Jaringan Blog Guru, Siapa Mau Ikut…

Yah siapa mau ikut dalam jaringan blog guru…

Pagi ini saya dapat ide dari Passya untuk mengajak do-blog kepada rekan guru yang belum do-blog. Jangan berpikir do-blog = bodoh lho.

Anda berprofesi guru, apakah punya niat sama dengan saya? Niat saya saling berbagi pengalaman lewat blog. Kenapa lewat blog? Murah meriah, bahkan gratis.

Caranya…?

Tunggu dulu… saya mau sedikit cerita nih.

Dalam khayalan saya suatu saat nanti, guru yang punya kesempatan akses internet punya blog, saling memberi link pada masing-masing blog-nya. Tentu isinya terkait kesehariannya yaitu mengajar dan mengajar. Bisa isi materi pelajaran, tips-trik mengajar, keluhan-keluhan menghadapi siswa, pemanfaatan media pembelajaran, pokoknya apa saja yang penting ada sangkut pautnya dengan pendidikan.

Saya sebelumnya sudah menawarkan di blog ktsp.wordpress.com, mengajak semua rekan guru untuk bergabung. Niat saya tulus hanya ingin mengajak berbagi agar keperluan keseharian untuk mengajar bisa tersedia. Kalau tidak mau bergabung setidaknya menginformasikan keberadaan blog-nya. Tapi sampai detik saya nulis ini belum ada yang menanggapi. 😦

Saya tidak tahu apakah mereka malu… Ah gak mungkin-lah alasan seperti itu. Atau gak punya akses internet,… nah ini mungkin kendalanya. Tapi kalau saya lihat banyak sekolah-sekolah yang memiliki situs, tapi tidak berbeda dengan website pemegang kebijakan tertinggi pendidikan… Kebanyakan tidak pernah jarang di-mutakhir-kan.

Menurut saya, guru tidak perlu memiliki ketergantungan dengan institusi. Dengan do-blog kita bisa bebas menuangkan apa yang ada dalam benak kita. Bisa ungkapan kekesalan terhadap pimpinan, lingkungan sekolah yang sulit diajak maju, ide-ide brilian, keinginan-keinginan, apa sajalah terkait profesi kita sebagai guru. Eh jangan ketinggalan materi-materi pelajaran juga.

Kalau melihat di negeri lain, saya iri, guru-guru yang punya akses ke internet mereka pada rajin menulis. Kok di Indonesia rasanya belum banyak guru yang rela berbagi lewat blog yah… atau saya saja yang sempit pengetahuan.

Hal lain yang masih menjadi khayalan saya, tersedianya bahan pelajaran berbahasa Indonesia untuk semua pelajaran dari TK, SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA. Ini untuk membantu sesama guru dan juga siswa. Tentu saja dibuat oleh guru sendiri bukan pihak lain yg bukan guru. Mengapa hal ini tidak pernah dilakukan kementerian pendidikan nasional? Kalaupun ada tentu didasari niat yang lain… (yaaah berprasangka lagi deh…)

Weblog alias Blog adalah media yang sangat simple, murah meriah, tidak perlu bayar, kecuali hanya akses internetnya. Dan yang sering jadi momok adalah rajin memeliharanya (mengisi blog itu maksud saya). Jika guru sudah banyak yang memiliki blog dengan isi sesuai dengan keahliannya saya optimis pendidikan di negeri kita tidak lama segera menggeliat untuk segera bangkit.

Adakah rekan guru yang kebetulan mampir dan membaca ini yang mau berbagi lewat blog? Silahkan tinggalkan komentar sekalian dengan URL blog kalau sudah ada.

Rekan guru yang kesulitan memulai membuat blog… saya bersedia membuatkan blog setelah itu silahkan dilanjutkan sendiri. Cara do-blog (menulis di blog) sudah ada di tulisan saya sebelumnya. Dengan catatan harus berjanji mau berbagi pengalaman. Dan yang tersulit…. janji untuk rajin menulis. Swear…..???!

Bagaimana….?

Iklan

106 responses

  1. Nomor satu lho …. Mbah Petruk
    Karena aku guru juga, … makdsudnya aku guru-mutan ( Jw : grumutan = berjalan dalam gelap ) dan nyasar ke blog ini, maka aku kasih tahu nama web blog aku yaitu http://paijo1965.wordpress.com/
    Soal pengalaman, nggak usah nunggu lama-lama langsung aku ceritakan sekarang saja. Barusan aku nyasar ke blog ini karena salah klik link di blognya Wadehel, makanya lain kali harus hati-hati kalau mbukak link. Mbah Petruk sendiri kayaknya banyak berbagi pengalaman, tapi aku saja yang belum sempat ( atau males ) baca. Terimakasih dan salam eksperimen.

  2. Kok bisa salah klik yah… yo wis-lah gak meseleh. Banyak berbagi belum lah… maunya sih gitu tapi apa yg mau dibagi yah. Yen males yo rah sah di baca… cukup diklik terus ditutup lagi saja 🙂

  3. Pak, kalo dibikin satu blog yg multiuser saya kira lebih representatif semacam KTSP itu. Mungkin bisa dimulai dari guru2 sekolahnya bapak. Cuma memang bagi yang belum familiar dgn blog, bapak-dalam hal ini sebagai admin-harus rela bercapek2 sedikit sampai mereka benar2 ‘blog addicted’ ketika melihat tulisan mereka ‘published’ di internet.
    Saya cuma bisa bantu promosikan link blog-nya aja 😀

  4. saya ikut!! Belum jadi guru seh, tapi nyaris, he…
    Ga perlu PNS kan? Yang penting ngajar!

  5. @ Manusiasuper
    Boleh… yang penting ngajar om…

  6. E … lhadalah, kok nyasar ke sini lagi ya.
    Apa itu KTSP ya ? Sama nggak dengan KATESIAPE ?
    Kapan-kapanlah saya baca lebih serius. Saya baru tahu lho kalau mbah petruk ternyata seorang guru. Mengajar kimia ya mbah, kok banyak sekali kasih link ke masalah kimia.
    Terimakasih.

  7. @ paijo
    Iya ple-setan KTSP emang gitu. KTSP = Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. saat ini KTSP cukup membuat guru pusing, padahal sudah banyak yg jual obat anti sakit kepala. 🙂
    Yah keseharian saya ngajar kimia dan juga jadi guru TIK Gadungan (TIK = Teknologi Informasi dan Komunikasi)

  8. Ikutan euy!
    Saya mantan guru… tapi guru karate? Bagaimana dong… hehehe…

  9. Ikutan dung, sekalian numpang nanya. Ada yang tau cara bikin TK (legalitas, dll) ngga??

    Thx b4

  10. Aku termasuk wong sing nyasar ning blok iki. Tapi kok ndilalah aku ngroso pas banget, soale aku yo guru. Trus pokoknya aku mau ikutan. Tapi aku gak mudeng carane gawe blok. Bikinin, yo mas.

    Ali Mustahib Elyas

    Asli wong Pati-Jateng. Sak iki ning “Jakarta Mertua Indah”

    almoest65@yahoo.co.id

  11. >> Ali Mustahib
    Kang sampean ngajar di SMA/SMP/SD mana? Trus ngajar mata pelajaran apa? Untuk penyesuaian Isi blog nantinya.

  12. Salam, Pak Urip,

    Saya dapat info lewat email bapak di milis CFBE hari ini. Idenya menarik juga. Saya punya niat serupa, dan saya juga punya blog sendiri, tapi baru ngisi satu kali udah lupa… 🙂
    Apakah untuk ikut jaringan ini harus pakai WordPress? Saya pakai Blogger, bisakah?
    Terima kasih pencerahannya.

    Alin

  13. >> Alin
    Tidak harus dengan wordpress.com, bebas saja.
    Jaringan blog guru bentuk persisya saya tidak tahu nantinya akan bagaimana. Yang jelas kita saling me-link pada masing-masing blog kita. kalau kita perlu apa terkait kegiatan keseharian kita sebagai guru dengan mudah kita bisa berbagi. Mungkin ada ide?

