lebih parah menjadi salah satu alat yang diperdagangkan. klo mang pendidikan itu penting knapa banyak masyarakat terlalu perhitungan saat harus memberikan pendidikan terbaik untuk anaknya. kenapa orang harus melalui proses terpaksa terlebih dahulu sampai nantinya ia harus berdiri sebagai seorang pendidik.ini salah siapa? tidak ada yang salah saebenarnya jikalau kita mau melihat pada dirisendiri lalu mulai mengintropeksi diri, tidak hanyua saling tuduh dan menyalahkan.

  11. ya…..benar sekali….!!!sangat kurangnya tenaga pengajar yang berbobot dan berkualitas.
    Ini merupakan satu contoh kasus dari sekian banyak yang terjadi dan yang terjadi di sekolah saya dulu…
    Coba pikir masa satu guru yang berkutat di bidang olah raga malah mengajar mata pelajaran ekonomi akuntansi….???
    trus ada satu guru yang saat ngajar keliatan sekali kalo dia ga menguasai materi yang sedang diajarkannya….!!!plez…deh dia pikir siswa itu ga bisa mikir apa…???
    ya….itu salah satu contoh kecil dari sekian banyak contoh kasus yang memperlihatkan betapa memprihatinkannya masalah pendidikan di Indonesia yang dampaknya akan sangat besar untuk masa yang akan datang.
    Dimana generasi yang selanjutnya akan menanggung semuanya…..

  12. Memang, kurangnya tenaga pendidik yang profesional di Indonesia salah satu penyebabnya adalah sistem pendidikan kita yang semakin terpuruk di antara negara-negara lain di dunia. Akibat sistem pendidikan tersebut banyak tenaga pendidik tidak pantas untuk mengajar di setiap jenjang di sekolah. Akankah hal ini akan ditanggapi serius oleh pemerintah, Marilah kita belajar kepada pengalaman-pengalaman anak Indonesia di Luar Negeri!!!

    Indonesia tidak akan keluar dari krisis multidimensi jika PENDIDIKANNYA TERPURUK KAYAK SEKARANG, ITU PR PAK SBY-KALLA YANG PENUH JANJI TENTANG PENDIDIKAN TIDAK ADA REALIASASINYA.

  13. Aku bukan guru sih. Tapi tetap merasa bertanggungjawab atas pendidikan putra-putri kita.
    Aku setuju banget. Akar masalahnya kurang lebih seperti itu.
    Ya. kita sudah dapat akar masalahnya, sekarang ngapain? Semuanya itu butuh pemecahannya. kita tidak bisa bertindak sendiri. Banyak pihak yang harus diajak bekerjasama untuk itu. Berapa generasi yang harus kita ikutsertakan?
    Bagaimana pengoptimalannya?
    Dari dulu Indonesia tu sama. Tidak berubah.
    Dilihat dari pemerintahan yang gonta-ganti kabinet, dll. Dianggap yang baru berkuasa paling bener kali ya. Sedangkan program yang mereka rencanakan tidak dapat tercapai dalam periode kepengurusan mereka. Sehingga semua rencana itu mentah kembali karna sudah diganti dengan rencana pemerintahan yang baru. ha…ha….
    Kapan mau berubah.
    Bencana alam sudah banyak melanda kita. Rasanya kita sadar hanya ketika baru-baru terjadi musibah saja. Setelah itu, lupa. Cuek. Sudah lupa tuh. Padahal untuk bangkit kembali membangun Indonesia, Untuk merubah sistem yang kita anggap salah, kita membutuhkan berapa generasi?????????????
    Mungkin 40 tahun to be continue baru kita bisa menghapus sistem yang kita anggap salah dan menggantinya dengan sistem yang kita andalkan dengan mengganti generasi yang membuat sistem itu menjadi salah dengan generasi yang seharusnya. Ha…ha…
    Gak tau, aku rasa hanya bisa tertawa.
    Siapa yang mau bangkit. Ayo Bangkit.
    Kalau bukan dari kita, dari siapa lagi?
    Kalau tidak dari sekarang, kapan lagi?
    Kalau tidak dari hal ini, dari mana lagi?
    BANGKIT!
    Hub aku di: el_fysta@plasa.com

  14. Duh,, bener sih..klo kita menyalahkan pemerintah atau pihak2 yang bersangkutan ga akan ada habisnya tuh..
    Yang paling penting si semua itu berawal dari diri sendiri dulu (intropeksi gtuh)
    Ehm,Kadang saya berfikir gtuh,,knapa sich,, pendidikan di Indonesia itu koq timpang yah..(aneh gtu)
    Seperti yang kita Lihat,,banyak sekolah2 swasta atau sekolah yang berkelas Internasional yang pastinya di tempati sama orang2 yang dari kalangan “BER-ADA”..
    tapi banyak pula sekolah2 yang masih banyak bantuan dari kita juga,,banyaknya sekolah yang bener2 tidak layak pakai lagi,di sertai tenaga pengajar yang tidak menuckupi..
    kenapa pemerintah ga urusin yang “WONG CILIK” dulu gtuh..
    huhuhu..jadi sedih saya.. T_T

