Buku Ajar dan Kalimat Bijak

Catatan tentang buku ajar kimia di sekolah kami.

Suatu kebiasaan di sekolah kami, setiap awal semester di datangi penyalur buku. Ia langsung menemui guru-guru yang mau menfaatkan bukunya. Oleh kepala sekolah ini diijinkan saja, maklum tidak banyak tersedia cukup pilihan. Jadi penyalur tersebut adalah satu-satunya yang rajin dari sejak jaman saya masuk mengajar di sekolah ini. Hampir semua pelajaran yg ada bisa dilayani.

Harga bandrol dari penyalur diberikan perbuku Rp.7.000. Guru diberikan diskon 25%, selanjutnya terserah guru mau menjual dengan harga berapa. Rekan saya ada yang menjualnya kepada siswa dengan harga Rp. 8.000, ada yang 7.000. Untuk saya, karena jumlah siswanya tidak banyak (20 orang saja untuk kelas XI IPA), saya minta menganti buku itu Rp 6.000. Pendistribusiannya saya serahkan ke pengurus kelas untuk mengelolahnya, saya tidak ikut campur. Jika sudah lunas uang saya minta untuk dibayarkan ke penyalur buku tadi. Keuntungan untuk pengelolah (siswa) pendistribusi buku ia mendapatkan buku gratis, tidak perlu membelinya.

Tidak ada paksaan untuk membelinya, kalau perlu silahkan ambil kalau tidak yah gak usah, sebab bisa mengunakan buku-buka lama. Buku lama itu bisa saja dipinjam dari kakak kelasnya. Pengajaran kimia tidak terpengaruh dengan seringnya gonta-ganti kurikulum, karena dapat diadaptasi skuensinya. Dengan begitu tidak ada istilah gonta-ganti buku. Buku apapun yang penting kimia bisa digunakan, hanya kadang siswa tidak mau repot juga.

Buku ajar tersebut nyaris seragam untuk semua pelajaran, dengan sampul muka dominan warna coklat kertas licin berukuran kwarto, isi buku menggunakan kertas burem/CD dengan tulisan dan gambar mode hitam putih, sebanyak 80 halaman. Terkesan sederhana dan sebanding dengan harga yang harus dibayar. Jelas tidak seperti buku kebanyakan yang harganya sulit dijangkau oleh siswa-siswa di daerah saya dengan bentuk fisik yang bagus dan penuh warna. Buku tersebut sekedar untuk membantu siswa belajar dan berlatih mengerjakan soal-soal latihan. Cukup membantu dan memanjakan sekaligus mematikan kreatifitas guru untuk menulis buku sendiri. 😀

Kebanyakan guru kimia di daerah saya menggunakan buku-buku pegangan dari penerbit Erlangga dan beberapa buku lama yang pernah ia miliki. Belum ada tradisi untuk menyusun buku/diktat sendiri. Pertimbangannya adalah ongkosnya terlalu mahal dan isinya belum tentu bisa lebih bagus dari buku yang dari penerbit itu (padahal males mikir untuk nyusun buku/diktat). Saya selain menggunakan buku tadi dan buku-buku kimia dasar, saya tambahkan beberapa bahan yang saya comot dari internet sesuai dengan kemauan saya. Untuk memberi sedikit variasi.

Ingin sih rasanya menulis buku ajar sendiri seperti buku-buku dari penerbit itu, tapi selama ini baru dalam tahap keinginan tidak terealisasi. Pernah suatu ketika diminta menyusun materi bahan ajar untuk kimia semester 2 kelas X yang saya kerjakan dengan temen dari sekolah lain yang memang ditunjuk oleh dinas pendidikan dan pengajaran, tapi hasilnya tidak memuaskan untuk ukuran saya, walaupun itu dicetak dan disebarkan ke sekolah-sekolah secara gratis di daerah saya. Tapi tetap kalah dengan buku penerbit yang dijual hanya 7 ribu itu. Harus lebih banyak belajar.