  14. Ok pak dedi kita saling kasih link aja di blogrool atau apalah namanya. Kalau belum ada kita bikin link khusus blog guru saja. agar jelas.

  15. numpang naruh ide,
    tampaknya di KTSP itu serius banget yaaa. Ada beberapa hal mengenai guru loh yang nggak serius tapi bermutu. Coba googling “dosen juga manusia” misalnya, ada artikel keren, dimana si dosen maen mata dengan mahasiswinya, lalu meraa bersalah, lalu menulis blog. Lucu juga. Hihihi… Saya pikir itu berguna. Berguna bagi blogger+guru yang hendak berniat main mata dengan siswinya.
    Hehehe…

    Dan saya pikir, seharusnya ada jembatan, antara sisi serius guru sebagai pendidik, dengan guru sebagai manusia, yang pasti punya banyak khilafnya.
    Gimana, mau dijembatani?

    Asiiikkk… 🙂

  16. saya ikut ya http//:rakasatya.wordpress.com

  17. ester ekarista sinambela

    Saya mau ikutan bergabung di blogrool

  18. sregep tenan sampaean ki, mbok ajak-ajak aku…

  19. wah hebat ada komunitas blog guru juga yah.. ok banget nih…

  20. >> Arif Kurniawan
    Gimana yah menjembataninya… apa bikin jembatan gantung atau jembatan layang 🙂

    >> rakasatya
    Yup silahkan… jangan lupa segera di-isi blognya yah…

    >> ester ekarista sinambela
    Ok segera saja ngeblog… trus kasih tahu kita. selanjutkan monggo kita berbagi

    >> Aji
    Weh khan mister adi wis ngejak toh kang… Aku jane yo rak sregep mung ono kesempatan ae… sayang gak dimanfaatkan

    >> templank
    Baru akan dimulai kok… semoga saja semakin banyak guru berkesempatan ngeblog.

  21. Kali ini saya nggak nyasar, memang sengaja ke sini. Boleh ndak saya gabung ? Kalau boleh, teman-teman saya yang lain juga ada yang mau gabung juga. Ada yang guru kimia kayak mbah Petruk, guru IT, guru bahasa Inggris, dll. Yang guru jadi-jadian kayak saya juga ada. Mereka minta penjelasan bagaimana teknisnya. Terimakasih mbah Petruk.

  22. Kalau Pak Urip tdk meninggalkan comment di blog sy,
    saya tdk tahu ada upaya sebagus ini untuk mengumpulkan blog para guru.
    Insya Allah saya coba ikuti pesannya untuk banyak menulis hehhe….
    walaupun sekarang sedang sibuk2nya menyusun paper publikasi.
    Terima kasih sekali atas usahanya yg mulia.
    Salam kenal untuk para guru di Indonesia.
    Silahkan mengunjungi blog saya :
    http://murniramli.wordpress.com/

  23. >> Paijo
    Wah serius toh… Kalau gitu yah pasti boleh toh leeek. Secara teknis nomor 1 jelas punya blog… Isinya sesuaikan dengan latar belakang masing-masing. Terus pada sidebar blog dibikin aja blogroll khusus Guru. Sementara itu dulu-lah nanti kita bisa kembangkan.

    Wong saya tadinya cuma menghayal untuk jaringan blog guru itu. Sambil nunggu respon dari temen2 yang lain.

    Lek Paijo dw ngajar opo yo?

  24. >> Murniramli
    Yah Seperti yg saya katakan itu iseng dan terlintas begitu saja setelah dapat ide dari temen. Mungkin ada usul gimana baiknya? Blog sampean udah masuk di blog guru di blog saya ini, mudahan tidak salah dugaan saya.

  25. Nek aku ki jan-jane yo eksperimenter freelance ngono lho. Mergo bojoku guru SMP, mulo aku duwe konco guru akeh banget. Opo maneh, aku nate dadi pembina KIR khusus babagan elektronika, istilahe technical advisor ngono. Dadi yen tak etung kancaku malah luwih soko satus, wiwit guru TK, SD, SMP, tekan SMA. Soko cacah mau, satus persen melek e-mail lan ugo podho duwe e-mail address dewe-dewe mergo sekolahan duwe domain dewe. Luwih soko suwidak persen duwe komputer dewe neng sekolahan. Sing patangpuluh persen yo ono komputere nanging dienggo rame-rame nang kantor. Dene kuciwane, saperangan ora duwe internet account dewe nanging tetep biso mbukak internet nganggo account umum. Bojoku ugo klebu sing ora duwe koyo ngono kuwi, mulo nek mbukak internet rodo ribet mergo ndadak log off dhisik banjur log on maneh nganggo account umum. Untunge, akses internet ono terus 24 jam esuk-awan-sore-bengi tanpa kendat sanajan bandwidth-e ( 256 kbbs ) rodo cekak yen dienggo puluhan wong bebarengan. Bab ngblog, aku nate invite kancaku supoyo ngeblog nganggo wordpress nanging lagi siji sing wis dadi, liyane durung ono asile. Ono sing isih bingung dan durung dong carane, lan ono ugo sing durung ngerti manfaate. Nanging ugo ora sithik sing antusias opo maneh bareng tak kandhani yen ono jaringan blog guru, dadi podho tambah grengsenge, mung perlu bantuan teknis sepisan opo kaping pindho mesthi biso mlaku dhewe. Nuwun yo mbah Petruk, liyo wektu aku teko mrene meneh nggowo konco akeh.

  26. Setuju kang aku karo sampean, wah aku ki janjane yo rangerti opo blog kuwi, tapi bareng melu moco kok kelihatanya seru dan asyik, aku melu kang, nanging aku diwarahi piye carane gawe blog, ben mengko kanca2 ning ndesoku tak jak gabung melu do-blog hehe…
    aku wong kelet-jeporo salam kenal…yo tenan lho aku diajari gawe blog, dan yang penting aku njaluk KTSP SD kang, mergo aku guru SD kang Urip, matur nuwunnnnn

  27. Saya ikutan donk..

  28. aku pgn bener2 jadi guru lho. enaknya ngambil sertifikasi di mana ya?

  29. […] Ide tulisan ini datang dari pertanyaan Pak Urip, rekan guru yang sedang giat mempromosikan terbentuknya jaringan blog guru se-Indonesia. Beliau menulis komentar pada tulisan `Batuk`. […]

  30. >> Paijo
    Weh kahanane mirip neng sekolahku loh kang, kabeh kuwi dinggo bareng-bareng. sing mbayari sekolah. ning yen bengi mung gur aku dw sebab aku sing jogo, kebetulan omahku sebelahan karo lab komputer.
    Bantuan teknisnya yo kang paijo mbiantu toh, yen ora yoh kon download coro ngeblog sing ning tulisanku sadurunge. Weh ladah… boso jowoku gak karuan, antara jowotimuran lan jowotengahan. Di enteni tekane konco-konco guru untuk ramai2 ngeblog.

    >> DRIYO W
    Kang Driyo cara ngeblog sudah ada di pos-posan saya sebelumnya kok. didownload saja dulu terus langsung dipraktikkan, nanti saya bantu seperlunya.

    >> Nurkholis
    Monggo silahkan bikin blog. terus kita bisa berbagi pengalaman.

    >> Joesatch
    Weh ladalah… serius toh? Tanya aja di kampus2 yg melayani program akta mengajar ada FKIPnya, kalau gak salah di UNY dan kampus lain juga ada.

  31. di uny lama. 2 tahun. ada yang tau infonya yang 1 tahun ga ya? 🙂 tertarik juga nyoba di malang. katanya malah sekalian dapet gelar S.Pd. tapi ga tau waktu studinya berapa tahun ya…

  32. >> joestach
    weh di daerah saya sempat melayani program akta mengajar, akta IV, selama 1 tahun selesai, tapi yah gak dapat tambahan gelar sih. Sekarang saya tidak tahu lagi kelanjutannya.