    Kebetulan saya kuliah ambil program pendidikan jadi jika suatu saat saya punya duit yang banyak..(amiin) Insya Allah saya ing

  15. Duh,, bener sih..klo kita menyalahkan pemerintah atau pihak2 yang bersangkutan ga akan ada habisnya tuh..
    Yang paling penting si semua itu berawal dari diri sendiri dulu (intropeksi gtuh)
    Ehm,Kadang saya berfikir gtuh,,knapa sich,, pendidikan di Indonesia itu koq timpang yah..(aneh gtu)
    Seperti yang kita Lihat,,banyak sekolah2 swasta atau sekolah yang berkelas Internasional yang pastinya di tempati sama orang2 yang dari kalangan “BER-ADA”..
    tapi banyak pula sekolah2 yang masih banyak bantuan dari kita juga,,banyaknya sekolah yang bener2 tidak layak pakai lagi,di sertai tenaga pengajar yang tidak menuckupi..
    kenapa pemerintah ga urusin yang “WONG CILIK” dulu gtuh..
    huhuhu..jadi sedih saya.. T_T

    Kebetulan saya kuliah ambil program pendidikan jadi jika suatu saat saya punya duit yang banyak..(amiin) Insya Allah saya ingin buat sekolah bagi orang2 yang ga mampu. Amiiin..

  16. sebenarnya jika ditinjau dari awal, semua kesalahan dalam sistem pendidikan itu berawal dari manajemen pemerintah yang kurang baik. kenapa? kita bisa lihat setelah sistem pendidikan terus diganti dan diganti, pendidikan di indonesia bukan tambah baik melainkan tambah buruk. intinya disini , tidak ada asap kalau tidak ada api. i mine that, kalau sistem pendidikan yang ditentukan pemerintah itu baik maka pendidikan di indonesia akan baik juga, dan sebaliknya.

  17. Memang benar akar permasalahan pendidikan kurang lebih apa yang sperti Prof. Tansu uraikan diatas, dan ini sebenarnya sudah kita sadari semua. Dan yang paling bertanggung jawab untuk membenahi ini adalah tentu saja pemerintah. Karena Pemerintah memiliki power untuk itu semua.

    – Mulai dari membenahi Perguruan tinggi yang menghasilkan Sarjana Kependidikan baik itu dari FKIP/STKIP ataupun Program Akta-IV, haruslah memiliki standar yang jelas dan tidak gampangan. Coba bisa bandingkan saja pada USM perguruan TInggi, standar nilai untuk masuk FKIP dg jurusan lain (terutama Kedokteran, Teknik dll) apakah memiliki skor yang cukup signifikan diatas??? atas signifikan dibawah???

    – Perekrutan tenaga guru untuk menjadi pengajar di daerah (PNS) yang sekarang2 ini menjadi primadona di berbagai daerah (khususnya di tpt saya (Sum-Sel)), tidak lepas dari bau KKN, walaupun memang yg namanya perekrutan hampir semua tenaga PNS tidak pernah lepas dari KKN.

    – Membludaknya peminat profesi tenaga pengajar sebagai PNS, sebenarnya bukan dilandasi keinginan mengabdi bagi KEMAJUAN PENDIDIKAN BANGSA, akan tetapi karena ketidakmampuan bersaing di bidang lain yang notabene mempunyai persaingan yang lebih ketat dan lebih fair jika ditinjau dari skill, pengalaman maupun kinerja yang dituntut.

    – Dan tentu saja anggaran pendidikan yang harus lebih tingkatkan dari yang sudah ada, dan juga PERUNTUKANNYA JUGA HARUS SESUAI DENGAN KEBUTUHAN PENDIDIKAN itu sendiri BUKAN KEBUTUHAN PRIBADI PARA PEJABATNYA. Bisa dilihat apakah anggaran yang dibuat benar-benar berpihak kepada kemajuan pendidikan atau hanya “membuat berat” pundi2 simpanan pribadi pejabat?? Disini dituntut transparansi anggaran yang memang sudah seharusnya supaya kita (sebagai rakyat) mengetahui kemana UANG MILIK BERSAMA ITU “DIHABISKAN”.

    Nah untuk kita2 yang ikut merasa peduli dgn masalah pendidikan, dalam skala kecil kita wajib memanage urusan pendidikan khsusunya untuk putra/i kita dengan memperhatikan perkembangan mereka. Apakah sudah sesuai dengan pola/tolak ukur yang ingin kita capai. Indikatornya macam2 tergantung kebutuhan kita. Putra/i kita yang masih SD tentu saja relatif berbeda dg kakaknya yg di perguruan tinggi.
    Nah, sudah menjadi tanggung jawab kita juga di sekolah manapun putra/i kita di-didik, kita juga harus ikut membantu guru mengawasi perkembangan putra/i kita.

