Blog 2007

Sebenarnya tidak perlu nunggu timing tahun baru untuk membuat perubahan, kapan saja bisa. Tapi banyak yang mangambil tahun baru sebagai momen tepat untuk mengawali perbaikan. Lalu dari mana memulainya?

Kita bisa memanfaatkan data statistik blog, perujuk (referrer), dan search engine term, tujuannya adalah untuk evaluasi secara kuantitatif. Kita bisa mengetahui kecenderungan “peminat blog” kita. Kalau kita ingin menuruti pasar maka hal ini penting untuk di amati dan mengambil langkah tepat untuk memutuskan harus bagaimana blog kita.

Secara kualitatif kita sendiri harus mereview semua apa yg pernah kita tuangkan dalam blog, mulai dari isi, bahasa dan tata bahasa, hubungan antar paragraf (kerunutan) dll.

Pertimbangan lain adalah untuk berpikir migrasi atau tidak ke penyedia layanan blog yang benar-benar bagus secara subyektif.

Seberapa perlukah itu dilakukan?

“Menulis di blog adalah sarana yang positif untuk saling belajar”

Iklan

11 responses

  1. wah, relatif itu Om. Tergantung juga pada niat ngeblognya utk apa?
    dan ditengah jalan berubah gak niyatnya itu 🙂
    kalo ngeblog cuman buat ngawur2an kayak saya, wah, gak perlu target2an, evaluasi2an
    ntar kayak anak sma aja, pake evaluasi segala 🙂

  2. Saya pikir kalau untuk me-review blog kita itu sangat di perlukan. Sehingga kita tahu seperti apa sebenarnya peminat dari blog kita.

    Dan sebenarnya yang tak kalau penting adalah ide awal membuat blog, menurut saya memang harus dipikirkan, misalnya saja saya akan membuat blog seputar tanaman hias, nah dari awal sampai akhir saya harus tetap konsisten dengan ide awal membuat blog ttg tanaman hias. Sehingga sampai kapanpun si empunya blog tdk akan melenceng dari ide awalnya.

    Selain itu, komentar tetap sampai kapanpun diperlukan (ini menurut saya). Karena dengan komentar tersebut di harapkan akan ada kritikan, sumbang saran dan lain-2. Yang kesemuanya itu akan menuju keperubahan yang lebih baik. Misal dulu sebelum di kritik tulisannya kurang bagus, tetapi setelah di kritik, eh jadi bagus.

    Untuk migrasi ke penyedia blog yang lai, saya kembali bertanya kepada mas urip, selain WP yang bagus untuk blog (gartisan) apa mas…
    Saya tetap puas dengan apa yang ada di WP…….

  3. iya, tergantung niat buat blognya itu untuk apa. soalnya banyak juga yang buat blog cuma untuk sarana curhat, cerita-cerita kehidupan sehari-hari.

  4. kembali ke niat, toh… ah kalau saya sing penting nulis… gak boleh statis, zaman selalu berkembang, salah satu karakter blog adalah tidak berkarakter/bertema, seperti blog saya… 🙂

  5. Enaknya kalo kita sudah punya ‘tema besar’ untuk blog kita ya Pak? Seperti Pak Urip yang fokus di bidang pendidikan, kimia dan TIK, atau si Guh yang doyan ngomongin piciknya pandangan manusia yang katanya ‘beragama’. Jadinya punya ‘pangsa pasar’ sendiri gitu..

  6. yang penting tetep nulis.. itu ajah..

  7. blog = sarana paling PAS untuk berbagi… berbagi ilmu, berbagi cara pandang, berbagi pengalaman, informasi dan lain..

    andai semua guru di Indonesia bisa nge-blog ???

  8. “Pertimbangan lain adalah untuk berpikir migrasi atau tidak ke penyedia layanan blog yang benar-benar bagus secara subyektif.”

    Wah, Kang Kombor kena nih. Secara dulu pertamkali pakai Blogger sejak tahun 2001 lalu pindah ke WP tahun 2005.

  9. aku masih cupu, masih brantakan tulisannya. Seringnya gak meng’editori’ tulisanku sendiri. Jadi mungkin masih kurang berkualitas. Tentang tema? Keknya blm nemu deh. Jadi masih menapaki pelan2 sambil belajar sana sini ^^

  10. Mau mengikuti selera pasar, atau membentuk selera pasar?

    He..69x, mari kita berbagi racun yang mencerahkan.