  33. […] Dunia Cyber #2 :: ”Terpujilah Wahai Engkau Ibu Bapak Guru Yang Ngeblog”: Ajakan Pak Guru Urip kepada para guru untuk ikut blogging dan membentuk jaringan blog guru. Hayo […]

  34. Hallo
    saya dari SMA 114
    gabung dong….baru nehh. mudah2 bisa diterima ya, please informasinya tentang guru TIK dan seputar pendidikan yang lain ya…
    thx.

    Helgeduelbek: Dengan senang hati, silahkan turut serta dengan membuat link antar blog rekan guru yg ada pada blog masing-masing, Langkah selanjutnya kita bahas bersama nanti.

  35. aku guru fisika neng smp kang tapi aku gak ngerti blas podho karo kang ali mustahib gawekno yo lek matur nuwun

  36. wah aku sama sampean pak urip, kreatif tenan.
    saya guru matika dan fisika di jogja.
    aku melu ngeblok kang urip

  37. Pak dhe, kulo nderek jaringan blog…! Sak niki kulo kepepet ngajar IPA, padahal mestine TU neng pedalaman…kaltim -jan uwadoh karo info. KTSP nembe mawon mireng, dereng mudheng! Pramilo sueneng banget kesasar neng jaringan blog guru senajan dereng gadah webblog. sugeng kenal pak dhe sangking mas usup. mugi sukses…

    “Nggih monggo, lah kulo nggih sami2 wonten pinggir alas, maturnuwun njenengan sampun mampir… wah gak iso boso jowo alus mekso temen iki”

  38. Kenalken, namaku agus.
    wah, kebetulan banget! aku lagi ikut lomba karya tulis nih, rencananya mau ngangkat soal “pemanfaatan blog buat ningkatin SDM guru”. aku calon guru juga, insyaAllah tamat langsung ngajar.

    Aku tertarik banget ama topik ini. sekalian mau minta data n referensi sama yang punya blog. boleh dong…
    kalo karya tuliskunanti menang, kan idenya bisa didengar ama orang pemerintah tuh… siapa tau mereka kebuka pikirannya buat ngapa… gitu

    http://agoestbkl.multiply.com

  39. Ok….! Aku ngajar di skul juga udah pake blog. Murid-muridku pun aku wajibkan buat blog. Emang… hasilnya, LUAR BIASA….

  40. sip bos..
    aku calon guru fisika…
    mo gbung.. ni..h

    and sekalian
    ardlian.wordpress.com

  41. Pak De, sebenarnya para guru cuma harus lebih meluangkan waktu untuk bereksplorasi menjelajah dunia internet. Kalau bisa bersama-sama murid akan lebih baik. Bisa dimulai misalnya dengan saling memberikan link yang menarik, atau bilang pada siswa, kali ini bapak atau ibu guru hanya menerima setoran tugas kalian lewat email.Baru setelah itu membuat blog kelas.

  42. saya telat yah?comment terakhir bulan mei..:)
    hehehe maklum baru buat blog,coz sekolahan baru bsa online..mau kewarnet lemoth aksesnya mahal pula…
    Seepp mari para pendidik bergabung memajukan pendidikan di Indonesia..

  43. salam hormat,
    saya mahasiswa tingkat akhir. membutuhkan buku dibawah ini untuk skripsi saya.
    1. amalku, kumpulan nyanyian anak muslim (1990)
    2. musiqa zikir berdasarkan hadis rasulullah (2000)
    dua-duanya ciptaan AT Mahmud.
    mohon bantuan untuk informasi tentang keberadaan buku ini.
    terimakasih.

  44. […] tidur. Mereka telah dibedah siasat dan selamat dikebumikan di kampung asal mereka. Pihak sekolah, guru, rakan sebaya, ibubapa, kerajaan dan masyarakat perlu mengembleng tenaga di dalam menangani tragedi […]

  45. Guna kemajuan pendidikan di Indonesia mari kita buat blog dari guru-guru, sekalian buat bagi pengalaman dan yang lain guna peningkatan mutu
    Gabung bareng yok
    aku ada di http://sitiumasitah.blogspot.com/

  46. tolong donk, aku Butuh KTSP untk SMK

  47. blog ku wis on line…silahkan dibuka saja
    ushriyyah.blogspot.com
    eman2 sudah buat tulisan, peras kelapa banting harga ehh belum banyak yang mbaca…

  48. setuju!!!!
    vin gabung ya………
    ;;)
    visit my blog.tx

  49. soal-soal bahasa indonesia sltp II

  50. boleh saya berbagi ide tentang pendidikan di sini ?
    thank

  51. Guru Perlu Memiliki Kecerdasan Berganda
    Oleh : Marjohan
    Guru SMA Negeri 3 Batusangkar
    (Program Layanan Keunggulan)