  18. Pendidikan merupakan modal utama di bangsa ini, bahkan di sekuruh dunia. Kemunduran atau kurang berhasilnya pendidikan kita tergantung kepada yang berwenang, di kita yang berwenang ogah-ogahan lihat saja pasilitas pendidikan yang bersifat permanen hampir 50% tidak layak pakai negeri maupun swasta apalagi pendidiknya.Penempatan gedung sekolah jauh dari kondusip yang penting ada, sarana dan prasarana yang penting ada, kurikulum taun demi taun yang penting ada tidak melihat kultur masyarakat kita, gajih guru yang penting ada.; Alhasil judulnya yang penting ada kalau melihat penomena seperti ini jangan harap kita bisa bermutu. Apalagi sekolah yang dibawah DEP AGAMA makin parah.Untuk itu kepada segenap komponen bangsa marikoreksi sistem pendidikan kita yang sangat-sangat ketinggalan, dan mudah-mudahan para penyelenggara pemerintah yang mengurus bidang pendidikann dibukakan hatinya dan terketuk hati nuraninya.

  19. Pendidikan di Indonesia semakin gak karuan,….. bagaimana nasib bangsa ini, kalau pendidikan tidak menjadi hal yang paling diutamakan.

  20. pendidikan adalah hal yang sangat pokok untuk mendeteksi kemajuan suatu bangsa. tidaklah sepatutnya kita sebagai insan yang berpendidikan saling menyalahkan satu sama lain_entah itu presiden, wapres, diknas, sistem pemerintahan…dan kroni-kroninya. pendidikan akan menjadi barang mahal ketika tingkat perekonomian suatu negara kurang terkelola dengan baik.dan apakah akar dari segala keterpurukan bangsa qt???semua “ada pada manusianya”..
    nah…………..!!!!now,what we can do????

  21. jhony surya dinata

    mengapa pendidikan di negeri kita masih tergolong mahal padahal dah dikurangi dari subsidi BBm & masih terjadi sumbangan – sumbangan yang banyak di sekolah negeri tentang pembangunan meskipun sudah mendapat dana BOS dan lainya

  22. sumber permasalahan yang paling mendalam dalam dialektika yang terus menerus menyebabkan konflik internal maupun eksternal dalam sistem dan proses pendidikan indonesia menurut saya itu lebih dikarenakan oleh sistem itu sendiri…karena???kan sudah jelas suatu proses itu rusak tidak jauh dan tidak lain adalah dikarenakan oleh sistem yang mengatur proses pendidikan tersebut… pertanyaanya?????siapa yang membuat,merancang,dan mengatur sekaligus mengesahkan sistem tersebut??????????????????? apa lagi ditambah dengan sering adanya perombakan kabinet yang secara otomatis ikut memporakporandakan sistem yang sedang berjalan….(BELUM FINISH KOQ SUDAH START LAGI kapan nyampenya???)

  23. Pendidikan di Indonesia, jujur saja, bagi q sendirir, sedari kecilaku belajar selalu dengan motto agar pintar,dan mungkin hingga sekarang. setelah pintar kemudian saya bisa bekerja dan membantu orang tua, memang q akui itu bener-bener cita-cita yang sederhana dan sangat umum, tapi untuk zaman sekarang,anak-anak masuk sekolah lebih pada karena terpaksa, bukan karena minat mereka, jadi jiwa labil mereka yang masih dalam tahap pencarian jati diri menjadi berontak keras dan menghasilkan perilaku yang menyimpang. jadi bagaimana pendidikan di indonesia mau maju, kalau jiwa anak mudanya tidak di beri kesempatan untuk berkembang dan mendapat perhatian yang lebih?

  24. aku setuju, klu masalah pendidikan di Indonesia itu kenanya di tenaga pendidik itu sendiri. Satu hal yang mesti diinget oleh para pendidik itu, yakni kesadaran jiwa dan hati yang menengemban tanggung jawab sebagai pendidik, yang akan memberikan ilmunya kepada anak didiknya itu tanggunga\jawaab dunia akhirat… Inget tuh… jangan asal-asalan aja ngajar,salah-salah bukannya bikin anak didik jadi trpelajar… ehh..malah jadi kurang ajar.. Jadilah guru yang teladan dan Profesional ….

  25. aku setuju, klu masalah pendidikan di Indonesia itu kenanya di tenaga pendidik itu sendiri. Satu hal yang mesti diinget oleh para pendidik itu, yakni kesadaran jiwa dan hati yang mengemban tanggung jawab sebagai pendidik, yang akan memberikan ilmunya kepada anak didiknya itu tanggunga\jawaab dunia akhirat… Inget tuh… jangan asal-asalan aja ngajar,salah-salah bukannya bikin anak didik jadi trpelajar… ehh..malah jadi kurang ajar.. Jadilah guru yang teladan dan Profesional ….

  26. peduli indonesia

    menuju indonesia sejahtera diperlukan sinergitas antara semua elemen masyarakat dan pemerintah dengan niat semata untuk memejukan inodnesia dan menanggalkan kepentingan golongan.kalsik yah.tap ini memang yang harus dilakukan….

