Guru Tidak Tertarik dengan Blog(Internet)

Sampai saat ini saya tetep berharap untuk membangun jaringan blog guru. Tapi hingga detik ini belum banyak yang berminat. Banyak alasan untuk itu, mulai tidak tersedianya akses yg murah (apa lagi gartis) hingga pikiran mau nulis apa… Kalau alasan tidak tahu caranya, di blog ini sudah saya sediakan link panduan nge-blog (pakai WP.com). ๐Ÿ™‚ Saya bisa nge-blog juga karena ada kesempatan akses yg disediakan sekolah, dan saya mencoba tidak menyia-nyiakan.

Ok, dari mana bisa mengklaim bahwa guru tidak tertarik dengan blog/internet? Memang hal ini belum tentu benar secara umum. Namun kali ini saya gunakan indikasi guru di sekitar saya.

Di sekolah saya tersedia akses internet yg bisa digunakan semua guru dan siswa. Untuk guru kapan saja dipersilahkan datang ke ruang komputer dan memanfaatkannya, kecuali sedang digunakan untuk belajar siswa. Nyatanya guru jangankan membuat blog, memanfaatkan akses internet saja mereka enggan. Kebanyakan alasannya tidak bisa, padahal saya sudah yakinkan asal bisa baca dan bisa ngeklik mouse sudah cukup untuk bisa mengakses internet. Jadi memang masalahnya adalah pada kemauan… yah kemauan.

Di daerah saya saat ini terdapat 10 sekolah yang bisa mengakses internet yang dibiayai sekolah lewat dana BOP (bantuan operasional pendidikan) termasuk sekolah tempat saya mengajar. Jumlah guru tiap sekolah rata-rata 30-an guru. Sampai dengan hari ini sependek yg saya tahu guru di sekolah lain untuk level SMA yg mulai ngeblog baru Surya Adijaya Kawung (belum ada kabar kena musibah Tenggelamnya Kapal Senopati itu) dan koleganya Pak Admo (sayang belum sempat melanjutkan nge-blognya) dan untuk guru SMP Willy Ediyanto dan istri saya (sama juga tidak sempat posting, sibuk diminta memberi pelajaran tambahan di sekolahnya) . Beberapa yg lainnya saya tanya kenapa gak bikin blog, jawabannya tidak sempat. Yang lainnya lagi saya tidak tahu.

Apakah mereka belum tahu kekuatan blog/internet? Bisa jadi yah, kalau begitu perlu promosi lebih lagi… akan saya coba.

Bagaimana kira-kira di daerah lain?

Iklan

28 responses

  1. pertamax!! hehehe guru-guru lagi sibuk nyiapin ujian akhir semester nih…

    Helhgeduelbek: Sekarang mah sudah mulai masuk kembali… semeseter genap mas. Tapi tetep saja, entah kapan guru pada ngeblog nunggu instruksi dari presiden atau PP. ๐Ÿ˜€

  2. sptnya: yg muda2 mungkin masi minat..yg tua2 mending nonton sinetron di r. guru, pulang mendahului, ngurus anak dulu,..

    walaupun komputer dan akses Internet rata2 dah disediakan dari berbagai dana bantuan, beliau2 masi enggan juga nge-net apalagi nge-blog..alih2 ngga bs klik dan mainin mouse..tp sdh dihrskan bs min. ngetik pake MS Word, MS PowerPoint..(dari cerita ibu saya yg guru di Denpasar)

    sptnya masi perlu proses..murid2 mengharap guru2 pd bagi2 ilmu di dunia maya.. ๐Ÿ™‚

    Helgeduelbek: Saat ini para guru sudah diminta menguasai aplikasi perkantoran, banyak yang belajar tentang itu. Tapi itu karena ada tuntutan bahwa dalam uji sertifikasi ada materi tentang itu. Kalau tidak kecil mereka mau perduli. Di sekolah siswa sudah bisa menggunakan aplikasi office karena ada pelajarannya, guru yang tidak mengajar TIK saya yakin kalah jauh dibandingkan muridnya.

