S.O.K

Manusia saling pandang, saling menyalahkan. Menganggap yang lain menyimpang. Kadang melihatnya bak badut, dan ditertawakan sinis

Menganggap baju yang dikenakan cocok dipakai orang lain. Lucu jika baju orang kurus dipakai oleh orang bertubuh gendut. Begitu sebaliknya. Memang ada orang badannya seukuran, tapi ada yang tidak sesuai sama sekali

Garis diri dipaksakan untuk bisa sejajar dengannya. Takaran diri untuk orang lain. Keakuan. Mestinya beda itu unik. Merupakan kodrat

Layak-kah pemaksaan seperti itu dilakukan. Kesadaran-lah yang bisa diandalkan. Sudut pandang dengan kerelatifan. Kearifan, kerelaan saling menerima, untuk merendahkan ego.

Baju diri dengan kenyamanan diri. Garis tegas dengan lekukan lembut keluwesan. Rukun menunggu damai, namun saling perduli. Bukan mengganggu privasi.

Iklan

27 responses

  1. pertamax!!!!
    jadi inget, sok = silakan (bhs bogor)

  2. Bento, eh tumben bicara soal hati…. ada yang mengganjal?.:)

  3. woooh, setuju soal privasi dan bahwa masing2 orang itu unik, mas.
    bayangin kalo semua orang seragam cara hidup, cara berpakaian, dan cara berpikirnya. alangkah membosankan. halah, ngomong opo sih aku iki? 😀

  4. mungkin sudah kodratnya manusia dalam bersosialisasi.. kita tidak bisa menghindari adanya standar penilaian di masyarakat.. contoh konkrit adalah bagaimana masyarakat dunia menilai kecantikan wanita.. tiap2 negara biasanya punya standar apa itu cantik.

  5. ngomong2 singkatan S.O.K kepanjangannya apa tuh?

  6. @ Luthfi: Yah memang semestinya semua mengatakan silahkan…
    @ Agorsiloku : Tidak di dunia nyata atau di dunia maya begitu khan keadaannya.
    @ Venus : Ada yang bilang “Duh indahnya perbedaan namun tetep damai”
    @ Grandiosa12 : Tidak satupun ciptaan Allah Identik, manusia berharap semua identik. S.O.K yah sok… sok benar sendiri, Semestinya itu diartikan …ok silahkan seperti yg dibilang orang Sunda itu. 🙂

  7. yah, itulah manusia pak, mau sa’karepe dhewe
    memandang orang lain rendah, nggak ada yag lebih hebat selain awak’e
    dianggap semuanya sama, sifat dasar pak!

  8. Kok sampean posting aliran baru, deversifikasi genre ya. Tapi baguslah supaya wawasan kita-kita tambah luas. Pak Dewo misalnya, segala sektor dia masuki, mulai dari TIK, pendidikan, agama, bahkan sampai ke masalah energi segala. Terimakasih dan salam eksperimen.

  9. saya masih berharap
    suatu hari nanti
    pasti kan bercahaya
    pintu akan terbuka
    kita langkah bersama
    disitu kita lihat
    perbedaan hakikat
    debu jadi permata
    kita jadi mulia
    halah kok malah nyanyi 🙂

  10. @wahyu: wah saya inget tuh bait-bait kata yang ditulis, kalau tidak salah itu salah satu sair lagu malaysia, Suci Dalam Debu by Iklim.

    Mas Urip, sepertinya sekarang untuk postingnya lebih fokus ke panduan.wordpress.com ya. KArena saya perhatikan sekarang update tulisan di blog ini tdk secepat kemarin2.

  11. Benarlah bahwaGeRaKaN sPiRiTuAL bLoG mulai bersemi.. walau berbeda, ini kesejukan

  12. memang ke-aku-an itu adalah salah satu kodrat manusia, tapi ingat gak boleh kelebihan alias terlalu narsis.
    narsis tuh sesuatu yang hanya mematikan diri kita sendiri tapi kita tak pernah menyadarinya dan tak mau menyadarinya.

    wah, pak guru udah mulai klop nih sama saya, suka ngomongin soal hati dan kepribadian.

