Asyiknya Do-Blog

Saya terhitung masih baru kenal dengan dunia blog ini. Sebelumnya sering baca-baca artikel di blog tapi gak tahu apa sebenarnya blog dan bagaimana melakukan-nya. Tidak terpikir untuk memiliki blog sendiri.  Untuk bisa akses internet biayanya terlalu mahal di daerah saya. Saya mulai belajar do-blog (menulis di weblog) ini semenjak sekolah menyediakan akses 24 jam/hari. Kesempatan kan…

Lalu apa asyiknya do-blog bagi seorang guru seperti saya?

Dari sekian banyak penyedia layanan blog saya memilih wordpress.com. Pertimbangannya banyak kemudahan yang disediakan, pilihan theme yang membuat tampilan blog bagus. Semua itu menambah pengalaman baru buat saya. Karena tidak begitu ngerti html maka saya lebih banyak bertanya dan mengamati blog-blog lain. Selanjutnya mengeksplorasi sendiri isi wordpress.com.

Tersedianya forum diskusi untuk menanyakan berbagai hal itu juga pertimbangan utama. Dengan kemampuan bahasa Inggris 1-2-3 kata kita bisa bertanya tentang masalah yg kita hadapi. Untung-nya bahasa Inggris yg dipakai di dunia per-komputeran dan internet tidak sesulit seperti yg selama ini kita hadapi. Inilah kendala utama (bahasa) penghambat lambatnya perkembangan banyak orang indonesia.

Di wordpress.com sesekali kita diberikan surprise. Misalnya kemarin diumumkan untuk pemenang pemberi ide dan komentar terhadap pertanyaan “What will we do with all that space?”. Sebelumnya memang tidak diberi tahu bahwa dari pertanyaan itu akan disediakan hadiah berupa space 10 GB, 5 GB, 1 GB untuk kegiatan do-blog di wordpress.com. Seperti kita tahu saat ini bahwa blogger di wordpress.com disediakan space 50 MB. Dengan demikian maka rumor berapakah jumlah space yg disedikan oleh wordpress.com terjawab sudah. Sebab selama ini rumor yg beredar space yang disediakan wordpress.com hanya 25 MB.

Sebagai pengajar dengan do-blog ini saya belajar untuk menuangkan ide melalui tulisan. Sebelumnya ini jarang saya lakukan. Belajar untuk selalu menemukan gagasan baru dan menuangkannya sekarang merupakan keasyikan tersendiri. Meskipun kualitasnya masih rendah, tapi setidaknya saya sudah memulainya. Banyak orang sangat pinter berdiskusi tentang banyak hal secara lisan, tetapi tidak lama itu dilupakan. Maka dengan do-blog hal itu bisa dikurangi karena gagasan, ide, unek-unek kita bisa tumpahkan dan tuangkan dengan do-blog. Semua itu tinggal kemauan. Tentu jika koneksi internet tersedia dan tidak mahal, atau syukur kalau bisa tidak ikut bayar seperti saya.

Dua bulan terakhir ini saya sudah mencoba untuk rutin membuat tulisan setidaknya 1 tulisan per hari.  Temanya tentu tidak jauh dari dunia keseharian saya. Jika ada suatu hari tidak bisa atau tidak sempat menemukan ide maka suatu keharusan bagi saya untuk memenuhinya di hari berikutnya. Pokok-nya nulis apa saja. Mau dibilang sampah, tidak berbobot, atau kurang kerjaan, ada yang komentar atau tidak, saya tidak pernah pedulikan. Niat saya, saya harus belajar menuangkan ide dan terus menulis.

Saya prihatin, sejak mengenal internet bahwa website resmi institusi tertinggi pendidikan tidak bisa atau tidak mau menyediakan hal aktual seputar perkembangan baru pendidikan. Maka ini juga membuat saya untuk memanfaatkan blog untuk berbagi dari apa yg saya dapat/punya. Meskipun saya tinggal di pelosok daerah jauh dari pusat pendidikan namun saya berusaha memperoleh informasi dari internet. Kalau dari dalam negeri tidak/sulit diperoleh informasi yg diperlukan kita bisa mendapatkan-nya dari negeri lain. Selanjutnya saya berniat untuk share dengan memanfaatkan blog ini.

Terimakasih wordpress.com dan juga sekolah tempat saya mengajar yg sejak Juni 2006 hingga kini sudah bisa menyediakan akses internet untuk bisa digunakan bersama-sama dan sebagai sarana belajar siswa.

Iklan

7 responses

  1. Saya prihatin, sejak mengenal internet bahwa website resmi institusi tertinggi pendidikan tidak bisa atau tidak mau menyediakan hal aktual seputar perkembangan baru pendidikan.

    Gimana kalau bapak melamar jadi admin nya, atau setidaknya jadi suplier konten baru 😀 Langsung kirim email/SMS ke SBY atau Menteri Pendidikan aja gimana?

  2. Apa bisa kira-kira diterima? 🙂

  3. Kalau saya yang jadi pejabat, pasti langsung saya angkat Pak. Cukup tunjukkin blog bapak, bandingkan dengan situs busuk mereka, lebih berguna mana buat bangsa ini? Yang satu dibikin pake duit rakyat (mungkin dimarkup pula), yang satu nyaris gratisan.

    Coba aja dulu pak, bikin proposal yg aga resmi, sampaikan ke pak mentri atau SBY. Btw, Bini pertama pak SBY itu konon perhatian juga lho masalah beginian, sms beliau aja atuh.

  4. pak, bikin blog khusus tentang semua mata pelajaran sekolah aja.
    suruh juga semua guru2 di skul bapak posting setiap ada materi baru. kan lumayan tuh kalo ada siswa yang ketinggalan bisa buka blog, sekalian rujukan alternatif buat siswa2 sekolah lain. kalo konsisten dan berbobot saya kira nanti bisa lebih prof. dan sponsor pun-minimal untuk nanggung biaya hosting sama bandwith-saya kira tdk sulit mendapatkannya.

  5. jadi mau coba wordpress.com 🙂 tapi sayang kalau pindah lagi .. (baru sebulan yang lalu terpaksa pindah URL)

  6. @ passya
    Wah ide bagus tuh… tapi sayangnya sampai detik ini saya belum bertemu rekan guru yang punya niat sama. Sebenarnya saya sudah mulai tapi gak ada tanggapan. Ada di URL KTSP.wordpress.com yang saya singkat KTSP.CO.NR.
    Padahal mereka (temen2 guru itu) sudah banyak yang mengunjungi blog saya ini, mereka mencari info terkait kurikulum “baru”.

    @ kikie
    Kalo dengan yang ada sudah merasa nyaman, tidak perlu pindah khan.

  7. pak kalo saya pengen jadi murid bapak bisa lewat blog aja ya..? selain mudah tentunya aku ga usah bayar SPP lagi 🙂