Beberapa Modus Pemerasan terhadap Guru

Guru di negeri kita hampir2 tak berdaya menghadapi segala tindakan dari pihak2 tertentu. Kegiatan itu biasanya terjadi di dinas pendidikan dan pengajaran (dikjar) dan juga di kantor depag kabupaten atau propinsi. Karena dua instansi ini yg paling banyak menangani pendidikan, dikjar (sekolah umum), depag (pendidikan agama/madrasah).
Beberapa di antaranya yg pernah saya temui atau saya denger dari beberapa rekan guru di daerah sekitar saya tinggal (di daerah lain mungkin juga tidak jauh berbeda):

  1. Penerimaan pegawai.

    Ini moment emas buat oknum untuk mengambil kesempatan di waktu yang sempit. Untuk dapat lolos jadi pegawai harus menyerahkan ‘sekian juta’ kepada oknum. Jika tidak juga lolos uang akan dikembalikan, meskipun nyatanya banyak juga uang yang sulit kembali.

  2. Penempatan pegawai.

    Waktu penentuan penempatan pegawai pun ada kong-kaling-kong, bagi yang tidak perduli akan hal ini maka tempatnya bakal berada di daerah terpencil. Besaran uang penempatan ini bervariasi tergantung wilayahnya, biasanya berkisar antara Rp. 1 – 5 juta.

  3. Pengurusan Penetapan Angka Kredit (PAK).

    Untuk proses pengurusan PAK (ini digunakan untuk syarat kenaikan pangkat) di kabupaten juga dimintai sejumlah uang untuk biaya pengiriman dan urusan ke kanwil propinsi.

  4. Pengurusan kenaikan pangkat.

    Waktu sk kenaikan pangkat sudah jadi dan tinggal diterimakan oleh PNS ybs oleh petugas dimintai uang “pengurusan” meski ala kadarnya.

    Untuk pangkat/golongan IV-a yg ingin naik ke IV-b tentu diperlukan usaha ekstra jika guru ybs tidak bisa membuat karya tulis, karena mesti merogoh kocek lebih dalam. Ada suatu kerja sama dengan oknum kampus besar yg mau membantu pengurusan pemenuhan syarat kenaikan pangkat ke IV-b ini, sehingga tidak perli report bikin karya tulis segala. Untuk diketahui kenaikan pangkat IV-b atau lebih dilakukan sampai tingkat pusat (di Jakarta)

  5. Adminsitrasi Sekolah

    Dalam hal adminstrasi keuangan sekolah saja pejabat2 di kabupaten kadang (malah sering rasanya) juga meminta bagian sejumlah uang pada saat ada bantuan dari pusat. Ini yg mungkin sulit untuk titolak oleh kepala sekolah (ehm… takut dilengserkan atau kalau tidak takut digeser kali). Akhirnya terjadilah manipulasi dalam pelaporan.

Mengapa guru mau melayani pemerasan-pemerasan itu? Karena kalo tidak maka urusan administrasi akan dihambat atau tidak diperdulikan oleh oknum-oknum itu. Sedemikian parah-nya hampir semua lini tidak lepas dari hal2 pemerasan. Hal ini sulit dibuktikan karena tidak adanya tanda bukti. Jika berniat untuk memberantas mungkin perlu dilakukan jebakan2 terhadap oknum itu sehingga bisa ketangkap basa. Tapi siapa yg berani melakukannya.

Saya yakin di benak para guru ingin memberontak tapi apa daya… Ketakberdayaan itu suatu saat akan meletus dan banyak dinanti, kecuali bagi guru yg memang sangat menikmati keadaan ini.

Ada organisasi profesi semacam PGRI, tapi menghadapi hal semacam itu PGRI membisu seri bahasa. Lalu untuk apa… yo wis bubarin saja.

Adakah sisi lain yg patut dibanggakan terhadap layanan guru di negeri ini?

Iklan

2 responses

  1. Usul…

    Karena pemerintah selalu berpura bisu, tuli dan buta menghadapi kasus seperti ini, harusnya orang-orang sadar seperti Pak Urip ini berani turun beraksi.

    Salah satu caranya dengan mengekspos para pemeras itu. Sementara ya lewat internet aja, pampang fotonya, tulis ulahnya, sertakan biodata dan alamat lengkapnya :)) Penegak hukum mungkin akan terpaksa menindak mereka, dan kalaupun tidak, sanksi sosial pasti ada efeknya.

    Saksi-saksi dari pihak korban juga harus, beserta buktinya… ini yang sulit. Karena Kalau terbukti masuk lewat cara nyogok, ada kemungkinan ikut dipecat 😀

    Jadi.. mungkin lewat anak-anak baru yang sedang diperas itu.

    Ah, jadi pusing nih kebanyakan menghayal. Teknisnya gimana tuh, ada yang punya inspirasi? Ide brilian akan saya modali… tentunya kalau saya sudah punya banyak duit:P

  2. Wah kalau begitu mesti siap-siap bikin skenario nih… Kang wadehel aja nanti yg jadi sutradaranya yah. cuman dalam waktu deket ini saya tidak ada urusan lagi dengan mereka nih. Mungkin ada yg lain… sekarang khan sudah ada teknologi perekam mikro, pakai hp khan gampang yah. bagus juga tuh.