Pelajaran Blog di Sekolah Saya

Kelas XII SMA di sekolah saya sekarang masih menggunakan Kurikulum Berbasis Komptensi. Menyimak silabus mata pelajaran TIK di tingkat SMA seperti yang saya tulis kan pada pos sebelumnya bahwa kompetensi dasar (KD) siswa kelas XII SMA:

  • Menggunakan internet untuk keperluan informasi dan komunikasi.
  • Menggunakan homepage untuk informasi dan komunikasi

Dalam contoh silabus yang saya terima dari dua KD tersebut akhirnya dijabarkan menjadi pengalaman belajar seperti dibawah ini.

Pengalaman belajar untuk standar kompetensi pertama yang ada dalam contoh silabus TIK adalah:

  1. Menentukan perangkat lunak yang diperlukan untuk membuat homepage
  2. Membuka source html suatu homepage
  3. Mengindentifikasi elemen-elemen dalam dokumen html
  4. Mengedit teks HTML menggunakan Microsoft Word
  5. Manipulasi Teks dengan HTML
  6. Manipulasi Gambar dengan HTML
  7. Manipulasi Daftar Items dengan HTML
  8. Manipulasi Form dengan HTML
  9. Manipulasi Frame dengan HTML
  10. Manipulasi Tabel dengan HTML
  11. Membuat layout homepage yang diinginkan
  12. Menerapkan Hyperlink
  13. Menerapkan cascading stile sheet
  14. Membuat aplikasi dalam sistem yang terintegrasi
  15. Membuat grafis sesuai dengan Homepage yang diinginkan
  16. Menentukan alamat domain
  17. Mendaftarkan alamat domain ke provider web hosting
  18. Melakukan Upload
  19. Memperbaiki dan merevisi data yang sudah ada

Pengalaman belajar untuk standar kompetensi kedua yang ada dalam contoh silabus TIK adalah:

  1. Memprogram web
  2. Memprogram web data base interaktif

Sebagai guru TIK yang kurang banya mengerti tentang TIK saya memahami terjadi kesalahkaprahan dalam penjabaran standar komptensi ke dalam pengalaman belajar itu. Kata kerja “menggunakan” dalam KD itu dijabarkan menjadi “membuat”. Di kabupaten saya tidak ada panutan akhirnya saya putuskan untuk memberikan dasar-dasar HTML lanjutan semester lalu kepada siswa kelas XII. Sebab kalau sekedar menggunakan internet (browsing, download, email) semester lalu saya sudah ajarkan. Beberapa poin pengalaman belajar terpaksa tidak bisa diterapkan mengingat alokasi waktu belajar dan keterbatasan sarana komputer yang ada.

Saya berpikir dari pengalaman belajar yg ditetapkan itu hanya beberapa saja yang memerlukan perhatian ekstra dan saya putuskan itu tidak diajarkan. Aplikasi pengalaman belajarnya adalah dengan meminta siswa membuat blog (sebenarnya pembuatan blog sudah pernah saya kenalkan ke siswa meskipun waktu itu belum cukup dasar-dasarnya). Penilaiannya akan saya gunakan penilaian portofolio, ini lebih mudah karena berupa hasil karya per individu. Yang ada dalam pikiran saya yang penting kemanfaatannya. Ini seperti yang banyak disarankan rekan blogger yang pernah memberikan komentarnya di beberapa tulisan saya di blog ini.

Membuat blog sebenarnya sangat aplikatif sekali untuk pengalaman belajar yang ditetapkan itu. Karena kegiatan membuat blog juga diperlukan dasar-dasar HTML yang cukup dalam hal ini semuanya sudah tercakup dalam pengalaman belajar. Dan ini tidak terlalu sulit bahkan banyak blogger yang tadinya tidak banyak tahu tentang html, karena keperluannya akhirnya ia merasa perlu untuk belajar juga. Memang untuk beberapa layanan blog gratis tidak mengijinkan untuk penerapan pengalaman belajar itu, seperti wordpress.com ini, sedangkan untuk blogger.com mengijinkannya. Tapi demi kemudahan siswa saya minta membuat blog di wordpress.com.

