Antara Menulis, Jawab Komentar dan Jalan-jalan

Ini adalah soal mengatur waktu dalam aktifitas ngeblog.

Ngeblog itu perlu waktu ekstra. Yang paling sulit adalah  bisa membagi waktu saat nge-blog. Tidak ada keharusan memang, tapi ini adalah resiko jika kita terlanjur memutuskan untuk ngeblog. Bagaimana bisa membagi 3 kegiatan utama dalam per-blog-an itu?

Kembali ke tujuan semula ngeblog kita itu apa. Jika tujuannya untuk publisitas tulisan untuk berbagi ilmu dan pengalaman yang berarti, maka ini yang harus diberi porsi yang lebih besar. Menjawab komentar hanya seperlunya saja. Jalan-jalan ke blog orang lain bukanlah keharusan. Ini saya amati untuk blog-blog untuk kalangan akademisi seperti pak Budi Rahardjo, Pak Romi Satrio Wahono dan beberapa yang lain. Saya tidak tahu ini benar atau tidak.

Jika tujuan kita buat blog adalah selain curhat dan sedikit berbagi tentang sedikit apa yang kita tahu, serta menjalin hubungan dengan sesama blogger, maka proporsinya harus imbang, meskipun sulit untuk melakukan hal ini. Berbagai keterbatasan bisa menghambat kegiatan ini. Bisa celah waktu yang terlalu sempit, bandwidth yang payah, lebih2 jika akses internetnya pakai biaya sendiri.

Namun saya salut kepada para kalangan profesional yang sudih berbagi tentang keilmuannya melalui blog. Mereka selain rajin menulis juga rajin jalan-jalan, dan sigap dalam menanggapi setiap komentar yang muncul pada setiap tulisannya. Salut… ( 🙂 ditunggu cara membagi waktunya untuk aktifitas ngeblog-nya) Untuk mereka yang saat ini di luar negeri mungkin ngeblog selain untuk berbagi juga bisa sedikit mengurangi rasa sepi dan kerinduan akan orang sekitar yang tadinya selalu menemaninya.

Jika tujuan kita ngeblog gak jelas tapi serius, maka ini lebih bebas, suka-suka kita. mau sekedar jalan2 saja, atau tebar komentar sana-sini, atau nulis saja terus tanpa mau jawab atau tanpa mau jalan-jalan melakukan lawatan ke blog lain. Jika tujuannya hanya ingin menulis, mau di komentari orang lain atau tidak, tidak perduli, hanya menanggapi seperlunya maka rutinitas menulis adalah yang utama. Ini berbeda dengan yang dilakukan para akademisi di atas. Ini memerlukan waktu tidak banyak.

Berdasar pengalaman saya selama ngeblog beberapa bulan sejak 3 Agustus 2006, bahwa aktifitas di depan komputer dengan akses bebas tanpa ikut bayar 50% lebih adalah untuk ngeblog sambil nunggu download-download yang cukup menyita waktu. Bagi pemula sebaiknya memang perlu banyak jalan2 sehingga dapat menetapkan tujuan ngeblog apa, sambil mengamati berbagai gaya orang menulis serta bagaimana mengangkat suatu topik tulisan.

Sebagai pemula waktu untuk ngeblog porsinya biasanya tidak terlalu dominan, perlahan porsi waktu untuk ngeblog akan bertambah terus. Maka hati-hati jika sudah ketagihan dan ngeblognya di warnet ini akan membengkak-kan anggaran biaya akses internet. Kecuali jika akses internetnya tidak ikut mikir alias gak ikut bayar. Mungkin bagi kebanyakan blogger yang aksesnya harus bayar sendiri, ini yang menyebabkan jarang melakukan kegiatan blog walking alias jalan2 di blog orang lain atau sekedar tebar komentar.

Oleh karena itu, perlu pertimbangan yang matang untuk mengatur waktu sehingga tidak sia-sia dalam memanfaatkan fasilitas. Jadi tetapkan tujuan untuk apa kita membuat blog, sehingga tidak hanyut, lebih-lebih jika kita tidak bisa mengambil banyak manfaat.

Mari kita pikir kembali untuk memanfaatkan waktu, untuk tidak melakukan kegiatan sia-sia. Beri manfaat dan atau ambil manfaat semaksimal mungkin. Soal waktu…? 🙂

26 responses

  1. Pa guru saya mau tanya kemarin saya buatkan blog tuk teman saya lupa logout dan sekarang blog saya ada ada dua nama karena tertimpa nama blog yang baru, bagaimana caranya menghapus blog tersebut dan mengembalikan blog saya ke semula. sangat ditunggu jawabannya.