  27. Lhaaah… yang jadi masalah sebenarnya mental dari pelaku pendidikan itu sendiri… Kalo aturan maennya kan udah diatur dalam undang2 yang tentu udah dipikirkan matang2 dalam pembuatannya…

  28. Diknas & Kejaksaan Tinggi Jawa Timur diduga Jadi Preman & Makelar Proyek ???

    Judul diatas awalnya tentu sulit dipahami, karena:

    1. Apa hubungan aparat hukum/jaksa dengan preman dan proyek
    2. Apa hubungan aparat hukum/jaksa dengan proyek kok bisa jadi
    makelar
    3. Bagaimana preman kok bisa jadi makelar proyek? Bagaimana aparat
    hukum/jaksa kok bisa jadi preman

    A. untuk itu bisa dilihat kronologis peristiwa yang terjadi:

    1. Tanggal 9 Juli 2008, Kejaksaan Tinggi Jawa Timur Mengundang
    seluruh Kepala Dinas Pendidikan kabupaten dan Kota di propinsi Jawa
    Timur (dengan penekanan undangan bahwa Kepala Dinas kabupaten dan
    Kota harus hadir sendiri, tidak boleh diwakilkan) dan Perwakilan
    Sekolah2 di kabupaten dan kota di Jawa Timur yang menerima bantuan
    dana dari pemerintah pusat yang berupa Dana Alokasi Khusus
    (DAK)/Dana APBN, untuk rehabilitasi gedung SD yang rusak dan program
    peningkatan mutu SD (sekolah dasar) yang berupa pembelian buku, alat
    peraga pendidikan dan multi media,
    dengan thema pertemuan sebagaimana tertera dalam undangan dan
    spanduk dalam ruangan pertemuan yakni: “sosialisasi program hukum
    dan pelaksanaan DAK tahun Anggaran 2008”
    Tempat acara di Hotel Royal Orchids Garden, Kota Batu, Jawa Timur

    2. Berturut-turut berbicara didalam forum tersebut:

    a. Kepala Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Timur yang meberikan kata
    pengantar

    b. Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur yang memberi gambaran sekilas
    kenapa harus melakukan acara tersebut dan menyatakan bangga bahwa
    permintaanya dipatuhi, bahwa seluruh kepala dinas hadir tanpa
    diwakilkan kepada staff. Untuk itu diminta menyimak apa yang akan
    disampaikan oleh para asisten dari kantor kejaksaan tinggi jawa
    timur.

    c. Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejaksaan Tinggi Jawa
    Timur yang memaparkan tentang bagaimana pelaksanaan program DAK
    pendidikan tahun anggaran 2008

    d. Asisten Intel (Asintel) Kejaksaan Tinggi Jawa Timur yang juga
    memaparkan tentang bagaimana pelaksanaan program DAK pendidikan
    tahun anggaran 2008. Baik Aspidsus maupun Asintel Kejaksaan Tinggi
    Jawa Timur dalam memaparkan pelaksanaan program DAK pendidikan 2008
    tersebut, menjelaskan berdasarkan paper/naskah yang dibagikan
    panitia acara sebelum para peserta memasuki ruangan. Paper/naskah
    tidak ada keterangan bahwa ini penjelasan dari siapa atau dari
    instansi mana.
    Baik Adpidsus maupun asintel Kejaksaan Tinggi Jawa Timur intinya
    menekankan, agar perwakilan kepala sekolah yang hadir dan para
    kepala dinas se-jawa timur (untuk diteruskan kepada sekolah2
    diwilayahnya) dalam melaksanakan program DAK tahun anggaran 2008,
    khususnya dalam pekerjaan pengadaan barang untuk peningkatan mutu
    sekolah, berpedoman kepada paper/naskah tersebut.
    Jadi pertemuan atas undangan Kejaksaan Tinggi jawa Timur tersebut,
    khusus membahas pekerjaan pengadaan barang untuk peningkatan mutu
    sekolah yang merupakan salah satu bagian dalam program DAK
    pendidikan tahun 2008.

    e. Bagian Penerangan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur
    Intinya menerangkan bahwa sebaiknya apa yang disampaikan Aspidsus
    dan Asintel dipatuhi oleh Kepala Dinas dan sekolah, dari pada nanti
    kena sanksi hukum. Peserta yang tadinya sedikit banyak sudah merasa
    tertekan, ter-intimidasi, Dalam session ini perasaan ter-intimidasi
    semakin kuat, karena Bagian Penerenagan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur
    ini sambil berceramah diselingi menyanyikan lagu2 yang dirubah
    liriknya, misalnya,… awas kalau tidak ikut akan terkena bahaya…
    awas hati hati nanti bisa saya kau kumasukkan bui (penjara)… awas
    jangan anggap enteng nanti kamu akan kena kerangkeng(kurungan )..
    hahaha… hihihi bisa masuk penjara dsb. (lagu asli untuk film
    cinderela versi indonesia)