Saya ingat betul bahwa siswa SMA tidak dicetak untuk menjadi web-disainer, maka saya tidak paksakan semua itu untuk bisa dikuasai siswa yang hanya belajar 3 jam pelajaran seminggunya. Mungkin ini sedikit menyimpang, tapi mau bagaimana lagi dari pada terlalu membebani siswa dan saya sendiri. Toh ternyata kompetensi dasar ini tidak lagi diajarkan pada kurikulum berikutnya (KTSP). Dan di kabupaten saya terdapat sekitar 8 SMA/MA Negeri dan 7 SMA/MA Swasta yang semuanya belum bisa terkoneksi internet dan pelajaran TIK belum bisa berjalan secara normal, bahkan ada beberapa sekolah yang pembelajaran TIKnya tidak bisa berjalan. Sementara pada UAS nanti TIK termasuk salah satu yang diujikan. Mungkin materi internet tidak termasuk sebagai KD di UAS itu, jadi saya tidak ada beban sama sekali untuk 2 KD tadi.

Bagaiamana yah kira-kira di sekolah lain?

Iklan

26 responses

  1. Sekedar berbagi, saya dulu waktu kuliah di sebuah akademi di ibu kota mendapatkan pelajaran web programing. Tetapi apa yang saya dapatkan sangat jauh sekali dari apa yang saya inginkan.

    Kalau membaca silabus yang mas urip paparkan di atas menurut saya sudah lengkap. Terus terang kami dulu tdk dapat apa2. Masih untung saya ada komputer sendiri, jadi bisa otak-atik, bagaimana dengan temen yg tdk punya. Mereka kalau di tanya atau sekarang disuruh membuat contoh program2 kecil dalam HTML saya sangat yakin mereka tdk akan bisa.

    Dan di kelas yang jumlahnya ada sekitar 40 orang, mungkin hanya 3-4 orang yang punya blog atw ngerti banget di IT, sisanya, saya tdk tahu?

    Jadi memang sekarang masih untung anak smu sudah dapat pelajaran itu.
    Sukur2 kedepan internet kita paling tidak murahlah bayarnya, kalau membayangkan internet gratis di indonesia, itu sepertinya tdk mungkin.

    Maju terus, dan tetap semangat dalam perjuangan.

    Helgeduelbek: Yah semakin banyak sekolah yang terhubung dengan internet dan dengan biaya murah saya optimis pembelajaran untuk guru dan siswa pasti lebih baik. Terimakasih telah kasih semangat. Sudah sembuh yah tangannya?

  2. enak zaman skrg, saya dpt kuliah resmi ttg dasar2 html pas kuliah di jogja ini.. 😦

    sisanya otodidak.. (sekedar bs bikin blog pribadi lah..)

    Helgeduelbek: Sama pak saya juga otodidak, mau apa lagi belum ada guru TIK resmi di banyak sekolah.

  3. Saya tidak pernah sekolah html…….dan kini sudh bia nge-blog…. Saya kira banyak yang seperti ini. Apalagi banyak tawaran software gratis berkenaan pembutan web, mialnya Mamboo, Joomla, MDpro, wordpress, dll.

    Bila html diperlukna, toh sudah banyak tutorial gratis…. lah njur piye kang?

    Helgeduelbek: Yah guru dan siswa sama-sama belajar, beruntung banyak orang yang berbaik hati mau berbagi ilmu lewat tutorialnya, kang tajib puya tutorial buat disumbangkan untuk saya dan siswa saya barang kali?

  4. kalo zaman saya sma, programming cuma dijejali dengan bikin flow chart…ada gunanya sih sekarang, terbiasa bekerja konstruktif…

    Helgeduelbek: beruntung sampean, saya tahu komputer saat kuliah awal 1992-an, itupun sekedar tahu.

  5. Bagus sekali pak,bila langsung aplikatif dengan portofolio.
    Sambil melatih siswa menulis. Menulis berarti membaca.
    HTML saya rasa ngikut dengan sendirinya.

