Aturan Dibuat untuk Dilanggar…?

Jika anda membuka website www.bkn.go.id maka di bagian ruang konsultasi kita temukan banyak pertanyaan-pertanyaan seputar kepindahan/mutasi. Semestinya semua pegawai negeri sipil mengetahui peraturan-peraturan, tapi nyatanya banyak yg tidak tahu pasti kejelasan mengenai prosedur tentang banyak hal.

Dimanakah kesalahannya.

Ini tidak lebih dari ketidak-konsistenan terhadap peraturan yang berlaku. Banyak sekali hal yang sengaja dilanggar oleh banyak pihak apalagi kalau tidak dengan motif kepentingan pribadi.

Kalau anda bertanya kepada PNS tahu tidaknya prosedur tertentu, mereka pasti tidak banyak yang tahu, terutama terkait tentang hak-hak yang melekat pada dirinya. Akibatnya banyak pegawai non penjahat pejabat (pegawai biasa) dijadikan bulan-bulanan oleh pejabat yg berkarakter penjahat itu.

Sebenarnya mengenai aturan2 untuk PNS sudah pasti pernah diperoleh-nya selama mengikuti kegiatan PRAJABNAS (kegiatan yang membekali insan PNS terkait banyak hal baik hak dan kewajibannya). Tapi anehnya pada saat kegiatan itu ditanya tentang kekonsistenan-nya bagaimana untuk berbagai peraturan itu, jawabannya …nanti bisa diadaptasi kemudian…

Barangkali itulah budaya yang sejak dahulu hingga nanti mungkin tidak pernah hapus… selalu begitu-begitu terus.

Bahkan suatu ketika ada teman yang berniat untuk melanjutkan studi dan bertanya kepada pihak yg memiliki kewenangan untuk menjelaskan hal ihwal niat teman itu ternyata pihak tersebut tidak tahu aturan pasti… akibatnya dalam hal ini pegawai jelas dirugikan. Ujung-ujungnya main-lah kata “menurut kebijakan bla…bla…bla…”

Kemarin ada berita bahwa ada sejumlah guru di ACEH NAD dipindahtugaskan oleh KANWIL DEPAG NAD gara-gara membuat mosi tidak percaya kepada kepala madrasah karena keotoriteran-nya. Hal ini tentu saja tidak akan terjadi bila guru-guru tersebut tahu aturan-aturan yang semestinya dia ketahui. Sekali lagi pegawai rendahan semacam guru itu dengan mudah “diperdaya” hanya untuk kepentingan pihak tertentu.

Untuk diketahui bahwa pada instansi DEPAG yang sudah dikenal dengan ke-korupan-nya itu sering sekali melakukan pemutasian terhadap guru-guru madrasah sesuka hati pejabat di daerah tanpa kompromi. Mereka selalu berdalih …khan sudah berjanji bersedia ditempatkan dimana saja. Sangat tidak manusiawi alasan-nya. Padahal motif dibalik itu adalah untuk kepentingan nafsu beberapa glintir orang dengan berbagai dalil…yah mereka memang tukang dalil…sih yah.

Aturan yang kerap dilanggar adalah bila dipersyaratkan bahwa seorang PNS tidak diperekankan pindah sampai dengan masa kerja sekian tahun, nayatanya ada juga PNS yg baru setahun dua tahun diijinkan pindah tentu si PNS itu sogok atas dan kanan kiri sampai di-ijinkan oleh atasannya. Omong-omong sebenarnya banyak juga PNS yg tidak tahu kapan boleh mengajukan usul pindah tempat tugas.

Akhirnya patut direnungkan apakah benar bahwa peraturan itu dibuat untuk dilanggar…?

Iklan

4 responses

  1. yah..itulah potret Indonesia Raya Tercinta.
    Aturan memang dibuat dengan sedikit celah untuk peluang pelanggaran, tentu dengan embel-embel duit dong…
    anyway, memang sudah naluri juga sih bagi beberapa manusia, gak dimana-mana!

  2. saya guru yang sekaligus juga pns, saya setuju dengan tulisan ini. setahu saya semua hal yang menyangkut mengenai kepegawaian itu sudah jelas ada aturannya. selain aturan-aturan tersebut juga ada petunjuk pelaksanaan untuk melaksanakan peraturan-peraturan tersebut. tapi kembali lagi pada personil pns, pada saat prajab saya dulu, lebih banyak diisi dengan perploncoan (junior bodoh – senior pintar). jadi tidak ada ilmu yang dapat saya serap selama prajab, yang ada hanya bagaimana caranya agar saya tidak kena dipermalukan. kemudian selama bekerja banyak hak-hak (bukan mau menuntut) yang tidak dipenuhi oleh lembaga tempat saya berkarya (lebih tepatnya bekerja, karena bergerak saja tanpa bisa berinovasi). contoh : kenaikan pangkat, setahun sebelum kenaikan pangkat saya harus terus menerus mendatangi dan mengingatkan rekan saya yang bertugas di bidang personalia dengan cara bermanis-manis muka tentu saja jangan sampai mereka tersinggung. hal ini saya lakukan karena kenaikan pangkat saya yang pertama terlambat hingga 2 periode bukan karena ada masalah tapi karena tidak diajukan oleh pihak personalia, alasan mereka banyak pekerjaan padahal jika saya berkunjung mereka malah asik main game di komputer. dan banyak hal-hal lain yang mungkin tidak akan habis-habisnya dibahas di sini hanya saja satu hal yang perlu di….. (apakan ya?) yaitu bukan peraturannya yang harus diubah-ubah tetapi mental pns-nya itu yang harus dibenahi, terutama yang sudah jadi pns sebelum masa reformasi atau selama masa orde baru. paradigma di kepala mereka masih paradigma lama, kerja saja seperti robot, melayani yang berkuasa menginjak-injak yang lemah.

  3. Iya, memang seperti itulah warga masyarakat kita. Tidak hanya lapisan bawah, lapisan ataspun semuanya begitu. Adanya peraturan ya harus di langgar, bahkan peraturan dikeluarkan ya harus di langgar.

    Yah,,,,begitulah kita, bangsa Indonesia

  4. Tolong dibenahi masalah mutasi ini,sadarlah wahai para pemimpin bahwa Negara ini mempunyai sila kemanusian yang adil dan beradab, banyak tindakan2x tidak manusiawi dilakukan oleh kalian. Ingatlah