    f. Para peserta yang selain sudah merasa tertekan ini juga semakin
    bingung, karena sebenarnya untuk pelaksanaan program DAK ini secara
    keseluruhan maupun yang dibahas didalam forum tersebut (pengadaan
    barang untuk peningkatan mutu) sudah diatur didalam buku panduan
    petunjuk teknis (juknis) pelaksanaan DAK tahun anggaran 2008 yang
    berisi peraturan menteri, Surat edaran Dirjen dsb, dimana dalam
    juknis tersebut juga sudah berdasar pada beberapa peraturan
    perundangan yang berlaku. (sebagaimana juga disebutkan oleh para
    pejabat kejaksaan tinggi jawa timur pada awal acara, bahwa tidak
    perlu risau bahwa dengan melaksanakan program DAK, termasuk
    didalamnya pengadaan barang untuk peningkatan mutu, sesuai dengan
    juknis berarti sudah mentaati peraturan yang lain seperti Kepres
    tahun 1980 dsb)

    g.Tetapi pada pembicaraan selanjutnya yang berdasar paper/naskah
    yang dibagikan tersebut, para peserta menjadi tertekan dan bingung.
    Sebab jika ini adalah acara sosialisasi pelaksanaan program DAK
    tahun 2008, yang berwenang adalah pihak Depdiknas sesuai dengan
    tingkatan wilayah masing masing. Dan harusnya dalam program
    sosialisasi, adalah bagaimana peserta dapat memahami juknis tersebut
    dengan benar dengan menerangkan secara lebih jelas dan mempelajari
    secara bersama buku juknis tersebut.
    Tapi yang disampaikan adalah paper/naskah yang tidak diketahui dari
    instansi mana yang membuatnya, yang dikatakan bahwa ini adalah
    penjabaran juknis khusus pengadaan barang untuk peningkatan mutu
    dalam program DAK tahun anggaran 2008. Sehingga ada pertanyaan
    (dalam hati atau bisik-bisik tentunya, karena tidak berani) jika
    peserta mengikuti langkah ini, apakah benar benar benar aman secara
    hukum.
    Karena memang yang bicara adalah para petinggi Kejaksaan Tinggi Jawa
    Timur, akan tetapi dalam paper/naskah tidak tertulis, siapa penulis
    naskah, dan atau dari instansi mana.
    Jadi tetap saja jika melaksanakan sesuai isi paper tersebut, akan
    tetapi jika suatu saat ternyata bermasalah secara hukum, atau
    seperti yang lazim terjadi bahwa jika aparat tidak berkenan tetap
    akan dapat dicari kesalahan, yang dapat membuat mereka (dinas dan
    kepala sekolah) menjadi bermasalah dengan hukum, dihadapan aparat
    hukum termasuk salah satunya adalah para jaksa. Sebab semua pihak
    bisa saja mengelak dengan mengatakan bahwa paper/naskah itu adalah
    bukan tulisannya atau bukan dari instansinya.

    h. Keresahan ini juga muncul karena mekanisme pengadaan barang
    untuk peningkatan mutu dalam program DAK tahun anggaran 2008, sudah
    dijelaskan dengan sangat jelas didalam juknis.
    Tapi dalam penjelasan berdasar paper/naskah tersebut oleh para
    petinggi kejaksaan tinggi hal yang sebetulnya tidak terlalu rumit
    sebagaimana tertera dalam juknis, dibuat sedemikian rupa sehingga
    nampak menjadi lebih rumit/sulit dipahami. Apalagi dengan beberapa
    penambahan penambahan persyaratan yang sebenarnya tidak diatur dalam
    juknis, dan terkesan mengada-ada, tetapi menimbulkan tekanan atau
    perasaan terintimidasi tersendiri bagi para peserta, karena selalu
    ada penjelasan, bahwa jika tidak seperti paper/naskah ini bisa saja
    menjadi bermasalah secara hukum. Apalagi ada penjelasan sambil
    menyanyikan lagu-lagu yang diubah liriknya menjadi lagu-lagu ancaman
    untuk memenjarakan kepala dinas, staff dinas maupun kepala sekolah.
    Bisik-bisik antar kepala dinas bersama staff maupun kepala sekolah
    yang hadir, menyatakan benar atau salah penjelasan ini jika
    dibandingkan dengan juknis, tapi yang bicara adalah para petinggi
    kejaksaan tinggi jawa timur, yang punya wewenang untuk memeriksa
    atau memproses orang secara hukum dan punya wewenang tanpa batas
    untuk memeriksa orang semaunya.
    Benar atau salah, jika tidak memenuhi dan menuruti keinginan para
    petinggi kejaksaan tinggi ini bisa repot nantinya. Karena yang benar
    bisa dijadikan bersalah dan tidak selamat kalau tidak nurut. Dan
    jika meski melakukan hal yang tidak benar karena menuruti keinginan
    para petinggi itu bisa dijadikan hal yang benar.
    Bisik-bisik ini muncul karena, selain banyak hal-hal yang ditambah-
    tambahkan diluar apa yang diatur dalam juknis, sehingga menambah
    semakin rumit proses yang sebenarnya tidak terlalu sulit (Apalagi
    dengan intimidasi yang terjadi didalam forum, membuat orang menjadi
    bingung untuk melaksanakan, karena saking rumitnya untuk menjalankan
    program dan takut jika salah melangkah karena diberi pemahaman yang
    rumit dan menakutkan karena ancaman akan dimasukkan penjara).
    Juga kalau diteliti bahwa penjelasan yang ada didalam forum
    tersebut, beberapa hal sebenarnya menjadi bertentangan atau
    melanggar juknis. Maka muncullah bisik-bisik itu, menjalankan juknis
    bisa menjadi salah, menjalankan apa yang disampaikan dalam forum,
    itu bisa juga menjadi melanggar juknis dan artinya bisa
    dikategorikan melanggar hukum. Wah.. wah..wah.. maju kena mundur
    kena… sama-sama bisa masuk penjara.. Tapi karena yang punya kuasa
    adalah para petinggi hukum ini, ya kita nurut saja apa yang
    dikehendaki oleh mereka. Demikian lebih kurang saling curhat
    diantara para peserta.