  3. Saya sudah coba juga memberitahukan kepada kawan-kawan bahwa ada aplikasi office yang harus dikuasai jika ingin jadi guru prof. Tapi sebagian cuma manggut-manggut dan sebagian bingung. La, selain office, mereka harus nulis, dll. Padahal kan, blog ini untuk latihan nulis asyik juga ya.
    Nah sekarang ini saya manfaatkan juga telkomnet instan dari ruang komputer, he-he. nggak apa-apa kok.

    Helgeduelbek: ๐Ÿ™‚ guru profoseional dengan standar sertifikasi yah… kalau seandainya gak ada sertifkasi kira2 gimana mungkin jawabannya bukan manggut2, tapi geleng-geleng. Yah ayo kita kenalkan lebih dekat. Kalau perlu bikin pelatihan gratis saja gimana?

  4. Sabar Pak… saya yakin… walaupun lama jaggad blog guru nanti akan rame deh…

    Helgeduelbek: Iyah…
    *ngelus dada*

  5. belom aja kali mas……

    ngga mudah edukasi nya….ya
    harusnya mungkin dibuat satu program dari pemerintah langsung yg cuma bisa diakses di intetnet utk guru2…..

    misalnya gaji mereka cuman bisa diambil kalo udah log in di inetrnet…(halahhhh…!!) hehe (gaji aja kecil kho malah di persulit…maap)
    ini misalnya….lhooooo
    harus ada yg bikin ‘kepaksa’
    sampe nemuin asyiknya berselancar di dunia maya…heuheuheu…..

    kan udah ada tuh Iklan layanan masy tentang internet masuk desa….
    cuman segitu doang…
    ga ada edukasi selanjutnya lagi….
    ya gimana?

    mau kasih informasi kho setengah2 gitu??

    Helgeduelbek: Di daerah saya malah gaungnya gak ada sama sekali tentang internet masuk desa… mungkin karena lokasinya ditengah hutan kali yah ๐Ÿ˜€

  6. Dua tahun hampir
    saya di SMK Negeri 3 Jakarta
    baru terasa
    teman-teman guru merespon
    bahkan meminta untuk dilakukan tutorial

    banyak triger yang dilakukan
    terakhir harus masukkan nilai
    secara “soft copy”
    karena mereka tak bisa lagi
    kumpulkan nilai dengan tulis tangan
    maka mereka belajar
    walau sekedar entri nilai

    sementara yang hampir pensiun
    satu atau dua tahun lagi
    meminta tolong guru muda
    menyenangkan …
    ada sinergi

    dan kini
    mereka terbiasa
    berkalung usb flash
    dan bertukar file
    tanda di cetak dulu

    menuju paperless

  7. Wah, beberapa hari lalu saya juga mengenalkan blog bapak ini pada beberapa guru. Awalnya mereka memang tertarik baca-baca tulisan disini. Tapi begitu kami ngobrol ttg cara daftarnya yang kemudian merembet sampai masalah linux, mereka mendadak jadi ga tertarik gitu. Seperti udah putus asa duluan. Pasti karena ngomong saya yang belibet, padahal udah diusahakan dengan bahasa “idiot friendly” lho.

    Padahal mereka masih dibawah 50 tahun, kok udah pada males belajar? Gimana tuh Pak?

    Mungkin bapak harus bikin tulisan khusus untuk para guru yang buta internet, disisipi motivasi belajar, sambil meruntuhkan keyakinan mereka yang selalu percaya bahwa orang tua (termasuk guru) itu tidak punya kemampuan dan waktu belajar hal baru.

    Helgeduelbek: Makasih supportnya, pantesan kemarin trafficnya mecahkan record. Wah Linux?… pantesan langsung gak minat, mungkin pikirannya seperti saya dulu linux = ribet… Linux sekarang pokoknya SIIIp dah, meskipun harus adaptasi. Balita malas belajar yah karena sudah merasa cukup dengan yg dipunyai, artinya tidak rakus. ๐Ÿ™‚ Mengenai tulisan semacam itu, mbok yah dibantu…

  8. Di daerah saya, pinggiran ibukota prov, ada salah satu sltp negeri.
    Setahun lalu berhasil saya hasut untuk koneksi internet. Berikutnya hasut lagi pakai blogspot (waktu itu masih blom kenal wp), jawabannya: hehehe ….gagal.
    Tapi masih mujur, koneksi internet dipakai seorang guru penanggung jawab dan beberapa murid, lainnya yang muda-muda seumur 30-an: hehehe
    Akhirnya, koneksi direntalkan, 10 ribu per jam.