    Helgeduelbek: Tantangan berat buat saya, sebab mereka tidak merasa perlu, maka ini saya targetkan hingga menjelang UAS mereka sudah harus memiliki blog yang sudah cukup bagus. Dan tadi saya putuskan untuk membuat perkelompok 2 orang 1 blog.

  6. Hebat.
    Saya dulu kuliah gak dapat begituan
    HTML belajar sendiri, CSS belajar sendiri,…
    Sekarang di sma Anda saja sudah diajari ndaftar ke provider.
    Kalo di sma saya dulu ada koneksi internet, saya lebih milih laper gak ke kantin tapi online aja.
    Pelajaran TIK memang harus berorientasi ke masa depan
    Mungkin 5 tahun lagi yang kayak gitu diajarin di SMP
    Gak tahu ding…

    Helgeduelbek: Yah sama saya dulu lebih parah keadaannya. Mungkin sudah jamannya. Di sekolah lain jauh lebih dulu mendapatkan hal ini.

  7. Beruntung murid pak Guru.
    Tidak semua siswa SLTA mendapat kesempatan seperti ini.
    Sekolah lain di kota pak Urip ada yang tertarik enggak ?

    Helgeduelbek: Satu sekolah yang setuju dengan gagasan saya ini. Meskipun kami saling belajar, maklum prinsipnya asal ada tidak ada cukup kemampuan.

  8. pak guru, hebat euy di kalteng! kagum saya nih. SMA mana sih?
    susah juga ya KBK-nya SMA *berdecak kagum, lagi2* tu kalo guru2nya gak melek internet, gimana?
    saya kenal komputer baru pas bikin skripsi, itu pun nyewa di rental. kenal internet malah sesudah kerja tahun 2000, saya biayain sendiri, soalnya ditentang keras sama my mom. pas mom naik haji, saya pasang hehehe… malah sekarang mom juga suka. lah kok jadi curhat.

    Helgeduelbek: Hehehe,hebat? saya tidak sehebat yg ibu kira, baru belajar dan belum banyak tahu tentang internet/komputer, baru kemarin sore, itupun kalau tidak ada kesempatan akses yg dibiayain sekolah tidak bakalan sanggup ngeblog. Wah ibunya ibu sekarang ngeblog juga? Nah itu yang hebat…Saya ngajar di Kab.Kobar

  9. wahh..
    asik tuh..
    saya sih ampe saat inih baru diajarin bikin hyperlink di powerpoint..
    BT,,
    salam knal~

  10. wuah klo murid2 saya, diajarin ngeblog..bisa dibantai saya sama ortu mereka…hehehehe….cukup bu gurunya saja yg super sableng ini yg ngeblog lah 😛

  11. *Curhat: Sama dengan ketika mengomentari kesuksesan performancing perpox nya mas tajib, saat ini buku html yang saya beli setengah taon lalu harus dirakkan karena tak sempat mbaca -sampe expert-. Alhamdulillah dengan berbagai fasilitas yang ada -gratiz pulak- akhirnya “kita” yang pas-pasan ini tetap bisa unjuk gigi didunianya mbak maya ini -keliatan pinter-. Tapi bukan berarti belajar yang basic/ushul (baca: html,css,mysql,php dan apalah laen2nya) sampe jadi jagoan itu ndak perlu lho, buat adek2 -tolong sampaikan kepada peserta didiknya pak, kalo sempet- yang masih punya banyak waktu tuk belajar hayooo jangan menyerah dengan njelimetnya buka tutup kurung ampe pegel tuh jari. Kita juga jangan mau kalah dong -sok tua-. “Maya” adalah dunia baru, siapkan lahan anda si tanah yang suatu saat akan mahal ini. dan insinyur sipil(baca: disainer or programer dsb) disana suatu saat akan lebih bergengsi dibanding dunia nyata yang sama-sama fana ini.

    – bisa difahami copy..??

  12. Tapi pak guru iya anak-anak SMA itu harus tahu gimana caranya membuat web, bisa browsing dan cek email cukup kali yaa…salam kenal.