    i. Pada situasi yang demikian, ketika acara akan berakhir, di depan
    forum tampillah Bapak. Muchlis, yang menyatakan bahwa beliau adalah
    utusan resmi Direktorat/ Depdiknas Pusat. Beliau mengatakan agar
    para peserta tidak boleh pulang dulu, karena ada pembicara terakhir.
    Menurut beliau, pembicara terakhir ini adalah pembicara Kunci.
    Menurut beliau kenapa dikatakan kunci, karena ibarat ruangan tempat
    forum tersebut berlangsung jika tidak dikunci, maka semua orang bisa
    masuk ruangan. Maka harus dikunci agar tidak ada orang lain yang
    bisa ikut masuk ruangan.
    Artinya Program DAK 2008 khususnya pengadaan barang untuk
    peningkatan mutu itu jangan sampai orang lain bisa ikut dalam
    pekerjaan ini.
    Maka ditampilkanlah oleh Bapak Muchlis, seorang direktur sebuah
    perusahaan yang merupakan suplier buku, alat peraga pendidikan dan
    multi media yang akan memenuhi kebutuhan dalam pekerjaan pengadaan
    barang untuk peningkatan mutu dalam program DAK tahun anggaran 2008.
    Maka hadirin dipersilahkan menyambut kehadiran Direktur PT. Bintang
    Ilmu.
    Maksudnya dengan mengambil istilah ruangan harus dikunci tersebut,
    agar seluruh dinas pendidikan dan kepala sekolah di jawa timur yang
    mendapatkan bantuan dana dari pemerintah yang bersumber pada APBN
    tersebut, memberikan pekerjaan pengadaan barang untuk peningkatan
    mutu dalam program DAK tahun anggaran 2008 hanya kepada PT. Bintang
    Ilmu sebagai distributor tunggal atau kepada agen2 pemasaran dari
    PT. Bintang Ilmu saja. Orang lain tidak boleh masuk.
    Bahkan sebagai utusan direktorat/ depdiknas pusat Bapak Muchlis
    menyatakan, bahwa Direktur Bintang Ilmu ini kemana-mana keseluruh
    Indonesia beliau ajak serta, agar dinas pendidikan dan kepala
    sekolah di seluruh Indonesia tahu siapa yang diperbolehkan
    melaksanakan pekerjaan pengadaan barang untuk peningkatan mutu dalam
    program DAK tahun 2008. Karena PT. Bintang Ilmu sebagai Agen
    Tunggal, sebagaimana disebutkan pada brosur2nya yang dibagikan
    kepada peserta disitu maupun diseluruh Indonesia , mempunyai banyak
    agen pemasaran.
    Apalagi forum ini yang turut mengundang adalah para petinggi
    kejaksaan tinggi jawa timur, dengan pesan agar kepala dinas tidak
    mewakilkan kepada staff, harus hadir sendiri secara langsung. Untuk
    itu harus diperhatikan oleh seluruh kepala dinas dan kepala sekolah
    itu, jika tidak menuruti apa yang telah disampaikan bisa berakibat
    fatal bagi kepala dinas dan para kepala sekolah.