    Helgeduelbek: wah Saya dulu juga menghasut yah untuk mengadain komputer bekas sekelas pentium 166 MHz, berhasil… untuk nyambung akses internet,.. berhasil juga, ngajak aktif makai internet gagal maning… gagal maning…

  9. Waduh biyung, ikut prihatin juga saya. Memang banyak kendala di lapangan ( maksudnya sekolah ). Apalagi yang di pedalaman Sulawesi kaya daerah saya ( 625 km dari Makassar ). Setahu saya, di daerah saya ( se-kecamatan ) hanya ada 1 TK, 2 SD, 1 SMP, dan 1 SMA ( dari yayasan yang sama ) yang tersedia koneksi internet. Diantara gurunya, hanya sebagian kecil yang internet minded. Yang sudah punya blog paling satu-dua saja dari lebih 100 guru. Sekolah lain apalagi yang negeri sepertinya belum punya akses bahkan ada yang belum punya komputer. Bagaimana pendidikan kita mau maju kalau seperti itu terus. Ngomong-ngomong, siapa sih yang harus mikirin hal itu ? Guru, kepala sekolah, mentri atau siapa ?
    Terimakasih dan salam eksperimen.

    Helgeduelbek: Sepertinya lebih kepada diri guru Kang. Saya dulu sebelum ada akses disekolah yah ke warnet sejam 8 ribu, mau ngeblog… gak kepikiran saat itu. Bagaimana yah kabar promosi internet masuk sekolah itu?

  10. hehehehe sabar… entar kalo udah gaji 4jt/bln mungkin baru mikir nge-Net.

    mungkin karena banyak masakah yang kita hadapi pak, saya rasa kita juga maklum. Wahhh “maklum” terus… kapan maju nya .. ???????????

    Helgeduelbek: ๐Ÿ˜€ kita baru mau maju kalau yang lain sudah sampai di tujuan.

  11. saya juga pernah memperkenalkan blog kepada beberapa guru, dan jawaban yg paling saya benci keluar juga dari mulut mereka, “AH, SUSAH!!!”.
    Padahal itu belum ada 10 menit mencoba……..

    Kelemahan terbesar kita adalah malas untuk mencoba sesuatu yang baru dan keburu menyerah sebelum bertarung.
    Kemandirian untuk mengembangkan diri sendiri juga masih kurang…..

    gimana yah caranya?

  12. Hm hm hm.
    Ya begitu itu dunia kita. Sebatas “Ingin tahu”. Setelah tahu sudah merasa cukup. Lalu pengembangannya nol.
    Baru tahu sedikit sudah merasa hebat. Kalau ditanya jawabnya selalu “Sudah bisa” dan “Sudah ngerti”. Tapi giliran dibawa masuk ….. huh.

  13. TAKUT : tulisannya tdk berbobot & dikritik, khususnya sama muridnya.
    Saya belajar gara-gara Ines (anak saya umur 7th) sudah mulai bikin blog/chatting bersama kawan-kawannya, sekalian ngontrol dia.
    Cuma saya belum bisa nge-link/manage aja.

    Helgeduelbek: Yah mungkin juga gitu, tapi kapan kita tahu kalau tulisan itu berbobot kalau tidak pernah dituliskan. Perlu diubah mainset-nya. Belajar terus ibu… BTW kapan melahirkannya?

