Mengakrabkan GNU/Linux Sedini Mungkin

Pemikiran guru TIK gadungan yang baru belajar mengenali GNU/Linux

GNU/Linux selanjutnya saya sebut saja linux. Dengan pengembang brilian, baik di Indonesia dan di belahan bumi lainnya, pasti akan mendapatkan hati di pengguna komputer lebih luas. Jumlahnya tidak sedikit. Berbagai varian/distro sudah dilahirkan. Kemudahan-kemudahan penggunaannya sudah semakin terasa. Banyak varian yang dibuat dengan berbagai keperluan. Semua itu demi kemudahan kerja, lebih jauh demi kesejahteraan manusia.

Benarkan linux bisa menyejahterahkan? Bagaimana mengakrabkan linux? Kalau sudah dipakai secara luas terus kenapa, apa untungnya, emang kenapa sih mesti linux?

Salah satu kelebihan linux adalah dimungkinkannya jalur alternatif untuk pengguna yang tidak dipunyai oleh “rival berat linux” sehingga linux semakin banyak digunakan. Semakin luas dan banyak pengguna linux maka akan semakin cepat perkembangannya. Ini sedikit-banyak akan memberikan tantangan untuk pengembang linux. Lini terdepan saat ini untuk mengenalkan linux sejak dini adalah lewat sekolah. Tapi seberapa banyak sekolah yang menggunakan linux ini belum dapat dipastikan. Tapi saya yakin baru beberapa sekolah saja. Sekolah seperti ini tidak lepas dari para guru yang pikirannya sudah terbuka lebih dahulu. Mudahan tahun ajaran nanti sekolah tempat saya mengajar juga segera bermigrasi ke linux.

Bagi kebanyakan sekolah di Indonesia, mereka belum berpikir sampai di situ. Mereka berpikir ngapain ribut-ribut memikirkan linux lah komputer saja belum punya di sekolah. Bahkan di daerah tertentu lebih para lagi boro-boro mikir komputer, listrik saja belum ada. Inilah kondisi pendidikan Indonesia yang saya yakin sudah di sadari penguasa di negeri ini. Namun sayang dengan dalih apapun semua itu tidak disegerakan juga.

Sebuah peluang untuk mengenalkan Linux untuk orang-orang yang baru kenal komputer. Harapannya tidak lagi ketergantungan produk komersial yang harganya sangat mahal itu. dengan Linux tidak lagi kita dihantui rasa takut untuk dirazia karena makai produk ilegal. Jika saat ini banyak instansi membayar lisensi suatu produk operating sistem belum lagi aplikasi-aplikasi pendukungnya, dan mereka mau menggunakan Linux maka biaya untuk lisensi itu bisa dialihkan untuk kegiatan lain. Bisa mengurangi pengeluaran negara, dana besar untuk lisensi bisa dialihkan untuk pendidikan anak bangsa dan kesejahteraan rakyat.

Banyak sekolah yang belum menggunakan linux karena kebanyakan guru belum tahu atau belum mau menggunakan linux (termasuk saya juga tadinya). Inilah yang semestinya digarap lebih dahulu. Siapa yang menggarap itu semua, menurut saya yah guru itu sendiri untuk selalu saling belajar bersama. Sulit untuk diharapkan dari pemerintah untuk hal ini. Naif memang kalau pemerintah tidak mau perduli. Tapi tidak papa-lah guru juga bisa saja belajar sendiri, toh tidak harus semua guru harus bisa linux. Dengan sendirinya nanti akan mengimbas untuk guru lain yang ada disekitarnya.

Dari para guru inilah harapan linux bisa dipakai secara meluas. Satu guru yang mengajar TIK dengan memanfaat linux maka semua siswa di kelas yang diajar guru tersebut sudah pasti akan semakin akrab dengan linux itu. Dari guru sendiri tidak menutup kemungkinan akan muncul kreatifitas untuk memenuhi keperluannya yang bisa dihasilkan dengan memanfatkan linux atau aplikasi open source yang jelas-jelas “halal”.

