Khayalan Belajar di Jepang

Membaca cerita/pengalaman Murni Ramli yang saat ini sedang mengikuti program PhD di Jepang, saya serasa ada semangat baru untuk sekedar mencoba peruntungan untuk mendapatkan beasiswa ke Jepang. Tapi kalau mengaca diri sepertinya tidak mungkin saya bisa lolos memperoleh kesempatan itu. Apa lagi ada batasan usia tidak boleh lebih dari 35 tahun. Pupus sudah.

Jepang yang dikenal sebagai negara yg maju dalam bidang pendidikan-nya, membuat saya selalu ingin tahu sebenarnya bagaimana sistem pendidikan di jalankan di sana. Kabarnya program pendidikan di Jepang sudah menjadi ketetapan, siapapun menterinya kebijakan harus dijalankan sesuai niat semula. Ini adalah sisi yang sebenarnya bisa dianut Indonesia sehingga tidak lagi sebentar-bentar kebijakan pendidikan berubah-ubah setiap ganti menteri pendidikan. Barangkali ini bedanya negara mapan dan negara yg sedang akan mapan. Sepertinya belum ngerti harus bagaimana mengambil kebijakan dalam pendidikan.

Untuk mengetahui berbagai seluk beluk pendidikan di Jepang saya sering menjelajah, yah dengan bahasa Inggris 1-2 saja. Sebenarnya saya lebih suka membaca cerita2 rekan-rekan lain yg sudah pernah belajar dan kenal dengan lingkungan masyrakat jepang secara langsung. Disitu kita akan bener-bener tahu suka dukanya. Dengan membaca cerita mereka kita mendapat pengalaman tanpa harus berpayah-payah.

Dari cerita mereka-mereka, kendala jika belajar di Jepang adalah bahasa, sebab proses pembelajaran semua berlangsung 100% dengan bahasa Jepang. Jadi peran bahasa adalah mutlak penting. Seperti yang pagi tadi saya baca di blognya P. Wiryanto yg dosen UPH itu bahwa bahasa adalah lebih utama dibandingkan belajar matematika. Orang boleh saja tidak begitu menguasai matematika, asal bisa menguasai bahasa maka masalah matematika bisa diselesaikan. Kesimpulan saya pun sama bahwa bahasa adalah segalanya, sebagai sarana komunikasi.

Saya mungkin tidak akan bisa berangkat ke Jepang, tapi karena saya punya keturunan (anak) dengan kemampuan bahasa yg cukup berpotensi, maka hayalan itu akan saya alihkan ke anak saya. Tinggal memfasilitasinya agar potensinya tidak hilang. Semoga ia bisa.

Oh ya ada tawaran beasiswa Monbukagusho untuk penataran guru dengan deadline pendaftaran 31 Januari 2007, yang berminat silahkan mengunjungi website kedutaan Jepang itu.

12 responses

  1. Pak, sebenarnya kesempatan ke Jepang masih bisa bagi siapa saja yang mau. Kalau tidak salah selain program Monbukagusho, World Bank juga menawarkan beasiswa program Master ke beberapa negara termasuk ke Jepang. Batasan usianya 40 th. JICA juga (khusus pegawai negeri).
    Beasiswa yg lain bagi pegawai negeri malah lebih banyak. Pak Urip pegawai negeri kan ya ?
    Anyway, kalau ayah tidak sempat, anaknya insya Allah!
    Semoga…

  2. dian yang tak kunjung padam 🙂

  3. >> murniramli
    Iyah sih bener saya pns, tapi mesti lebih banyak belajar bahasa inggris dulu. Nanti kalau koneksi lancar akan cari info lebih lanjutnya deh, makasih infonya.

    >> jt
    🙂 maju perut pantat mundur

  4. Pak Helgeduelbek,
    Berdasarkan info yang saya miliki, untuk ‘sekedar kuliah’, bahasa Inggris pun cukup, karena ada banyak kuliah dan kelas internasional di sana. Tapi kalau mau belajar ‘hidup’ *artinya termasuk kultur, semangat juang dan lain-lain*, bahasa jepang jadi wajib deh hehehe. Humm, masih berdasarkan info, biasanya pemegang beasiswa harus ‘sekolah bahasa’ dulu di sana ketika baru pertama datang.. jadi, tetap semangat ya pak!.. aku menyusul kapan-kapan =D

  5. Kalo tidak lewat kuliah reguler. Bisa saja khan, lewat beasiswa penelitian. Coba aja kirim proposal penelitian. Apa keq…yang bisa diambil. Mungkin penelitian seni budaya, lingkungan atau penelitian pendidikan anak.
    Hanya sayang sih…setahu saya belum ada beasiswa luar negeri untuk “orang blog” yang rajin mengembangkan situs blog pendidikan. Kalo ini, jelas Mas urip pasti lolos. Soalnya “blog”nye dicurahkan untuk pendidikan 🙂

  6. >> Goio
    Matur nuwun infone, biar sajalah anak saya yg menindaklanjuti keinginan saya. Asal gak kepaksa. Kecuali ada sesuatu yg lain. (*Nunggu keajaiban*)

    >> Yah kalau gak bisa keluar yah di dalam saja lagi. Orang “blog”… bisa saja sampean ini. Mudahan tujuan semula tercapai dan gak banyak halangan. dan tetep bisa nge-blog.