    j. Di depan forum Direktur Bintang Ilmu, menyampaikan bahwa Bapak
    Muchlis ini beliau bawa kemana-mana, keseluruh Indonesia . Agar
    seluruh Dinas pendidikan dan kepala Sekolah, menjadi patuh dan
    dengan patuh mereka aman.
    Beliau juga menyampaikan bahwa Beberapa kepala dinas di beberapa
    kabupaten, nyaris masuk penjara (beliau mengungkapkan dengan kata-
    kata: kepala dinas itu karena gak nurut pada kita.. tinggal 2cm dari
    pintu penjara..tinggal didorong masuk.. langsung blamm… merasakan
    sengsaranya hidup dibalik terali besi/ mengutip lagu2 yang
    dilantunkan Bagian Penerangan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur
    sebelumnya)
    Karena kemudian akhirnya nurut kepada Bintang Ilmu, sebagaimana apa
    yang disampaikan oleh Bapak Muchlis tadi, maka beberapa kepala
    dinas pendidikan itu oleh Direktur Bintang Ilmu diselamatkan dan
    tidak jadi masuk penjara.
    Direktur PT. Bintang Ilmu juga menegaskan bahwa paper dan semua apa
    yang telah disampaikan oleh para petinggi kejaksaan tinggi jawa
    timur tersebut bersumber dari dirinya, para petinggi tersebut
    tinggal melaksanakan saja.
    Direktur Bintang Ilmu dalam forum tersebut juga menyayangkan bahwa
    kepala kejaksaan negeri di jawa timur yang hadir dalam forum ini
    hanya dua. Dia menyatakan di jawa barat, jawa tengah, banten, dan
    beberapa daerah yang lain, tidak berani seperti ini. Seluruh kepala
    kejaksaan negeri di propinsi lain pasti hadir jika dia membuat acara
    semacam ini.
    Apalagi ini Kepala kejaksaan Tinggi adalah sebagai pihak yang
    mengundang dan Kepala kejaksaan Tinggi dan semua asisten yang
    penting dan berkompeten berbicara langsung agar acara ini
    berlangsung dan menghasilkan sesuatu sebagaimana yang diharapkan.
    Melihat kenyataan adanya kemungkinan ketidak-patuhan hampir semua
    kejaksaan negeri ini (dilihat dari yang hadir hanya 2 kepala
    kejaksaan negeri) mungkin perlu dipertimbangkan bahwa di Jawa Timur
    sebaiknya nantinya proses pemeriksaan kepada dinas pendidikan dan
    kepala sekolah yang tidak patuh pada arahan pada forum ini,
    dilakukan oleh kejaksaan tinggi, bukan oleh kejaksaan negeri.
    Dalam kesempatan itu, Direktur Bintang Ilmu juga menyesalkan bahwa
    beberapa kota dan kabupaten di jawa timur telah mulai melaksanakan
    proses tahap awal program DAK tahun 2008 baik berupa penetapan
    sekolah penerima bantuan, sosialisasi program kepada sekolah dan
    seterusnya. sebelum mendapatkan bekal dari forum ini. Ungkapan
    ungkapan seperti.. Ingin masuk penjara rupanya.. dan berbagai
    sindiran lainnya meluncur dari Direktur Bintang Ilmu.
    Ungkapan ini muncul karena pada beberapa kabupaten dan kota yang
    sudah mulai menjalankan program ini, diperkirakan pemesanan barang
    tidak kepada PT. Bintang Ilmu maupun agen agen pemasarannya. sebab
    PT. Bintang Ilmu belum siap.
    Jadi terungkap dalam forum sebenarnya bahwa PT. Bintang Ilmu belum
    selesai mempersiapkan diri untuk menjalankan program DAK tahun 2008
    ini. Maka dengan diadakannya forum ini diharapkan dinas dan sekolah
    jangan melaksanakan program ini dahulu.
    Maka dalam penjelasan di dalam forum ini dibuatlah sebuah proses
    yang cukup rumit dan proses yang panjang,lama berliku-liku (jika
    dicermati sebenarnya hal itu menjungkir-balikkan apa yang diatur
    dalam juknis dan bertentangan dengan juknis), barulah dinas dan
    sekolah boleh menjalankan program.
    (NB: padahal dalam juknis pelaksanaan DAK sudah jelas bahwa sejak
    juknis selesai dibuat, apalagi sebelumnya sudah ada sosialisasi-
    sosialisasi oleh direktorat kepada dinas pendidikan kabupaten dan
    kota , mereka sudah bisa mulai mengawali proses pelaksanaan program
    ini, yakni penetapan sekolah penerima bantuan, sosialisasi kepada
    sekolah penerima bantuan dan seterusnya)
    Dengan sindiran yang sedikit banyak berisi intimidasi tersebut
    beberapa kepala dinas yang nama daerahnya disebut oleh Direktur
    Bintang Ilmu, sebagai dinas yang tidak patuh dan tidak bisa atau
    disindir dengan ungkapan tidak mau mengarahkan sekolah sekolah
    penerima DAK, agar setiap programnya ada dalam kendali dan
    pengkondisian dari dinas itu, hanya bisa tersenyum kecut menoleh
    kekiri dan kekanan memandang rekan sejawat dari kabupaten dan kota
    yang lain. Ditambah rasa takut ibarat sampai keluar keringat sebesar
    butiran jagung melihat para petinggi aparat hukum yang pandangan
    matanya langsung tertuju fokus kepada diri mereka.

