Untuk Kang Tajib

Tanggapan untuk Kang Akhmad Murtajib tentang Postingannya yang berjudul “Belajarlah dari Blogger Helgeduelbek!…”

Mengenai kemunculan saya di blog Kang Tajib ketika beliau pas online (membuka blognya) dan tentang nama HelgeDuelbeK:

🙂 Itu kebetulan saja Kang.
Nama helgeduelbek… hehehe. Kebetulan saya gemar menonton pagelaran wayang semasa kecil dan mendengarkannya saat tinggal di Yogya dulu. Saya mengidolakan tokoh Petruk. Yaa sekedar pencarian simbol saja, dan helgeduelbek saya rasa pas dengan diri saya yg sedikit bandel. Helgeduelbek itu gelar untuk Kipetruk ketika menjadi raja di negeri Ngrancang sewu seperti yang diceritakan di sini. Tapi saya tidak berkeinginan sedikitpun untuk menjadi penguasa untuk orang lain atau institusi/lembaga lhoo. Saya pingin bisa jadi raja untuk diri saya sendiri.

Mengenai keberadaan Helgeduelbek di top blog id.wordpress.com apakah menggunakan trik/manipulasi canggih:

Ini juga kebetulan dan bukan harapan saya untuk bercokol di situ. Itu tanpa trik/manipulasi canggih segala. Sebab untuk apa juga kalau kita berada di tenggeran seperti itu. Seperti keyakinan kita bahwa blog yang berada di situ bukan berarti mutlak mencerminkan kualitas blog itu sendiri. Demikian juga mengenai jumlah pengunjung yang pernah di tulis Winerwin. Mungkin karena blog saya banyak dikunjungi oleh rekan guru yang mencari perihal KTSP. Sebab mengenai KTSP ini meskipun sudah digulirkan namun sulit untuk mendapatkan silabus, sistem penilaian, RPP dari kurikulum tersebut. Semua itu jika dicari di situs resmi depdiknas sulit didapat. Mungkin blog saya inilah yang bisa dituju rekan saya itu. Ini sesuai tujuan saya ngeblog agar bisa berbagi, utamanya dengan para guru diseluruh pelosok Indonesia yang tidak berkesempatan mendapatkan cukup informasi tentang KTSP dan juga blogger umumnya. Jadi blog saya ini tidak sehebat yg dikira orang meskipun kadang ada di 10 besar id.wordpress.com.

Perihal peninggalan jejak yang saya lakukan dengan memberi komentar itu:

Saya memberi komentar karena saya merasa perlu dan bisa memberi tanggapan walaupun kadang sekenak-nya saja. Sebab kadang banyak tulisan bagus di blog-blog tertentu tapi saya tidak bisa berkomentar sebab di luar kemampuan. Ya yang jelas saya mendapatkan wawasan dari tulisan blogger yang saya kunjungi. Saya pun tidak berharap untuk dibalas komentar, karena saya tahu orang ada keterbatasannya sendiri, baik sarana, waktu dan kemauan yg sesuai dengan interest-nya.

Banyaknya komentar yang diberikan untuk blog-blog yang kita kunjungi sepertinya tidak mutlak berbanding lurus dengan posisi dalam top blog id.wordpress.com, karena blogger seperti pak Budi Rahardjo karena kesibukannya tidak sempat banyak blogwalking, tetep saja posisinya di atas karena banyak dikunjungi dan secara rutin mengeposkan tulisan. Bisa juga kita lihat blog yang membahas tentang pemberian informasi lowongan kerja yang juga selalu berada di posisi atas.

Kita tidak bisa banyak berharap agar para blogger lain yang kebetulan sering di posisi atas id.wordpress.com banyak menebar komentar. Kalau kita ingat blog itu tadinya adalah catatan harian pribadi termasuk opini, orang boleh saja tidak komentar atau berkomentar. Untuk tulisan/opini kita pun siap dicaci dan dipuji , dimaki bahkan dibantai, hadapi saja dengan santai, yang penting kita menulis dengan enjoy.

Jadi kesimpulan sementara saya mengenai blog yg masuk di top blog id.wordpress.com karena banyak tamu yang mengunjungi blog tersebut untuk suatu keperluan tertentu dan rutinitas blogger memposkan tulisannya. Benarkah ini?

Iklan

18 responses

  1. hehe.. bang tajib bang tajib kenapa ga pulang pulang … hehehe lagu dangdut..

    pak urip ini selain ganteng juga rajin ngeblognya… semua artikelnya bermutu.. wah jadi seleb baru pak… gimana sepakat semuanya?

  2. mas urip adalah selebrity blog terbaru.. ayo rame2 minta tanda tangan!!!