Kembali ke buku tadi. Selain isinya yang memadai untuk berlatih dan diberi penjelasan ringkas, ada keunikan yang saya temui pada lembar-lembar buku ini, di setiap halamannya di bagian footer terdapat kalimat-kalimat bijak pembangkit gairah untuk belajar. Jarang tulisan ini ada dalam suatu buku pelajaran. Praktis total kalimat itu yah sebanyak halaman buku itu.

Saya kutipkan lengkap kalimat bijak itu dari Buku Ajar Kimia SMA Kelas XI Terbitan Fokus CV. Sindhunata, SOLO semoga bisa jadi bahan perenungan diri:

  1. Keberhasilan itu miliki orang yang tekun
  2. Pikiran adalah cerminan kehidupan
  3. Pusat pengendalian diri adalah sikap
  4. Percaya diri adalah cara meraih sukses
  5. Kesuksesan berasal dari kemauan yang kuat
  6. Niat akan menciptakan nasib kita
  7. Kebodohan tidak dapat menyelesaikan masalah
  8. Manusia akan mati tetapi bakat tetap abadi
  9. Ilmu tanpa budi adalah kerapuhan jiwa
  10. Prestasi tak dapat diraih tanpa antusias
  11. Perubahan akan menghasilkan kematangan
  12. Kemantangan akan menciptakan identitas diri
  13. Tindakan adalah buah pengetahuan yang paling tepat
  14. Kuasailah pikiran atau kita akan dikuasainya
  15. Pendidikan melahirkan keinginan baru
  16. Satu-satunya cara untuk lulus ujian adalah menghadapi ujian
  17. Satu kata bagi orang bijak sudah cukup
  18. Hanya tindakan yang dapat memberikan kekuatan
  19. Hanya kesederhanaan yang dapat membuat manusia tenang
  20. Cara terbaik menjadi cerdas adalah tidak menjadi bodoh
  21. Tiada usaha tiada hasil
  22. Antusias adalah mesin penggerak kesuksesan
  23. Jika tidak dapat mengubah nasib, maka ubahlah sikap
  24. Tiada istilah tua untuk belajar
  25. Ilmu pengetahuan adalah tiang kehidupan
  26. Peluang selalu dihimpit oleh kesulitan
  27. Ilmu itu penting, namun harga diri lebih penting
  28. Prestasi besar dilahirkan dari pengorbanan besar
  29. Pintar, bodoh, keduanya membutuhkan usaha yang sama
  30. Kebodohan bukanlah hukuman tetapi akibat
  31. Kecerdasan bukanlah ganjaran tetapi konsekuensi
  32. Lari dari kesulitan-kesulitan adalah suatu kesalahan
  33. Kegagalan adalah celaka kecil
  34. Penyesalan adalah celaka besar
  35. Hasil dari belajar adalah tindakan , bukan pengetahuan
  36. Yang membuat kita senang adalah pertempuran meraih kemenangan
  37. Perjuangan membangun kekuatan
  38. Dunia adalah panggung sandiwara
  39. Kesalahan adalah pelajaran untuk menjadi bijak
  40. Masa depan menunggu kemampuan kita untuk mengubahnya
  41. Supaya diri kita seimbang, kita harus berjalan
  42. Di manapun Anda berada, jadilah manusia berguna
  43. Temukanlah alasan bersyukur, kemudian tantanglah dirimu
  44. Menaklukan diri adalah kemenangan yang paling mulia
  45. Di mana ada kemauan, niscaya ada jalan
  46. Hidup terbentuk dari arus pikiran yang mengalir di kepala
  47. Kecerdasan adalah kombinasi dari karakter dan strategi
  48. Manusia mampu menjadi bijak tanpa menunggu tua
  49. Manusia bisa memiliki pengaruh tanpa jabatan
  50. Disiplin dimulai dari penguasaan isi pikiran
  51. Disiplin akan mengontrol tindakan melalui pikiran
  52. Disiplin adalah harga diri paling tinggi
  53. Disiplin adalah ruh dari sebuah kecerdasan
  54. Tugas utama adalah mengutamakan yang paling utama
  55. 99% kegagalan lahir dari kita yang memiliki kebiasaan tak peduli
  56. Niat akan mencetak nasib
  57. Jangan habiskan waktu untuk menunggu
  58. Kemenangan adalah hasil dari berpikir menang
  59. Pusat pengendalian hidup adalah sikap
  60. Kesalahan fatal adalah maju tanpa kemauan untuk menang
  61. Permainan hidup ditentukan oleh 99% mental
  62. Kecepatan memang baik tetapi ketepatan adalah segalanya
  63. Mongoreksi diri adalah modal sebuah tindakan
  64. Pengetahuan dapat muncul dari sesuatu yang salah
  65. Pintar dan bodoh adalah pikiran yg dapat kita tentukan
  66. Tindakan adalah ukuran paling riil sebuah usaha kecerdasan
  67. Pembelajaran adalah perubahan
  68. Buku adalah pengusung peradapan
  69. Peradaban adalah perkembangan kekuatan akal
  70. Yang kita dapatkan dari buku adalah gagasan
  71. Gagasan adalah makna yang menggerakkan pikiran
  72. Hal yang dapat kita kontrol dan kita ubah adalah sikap
  73. Pengetahuan, wawasan, dan pengalaman menjadikan manusia bijak
  74. Lompatan memungkinkan kita menempuh cara-cara baru
  75. Ikatlah ilmu dengan menulisnya
  76. Menulis sama dengan menata gagasan
  77. Gagasan sama dengan makna yang menyadarkan
  78. Efektifitas menampung pelbagai jenis kecerdasan manusia
  79. Sukses bukanlah kebetulan belaka
  80. Sikap lebih penting dari ilmu dan kesempatan.

