Dik-das-men Minim Manfaatkan TIK

Saya iri bila melihat banyak website dunia pendidikan di negeri tetangga. Hampir semua yg diperlukan mudah didapat hanya dengan register atau bahkan bisa diakses umum untuk berbagai hal. Bagaimana di Indonesia?

Banyak di antara kalangan guru mencari sumber2 resmi terkait tugas kesehariannya, terutama masalah2 aktual, tetapi di manakah bisa dicari tentang masalah aktual itu?

Sebagai pemegang kebijakan tertinggi masalah pendidikan di Indonesia adalah Departemen Pendidikan Nasional, tapi seperti yg saya keluhkan di beberapa tulisan saya, di website tersebut sepertinya tidak pernah ditangani secara serius, terbengkalai begitu saja. Sedemikian parahkan kondisi pendidikan bila ditilik dari segi ketersediaan layanan bagi pelaksana pendidikan terutama untuk pendidikan dasar dan menengah. Mengapa selalu mengandalkan kegiatan yg sifatnya selalu konvensional? Sangat tragis…jika alasannya adalah ajang proyek. Sadarlah…

Memang seperti disadari oleh banyak pihak bahwa menciptakan itu lebih mudah daripada memelihara-nya. Demikian website pendidikan di negeri ini kondisinya benar2 mengenaskan. Apakah tidak mencukupi sumber daya manusia yg bener bisa mengelolah-nya? Apakah tidak ada dana untuk itu? Dimanakah keperdulian “pemerintah” dalam membantu pelaksana pendidikan di lapangan yang sangat miskin informasi terkait info aktual? Bodohkah pemerintah tidak mau memanfaatkan TIk semaksimal mungkin?

Sekali lagi kenapa website yg merupakan media efektif dalam penyebaran informasi tidak digunakan? Apakah hal ini terkendala oleh mental-mental pengambil keputusan yg selalu korup baik secara nyata atau sok jujur itu?

Sekarang ada Dewan TIK, ah… apalah namanya terserah, mengubah pola lama yg tidak berpihak kepada penyebaran informasi melalui dunia maya sebenarnya tidak-lah sesulit yg dibayangakan. Hanya-lah kemauan saja yg tidak kuat. Bodohkah mereka tidak memanfaatkan apa yg sudah ada yang di buat dengan biaya mahal.

Semestinya ada kepengawasan yg tersendiri yang bisa menghakimi ketidak perdulian pemerintah terhadap penyebaran informasi terkait dengan pendidikan di lembaga pemerintah dibawah naungan depdiknas. Website-website depdiknas dan turunan-nya sangatlah bagus ditampilan miskin isi, dan selalu basi.

Marilah kita tunggu geliat dewan TIK… atau kalau tidak apakah akan sama mlempem-nya dengan Dewan Pendidikan yang kebanyakan diisi oleh orang2 yg tidak banyak memiliki keperdulian yg hakiki untuk pendidikan dan kemajuan manusia Indonesia.

5 responses

  1. aku pengen lulus dengan nilai 3 mata pelajaran semuanya rata-rata 9. gimana caranya selain beljar dan berdoa?
    dan tolong kasih tau contoh soal unas 2007? tolong please. aku mohon

  2. wah.. bnul eh btul itu. untuk DIKNASnya tuh gmana!!?? jgn tidur aja.
    tapi kalo proyek dicari terus. lihat dong tuh negeri ttga Malaysia-dah take off

  3. Alhamdullilah,aq kmrn lulus dgn nilai 29.00,y dgn rata2 9 lebih,,,tapi aq rasa itu hanya sebuah keberuntungan.Mengapa setiap tahun pemerintah selalu menaikkan standar kelulusan?,,padahal dgn standar sebelumnya banyak yang tidak lulus,,jika memang hanya ingin menambah mutu pendididkan,menurut saya itu kurang pass.sekarang biaya pendidikan sangatlah mahal,,jika ingin menaikkan mutu,saya rasa itu kurang dapat menunjang mutu pendidikan sekarang.Wajar jika penerus bangsa lebih memeilih jalan pintas dengan cara-cara yang kurang tepat.Semoga pemerintah dapat memeperhatikan itu.
    Terima Kasih…………

  4. saya ingin sekali kuliah di bidang IT gmna cara Nya YA????

  5. bisa dak aku dikirimin soal prediksi unas soalnya aku butuh banget, makasih ya kalo da baca tulisan ini.