  7. Saya yakin kalau ada niat pasti akan ada jalan.
    Pesan saya untuk Mas Urip berusahalah untuk menemukan jalan itu.

    Selamat berjuang….

  8. Septa Krisdiyanto

    Sejak mahasiswa saya selalu bermimpi untuk bisa study ke jepang, makanya selain ambil kependidikan, saya pernah gabung di Nihon-Indonesia Culture exchange Center untuk belaajr bahasa dan budaya Jepa. Satu harapan yang pasti, itu semua saya lakukan untuk mewujudkan mimpi saya study ke jepang. Tapi syarat monbukagakusho untuk program penataran guru belum memberi peluang kepada saya untuk mengikutinya, karena terkendala pengalaman yang mengharuskan minimal 5 tahun kerja. so, saya baru 3 tahun bekerja. semoga 2 tahun lagi asa itu akan menjadi nyata dan mimpi itu menjadi kenyataan yang tak kelamaan.

    Helgeduelbek: Yak.. semoga tercapai keinginan mas Septa… mumpung masih muda. Selamat berjuang

  9. daripada kuliah ke jepank,mending ke australia…do’ain gw y,lulus uan mw nyoba di university of queensland…..btw kuliah di jepank sama australia mahalan mana sih? monbukagakusho itu beasiswa di jepank kan? tanpa monbukagakusho kuliah di jepank itu 200-300jt bukan? weqs,,mendingan bli honda jazz,,kuliah di jepank itu 100% menggunakan bahasa jepank…anyway banyak tw anak2 indonesia yang di queensland,australia^_^…cuma klo disana lw harus pinter bhs. inggris,,Like me you know!!! we use english on there,,we must prepare ourself and of course you must prepare your money…coZ muAhaL BuanGeeeeeeTz giTu,,Kijang+Honda CBR dpet Lah^_^ Tpi yang penting kan ilmunya…if u want to study in australia don’t think about money,ok!!!!^_^ doain gw ya!!!!

  10. mr Helgeduelbek (what a unic name hehe… maaf,, nggak bermaksud), kenalan, saya charles, lengkapnya Mohammad Charles… saya lagi deg2an ni, besok (15 Feb 2007) saya mau ujian untuk beasiswa Monbukagakusho program penataran guru yang 1 thn 6 bulan itu.. saya mengajar musik di sekolah Nasional I Pondok Gede, Bekasi, dari TK – SMA. Dari dulu saya memang pengin banget memperdalam metode ngajar musik untuk sekolah, kebetulan aja awal januari 2007 liat via internet tentang beasiswa ini

    saya apply form nya, Alhamdulillah untuk berkas lolos, dan bisa lanjut ke ujian kedua, english test (15 feb 07 ini).. nah yang bikin deg2an ya itu deh, karena saya juga nggak pernah tau model test nya bagaimana, dan persiapan untuk saya cuma tinggal 9 hari (setelah pengumuman tes berkas diterima)

    saya akhirnya coba ikut test TOEFL prediction (EPT) di LIA, untuk try out ajah, soalnya untuk persiapan test di Monbukagakusho nya saya nggak tau harus mulai dari mana…

    saya ikut try outnya 2 kali, yang pertama (sabtu, 10 feb 07) saya dapet skor 458.. hehe standar banget ya.. trus saya usaha untuk try out yang ke2, (rabu siang ini, 14 feb 07)… eeehh hasilnya malah turun hehe.. 413 … jadi lemes..

    akhirnya saya pulang, dan mampir dulu warnet, hehe , sapa tau bisa liat dikit model soal yang diuji untuk tes Monbkgksh yang tahun lalu.. ternyata nggak ada hehe

    ya sudah … tinggal tunggu besok aja, soal apa yang bakal saya hadapi, saya tau pasti berat ujiannya dan yang ikut tes juga banyak (4 kota pula)…saya cuma disarankan sama temen saya untuk istirahat aja, biar besok ujian lebih fresh

    Selamat ya untuk mba Murni, senangnya pernah belajar di Jepang. mudah2an Tuhan memudahkan jalan saya juga untuk mendapat kesempatan yang sama… aminn…

    salam kenal ya untuk semua…titip minta doanya ya hehe…

  11. Arman Efendi S.Si

    Kenalkan saya seorang guru mas di sebuah sekolah di propinsi Sulawawesi Selatan, saya ingin sekali melanjutkan pendidikan ke luar negeri, apakah semacam penataran ato S2, saya PNS, sa sudah cari2 di internet tapi belum menemukan beasiswa, sa guru matematika yang juga interest terhadap IT khususnya database programming, klo ada info tolong dong diberikan lewat email yah ?

  12. ada lagi nggak program beasiswa dari monbukagakusho untuk tahun ini?