Antara Cring, Keberlanjutan, Kritik dan Saran

Saya tanya temen, apakah ingin punya blog? Kebanyakan jawabannya pasti ya.

Memiliki catatan jejaring (CRING/blog) bagi kebanyakan orang tidak sulit, dalam waktu singkat-pun sudah jadi. Hal yang kadang sulit dilakukan adalah untuk selalu konsisten rutin menulis (terserah mau tiap hari atau seminggu sekali). Sering saya jumpai blog-blog yang jarang dimutakhirkan. Alasannya adalah tidak tersedianya waktu, tidak segera mendapatkan ide, hilangnya mood menulis. Kalau alasan ketidaksanggupan bayar akses internet patutlah dimaklum.

Jika motivasi kita untuk belajar menulis cukup kuat, apa saja bisa dituangkan dalam catatan di blog. Persetan dengan isinya, pokoknya menulis. Itu prinsip dalam memperkosa pembiasaan untuk mau menulis. Itu jika kita ingin “bisa menulis”.

Selanjutnya tentu kita perlu mengevaluasi terhadap tulisan yang pernah dibuat. Untuk mengenali gaya tulisan kita, hal itu wajib dilakukan (nurut saya sih). Apalagi kebanyakan pembaca blog kita jarang yang mau perduli terhadap tulisan kita. Sangat jarang atau bahkan belum pernah ada yang mau mengkritik atau memberi saran-saran terhadap tulisan kita. Baik dari segi isi catatan, maupun cara penulisan. Kebanyakan pembaca blog membiarkan tulisan kita dihakimi secara tidak langsung. Itu sependek yang saya tahu.

Menurut saya sesama blogger perlu untuk bisa saling “mendidik”. Tujuannya agar kita tidak terlalu jauh larut dalam “kebodohan” dalam do-blog. Kita bisa memanfaatkan halaman khusus yang bisa kita buat sendiri.

Bagaimana pendapat anda?

Powered by Qumana

6 responses

  1. iya nih emang harus ditingkatkan kemampuan menulis saya…
    soalnya blog saya dah lama gak update tulisan.

  2. boleh tuh pak. Soalnya aku kalo udah nulis gak inget aturan. Wong mau mindah yg ada di otak ke tulisan aja kadang susah jhe

  3. yang jadi soal setelah punya blog pengen masuk kekomunitas elit blog elit tapi nggak bisa, akhirnya kecewa dan mutusken berhenti ngeblog …

  4. >> redwar
    dengan semakin sering menulis kita akan tahu di mana sisi lemah kita (dan mungkin kekuatan tulisan kita juga), karena pola pikir kita terlihat dan itu bermanfaat untuk diri sendiri, syukur2 ada yg rela menunjukkan kepada kita.

    >> neeya
    Lah kok yoo podo…sama dengan saya, kata orang karena belum terbiasa

    >>MaiDeN
    Nah itu dia tantangan… asal bisa tetep nulis dan terus mengamati blog elite itu untuk dijadikan teladan. Kalo mandek yoo gak jadi punya blog. Sing penting kita tahu bahwa blog merupakan kekuatan tersendiri, sekarang dan masa mendatang.

  5. yang perlu ditumbuhkan menurut saya adalah semangat untuk menulis, apa saja. walaupun yang keluar hanyalah tulisan sampah, namun setidaknya dia sudah mulai menulis. setelah “mapan” dalam menulis, baru kita beri masukan agar tulisannya meningkat kualitasnya. Kalau dari awal sudah kita beri rambu2 soal tulisan-yang-layak-baca, maka yang punya blog akan semakin jarang memperbaharui tulisannya, karena merasa tulisannya selalu tidak-layak-baca. Salam kenal 🙂

  6. […] Ruang TIK « Antara Cring, Keberlanjutan, Kritik dan Saran Perihal Ujian Nasional 2007 Ada Di Sini » […]