    Kepedulian orang terhadap pendidikan dewasa ini sudah meningkat. Sekarang kita dapat menemui ratusan artikel yang berbicara tentang peningkatan kualitas pendidikan melalui surat kabar, majalah, seminar dan lewat cyber atau internet. Salah satu judul atau topik yang sering diangkat orang dalam berbagai seminar dan talkshow adalah bagaimana melejitkan potensi diri dan menumbuh-kembangkan pendidikan yang berimbang antara “imtaq dan iptek”- iman dan taqwa- dan ilmu pengetahuan dan teknologi- atau topik tentang mengembangkan kepintaran berganda antara IQ, EQ dan SQ.
    Konsep- konsep untuk mengembangkan kepintaran berganda- mutiplied intelligent- ini kemudian dibawa ke dalam dunia pendidikan (ke sekolah) dan ke dalam rumah tangga. Namun konsep dan teori tentang kecerdasan berganda corongnya lebih banyak mengarah kepada dunia anak- anak dan para siswa di sekolah. Untuk mereka sengaja dirancang berbagai program, pelatihan atau training disertai dengan segudang resep bagaimana agar mereka bisa memiliki kepintaran berganda- menjadi generasi muda yang memiliki multiplied intelligent dengan harapan kelak bisa hidup indah, mudah dan jauh dari gelisah.
    Menerapkan dan mengarahkan corong konsep pendidikan kepintaran berganda kepada anak didik di sekolah dapat dianggap sebagai langkah yang tepat. Namun kebijakan ini tidak berimbang kalau guru- guru nya sendiri belum memiliki kepintaran berganda. Bagaimana guru bisa menerapkan perannya yang cukup banyak seperti sebagai educator, motivator, counselor, dan lain- lain- kalau mereka tidak memiliki kepintaran berganda.
    Bagaimana realita tentang kualitas guru- guru dan konsep kepintaran berganda mereka pada banyak sekolah ? apakah mereka sudah memiliki kepintarasn berganda atau malah mereka hanya memiliki kemampuan pas- pasan saja sebagai seorang guru (?).
    Pada banyak sekolah, umumnya guru- guru hanya memiliki kepintaran tunggal, yaitu hanya sekedar menguasai mata pelajaran mereka saja. Guru yang begini adalah realita kebanyakan guru- guru. Siswa memandang guru yang demikian sebagai guru yang biasa- biasa saja. Motivasi yang mereka berikan kepada siswa terasa juga biasa- biasa saja. Namun bila ada guru yang memiliki beberapa kepintaran- selain menguasai bidang studinya, juga cakap dalam hal lain, seperti pintar berpidato, pandai komputer dan internet, hangat pribadinya, dan lain- lain, maka guru yang demikian pasti memiliki tempat spesial dalam hati anak didik mereka.
    Guru dengan kepintaran berganda seperti yang disebutkan tadi agaknya dapat diberi label sebagai guru yang profesional atau guru yang berkualitas. Mereka adalah guru yang memiliki karakter- cerdas kognitifnya, cerdas affektifnya dan cerdas psikomotoriknya. Guru yang begini tentu sangat menyenangkan, namun populasi mereka tentu saja tidak banyak. Namun setiap guru- kalau ada motivasi, keinginan dan usaha maka tentu saja mereka bisa-musti menjadi guru- guru yang spesial bagi anak didiknya. .
    Sebahagian guru, seperti halnya kaum remaja, juga ada yang terjebak kedalam budaya instant- budaya yang menginginkan hasil bisa diperoleh serba cepat- bearaktifitas sedikit tetapi ingin memperoleh hasil yang cepat dan untungnya besar. Budaya instant tentu harus dijauhi, dan begitu juga dengan budaya lain seperti budaya floating thinking- fikiran suka mengambang-, budaya senang melakukan rekayasa, budaya demam lomba penampilan, budaya demam mengambil barang kredit, budaya demam bergosip, budaya ABS- asal bapak senang, budaya otoriter dan suka membentak- bentak sampai kepada budaya hedonisme – kesukaaan untuk mencari kesenangan melulu. Poin- poin ini agaknya lebih bersifat refleksi terhadap fenomena dalam dunia pendidikan kita.
    Mengapa refleksi di atas bisa menjadi fenomena dikalangan sebahagian kaum pendidik (?). Barangkali fenomena ini terjadi akibat sikap mental, atau sikap sejak awal.
    Dahulu menjadi guru begitu mudah dan gampang. Kalau kuota guru masih kurang maka kuota ini bisa disisip dan bisa dipesan lewat memo orang- orang yang berkuasa di atas.maka terjaringlah guru- guru yang sebagian bukan the right man on the right place. Pada akhirnya bermunculanlah guru- guru seperti fenomena yang disebutkan di atas- yaitu guru guru yang kurang kritis dan berbudaya floating thingking, miskin kreatifitas, berbudaya instant, dan lain- lain.
    Respon generasi muda juga menentukan eksistensi dan kualitas guru. Tetap saja pada banyak sekolah siswa tergolong pintar pada mulanya segan untuk memilih karir guru sebagai cita- cita mereka. Kalau ada itu pun hanya bagi segelintir siswa saja. Itu pun diakibatkan oleh faktor‘X”, seperti karena alasan ekonomi orangtua,atau agar tidak perlu susah payah mencari kerja.
    Umumnya siswa yang tergolong pintar dengan tingkat ekonomi orangtua yang lebih mapan memilih universitas non kependidikan yang berada di pulau Jawa. Pilihan mereka untuk kategori karir guru jatuh pada pilihan yang ke sekian. Maka akibatnya kualitas guru- guru secara umum cendrung biasa- biasa saja. Adalah suatu hikmah sejak lapangan kerja menjadi makin sulit dan menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) menjadi idaman bagi sebagian mahasiswa di universitas, karena PNS sudah memberi iming- iming hidup enak, ada uang lauk- pauk dan uang tujada (tunjangan daerah) maka mereka yang belajar di Universitas non kependidikan memutar haluan untuk menyerbu program akta kependidikan agar nanti bisa melamar menjadi guru. Tentu saja hal ini menjadi hak pribadi setiap warga negara.
    Kini guru guru musti punya paradigma, bagaimana menjadi guru bermartabat dan profesional. Paradigma ini bisa dicapai kalau mereka mengembangkan diri. Mereka, misalnya, harus berpikir untuk memiliki kecerdasan berganda, karena kecerdasan berganda juga patut untuk dimiliki oleh guru- guru.
    Adalah pilihan yang tidak bijak bila hanya anak didik saja yang diminta dan diusahakan untuk mengembangkan diri untuk memiliki kepintaran berganda. Sementara guru- gurunya dibiarkan saja memiliki kepintaran tunggal atau tidak pintar sama sekali sebagai seorang guru.
    Bobi De Porter (2002), dengan bukunya Quantum Teaching, telah memberi kaum pendidik inspirasi tentang bagaimana untuk memiliki kepintaran berganda itu. Ia mengatakan bahwa orang (atau guru) yang memiliki kepintaran berganda harus menguasai atau memiliki bidang: seni, language, interpersonal, music, natural, body, intrapersonal dan logis.
    Untuk mengimplementasikan konsep kepintaran berganda tersebut bagi diri sendiri maka setiap guru perlu untuk memiliki sense of art- rasa seni, mengembangkan kemampuan berbahasa lisan dan tulisan. Mereka perlu untuk melibatkan diri dalam pergaulan , memiliki teman yang luas, mengikuti organisasi, dan melakukan koresponden.
    Pengembangan kepintaran berganda lain nya adalah untuk bidang natural. Mereka harus memahami prinsip “go back to the nature” memiliki rasa peduli pada alam dan lingkungan. Mereka perlu untuk melakukan rekreasi dan merasakan betapa alam ciptaan Tuhan itu begitu indah dan menyegarkan. Kemudian setiap guru perlu untuk memiliki badan yang bugar, mereka perlu berolahraga untuk mengeluarkan keringat agar jantung dan paru- paru selalu sehat. Untuk melengkapi konsep kepintaran berganda untuk poin interpersonal yang lain, maka mereka perlu melakukan kontemplasi- merenungan tentang kelebihan dan kekurangan diri, dan mengembangkan sikap- sikap positif. Kemudian mereka juga perlu mengembamgkan kemampuan berlogika.
    Mengimplementasikan konsep kepintaran berganda – mutliplied intelligent- sungguh sangat bermanfaat bagi pengembangan diri dan untuk itu konsep ini harus dilaksanakan sekarang juga, tak perlu ditunggu- tunggu sampai datang hari esok. Sehubungan dengan konsep pengembangan kepintaran berganda, Agus Nggermanto (2003) juga memberikan sedikip resep. Ia mengatakan bahwa untuk memiliki kepintaran berganda maka setiap orang (guru) perlu untuk mengimplementasikan konsep multi intelegensi. Ini mencakup tiga unsur yaitu intelligent quotient, emotional quotient dan spiritual quotient, atau kecerdasan otak, kecerdasan emosi dan kecerdasan spiritual.
    Kecerdasan otak mencakup unsur logis (matematika) dan linguistik (verbal atau bahasa). Kecerdasan emosional mencakup unsur interpersonal dan intrapersonal. Sedangkan kecerdasan spiritual adalah bagaimana menghayati dan mengabdi kan diri – beribadah- kepada Khalik (Sang pencipta alam) ini.
    Setelah memahami konsep kepintaran berganda, maka mereka juga perlu untuk mengembangkan karakter karakter positif- seperti karakter senang berfikir positif. Tokoh pendidikan Indonesia , Ki Hajar Dewantoro, sudah mewarisi kita konsep untuk memiliki kepintaran berganda, resepnya cukup sederhada yaitu: ing madya mangun karso, ing ngarso sung tulodo, tutwuri handayani. Kalau sekarang banyak ajakan datang agar guru perlu mengubah diri untuk menjadi guru yang bermartabat dan guru profesional, maka salah satu wujud untuk menjadi guru yang demikian adalah melalui konsep pengembangan diri menjadi kaum pendidik dengan kepintaran berganda. http://penulisbatusangkar.blogspot.com/

  52. Siswa Bingung Memilih Figur antara Selebriti dan Tokoh Intelektual

    Oleh : Marjohan
    Guru SMA Negeri 3 Batusangka
    (Program Layanan Keunggulan)