  13. Bagus sekali mas Urip, sayangnya di sekolah adik saya hanya diajarkan pemahaman dasar tentang ms office – sungguh sangat disayangkan. Saya masih melihat sdm dari staff pengajar yang kurang memahami untuk mengembangkan topik yang ada saat ini. Wong sampe adik saya merasa ‘itu-itu saja yang diajarin’, namun hal itu menjadi pertimbangan juga ketika kita melihat infrastruktur & kesempatan yang ada, soalnya sekolahnya di daerah perkampungan.

  14. Wah, jadi inget jaman SMA biyen. Cuma diajari ngetik pake mesin ketik biasa… Waduuuh wes tuwek aku iki reeekk

    Helgeduelbek: Sing penting jiwane deh mau belajar terus

  15. Met kenal Pak Guru. Ikutan nimbrung ya…
    Menurut saya nih, ngeblog itu sulit. Secara teknis maupun konten. kalaupun awalnya gampang, pasti sulit kalo ingin blog lebih bagus atau lebih lincah. Byk yg harus diplajari. Di sisi lain, harus juga nyiapkan konten padahal baru belajar menulis juga. Udah risikonya mang urip kali yaq?

    Helgeduelbek: 🙂 Kenal juga. Ngeblog standar bagusnya apa? bagi kebanyakan orang ngeblog adalah untuk katarsis sambil belajar mengungkapakan pikiran dengan tutur tulisan saja. tenkyu

  16. smu dulu blajarnya cuman excel deh, itu juga bukan pelajaran TIK. Aku kenal internet pas klas 2 SMU waktu di Bjm. Itu aja karena ada keinginan hati yg sangat kuat untuk ngenet. Bukan dari sapa2. Dan belajarnya pun otodidak plus tanya2 temen net. Harusnya skr ini udah diajarkan dari SD loh biar gak telat banget.

    Helgeduelbek: Yah disesuaikan jamannya, tapi tahu kegunaannya itu yang penting, selanjutnya bisa mengenjot sendiri.

  17. Emang sih kalo untuk jaman sekarang rasanya aneh ada siswa SMA enggak ngerti sama sekali apa itu internet ataupun kegunaannya. Tapi yang terjadi di kota kecil malah lebih parah lagi, jumlah guru (bahkan SMA) yang ngerti fungsi dan njalankan internet bisa diitung. Artinya untuk mengejar target kurikulum TIK seperti tercantum tersebut, bagaimana caranya ya . . . ?? Saya sendiri juga guru TIK di sebuah SMA di daerah, jangankan internet . . lha wong komputer untuk TIK sendiri cuman 2, udah butut lagi (generasi Pentium I). Jadi gimana untuk mengajarakan internet sampai pada pemrogramannya kepada siswa saya . . . ?? Apa secara teori saja (tapi juga enggak lucu, masak pelajaran TIK yang seharusnya banyak praktek kok malah banyak teori . . . kan jadi pelajaran Sastra Komputer . . . ). Inilah kondisi riil yanga da di SMA di daerah-daerah . . .

  18. @ yup
    Iya itulah keprihatinan, coba baca tulisan saya yg berjudul saya komputer dan sekolahini. Mungkin bisa diterapkan di sekolah sampean, sebab kami dulu sudah menerapkannya dan alhamdulillah sekolah kami jadi punya komputer sendiri.

  19. Kang Kombor ingat zaman SMA dulu untuk keperluan belajar, 1 komputer buat bertiga. Sampai sekarang, Kang Kombor nggak ngerti cara booting komputer yang pakai disket 5 inch itu. Kalau ujian yang ada adalah apalan perintah-perintah pada aplikasi WordStar. Komputer belum pakai tetikus. Waktu masuk kulian pertamakali tahun 1994 di perpustakaan sudah ada komputer yang pakai Windows dan tetikus, Kang Kombor hanya bisa ndlongop. Tahun 1995 Kang Kombor ndlongop lagi melihat teman yang bisa bikin hompej memakai MS Frontpage. Waktu itu make Word dan Excel saja belum faseh sehingga melihat temen bisa bikin hompej kagumnya setengah mati.