  14. hehe, kadang saya juga bingung kalo udah login, mo ngepost, bingung mo nulis apaan… Akhirnya blog saya isinya aneh2 dan terkesan ga penting…
    Saya rasa kalau soal kemauan sih ada benarnya juga. Dan sepertinya fasilitas internet di sekolah juga sudah mulai marak. Bahkan kalau ga salah Telkom ikut ambil bagian dengan programnya Melek Internet. Adik saya saja waktu kelas satu SMP sudah lebih pandai dari guru Bahasa Indonesianya kalo soal internet. Ya mungkin karena faktor usia juga…
    Yah, marilah kita sama-sama berharap agar para Guru yang notabene pengajar dan pendidik bisa lebih tertarik untuk ngeblog dan menyebarkan ilmu lewat blog…

    Helgeduelbek: Wah terkesan gak penting… terkesan saja, padahal penting khan? Sing fentiks nulis terus. Yah pokok-e mencoba menuangkan ide di gelas blog. Entah isinya apa tuangkan saja.

  15. lah, saya justru ngeblog dari rumah bukan dr sekolah, meski akses internet tersedia gratis tetapi waktu luang di sekolah lebih banyak digunakan untuk mengutak atik program edu game dikomputer, supaya ga kalah jago ama muridnya ๐Ÿ˜€

    Helgeduelbek: buguru… ganti nama nih… wah progamer juga yah?!

  16. Alhamdulillah Pak, saat ini saya sedang melobi beberapa teman yang ada di perguruan tinggi pencetak guru (seperti UPI Bandung dan UNJ Jakarta). Mereka amat tertarik.

    Pak guru, andai boleh… saya minta request tulisan mengenai “Baru mulai di wordpress?” dong. Hehehe. Seharusnya memang saya yang nulis sendiri. Tapi, sekali-kali, minta sama pak guru boleh dong yaaa.

    Tutorial itu nampaknya amat berguna buat blog wannabe yang akan mulai. Baik dari kalangan guru ataupun bukan.

    Haturnuhun Pak Guru

    Helgeduelbek: Sudah ada yang nulis kok Kang… itu saya kasih link di sidebar kanan “untuk Rekan Guru”.

  17. cihuyyyyyyyyyyyyy
    sweet 17

    *numpang absen pak guru*

  18. Aku lagi “ngojok-ojoki” beberapa teman yang ngajar di Taruna Nusantara, Mgl, terutama guru kimianya. Blogmu juga tak refer ke mereka. Mudah-mudahan nggathuk. Sayang kan, mereka punya akses internet nyaris unlimited, dan bisa diakses dari rumah dinas mereka 24 jam, tapi cuma dimanfaatkan untuk hal-hal yang “nggak penting”

    Helgeduelbek: Siiiip Kang…

  19. soalnya promosinya kurang apalagi ada kesan tabu untuk buka internet pikirnya kalo buka internet mesti identik untuk buka sites porno dan juga biaya untuk buka internet mahal. lihat aja yang posting disini mereka hanya menganggap memanfaatkan hal yang tidak penting padahal sesuatu sekecil apapun bisa bermanfaat apalagi di internet itu semua ada mereka aja yang tidak tahu bagaimana sesuatu itu penting atau tidak dan penghargaan atas hal sekecil apapun juga masih kurang

  20. guru wasta:
    Bayarannya sedikit, jam ngajar kelewat banyak, kok diminta nge-net and nge-blog, piyo to? Kapan cari omprengan lain?

    Guru negeri:
    sing penting presensi, terus pulang, tidur….

    helguedebleg lagi ngimpi dio sioang bolong to?

  21. Mungkin benar, soalnya saya kok susah ya nemuin komunitas blog untuk guru. Ada, tapi jumlahnya nggak terlalu banyak. Padahal, saya perhatikan guru-guru sekarang, utamanya di Jakarta, antusias sekali lho belajar Internet. Apalagi sekarang kan sistim penilaian sudah mulai online.

  22. Hihihi…. Biar murid/mahasiswanya duluan yg melek internet. Baru kemudian guru/dosen diajarin murid/mahasiswanya. Gantian ngajarin gitu. Malu duong…

    Jadi inget pepatah Jawa jaman dulu:

    Kebo nyusu gudel

    Tapi kejadiannya bener2 terjadi. Tidak jarang guru/dosen yang diajarin murid/mahasiswanya, misalnya mengenai program/internet.