    Adalah jumlah populasi generasi muda menempati posisi yang sangat mayoritas dalam piramida demografi kependudukan di Indonesia. Mereka adalah anak- anak muda, remaja dan pelajar yang sangat sibuk menumbuh kembangkan potensi diri. Setiap saat selalu mencoba dan mencoba untuk mencari identifikasi diri, mereka selalu merenung dan berfikir untuk menemui figur yang sangat pas untuk diadopsi dan ditiru dalam rangka membentuk karakter diri sendiri.
    Generasi muda yang jumlahnya jutaan jiwa itu dapat kita umpamakan sebagai koloni serangga yang beterbangan di malam hari mengejar sinar yang dipancarkan oleh figur- figur orang orang besar dan orang orang ternama di Indonesia (malah bisa jadi juga orang terkenal di level dunia). Figur atau tokoh yang memancarkan sinar popularitas yang kuat pastilah mampu menarik banyak anak- anak muda untuk menjadikan mereka sebagai idola atau sebagai panutan (model) bagi hidup.
    Dalam satu generasi yang lalu sampai kepada dua puluh tahun yang silam, yaitu tahun 1970-an dan 1980-an, agaknya cahaya tokoh intelektual, juga tokoh agama, masih memiliki sinar yang terang untuk menyinari generasi muda di Indonesia. Begitu juga bagi generasi pada zaman sebelumnya. Sebut saja generasi di tahun 1940-an sampai tahun 1960-an, saat anak- anak muda dan para pelajar Minangkabau masih tidur di surau, mereka sebelum tidur selalu bermimpi ingin menjadi orang hebat- menjadi tokoh intelektual- seperti Sukarno, Mohammad Hatta, Mohammad Natsir, Tan Malaka, Buya Hamka, Haji Agus salim, dan lain- lain. Di saat senggang mereka bercengkrama dan berdialog sampai separoh bertengkar mempertahankan reputasi figur idola mereka kalau di rendahkan oleh lawan bicara. Tentu saja mereka juga rajin untuk mengumpulkan kliping tulisan yang mempublikasikan figur tersebut dari majalah dan koran- koran, atau mereka mencari buku biografi tentang orang ternama lain untuk perbendaharaan wawasan mereka lewat meminjam, dari pustaka atau membelinya di toko buku. .
    Rata- rata generasi muda (baca: anak sekolah) pada masa itu yang menjadikan tokoh intelektual sebagai panutan mampu membuat mereka tumbuh menjadi manusia yang berkualitas. Tidak saja kualitas untuk kognitif, tetapi juga kualitas untuk sikap, prilaku, akhlak sampai kepada kualitas kecakapan hidup lainnya. Walau istilah quantum quotient- kepintaran berganda, belum dikenal saat itu namun dalam kenyataan mereka telah memiliki pribadi dengan kecerdasan berganda secara tak langsung. Maka tidak heran kalau rata- rata remaja- sebagai calon intelektuak saat itu- mampu tumbuh menjadi orang yang sukses dan terpandang dalam masyarskat. Bukti itu masih terlihat bagi mereka yang berkarir pada tahun 1970 an dan 1980 an.
    Dapat dikatakan bahwa figur tokoh intelektual dan juga tokoh agama yang ada di Indonesia pada saat itu betul- betul memiliki kekuatan dan mampu memberikan model atau panutan bagi generasi muda pada masa itu. Suara, tulisan dan kehadiran mereka selalu ditunggu tunggu setiap saat. Dan adalah juga menjadi tradisi bagi tokoh intelektual pada masa itu untuk banyak meleburkan diri dengan anak- anak muda. Mereka turun ke bawah, ke surau, ke langgar dan ke sekolah untuk menemui generasi muda atau orang- orang yang mengidolakan mereka. Mereka tidak sibuk meleburkan diri dengan proyek yang ujung- ujungnya untuk menebalkan dompet. Karena pada masa itu yang bernama proyek demi proyek memang juga jarang.
    Tokoh- tokoh intelektual ukuran lokal pun juga mempunyai arti bagi anak- anak muda pada masa itu. Mereka juga mempunyai andil atau peran lewat model atau figur yang mereka miliki untuk menggerakkan semangat, dan motivasi mereka untuk maju dan berkembang. Kultur yang tinggi dan karakter yang baik pada diri mereka mampu menular kepada generasi muda pada masa itu. Sehingga saat itu mungkin istilah tawuran masal dan istilah kenakalan remaja belum terdengar segenjar sekarang.
    Pada masa itu tokoh intelektual masih punya agenda rutin untuk melakukan turba atau turun ke bawah. Sebutlah Buya Hamka, sebagai contoh, sebelum meninggalnya di tahun 1980, dalam tahun- tahun sebelumnya selalu punya agenda untuk turun dan berbagi fikiran dan pengalaman (berdakwah), tanpa protokoler seperti intelektual sekarang, kepada masyarakat yang berada di lapis bawah yang sudah menunggu di mesjid di daerah tingkat dua. Tokoh agama dan tokoh intelektual dirasakan sebagai milik masyarakat, bukan sebagai miliki kampus, milik perkumpulan atau kaum elit.
    Adalah fenomena pada saat itu bahwa tokoh intelektual membuka pintu rumahnya lebar- lebar untuk banyak orang, tanpa pandang bulu dan pilih kasih. Mereka berbicara hati ke hati secara langsung dan bukan dari jauh lewat seminar atau workshop. Karena pada masa itu kegiatan seminar dan workshop belum segencar sekarang. Sekarang hanya kalangan tertentu saja yang bisa berbagi pengalaman dengan tokoh intelektual, dan tempatnya pun harus di lokasi seminar yang ujung- ujungnya hanya untuk orang yang berduit dan orang yang mengharapkan selembar sertifikat untuk sertifikasi atau keperluan naik pangkat.
    Awal tahun 1980-an adalah era televisi mulai merangkak dan hadir ke tengah masyarakat Indonesia. Televisi pada mulanya punya visi dan misi suci yaitu untuk mencerdaskan kehidupan bangsa Indonesia dan juga sebagai corong komunikasi dari pemerintah untuk rakyat. Lambat laut peranan televisi- si kotak ajaib, tadi memberikan fungsi dan peranan ganda. Yaitu sebagai media pendidikan dan hiburan. Bila porsi fungsi ini masih berimbang- fifty- fifty antara hiburan dan pendidikan- maka tentu ini tidak lah menjadi masalah. Yakni selagi masih berada dalam koridor kebudayaan Indonesia. Namun entah mengapa, entah siapa yang memulai (tentu saja orang yang mempunysi duit dan mengusai dunia komunikasi) maka porsi televisi sebagai hiburan sudah semakin menciut. Malah sekarang di tahun 2000 an ini, dapat dikatakan bahwa fungsi televisi adalah banyak sebagai benda penghibur untuk anggota masyarakat.
    Kalau dahulu televisi dipandang sebagai benda lux atau kebutuhan mewah, maka sekarang ia telah menjadi kebutuhan primer, seperti hal-nya kebutuhan terhadap sandang, pangan dan papan. Dan sering ditemui rumah- rumah kumuh atau gubuk yang agak reot tetapi pemiliknya mampu mempunyai televisi berwarna- walau itu adalah pemberian kaum kerabat mereka. Karena kini televisi telah berubah fungsi menjadi teman untuk memecah kesepian dan sebagai babby sitter untuk menemani anak selama berjam- jam walau dengan seribu satu dampak yang ia berikan.
    Sekarang para pebisnis tahu betul bahwa untuk bisa berdagang dan meraup laba sebanyak mungkin dari lapisan masyarakat maka televisi bisa menjadi media massa yang andal. Maka dalam masa satu atau dua dekade saja, belasan stasiun televisi pun bisa bermunculan di bumi Indonesia. Kehadiran televisi sekarang bukan punya niat untuk mendidik tetapi banyak punyas niat untuk menghibur (sambil menyuguhkan budaya baru sebagai pilihan).
    Kehadiran televisi dalam keluarga, tidak memupuk budaya belajar, malah menyuburkan budaya menonton. Anak anak muda menjadi lebih suka menonton dari pada membaca. Selama ini pribadi tokoh intelektual hanya bisa ditemui lewat kebiasaan membaca. Budaya menonton membuat mereka tidak bisa kenal dan malah makin jauh dari figur intelektual, karena mereka sendiri membenci hobi membaca.
    Agar program komersial dan hiburan televisi makin laku dan makin mampu bersaing sesama mereka- stasiun televisi- dan mampu merebut hati remaja dan generasi muda (yang tidak suka atau separoh suka membaca) maka pemilik stasiun televisi yang jumlahnya belasan menghadirkan sosok figur yang ramah tamah, cantik, menarik dan penampilan nyentrik. Mereka ini belakangan akrab disebut atau disapa sebagai kaum selebriti. Mereka terdiri dari bintang film, bintang sinetron , artis, penyanyi, presenter atau bintang iklan, atau mungkin ada dari grup lain dengan istilah lain pula.
    Para selebriti, kehadiran mereka sungguh sangat mempesona dan kelincahan mereka dalam menjual pribadi yang dipoles oleh hal- hal yang bersifat imitasi- tiruan dan penuh kepalsuan- mampu membuat mereka menjadi kaya dalam sekejam mata. Sehingga ini menjadi inspirasi bagi penonton televisi. Pada mulanya pribadi atau pesona selebriti ini hanya memberi inspirasi kepada kaum remaja yang memang sedang deman mencari figur atau identifikasi diri. Lambat laun pesona penampilan selebriti ini merebak kesemua lapisan masyarskat.
    Pada mulanya hanya kaum remaja sajalah yang tampil dan berperilaku mirip artis atau selebriti yang mereka tonton di laya kaca, cara berpakaian, cara ber make-up, cara berbicara, cara bersopan santun. Namun sekarang pria dan wanita setengah baya pun banyak yang tampil lebih glamour dari pada selebriti itu sendiri- memakai rambut berwarna, celana ketat, lensa kontak, muka dipermak, atau bagi pria memakai celana model melorot, merek pakaian musti trendy dan sampai mereka melangkah menjauhi mode dari kebudayaan sendiri.
    Kalau kita melangkah ke lingkungan universitas- mulai dari universitas berkualitas rendah sampai berkualitas tinggi. Pasti disana akan ditemui banyak mahasiswa- sebagai intelektual muda yang seharusnya penampilan mereka seperti tokoh intelektual senior mereka, atau paling kurang mereka mengambil penampilam dan mode panutan dari dosen- dosen dan guru besar (profesor) sebagai panutan dalam bertindak- melakukan aksi, berbicara dan berfikir. Namun kenyataannya adalah mereka malah tampil ibarat selebriti dari kampus yang suka mejeng dengan pakaian model mutakhir yang dipopulerkan oleh selebriti pujaan mereka, menyandang tas yang isinya malah MP3, recharger mobile phone, kue bermerek luar negeri dan sebagai pelengkap musti ada buku catatan tipis sebagai bukti berstatus mahasiswa. Fungsi kampus bisa berobah sebagai tempat pamer dan lomba penampilan dan sedikit sekali, bagi sebagian mahasiswa sebagai calon intelektual, sebagai unjuk presrasi.
    Maka inilah fenomena yang kini terjadi, saat pesona selebriti mengalahkan popularitas dan pengaruh tokoh inteletual, telah mengakibatkan generasi muda tumbuh menjadi generasi kebingungan, generasi yang tercabut dari akar budayanya. Fenomena kebingungan generasi muda ini bisa diatasi apabila tokoh intelektual mempopulerkan lagi reputasi mereka. Kini mereka- para tokoihn intelektual dan juga tokoh agama) harus turun dari menara gading intektual mereka yang sakral, membuka pintu rumah seluas- luasnya dan turun mobil untuk menemui dan menemani generai muda untuk berbasgi dan basgi mereka yang sibuk dalam mencari identitas diri, agar mereka kelak mampu untuk menapak hari depan mereka. http://penulisbatusangkar.blogspot.com/