Sampai dengan saat ini saya belum melihat adanya suatu gerakkan untuk mengenalkan linux untuk yang gampang-gampang saja. Atau kalau ada yang tahu dan memang sudah ada, tolong saya diberitahu yah. Selama ini seperti saya kira linux itu terkesan ribet-sulit, meskipun pandangan seperti ini sekarang tidak 100% benar. Seperti yang saya tulis sebelumnya. Apakah linux tidak mungkin digunakan tanpa mesti melalui jalur Command Line Interpreter (CLI), tidak bisakah semua diupayakan untuk dijalankan hanya lewat Graphic User Interface (GUI) layaknya produk microsoft itu?

Saran saya untuk para penggiat/dedengkot linux, jika ditanya oleh orang yang baru memakai linux usahakan memberikan penjelasan yang mudah dipahami, jangan langsung di hadapkan dengan CLI, kecuali terpaksa karena tidak ada cara lain. Meskipun saya sendiri sudah menyadari bahwa penggunaan CLI ternyata tidak sulit.

Demikian.

Iklan

21 responses

  1. Yach….linux lagi, linux lagi. tapi memang asik juga sih….

  2. Sebaiknya linux memang segera diajarkan di sekolah-sekolah. Kalau jendela-jendela nggak usah diajarkan karena tanpa belajar pun orang sudah bisa makenya.

  3. dulu tuh linux terkesan eksklusif sampe banyak tuh kursus2nya karena gak semua orang bisa pake, ya karena CLI itu. Padahal dulu waktu win 3.x nongol, pengguna windows juga menganggap dirinya eksklusif, mentertawakan DOS dan kroninya sejenis WS, Lotus.
    Harapan saya hanya satu, semoga ketika semua sudah ‘linux addicted’, microsoft tidak meng-akuisisi-nya. money talks, huh!!

  4. freeBSD rocks!!! ๐Ÿ˜›

  5. Pak Guru, sudah berapa lama di sekolahnya diajarkan Linux?
    Buat guru atau buat murid?

  6. HARAPAN:
    Semoga wacana di Eropa yang bermaksud untuk memindahkan posisi software dari ranah Hak Cinta ke Hak Paten tidak benar-benar terwujud, karena jika terwujud, tetap saja nantinya pengguna Linux pun masih harus membayar untuk memakainya dikarenakan dalam pengoperasiannya harus melibatkan paten-paten teknologi lainnya yang bayar.

    Semoga tidak terwujud, agar Linux benar-benar bisa menjadi alternatif menarik (bagi yang tidak mau atau tidak mampu membeli lisensi sistim operasi seperti punya Microsoft) sehingga orang-orang yang sudah turut mensosialisasikan penggunaan Linux tidak sia-sia da pengguna Sistim Operasi Bajakan bisa segera memilih, beli Windows atau memilih salah satu distro Linux yang ada di pasaran.

  7. ralat:
    “…dari ranah Hak Cinta ke Hak Paten…” maksudnya adalah “…dari ranah Hak Cipta ke Hak Paten…”

    Semoga dimengerti dan dimaklumi, lalu dimaafkan…

  8. Enakn sih make linux, selain gratis karena era open source-nya, dikit virus dan yang pastinya bisa di kembangkan lagi program di dalamnya.
    Tapi untuk saat ini, program2 yang di jual di pasaran justru lebih cenderung berjalan di Windows yang nggak bisa jalan samasekali di Linux.
    Jadi orang lebih cenderung ngeguna’in windows aja sampe saat ini ๐Ÿ˜ฆ

  9. Linux tu apa ya pak?? apa sejenis bencana banjir yang sedang melanda jakarta???
    Oiya pak gimana?? multiseatnya udah run belom?? klo udah bagi2 yah.. ๐Ÿ˜€

  10. # Kent: Apakah IGOS akan memasuki ranah hak paten juga? lalu … yang open nya mana?

  11. Dengan Gnu/linux kita tingkatkan kualitas pembelajaran TIK di tanah air ๐Ÿ˜› ( halah ….. kayak bahasa pejabat aja hehehhehe )

  12. Saya kenal beberapa orang sarjana lulusan ptn baru-baru ini. Perkiraan saya mereka sudah kenal komputer, ternyata nol sama sekali. Faktor ybs, atau faktor pt-nya atau apa ya. Setidaknya saya tahu ada tiga orang. Di kota kecil kan banyak jumlah itu.
    Lha apalagi mengenal linuk. Jendela – istilah kang kombor – saja enggak tahu.