Mungkin dari sekian kalimat itu ada yang bisa kita terapkan untuk dunia per-blog-an kita?

13 responses

  1. Ikatlah ilmu dengan menulisnya

    termasuk nge-blog dong ya…. kapan bikin buku pak…disediain tuh sama wp…

  2. Iya saya juga berpikir hal2 yg Pak Urip sebutkan…’ malas berpikir utk membuat buku’ dan juga merasa malas sudah capek2 nulis tapi kualitasnya masih jauh dr buku yg dpt dengan mudah dan murah didapat di pasaran.
    Saya pernah sih bantu2 ikut proyek buat buku untuk kalangan terbatas..gila susah banget.
    Apalagi buku itu adalah buku ajar untuk anak SD…benar2 sangat sulit karena saya harus bisa menyelami ruang pikir dan pola pikir anak2 SD supaya mereka dapat mempelajari buku itu dengan mudah.
    Yang semakin menjadi masalah saya tidak pernah belajar teori pedagogik…saya lebih banyak dan lebih sering berkutat dengan pendidikan menengah ke atas. Benar2 merepotkan…

  3. Sukses bukanlah kebetulan belaka

    kecuali emang nasibnya gitu.. 😀

  4. Rasanya pengen klo ada waktu luang mengkaji kata-kata bijak tersebut satu-per-satu, Apakah ada yang kontradiksi maknanya he..he..he. Saya pasang posisi ekstrem aja. Atau malah dari kata-kata bijak tersebut ditafsirkan oleh murid secara parsial dan lain, sehingga men-justifikasi untuk tidak belajar..kan yang penting sikap bukan ilmu. jadi buat apa belajar kimia susah-susah…

  5. Hebat banget itu buku kimia. Beli buku kimia, dapet bonus kalimat bijak.

    Apa memang lagi tren nih Pak Guru. Beli something dapet something.