  3. yup…betul tuh bang 😀

  4. Sepertinya benar Pak.
    Dampak bagusnya bisa untuk menuntun blogger awam seperti saya untuk menambah pengetahuan.

  5. Ha..ha.. titip salam kenal sama bang Tajib, Pak guru.. Bilangin ditunggu istri dan anaknya. Soalnya ndak pulang2 ha..ha..

  6. kayaknya hebat juga Guru jadi Seleb….. (blog) hehehheheh selamat selamat 🙂

  7. iya, khan blog blgg kita sendiri..shoul be proud of it, Pede aja mau nulis apa dan syukur syukur bisa memberi pencerahan bagi orang lain

  8. Saya juga pernah lihat blog mas urip mas 10 top blog, dan saya sempet salut. karena setelah saya buka-2 blognya memang mas urip pantas mendapatkan itu….

    Sukses mas….

  9. @Anang: wah ini provokatornya … nanti saya datangkan petrus loh 🙂

    @grandiosa12: wah maka tanda tangan saya sudah saya sebar gitu kok gak usah minta udah saya kasih :D, mosok sampean gak bisa menerima paparan alasan saya di atas sampek saya mendapat gelaran selebrity blog segala.

    @Cakmoki: Ah bisa saja sampean cak, kita khan saling berbagi, saya punya apa – sampean punya apa, saling melengkapi lah. Setiap blogger pasti punya sesuatu yang bisa di share untuk saling belajar, hanya kadang banyak yang tidak rela berbagi atau tidak tahu cara membaginya.

    @budhe: gak usah dibilangin dhe, orangnya bisa baca sendiri di sini. 🙂

    @kangguru: Ada-ada saja, jadi seleb atau tidak, yah tidak mengubah penghidupan lebih baik secara real, kecuali tulisan saya bisa mengubah dunia, terutama dunia pendidikan, nah itu baru seleb.

    @imam brontoseno: Se7, katarsis dan belajar mencurahkan isi kepala menjadi tulisan

    @prayogo: wah masak sih, ha wong yang lain menurut versi saya banyak yang lebih bagus kok. Saya sudah bilang bahwa itu gara-gara temen guru ngeklik semua hal terkait KTSP. Top postnya saja tentang KTSP, sehari bisa sampai 500-an kali klik. Sementara pos-posan lainnya tidak jauh beda saya kira dengan tulisan sampean.

  10. Wahhhh Pak’e ternyata senang merendahkan diri, padahal di dunia bloger kan kebanyak narsis he… he… selamat ya Pak jangan lupa mampir ketempat saya.

  11. yup….
    bisa dipastikan top blog dinilai dari total hits compared dengan waktu…
    klo blog ini masuk kategori tiga besar terus sih..gak usah heran..wajarrrrr…pak guru idaman… 🙂

  12. Waaaahhh….Sepertinya usulan kang Adi mengenai guru teladan itu perlu di pertimbangkan kembali nih pak. Saya termasuk salah satu pengamin hal itu.:). Merendahkan diri meninggikan harga beli niyeee..-becanda kok pak. Saya husnudzon memang pak guru kita ini ingin menjadi pendidik yang tawadhu’

  13. @ Ferry, Passya dan Ichsan Mufti: Di dunia blog tidak ada guru… yang ada adalah guru yang ngeblog, kita semua adalah pembelajar.
    Jujur bukan bermaksud saya merendah diri tapi itu kenyataan. Saya tahu persis siapa saya. Kalau gak percaya nanti saya pasang lagi top pos dari blog ini tentang apa, pasti tentang KTSP itu.
    Kata-kata terakhir Ichsan Mufti, semoga saya bisa capai itu.

  14. […] Upss…ada yang ketinggalan!!! Kemarin aku membaca komentar Mas Ferry di blognya Pak Guru Urip … […]

  15. Wahhh Pak saya jadi makin kagum nehhhhhh (* termangu dengan ta’jub *) coz untuk mengenali diri sendiri bukan hal mudah Pak, biasanya kita hanya mengenali diri sendiri dari aspek yang kita ingini bukan dari keseluruhan aspek, kalau Pak’e kayanya emang orang hebat deh… he… he…

  16. Sudah,, sudah, tidak baik terlalu memuji, membahayakan hati orang yang dipuji, semoga selama ini pak guru ikhlas. jadi tolong jangan terus kita rongrong keikhlasan beliau dengan racun pujian.

  17. banyak pencerahan yang bisa pak guru kasih diblog.. saya sendiri baru sadarr. lahh ternyata yang saya lakukan salah ketika baca blog pak guru

    jadi tidak heran kalau bercokol di top ten.. banyak yang membutuhkan nasihat dan terus berkunjung..

    makasih untuk semuanya pak guru.