Sisi-sisi Komentar

Komentar diberikan karena ada suatu niat untuk menanggapi. Baik secara lisan maupun tulisan. Bisa sependapat, boleh mendebat. Tidak ada paksaan, yang penting dapat manfaat.

Bagi komentator dapat mengambil manfaat dengan turut terlibat untuk selalu mengaktifkan daya pikir. Kita bisa memberikan tanggapan kapan saja, sesuai persepsi kita. Pelajaran berharga yang mungkin tidak didapat selain di dunia maya. Dengan memberi komentar kita akan menyelami banyak lautan, berpetualang di rimba belantara kehidupan hanya lewat tulisan.

Bagi penulis (blogger) mendapatkan komentar, umpan balik positif untuk belajar menyelami isi kepala orang lewat komentarnya, penyadaran diri bahwa kita tidak sendiri dengan pola pikir pribadi.

Inilah kesempatan emas untuk saling belajar mendewasakan diri. Banyak pernik kehidupan yang mungkin tidak sempat kita jalani, dari sini kita bisa berbagi. Ini lebih dari sekedar tujuan semula yang hanya katarsis atau narsis. Banyak manfaat yang kita rasakan yang sulit untuk dituliskan.

Inilah sisi-sisi komentar.

Iklan

13 responses

  1. Setuju, akhirnya saya juga sadar. Ada orang yang komentar di blog saya mengenai tulisan, tetapi tdk nyambung dengan isi tulisan atw malah dia nanya tetapi sebenarnya jawaban dia itu sudah ada di tulisan saya tersebut.

    Hikmahnya: bahwa tulisan saya tdk atw belum bagus, sehingga mereka tdk tertarik untuk membacanya secara keseluruhan. Ini membuat motivasi untuk saya sendiri, agar saya kedepan bisa menulis yang orang lain akan tertarik membacanya sampai habis.

  2. Bagi saya pribadi kayaknya harus banyak belajar dari komentar terhadap tulisan saya, maklum nulisnya juga baru belajar, kadang ada komentar yang menggugah untuk terus memperhalus cara kita dalam menulis

  3. kalo blogwalking gak meninggalkan jejak berasa ada sesuatu yang kurang pak!
    macem naik bis trans kalimantan, mampir diwc warung makan, tidak lupa nulis “oon was here!” gitu xixixi…

  4. Waduh, bagi saya koment tidak serumit itu pak…
    Sekedar meyakinkan bahwa di luar sana ada yang berbeda atau sefaham dengan saya saja…

    Helgeduelbek: Bukannya rumit sih, cuman perlu pelurusan dalam pikiran saya dan untuk saya.

  5. Posting pendek tapi mendalam dan bijak banget. Memang sesuai betul dengan karakter Petruk Kanthong Bolong.
    Artikel dan komentar kita sebenarnya memang mewakili kehadiran kita. Dari situlah kita bisa belajar untuk saling memberi dan menerima sesuai prinsip sharing yaitu berbagi. Untuk bisa saling memberi dan menerima, kita perlu membuka diri terhadap orang lain. Di situlah komentator berperan dengan memberi setelah menerima dari pemilik blog dan atau komentator sebelumnya. Dan dalam “transaksi” sosial seperti itu, orang memberikan yang ia punya yang memang belum tentu sama dengan yang kita butuhkan. Oleh karenanya perlu kearifan agar kita tidak minta kepada orang yang memang tidak memilikinya. Perlu kearifan juga untuk dapat menerima pemberian orang lain sesuatu yang tidak kita inginkan apalagi sesuatu yang kita benci. Kita memang harus belajar terus supaya memiliki kebijaksanaan agar dapat mencari dan menerima apa yang kita butuhkan bukan sekedar yang kita inginkan.
    Terimakasih dan salam eksperimen.

    Helgeduelbek: Tulisan kang Paijo jauh lebih bijak dan lebih arif, inilah untungnya bisa bertukar pikiran dengan orang-orang yang pinter dan cerdas-cerdas.

  6. Seperti yang saya tuliskan pada komentar tulisan (angka2 dlm Blog) Pak Guru bahwa kayanya kita hanya bisa (harus) bersikap pasrah kepada apapun tafsiran orang terhadap tulisan yg telah kita publis. kecuali kita tak menghargai keberagaman pemikiran.

    Helgeduelbek: Yah bener, tulisan saya ini untuk penguatan untuk tulisan sebelumnya, sebab sering masih diperdebatkan meskipun perdebatan saya tulis dengan warna hijau, artinya boleh-boleh saja.

  7. Tak jarang sepotong komentar merubah hidup seseorang, cara ia berpikir, cara ia memahami hidup dan cara ia menemukan keasyikan baru dalam menyelami makna dibalik penggalan kata.

  8. Siapa mau mengomentari komentar … 🙂

  9. Komentar pada blog, menyadarkan kita bahwa kita hidup berbagi dan tidak sendiri. Ada harganya, yang bisa lebih bernilai dari uang sedikit. Menimbulkan semangat untuk terus menulis. Kadang sedikit, atau hanya sekedar salam sapa. Jejak yang baik, tentu saja jejak yang “bernilai”. Salam, agor

  10. nggih pak guru….ini juga komentar to?

    “Sepertinya …? :)”

  11. kadang ada juga komentar yg panas, bikin tambah rame, kayak provokator, tambah asyik ngikutinnya..hehe

    “Syah-syah saja…”

  12. heuheuheu…..
    komentar juga bisa jadi semacam latihan kesabaran buat yang nerimanya (^^)..
    yg pasti komentar rada panas dikit emang bikin rame yaa,selama masih nyambung sih

  13. Hi boys!968e38dcf937f0cf9eef6a14f1ca632a