  13. sok wae di baca.. hehehe

  14. @ Peyek: Yah, apakah bener yang seperti itu akan berlangsung sampai akhir zaman
    @ Paijo: Yah sesekali-lah, sebab masuk kategori lain-lain kan ini. Berusaha tetep pada lajur semula ae kang.
    @ Wahyu: Jadi inget saat kuliah dulu.
    @ Prayogo: Ada benernya juga. Cuman sekarang ada hal lain yang mesti mendapatkan perhatian lebih nih, dibanding nge-blog. Terimakasih atas perhatiannya.
    @ IchsanMufti: Sedikit dengan perenungan saja, mengamati dan belajar dari kehidupan.
    @ Ndarualqaz: Selama ini banyak hal yang terjadi di sekitar kita, yang membuat hati berontak namun berontak ke siapa, rupanya semua itu kembali kepada diri sendiri saja.
    @ Anang: Yo wis nek ngunu 😀

  15. Insya Allah, sejak dulu aku sadar bahwa aku berbeda dengan orang lain. Dan keberbedaan itulah yang menjadi aku ada. Aku tidak menginginkan orang lain untuk menjadi aku, demikian pula aku tidak ingin menjadi orang lain. Satu hal yang menyatukan aku dengan orang lain adalah, bahwa kami saling membutuhkan, untuk saling melengkapi, untuk saling mengingatkan, untuk menyempurnakan keberadaan kita, sebagai khalifah di bumi ini.

  16. S.O.K:
    Salahi
    Omeli
    Kritik

    Orang lain SALAH, gue yang paling benar
    Orang lain pantas untuk DIOMELI, karena nggak bisa seperti gue
    Orang lain pantas DIKRITIK, supaya bisa hebat seperti gue

  17. hehhe..boleh juga postingan yang ini…!! lepas dari jalur..wordpress alias gak njelimet.Huehehehhe

  18. Jadi ingat kita dipaksa menerima Pancasila. Kenapa gak referendum aja ya?

  19. Tulisan singkat tapi dalem banget! Lagi pengen nonjok orang ya mas tapi dari pada jadi masalah lebih baek alternatif yg aman. Semoga udah lepas uneg2nya

  20. Ada yang mau dibilang pak?

  21. SOK= Suka Omongin Kekurangan
    SOK= Senengnya Omong Kosong
    SOK= Suka Omong nggak Keruan…
    SOK= Silakan lOe Kelaut….

  22. Masalahnya juga: mau nggak kita dipaksa? Cukup kuatkah iman kita (apapun artinya iman)dan cukup besarkah keberanian kita untuk menolaknya?

  23. Ya Pak, mestinya perbedaan yang ada disikapi dengan bijak, juga dengan kerelaan…

    #tukang komentar
    ya, balik lagi ke kitanya masing-masing. Tentu tak ada yang mau dipaksa.Terkadang ada yang kuasa menolak dan ada yang tidak. Tergantung kondisi kitanya…

  24. SOK itu sama dengan mentang-mentang ga pak? Misalnya mentang-mentang pintar .. trus menganggap orang lain bodoh. Tapi kalo orang bodoh boleh ga mentang-mentang? misalnya mentang-mentang bodoh .. trus cue’, ga mau tau atau peduli wong bodoh kok hehehe 🙂

    Atau mentang-mentang kaya .. seenaknya dewe, merasa semua orang bisa dibeli atau menganggap orang lain miskin. Nah, kalo orang miskin boleh ga mentang-mentang? misalnya mentang-mentang miskin .. seenaknya ngambil punya orang karena lapar.

    Jadi sebenarnya apapun, menurut saya, lebih baik menanamkan kebaikan. Apakah saat kita tidak mampu atau kaya. Apakah saat kita kuata atau lemah. Apakah saat kita pintar atau kah tidak. Kita sedang main sandiwara kok. Tuhan memberikan peran kita masing-masing. So, emang ga perlu kok untuk SOK atau mentang-menta.

    BTW .. SOK itu sama ga ya ama mentang-mentang?

  25. Yaaah, gimana dong, virus Pokoknya™ Kami Yang Paling Benar! ini sudah mendarah daging. Lha wong ditanamkan sejak kecil je.

    Sepertinya memahami orang-orang yang selalu anti perbedaan itu juga termasuk suatu level dalam memahami perbedaan ya, hihihi.

  26. omong soal moral,
    omong keadilan,
    sarapan pagiku…

    hehehehe…

    *saya sedang tidak fokus*

  27. Ya ya ya, senandainya semua orang bisa saling memahami … saling menghormati .. saling menasehati … tidak ada dusta … mmm, indahnya dunia ini 🙂