    Hatur Nuhun

    “Haloo gimana sudah berhasil menghapus blog itu belum? Kalo belum masuk ke My Dashboard >> masuk ke blog yang hendak dihapus >> Pilihan (Option) >> Hapus Blog. Jangan salah masuk ke blog yang akan dihapus itu.”

  2. kalo komen ga jelas gini masup kategori buang-buang waktu ya pak guru 😀 **salamkenal**

  3. memang mau buang2 waktu…

  4. Apalagi kalau connectionnya lemot. Banyak waktu terbuang untuk menunggu sebuah situs bisa terbuka. Duh!

  5. wah
    ini emang sembari menunggu windows yang ngadat 😀

  6. saya masih belum bisa membagi waktu antara ngeblog dan beraktivitas di dunia nyata…
    walhasil, kalo seharian ngeblog, besoknya harus lembur buat ngerjain tugas2…hahaha

  7. yup memang kuncinya adalah membagi waktu dan selalu melakukan apapun yang kita inginkan dengan enjoy..tanpa beban….dan hatipun senang hehe..

  8. kalau menurut aku, dari tiga kegiatan yang berkaitan dengan blog itu, yang penting (dan sebisa mungkin terpenuhi) adalah menulis dan membalas komentar. Menulis untuk bagi2 (ilmu, pengalaman dll) dan membalas komen sebagai media diskusi :).. jadi, komenku dibalas yaaa hehehehe

    rada OOT dikit,
    Pak urip menulis:

    ..ditunggu cara membagi waktunya untuk aktifitas ngeblog-nya..

    Yang betul itu ‘aktivitas’ atau ‘aktifitas’ ya? setauku (dari guru SD dahulu) sih ‘aktivitas’…gimana pak Guru? Lagi gak bawa kamus besar bahasa indonesia nih.. berat 😀

  9. yang betul aktivitas nak! nanti kalau UN disalahkan loh!

  10. Saya termasuk yang lebih banyak nulisnya daripada mengunjungi blog para blogger yang lain. Kadang-kadang, kalau sedang ada ide menulis, saya langsung buka notebook inventaris, buka WLW dan mulai ngetik. Save as draft, lalu tutup notebook lagi. Besoknya kalau tiba di kantor, tulisan dipublikasikan. Kalau butuh segera dipublikasikan, saya akan koneksi pakai fleksi.

    Kalau mau nuruti semua blog dikunjungi dan dikomentari, bisa-bisa kita ini hanya nunggu mati sambil ngeblog.

  11. koneksi cepet sih kalo saya, gratis lagi, tapi dasar emang saya kebanyakan kuliah sama kerjaan, jadinya ya, bingung mau nulis apa, akhirnya ya cuma jadi pengelana di dunia wordpress.

  12. winerwin,
    hihihi.. tenang sajah, aku belum dan gak akan pernah ngikut UN… dulu namanya masih Ebtanas sih hehehehe

  13. @ Iway: Untuk salam kenal bukan buang waktu… Ok salam kenal mas.
    @ Kang Adhi: Begitulah nasib yang selalu dirasakan kebanyakan blogger Indonesia di Indonesia
    @ Avank: Kok bisa konek ya?
    @ antobilang n arifaji: Itu dia yang kadang jadi dilema
    @ Goio & wienerwin: Setelah saya cek yang bener memang aktivis, terimakasih pak atas koreksinya
    @ kang kombor: Wah yah kalau gitu yah iyah kang, jadi kita tau sama tahu dan sama-sama memaklumi kok.
    @ ndarualqaz: Wah asyik tuh.

  14. daripada ngeblog ga punya tujuan, mending jangan ngeblog

  15. Masalah waktu memang yang paling berat pak guru.
    -Pagi-pagi sbelum berangkat ngantor/sekolah. Hanya ada waktu beberapa menit buat mengikuti diskusi postingan.
    -Terus pulang kerja, ngecek akregator, melihat postingan baru.
    -Malem sebelum tidur, ngomen atau mbalesin komen.

    Hahaha…

    Tapi kadang-kadang, saya lebih memilih mbaca blog daripada baca beberapa situs koran RI. Sebab blog itu ada sudut pandangnya dan beragam. Contoh: Saya tau garuda jatoh justru bukan dari koran. Tapi dari salah satu pengunjung blog yang ngomen dari bandara. Sebab dia salah seorang korban. Hebat deh blog!