    Tahun 2000 iseng-iseng Kang Kombor bikin hompej pakai Yahoo!PageBuilder lalu meningkat mempelajari sendiri html. Sekarang hapal lah dikit-dikit tag untuk nyisipin gambar atau membuat taut. Tapi kalau CSS… Kang Kombor angkat tangan. Pernah nyoba bikin tapi nggak jalan. Akhirnya, daripada pusing mikirin CSS, pakai saja yang sudah jadi. Yang penting bisa ngecring.

    Coba dulu Pak urip dah jadi guru Kang Kombor, pasti Kang Kombor jadi murid yang paling rajin ngecring.

  20. HATI-HATI NII-KW9 BEREGERILYA

    SILA BUKA LAMAN INI :

    http://nii-alzaytun.blogspot.com

    KORBAN-KORBANYA MAKIN TAMBAH BANYAK.

    MOHON BERITAHUKAN KEPADA SANAK DAN SAUDARA,
    AGAR TIDAK TERJEBAK BUJUK RAYU NII-KW9,
    TUJUANNYA NII ALZAYTUN NAK ROSAKKAN ISLAM.

  21. Perkembangan html, css, demikian pesat dan makin lama makin user friendly. Kurikulum yang dipaksakan dan sudah pasti untuk praktisi/siswa tidak ada pilihan, bahwa guru menyesuaikan dengan kondisi setiap daerah yang berbeda-beda. Toh begitu, menurut saya paling penting menanamkan agar siswa tidak takut mencoba. Karena di aplikasi praktis, pinternya pakai sering karena banyaknya kesalahan yang dibuat. (trial n error).

  22. Saya dulu guru fisika, lalu dapat tugas ngajar TIK di Ponpes. Baru mau blajar HTML untuk bahan ngajar di kelas. Nol puthul nggak kenal CSS. Apalagi database di web. Saya internetan hanya kalo sempat di kantor, sebab cari yg gratisan. Meski Lab komputnya sudah bisa online sayangnya lambat n putus-putus.

    Kemarin guru rapat KTSP anak santri mau diajari apa. Karna MTs (SLTA) dah diajari Word, Excel dan PowerPoin maka yg SMA diajari Grafis, VB dan Internet. Untuk grafis saya dah lumayan pake Corel/Photoshop. VB juga bisa karna dulu pernah diajari. Ketiganya aplikasi offline jadi blajar sendirinya tidak masalah.

    Tapi untuk internetnya payaah. Saya coba bikin blog eksperimen ketika diminta ngajar kelas XII tentang web design. Anak santri dah bisa email dan banyak yg sudah punya friendster. Wallaaah… Terpaksa harus otodidak. Kecepatan blajar harus ditingkatkan agar tidak kalah sama murid-murid saya yg banyak tanya. Mohon di kasih pencerahannya yaa..

  23. Minta sarn/solusinya dongmas gimana caranya untuk mengembangkan daerah sendiri, misalnya sekolah tidak mempunyai fasilitas laboratorium Komputer, ada ada jalan jika kita mengajukan proposal pengadaan komputer, kira-kira kepada siapa? pemerintah? atau kemanayah dan bagaiman contoh proposalnyaaa kasihan daerah saya Sul-Sul kab. Pinrang. Please Balas Ke Ke Email saya. t b 4

  24. pagi pak guru. Lam kenal I baru buka blog panjenengan karena dikasih alamat ama teman. Ehhh.. ternyata I harus banyak belajar and sharing nich ama Mas Urip. I setuju banget dengan tulisan panjenengan di atas bahwa anak2 kita perlu dibekali dasar2 HTML yang kuat shg nanti ketika bikin blog minimal bisa utak – atik source codenya sendiri shg bisa lebih kreatif dan bervariatif.moga2 anak2 kita dapat memanfaatkian blognya utk hal yg positif. Salam.

  25. hihihihiihihihiihihiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiihihihihiihiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii

  26. Mas….
    Aku aja belajarnya otodidak…
    DI SMP lom ada sih 😦