    k. Acarapun selesai, dan selanjutnya Direktur Bintang Ilmu beserta
    karyawannya yang menjadi panitia acara tersebut dan para agen
    pemasarannya , mendekati para kepala dinas dan kepala sekolah yang
    ada, dengan menekankan agar patuh pada apa yang telah disampaikan
    oleh para petinggi kejaksaan tinggi jawa timur, kalau kepala dinas
    dan kepala sekolah ingin selamat dan tidak masuk penjara. Dan
    diberitahukan bahwa dengan telah jelas dengan adanya forum ini,
    bahwa program ini adalah program dari aparat penegak hukum/kejaksaan
    dan dengan itu agar kepala dinas tidak terkena masalah hukum,
    sebaiknya mau dan bisa mengkondisikan sekolah penerima DAK di
    wilayahnya agar tidak menerima orang lain, sebagaimana diungkapkan
    dalam forum yang menampilkan direktur Bintang Ilmu dengan mengambil
    perumpamaan istilah kunci.
    maka waktu para kepala dinas dan kepala sekolah berkemas mau pulang
    dari acara pertemuan, sering muncul ungkapan diantara mereka..
    Sudahlah kita nanti harus beli barangnya kejaksaan ini saja biar
    selamat… daripada nanti dinas atau sekolah tidak beli barang dari
    kejaksaan ini, pasti gak selamat. benar atau salah mereka yang
    berhak menentukan.. . mereka berhak memanggil untuk diperiksa dengan
    seenaknya dan semaunya kok.. walau diperiksa tidak ditemukan
    kesalahan saja… pasti akan dipanggil terus menerus berkali-kali.
    sampai kapok, sampai ditemukan kesalahan atau sampai terpaksa
    mengaku salah. lha iya kalau rumahnya dekat dengan kantor kejaksaan
    tinggi disurabaya, kalau jauh dipucuk gunung… bisa habis rumah
    dijual untuk ongkos transport.. belum waktu pasti banyak hilang…
    kapan ngurus pendidikan.. . juga kapan guru bisa mengajar pada
    muridnya… belum lagi stress-nya.. . sudahlah biar aman kita beli
    saja barang milik kejaksaan ini… bahkan pegawai bintang ilmu yang
    ada
    disitu ada yang menimpali.. sudahlah pak dinas harus mengkondisikan
    sekolah agar harus membeli barang yang merupakan program kejaksaan
    ini… meski ini dana swakelola sekolah karena merupakan dana
    blockgrain, tapi pasti jika program dari kejaksaan ini tidak
    berjalan maka dinas bagimanapun ada celah bisa dipanggil dan
    diperiksa, dan biasanya akan merembet pada program program lain yang
    dilaksanakan oleh dinas diluar program DAK. Jadinya dinas tidak aman
    dan tentram. Karena tinggal dorong dikit sudah bisa masuk penjara.
    sebagai contoh dalam DAK tahun 2007 beberapa daerah yang nurut dan
    mau mengkondisikan sekolah harus mengikuti program kejaksaan ini
    pasti selamat. sedangkan yang tidak bisa atau lebih tepat dikatakan
    tidak mau mengkondisikan, karena ini merupakan dana blockgrain dan
    dana swakelola oleh sekolah, meski sudah berjalan dengan baik dan
    benar, akan dipanggil berkali-kali oleh kejaksaan, jadi tidak nyaman
    bukan… malah pasti akan dicari celahnya pak, karena dalam
    pelaksanaan dan administrasinya sebaik apapun akan dapat dicari
    celahnya. Karena yang berwenang menentukan dapat diperiksa atau
    tidak, diarahkan bersalah atau tidak itu adalah kejaksaan… tambah
    suara suara itu lagi.

    B. Melihat kronologis yang demikian itu, yang menjadi pertanyaan dan
    harusnya diperiksa dan teliti adalah:

    1. Dengan kejaksaan tinggi jawa timur mengundang seluruh kepala
    dinas kabupaten dan kota di jawa timur dan beberapa kepala sekolah
    sebagai perwakilan kepala sekolah penerima DAK tiap kabupaten dan
    kota di seluruh jawatimur tadi, dengan acara sosialisasi program
    hukum dan pelaksanaan DAK tahun anggaran 2008, apakah sudah tepat
    menurut peraturan yang berlaku. Karena pelaksanaan program
    sosialisasi dalam pelaksanaan DAK bukanlah
    instansi kejaksaan. Apalagi dalam forum itu ternyata kejaksaan
    menghadirkan pihak yang mempunyai kepentingan lain untuk memberikan
    hal-hal yang harus dipatuhi oleh dinas dan kepala sekolah.

    2. Untuk itu patut diperiksa anggaran yang dipakai oleh kejaksaan
    tinggi jawa timur untuk melaksanakan acara tersebut.

  29. yup…
    setuju… emang aq pikir sistem pendidikan kita ini perlu direvolusi..
    kita sebenarnya punya SDM yg tak kalah dngn negara lain!
    salam damai indonesia
    dz4ki.blogspot.com

  30. jadi pendidikan di indonesia masih sangat rendah donks

  31. dan harusnya ada pengabdian dari orang2 yang telah mendapat pendidikan