    (** Nyalain kompor terus kabooor **)

  23. Jangan kaget kalo hampir 90 % guru kIta di daerah terutama para guru senior tidak bisa ke dunia maya, soalnya mereka lagi pada puyeng mikirin sertifikasi guru.

    DULUNYA ADA SEMANGAT MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN GURU…
    E…DIALIHKAN PARA PROFESOR KITA KE SERTIFIKASI GURU….tujuannya ya… HoNoR para Profesor LPTK itu bakal mengelembung…sehingga bisa mati dengan senyum….sebagai buah kegagalan mereka mendidik para guru yang sudah dikasih Ijazah Sarjana, Akta IV dan gelar SPD
    …guru…guru…kasihan sekali nasib lo…..

  24. Blog guru??? di sekolah saya, mungkin saya satu-satunya yang bikin blog untuk kelas saya sendiri. And baru dipenghujung tahun ajaran ini saya mempergunakannya untuk memberikan tugas online kepada anak-anak murid saya di kelas 3 SD.
    Sejauh ini tanggapan dari murid n ortunya sangat-sangat positif n mereka mendukung dengan ide saya untuk mengoptimalisasikan blog sebagai media belajar, informasi plus diskusi bagi guru, murid, wali murid, and stakeholder sekolah lainnya.
    Tapiiii, sayangnya ide ini masih underground. Maksudnya, tanpa sepengetahuan dari pihak sekolah atau seorang pun dari rekan2 guru yang lain. Karena pernah suatu kali saya melontarkan ide ini kepada dua orang rekan guru plus salah satu wakasek di sekolah saya, tapi tanggapan mereka tidak seperti yang saya harapkan, “saya tidak merekomendasikan blog sebagai sarana belajar siswa”. Akhirnya saya mencoba sendiri tanpa dukungan siapa pun, hasilnya, lumayan menggembirakan.
    Mungkin teman-teman disini bisa buka blog kelas kami di http://www.ibnuchaldunoke.multiply.com and kasih comment/masukan yah … masih sangat sederhana sih … namanya juga masih belajar

  25. very interesting, but I don’t agree with you
    Idetrorce

  26. Saya sependapat dengan njenengan pakdhe. Para guru di RI ini nampaknya masih perlu pencerahan dari orang semacam njenengan. Tapi ….., lha wong dinas pendidikan di tempat saya saja ndak punya website he he he! dan ironisnya dia sering ngadain workshop ‘jardiknas’. LUCU!

    Tapi jangan khawatir, saya tetap pada pendirian, saya akan tetap keluyuran di dunia maya untuk ngangsu kawruh pada orang-orang seperti njenengan ini.

    Salam

    mmursyidpw-pekalongan

  27. Mungkin gur yang blm ngeblog sebagian besar kaum konservatif, yg berubahnya pelan dan mewarisi tradisi paternistik. Untuk yg ini saran saya: kompori para kepala (Kepala Dinas, Kepala Sekolah, dll). Mungkin juga sebagian guru belum melihat manfaat ngeblog. Untuk yg ini saran saya: teman2 guru yg sudah lancar ngeblog menunjukkan blog-blog yg bagus sesuai tugas guru kepada para guru yg blm blog-minded… Salam hangat untuk komunitas guru. Hejis.

  28. Betul kata Bapak, kebetulan saya Guru TIK di SDN 1 Sidorejo Pangkalan Bun, saya coba mengembangkan sekolah berbasis ICT, segala fasilitas sudah tersedia, dapat anda bayangkan sekolah kami memiliki 16 Laptop yang semuanya untuk dimanfaatkan guru, 13 LCD Proyektor, 28 Unit Komputer untuk praktek lengkap dan LAN (wireles dan kabel), Jaringan Internet dengan dua ISP Telkom Speedy dan dari Diknas yaitu JARDIKNAS (semuanya gratis) Tetapi tidak satupun guru yang semangatu untuk membuat blog, sampai pernah saya bikinkan kemudian saya suruh untuk posting sendiri. Tetapi lagi-lagi blognya tidak diurus. Profil sekolah kami dapat dilihat di http://www.sdn1sidorejo.co.cc