  13. @Mrtajib: mumpung lagi mau nulis aja, btw kang tajib makai linux apa?

    @ Kang Kombor: Yah diajarkan sambil dipakai, lah tapi saya saja masih belajar je.

    @ Passya: semoga selalu ada alternatif

    @ Joesatch: Duh berat neeeh

    @ Arif Kurniawan: Belum diaplikasikan baru akan. Selama ini saya aja baru kenalan dan mencoba untuk mengakrapinya… kenapa, kelihatan sok tahu yah saya ๐Ÿ™‚

    @ Kenzt: Wah gimana nih baru mau belajar kok bayar lagi tapi itu belum final khan… semoga masih ada yang berbaik hati.

    @ Ciptawan: Yah itu salah satu alasan kebanyakan orang, tapi untuk pendidikan sepertinya itu bisa diantisipasi untuk segera migrasi apalagi untuk level SMA SMP.

    @ Mico Kelana: Heleh… mungkin bisa seperti banjir kalau semua pada migrasi. Multi seat belum juga di aplikasikan, komputer sekolah lagi sibuk-2nya dipakai untuk belajar nunggu saat ujian kelas XII baru akan dimulai. Ok tapi kalau sampean sudah duluan yah tolong dibagi ceritanya yah.

    @ Pak Dedi… No comment dulu

    @ kangguru: Sebisanya sajalah sebab kadang banyak penghambatnya juga.

    @ willyedi: Setiap lulusan memiliki fokus sendiri, tidak ada jaminan mereka mengerti segalanya temasuk masalah komputer karena dianggap sebagai alat saja tidak lebih. Tapi kalau sampai nol sama sekali yah parah juga, kesalahan pada diri saja saya kira.

  14. ga berat kok, pak guru. mirip sama linux. kan masih sama2 NIX family ๐Ÿ™‚

  15. saya lebih suka Linux tidak sekedar gratisnya saja
    tapi open source
    jiwa untuk saling berbagi ilmu

    saya harap kita bangsa Indonesia, tidak hanya sekedar pengguna
    Lets paralel development dan debugging together

    #SeorangDosenBaruPengajarTeknologiOpenSource

  16. Workshop Edubuntu perlu juga tuh diadakan sesering mungkin.

  17. Bos, linux support dgn printer canon, hp, scanner, plotter atau hardware2 lainnya gak ya? sbnernya saya pengen pindah ke linux, tp msh blm sempet belajar, dan juga agak khawatir hardware yg sdh ada ga terbaca ama linux…kerjaan jadi terganggu… windows saya gak asli, makenya juga gak nyaman..sering diintip ama buser hehehehe. mksh byk..

  18. @ali301: menurut cerita temen2 hampir semua hardware bisa dikenali dengan baik sama linux. jadi jangan khawatir. Yang penting sering masuk forum linux atau gabung di group2 linux yang banyak orang yg sudah mapan pengetahuannya.

  19. makasih bos…pejelasannnya bikin saya tambah PD aja untuk pindah ke linux, yg udah lama saya tunggu2… sejauh yg saya denger produk opensource cukup handal gak kalah dengan windows..

  20. coba aplikasi grafisnya seperti inkscape, skencil, tux paint. pasti jatuh cinta deh sama linux.
    Trus kenalkan ke anak kita yang masih TK SD aplikasi Tux type, Tux Math, dan aplikasi gcopriz lainnya, pasti nggak mau pergi dari depan komputer.
    Coba juga kenalkan stlelarium, periodic, kgeography ke guru-guru bidang studi. Kalau mereka concern pada anak pasti suka.
    nah IT sekolahnya dari pada bengong nunggu PC linux keserang virus (Linux di server sekolah saya sudah 2 tahun nggak pernah di install ulang ๐Ÿ˜ฆ ), bisa develop intranet bikin forum diskusi, local blog, phpmychat, mooodle, onlinetest dsb. semuanya CMS (Cuma modal senyum) berbasis open source.

  21. mudah-mudahan masyarakat bisa menerima dengan mudah.
    distro linux untuk pIII 500 yang cocok apa yah?