  53. Gaya Hidup Mahasiswa
    Oleh: Marjohan
    Guru SMA Negeri 3 Batusangkar

    Tampak secara global kehidupan mahasiswa tidak jauh berbeda dengan kehidupan anak sekolah menengah atas. Pergi kuliah, kemudian mencatat apa saja yang keluar dari mulut dosen lengkap dengan titik komanya. Kegiatan yang paling digemari bila kuliah usai duduk berkelompok kelompok, bukan mendiskusikan tentang masalah perkuliahan tetapi hanya cenderung bersifat kelakar, ledek meledek. Ada yang mendengar tentu ada yang jadi tukang cerita. Macam-macam ceritanya, persis seperti yang terkandung dalam syair lagu “panggung sandiwara”.
    Kegiatan mereka yang paling umum di tempat kost adalah bermain domino sambil tertawa terbahak bahak, tidur sambil mendengar kaset atau ngumpul-ngumpul untuk berbagi gosip tentang acara televisi, tentang kasus pejabat yang korupsi sampai kepada gosip bagaimana menaklukkan hati pacar. Sedangkan kaum wanita ngumpul-ngumpul membicarakan tentang mode, tentang apa isi kamar kost kawan yang sombong sampai kepada masalah nasib.
    Kemudian bila diadakan tentamen, musim ujian, pada saat itu barulah mereka kasak kusuk. Melengkapi catatan, membuat jimat ala anak SMA sampai mencari sopir pada waktu ujian berlangsung. Soal ujian pada beberapa jurusan terasa agak santai. Apabila dalam ujian untuk mata kuliah umum suasananya terasa lebih acuh karena hubungan antar mahasiswa begitu pula hubungan mahasiswa dengan dosen bersifat siapa lu siapa gua saja. Memang telah ada perguruan tinggi swasta sengaja memasang monitor untuk meningkatkan mutu akademik yang lebih objektif tetapi itu hanya segelintir saja dari populasi perguruan tinggi yang ada.
    Dari sekian banyak mahasiswa yang santai atau ada juga mahasiswa yang serius dalam menghadapi kuliah. Mereka tekun menghadapi buku catatan, banyak mengurung diri dari pergaulan. Dalam menghadapi tentamen, mereka sengaja menahan kantuk pada malam hari untuk dapat menghafal semua isi catatan. Memang belajar dengan care menghafal telah membuat mereka sukses dan mampu. membuat mereka memperoleh, indeks prestasi tiga koma sampai indeks prestasi empat. Tetapi apakah mereka dapat dikatakan sebagai mahasiswa yang, intelektual?
    Dapat kita katakan bahwa belajar dengan cara menghafal tidak ubahnya ibarat merekam bagi sebuah kaset kosong dan ahli pendidikan mengatakan bahwa belajar dengan cara demikian dapat mematikan kreatifitas otak untuk berfikir. Memang banyak mahasiswa berindeks prestasi bagus cuma karena menghafal kemudian punya peluang untuk menjadi staf akademik perguruan tinggi, misalnya. Maka mereka rata-rata tampil sebagai obyek yang membosankan, demikianlah pengakuan beberapa orang mahasiswa.
    Adalah seorang mahasiswa mempunyai prestasi belajar diatas rata-rata, dia selalu mengungkapkan rasa pesimis yang berkepanjangan. Dia mengeluh hendak jadi apa dan kerja dimana kelak bila telah lepas dari perguruan tinggi. “Lho kamu kuliah di Universitas dituntut untuk menjadi intelektual, keluhan seperti itu cuma panas keluar dari mulut pemuda awam. Sekarang bangunlah dan introspeksi dirimu tentang bagaimana wawasan berfikir dan pola pergaulanmu?”
    Bukan kebetulan apabila ada mahasiswa begitu lepas dari perguruan tinggi langsung aktif dalam suatu bidang pekerjaan. Kesuksesan begini tentu telah mereka rintis jauh hari sebelumnya. Karena kesibukan ganda, sebagai mahasiswa dan merintis mencari lapangan kerja, rata-rata dalam bidang akademik prestasi mereka sedang-sedang saja, tetapi dalam mempraktekkan kerja tidak perlu lagi kasak kusuk.
    Ada beberapa orang mahasiswa, dulu sering meninggalkan tempat kost selama berminggu minggu sampai berbulan bulan. Nongol di kampus apabila ada jadwal kuliah setelah itu ia cabut lagi. Memang kuliah sesuai dengan jadwal yang direncanakan. Walau mereka wisuda dengan indeks prestasi sedang tetapi wawasan berfikir luas. Kini mereka sukses dalam mengelola usaha agrobisnis, mengelola ekspor bahan pangan dalam wilayah SIJORI, Singapura-Johor-Riau dan mengelola usaha-usaha bisnis lainnya. Sedangkan kawan-kawannya yang dulu santai, goyang goyang kaki, kini setelah wisuda sibuk mengepit ijazah dari kantor ke kantor. Dan selalu saja kalimat “tidak ada lowongan kerja” membuatnya terduduk lesu.
    http://penulisbatusangkar.blogspot.com/

  54. saya baru buat blog di wordpress.com. alhamdulillah ada fasilitas ini, saya berharap bisa membangun kompetensi menulis, paling tidak menjadikan menulis di blog ini jadi menyenangkan. thank’s mas urip, atas jaringan blog gurunya. saya ikutan deh.