    Hehehe…

  6. bagus tuh kalimat bijak, pada buku kimia lagi, menarik. Penulis memang bagusnya menjalin bukunya bukan hanya ilmu kepada ilmu, atau ilmu untuk pengajaran, tapi ilmu kepada kehidupan. Setidaknya pada etika, setidaknya memotivasi. Selain kata-kata bijak, tentu juga memotivasi seorang siswa dengan pengetahuan sesuai dengan bidang yang diajarkannya, sehingga lebih praktis, lebih membumi, sehingga kimia bukan sebagai hantu, tapi sebagai bagian dari memahami kebutuhan hidup (tapi ada nggak ya?).

  7. @ Passya : Tidak tahulah… Disediakan WP dimana?

    @ DeKing : Saya perlu juga mengetahui pola kehidupan sang penulis suatu buku untuk menimba pengalamannya sampai dia bisa membuat buku-buku itu

    @ Dani Iswara : 😀 betul.

    @ wanatirta : Siswa saya sepertinya tidak sejauh itu hehehe.

    @ Arif Kurniawan : Yah itu saya kira bukan tujuan utamanya tapi kalau ada yah bagus juga, pemilihan buku itu tergantung gurunya, dan menurut saya buku itu kontennya bagus meskipun sering kesalahan ketik ditemui, kalo siswa bengong bisa membaca kalimat bijak itu. Mungkin trik pemasaran juga iyah.

    @ agorsiloku: Saya sering merasa kesulitan juga menghadapi siswa saya yang kurang memiliki persyaratan untuk belajar kimia, apalagi untuk bisa memahaminya.

  8. k..i..m..i…a. oh tidak!!! walaupun dikasih bonus kata kata bijak, kalau boleh memilih lebih baik saya double kan ke mata pelajaran yang lain..hehehhehe maap pak guru!!

  9. Agrend Wisnu Kusuma, SP.

    Assalamualaikum.

    Kata-kata bijaknya cukup menyentuh perasaan dan jiwa saya. Supel, lugas dan tepat sasaran. Inovasi baru beli buku dapet bonus kata-kata mutiara. Ini suatu hal yang bagus dan perlu dicontoh. Input yang positif dan harus diamalkan dalam segala aspek kehidupan.

    Terima kasih Bapak/Ibu Guru. Semoga cita-cita, pengabdian dan dharma bhaktimu tercapai dengan baik dan selalu dijunjung tinggi oleh generasi penerusmu.

    Salam Guru,

    Pemerhati Dunia Pendidikan
    Mantan Aktivis mahasiswa IPB 1996 dan Direktur Smart Vission College Bogor.

  10. Untung bukunya baik (paling tidak kata Kang Tajib), kalau tidak khan menjadi kata bijak yang tidak bijaksana. Jangan-jangan hapalan tuh, kata-katanya bukan hasil permenungan atau pencerahan. Sialnya di negara kita banyak yg berkata-kata manis tanpa tahu memaknainya je. Hehehe.

  11. aku hanya akan memberikan mimpi kepada orang yang punya impian bukan kepada orang yang hanya bermimpi.

  12. Assalamualaikum.
    akhi…..we ukhti….Perasaan cinta itu dimulai dari mata, sedangkan rasa suka dimulai dari telinga. Jadi jika kamu mahu berhenti menyukai seseorang, cukup dengan menutup telinga. Tapi apabila kamu Coba menutup matamu dari orang yang kamu cintai, cinta itu berubah menjadi titisan air mata dan terus tinggal dihatimu dalam jarak waktu yang cukup lama.

    “Yaa Allah, sesungguhnya aku memohon cinta Mu, cinta orang-orang yang mencintai Mu, dan amal yang dapat membuatku memperoleh cinta Mu. Yaa Allah jadikanlah cintaku kepada Mu melebihi cinta terhadap diriku sendiri, keluargaku, dan melebihi cintanya orang yang kehausan terhadap air yang dingin.” (HR. Tirmidzi)