  55. Suatu hari saya sempat ngobrol ngalor ngidul dengan rekan sejawat tapi beda profesi. Dia seorang Supervisor di Perusahaan BUMN Penjual Pupuk. Dari obrolan ringan, berlanjut menjadi obrolan sedikit serius seputar honor yang kami terima,

    “Denger-denger kamu ngajar ya, Di?” Tanya Haris membuka obrolan.

    “Iya, nih! Cuma ngajar 12 jam per minggu doang kok!” Jawabku agak seret.

    “Mayan dong, sebulan bisa 48 jam dikali berapa? Rp.15K,-? Jadi Rp.720K ya?” Kata temenku menganalisa.

    “Ngawur kamu!! Kalo gitu itungannya, enak gua Ris!! Gajiku itu cuma RP.180.000,-!!” Kataku menjelaskan. “Tadinya aku pikir begitu, tapi ternyata 12 jam itu itungan sebulan, meski pada kenyataannya kita tiap hari mengerjakan pekerjaan yang tidak ada hubungan dengan profesi kita, tetep aja gajiku segitu…”

    “Murah banget! Katanya jadi guru kesejahteraannya udah meningkat?”

    “Itu Guru PNS, Ris. Guru Honor mah jadi kuli!! Yah, jangan salahkan kalo guru honor kerjanya setengah hati. Yang PNS aja banyak yang males-malesan. Gimana gak setengah hati Ris? Dia harus ngebut cari objekan lain, termasuk aku. Makanya aku masih mo nerima job ‘kan Ris, meski statusku disebut Guru..” Jelasku panjang lebar.

    “Wah, susah juga ya? Tapi kenapa guru honor sepertimu gak langsung ciao aja, cari kerjaan lain kek, apa kek, yang lebih menghargai skill kamu? ” Tanya Haris memancing opini.

    “Banyak faktor Ris yang menyebabkan guru atau tenaga honorer lainnya tetep begini. Pertama, mungkin karena gak ada kerjaan lain, kedua, bisa jadi gak punya keahlian lain buat ngobjek, terakhir bisa jadi karena hutang budi karena disekolahkan ke jenjang lebih tinggi..” kataku, “Untuk kasusku, masih mending Ris, aku masih memiliki pekerjaan sampingan, memiliki keahlian yang bisa aku manfaatkan jadi duit, sehingga profesi guru dengan gaji kecilpun tetep aku jabanin..”

    “Di, untuk kasusmu mungkin pengecualian, tapi gak semua guru bisa seperti kamu ‘kan?” tanya Haris sambil menyeruput Kopinya.

    “Bener Ris, oleh sebab itu jadi guru itu butuh keiklasan. Tapi harga sebuah keiklasan dan pengabdian ternyata murah sekali. Padahal guru itu memiliki tanggungjawab yang sangat besar, dipundak mereka dipikul harapan banyak orang, banyak orang Ris..!! harga yang tak sepadan dengan beban yang harus ditanggung!” Jelasku panjang lebar kembali.

    “Kamu udah berapa lama jadi guru honor Di?” Tanya Haris.

    “Baru 4 bulan Ris. Mungkin aku gak lama lagi jugs ciao..Mo ngumpulin duit dulu. Entar kalo memang nasibnya jadi guru, pasti jadi guru ‘kan Ris. Tapi guru yang PNS. Minimal ngobjeknya dikurangi kalo dah PNS” Jawabku diplomatis.

    “Yang penting, gimana caranya dapur tetap ngebul, ngajar tetep jalan, meski gak optimal. Kalo gitu kapan dung pendidikan kita mo maju kalo begini..?” kata haris seperti bertanya pada diri sendiri.

    “Kapan-kapan Ris, kapan-kapan..” Jawabku enteng.

  56. AKU AMAT SANGAT SETUJU DAN AMAT SANGAT INGIN BANGET GABUNG.
    KALAU BOLEH AKU LINK BLOG PANJENENGAN DI BLOG SAYA YA. DAN KALO BERKENAN AKU MINTA TOLONG DONK LINK PULA BLOG SAYA BIAR KITA BISA SHARING ABOUT DUNIA PENDIDIKA YANG CARUT MARUT INI.

  57. bukannya nggak mau ikut pak, tapi belum semua guru ngerti komputer
    malah beberapa minder dan alergi dengan komputer
    yang lebih parah ada yang memusuhi komputer
    sampai-sampai yang bisa komputer dimusuhin juga 😀

  58. halo.. sekalipun aku bukan guru… aku punya beban untuk pendidikan di bangsa ini.. jadi saya dukung deh… maju terus guru indonesia…!!

  59. ikutan juga…. salam kenal dari samarinda, blog walking…..

  60. Software Scanner Pemeriksa LJK Sangat Murah
    dengan pitur dan aplikasi lengkap

    lihat di http://www.digitalscoringsystem.wordpress.com

  61. Bagus juga nech, pa Guru.
    Kita sharing, liat blogku ya di
    http://fisika-smp.blogspot.com/

    Thanks.

  62. […] saling memberi link saja dulu. Ini seperti yang sedang saya tawarkan untuk rekan guru-guru pada Jaringan Blog Guru […]

  63. […] saling memberi link saja dulu. Ini seperti yang sedang saya tawarkan untuk rekan guru-guru pada Jaringan Blog Guru […]

  64. […] saling memberi link saja dulu. Ini seperti yang sedang saya tawarkan untuk rekan guru-guru pada Jaringan Blog Guru […]

  65. […] saling memberi link saja dulu. Ini seperti yang sedang saya tawarkan untuk rekan guru-guru pada Jaringan Blog Guru […]

  66. […] saling memberi link saja dulu. Ini seperti yang sedang gw tawarkan untuk rekan guru-guru pada Jaringan Blog Guru […]

  67. aku masih belajar menjadi guru. aku mau ikut dong!!!!

  68. Untuk yang berminat gabung tukar ide dan pikiran tentang bahasa inggris, pengajaran bahasa inggris disekolah, serta teknologi dan metode terbaru dalam belajar dan mengajar bahasa Inggris, silahkan kunjung blog saya http://www.myenglish01.wordpress.com

    Isi website ditulis dalam bahasa inggris, jadi sebagai seorang guru bahasa inggris, anda juga diharapkan untuk memiliki kemampuan yang memadai dalam memahami teks berbahasa inggris. Saran, komentar, serta informasi terbaru dapat diakses dan anda juga dapat memberikan kontribusi dalam pengajaran bahasa inggris

    Herri Mulyono

  69. salam untuk para guru se Indonesia… perkenalkan saya rini. saya mahasiswa S1 Psikologi sedang menyusun skripsi tentang burnout guru dan hubungannya dengan perilaku mengajar…

    dengan adanya blog komunitas guru ini… saya ingin mengajukan beberapa pertanyaan kepada anda- anda semua. semoga anda mau meluangkan waktu untuk membaca dan menjawab pertanyaan- pertanyaan saya..

    1. apakah anda mengetahui tentang sindrome burnout??
    2. pernahkan anda mengalami burnout??
    3. alasan- alasan apa saja yang membuat anda mengalami burnout?
    4. perilaku apa saja yang ditampakan saat anda mengalami burnout?hubungannya dengan mengajar.

    terimakasih banyak sebelumnya
    semoga dapat bermanfaat

  70. ikutan ah… entar deh aku komentarnya

  71. Oke saya setuju banget, buat blog guru ayo, saya dukung 100%, saya juga guru, sudah saatnya guru ngeblog

  72. maunya sih bikin blog juga. tp gmn…????? wong aku ga bisa
    kalo ada yg buatin, mau bgt tuh…
    soale emang sdh saatnya guru unjuk suara, hehe….

  73. Febita Hanggraeni

    assalamualaikum kepada seluruh rekan guru.
    Saya sebelunya bekerja di salasatu perusaan asing di bilangan thamrin, dengan hati tulus saya memutuskan keluar dari sana dan mengambil program akta iv tapi yang terjadi setelah saya lulus akta-4 ,ternyata sangat sulit mendapatkan lowongan sebagai guru. Tidak seperti mencari pekerjaan yang lain. Saya memang belum pernah menjadi guru secara formal tapi saya pernah pendampingan selama 1 thn untuk anak-anak jalanan dan mengajar membaca menulis dan berhitung, Pengalaman itulah yang mengilhami saya menjadi guru. Beberapa waktu yang lalu saya mengikuti seleksi guru disebuah sekolah swasta setelah mengikuti 8 kali satingan saya tereliminasi dengan alesan yang menurut saya tidak begitu jelas dan ada unsur subjektivitas penilai, sungguh pengalaman yang tidak menyenangkan. Akan tetapi saya tidak putus semangat dan mengurungkan niat menjadi guru, banyak hal dapat saya pelajari melalui blog ini, saya mengali terus dan membuka wawasan tentang pendidikan di negri ini dan mencari semangat baru untuk tidak menyerah. Terima kasih karena kehadiran blog guru ini memberikan manfaat yang besar.

  74. Aku guru SMK tp baru belajar ngeblog kira2 baru dua bulan lalu…biasanya yang klik blogku siswaku sendiri.
    Biar rame aku juga ikut…silahkan mampir juga ke http://fajj.wordpress.com

  75. Aku udah buat blog sih tapi, aku belum tau cara-nya nyari temen. kasih tau aku dong bagaimana caranya aku bisa dapat temen. dan juga tips & trik supaya tulisan ku dapat dibaca orang

  76. ikut ya… masih buka lowongan gak?

  77. PELATIHAN ANIMASI GRATIS!!!! mau???
    ————————————

    ..:: PELATIHAN ANIMASI GRATIS ::..

    Lama pelatihan : 2 hari

    Dengan Fasilitas:
    1. Komputer Pentium Core Duo
    2. Monitor LCD 19”
    3. Sertifikat
    4. Modul
    5. DVD Interakif
    6. Makan siang dan snack untuk 2 hari.

    ingat!!! –> GRATIS <–

    info lebih lanjut : http://www.jtk.polban.ac.id

    Kami tunggu partisipasi anda…

  78. salam kenal tuk semua guru
    kunjungi blog saya di http://www.matematikaitah.blogspot.com

  79. ikutan ahhhhh….buat semuanya mampir di blogku nggih. thanx

  80. Ass. Wr. Wb.
    Saya sebenarnya sudah lama ingin bergabung tapi kendalanya: (1) saya nggak bisa membuat blog; (2) akses internet di sekolah belum ada; (3) selama ini saya mengakses internet hanya dengan menggunakan HP jadi … terbatas. tolong solusinya.
    Terus terang saya ingin sekali bergabung dengan teman2 seprofesi guna menambah pengetahuan, wawasan, dan ilmu dari teman2 guna mendidik anak2 bangsa agar dapat bersaing dengan bangsa2 lain.
    Wassalam.

  81. gabung yuk ! berbagi ilmu dan tukar pengalaman dong ! contentnya menarik dan menggelitik pendidik. Gimana Cak ? implementasinya BSE di sekolahnya ? Bikin Semua Enak atau Bikin Semua E…dan karena nggak keduman ! Bagus ide cerdasnya tapi kok nggak lengkap BSE terutama sciense atau Saya buta IT ? Tolong ……solusinya ! matur nuwun

  82. Salam Kenal buat para guru yang sudah mampir di blog ini, saran saya supaya semua guru perlu miliki blog untuk pribadinya termasuk tugas-tugas para siswanya ada pada blognya, tetaplah berjuang demi anak bangsa dan kemajuan pendidikan di Indonesia
    URL : http://www.rais.web.id

  83. kajiankomunikasi

    Baca komen2 di sini rasanya saya optimis bahwa para guru punya entusiasme yang tinggi untuk terus meningkatkan mutu dirinya dan anak didiknya. Bravo para guru…! Saya ikutan gabung karena guru juga sekalian tukar pengetahuan dan berkenalan. Terima kasih. Silakan mampir untuk berbagi di blog saya (Hejis).

  84. Mari kita tingkatkan kualitas pendidikan indonesia.
    salah satunya dengan ngeblog, biar siswa gampang mencari materi
    kunjungi blog saya di http://gurungeblog.wordpress.com

  85. yang enak ngeblog pake Wp …

  86. Sebaiknya memang perlu membentuk jaringan agar terbentuk persamaan persepsi dalam setiap langkah baik peningkatan skill, masalah kurikulum, dll

    Bintang
    Terima Pesanan seragam Batik (150 motif) & Kaos Olah raga TERMURAH, Kirim sel Indonesia. 0271 7950017/ 631654 www. grosirpasarklewer .com

  87. buat guru smp khususnya sains, share yuk…

  88. wah blog nya bagus…
    Mampir nich….

    Salam
    Sutrisno
    http://trisnowlaharwetan.net

  89. Salam kenal dari Guru VCK, semoga idenya bermanfaat bagi kemajuan pendidikan nasional

  90. numpang lewat mas,mbak,bu,pak,om dan tante guru…
    sapa yang guru matematika??
    ikutan sharing dunk!!!
    gimn ya biar pemasukan meningkat???
    q cmn dapet 450rb plus plus plus paling banter 1jt/bln
    kalo ga bisa dapet tambahan paling tidak mengurangi pengeluaran
    neh cara hemat konsumsi pulsa milik temen guru, kreatif juga bisa nyambi jasa design web, kali za ada yang perlu.

  91. Assalamu’alaikum.
    Kayaknya boleh juga nih… saya mau gabung, biar tambah ilmu dan informasi dari blog ini.

  92. oh, iya…sekedar kenalan, silahkan silaturrahmi ke blogku di http://www.zeinkalami.blogspot.com. ditunggu ya….

  93. Waduh mas, lha anda sendiri sepertinya malah nggak pernah membuka http://ktsp.wordpress.com/ nya.

  94. saya kepingin gabung pak, gimana caranya

  95. setuju sekali..

  96. ada rpp terbaru ngk pak

  97. ok. saya ikutan.
    salam kenal via blog ini.
    🙂

  98. wuaaaaaaaa…. setuju buanget…. kekuatan para guru dalam pengembangan pendidikan secara mayor dilakukan secara bersama dalam komitmen hubungan yang tinggi….
    Mungkin Ini adalah salah satu cara untuk mengumpulkan kekuatan utuk berkolaborasi kebaikan secara manfaat dalam dunia pendidikan Indonesia…

    Mari kita kumpulkan kekuatan dengan saling bertukan fikiran dan infor masi Forum Bogger Guru INdonesia…

  99. numpang lewat aja pak … lam kenal dari guru di jambi …

  100. halo pak..
    Aku barusan mau ngisi blog aku.
    Dan aku pengen share pengalaman mengajar ku di Salatiga.
    aku ikutan blog nya. gimana caranya?
    Biar apa yang di posting di sini. atau di blog teman2 yang lain bisa langsung masuk ke email ku?
    ini blog ku pak.
    lestariningtyas.wordpress.com

  101. haloooo pak guru lam kenal aja neh … dari sesama rekan guru dari jambi …

  102. mampir pak guru he… he… sesama guru

  103. Asslmlkm
    Salam kenal. Senang sekali ada blog yang dibuat oleh guru dan trafficnya dah bagus. Selamat mudah2an makin manfaat.
    OK, BTW. Bagaimana menurut Anda dan para pengunjung jika seluruh guru di Indonesia bergabung membentuk PARTA GURU INDONESIA??
    Silahkan baca prospektus Partai tersebut di sini
    http://blogguruindonesia.blogspot.com/2009/03/partai-guru-indonesia.html

  104. ikutan ahhhh