    Maka itu, pepatah saya, dalam ngeblog biasanya adalah:
    “empat kali empat enambelas
    sempat tidak sempat, komen harus dibalas”

    hehehe… OOT lagi

  16. Sama spt kang Arief.. aku bingung klo banyak coment balese kapan… abis bales coment kunjungan balik hehehe jd ga rampung2. Padahal udah pingin nulis baru lagi, jd aja numpuk2…mustinya bales coment dulu baru nulis baru ya kang Arief…

  17. Oh ya pak, aku bingung aku di minta jd author di blog tersebut tahu2 klo buka dashboard ada blog dia ke dash board aku,aku bingung tulisanku coment2 jd nyampur2 gitu sm blog aku,gimana ini?

  18. Tul kata Pak Guru, waktu ngeblog jadi nambah terus. Mulanya cuma nyimpen tulisan utk sendiri, eh ada yang memberikan perhatian jadi kesenangan. Kalau ada komen, bisa dijawab cepat kalau nggak lagi tugas lapangan. Biasanya malam sih (tapi blog saya, sedikit sekali yang mo komen – ini soal keterampilan memancing blogger yang masih payah). Kalau tulisan, kadang saya sudah nulis untuk sebulan ke depan, lalu postingnya satu-satu….. udah kebanyakan, ribet mengklasifikasi lagi.
    Soal dashbor, emang benar jadi ribet juga kalau ada beberapa, apalagi kalau akses lagi lemot.

  19. Nulis postingan, balas komentar dan blogwalking? hmm..saya nih porsinya belum jelas lagi pak, mungkin lebih banyak blogwalkingnya daripada nulisnya, secara terkadang (atau sering) terkena sindrom “lamatakposting”, 😀
    Mau seimbang ah mulai sekarang…

  20. Saya sudah terlanjur nyemplung dan enjoy Pak. Waktu di blogspot, lebih 6 bulan hanya untuk blogwalking sambil belajar, sebelum memutuskan pindah wp.
    Pernah sih ditanya teman soal biaya. Repot njawabnya. Mirip orang hobi piara ikan yang harganya mahal, hobi kadang sulit dikalkulasi. Tapi tetap prediksi anggaran supaya gak jebol dompetnya. hahaha
    Persoalan utama bagi saya adalah lambatnya koneksi.
    Waktu masih bisa ngatur.
    Komen dari teman saya backup semua, untuk bahan nulis dan arsip, dan belajar komen 😀

  21. @ Arul: 🙂
    @ Grandiosa12: Tapi sepertinya semua yang ngeblog punya tujuan khan? Mungkin fokus kadang yang kurang, seperti siswa-siswa yang saya wajibkan ngeblog, tulisannya gak jelas, gado-gado,
    @ Arif Kurniawan: Berapa waktu total untuk ngeblog selama 24 jam kang?
    @ Evy: Mungkin sebaiknya membuat blog KOSONG, kemudian bisa minta admin untuk memakai email yang digunakan untuk membuat blog kosong tadi. Susahnya Sampean gak bisa berpindah dengan cepat untuk masuk ke blog utama sendiri.
    @ Agorsiloku: Mungkin itu yang dirasa semua blogger, masalah komentar biasanya merupakan hukum imbal balik antara memberi komentar dan diberi komentar, tapi itu tidak mutlak, kalau tulisan sudah bergenre tertentu. Lebih2 kalau tulisan pro-kontra dan mengundang orang untuk tinggal diam. BTW enjoy saja itu adalah maha karya kita sendiri.
    @ JejakPena: Oke deh yang penting sudah merasa nyaman saja sih.
    @ Cakmoki: Cerita dong Cak gimana mbagi waktunya itu

  22. Ngeblog yang pasti di luar pekerjaan rutin dan di luar jam praktek.
    Di luar kewajiban rutin juga ding.
    Setiap malam kalo tidak kena giliran mati listrik, biasanya di atas jam 12 malam.
    Kadang sempat buka pagi sebentar, siang atau sore. Yang ini waktunya sering bergeser.
    Setelah online, biasanya nengok blog sendiri untuk jawab komen, lalu mengintip pengumpan tulisan blogger lain, baca, ngisi komen atau kadang ditunda untuk blogwalking.
    Adapun di dunia nyata, rutin aja Pak, nggak banyak berubah.
    Seminggu sekali atau 2 kali keliling di dunia nyata mengunjungi kenalan atau kegiatan kemasyarakatan. Baca tiap hari, olah raga ringan, dan lain-lain.
    Intinya pengaturan waktu ngeblog malah mendorong lebih banyak baca. Ini keuntungan bagi saya, terlebih setelah ada interaksi tanya jawab bidang kesehatan. Otomatis waktu untuk menulis sedikit berkurang, tapi gak apa, toh pergeserannya ke penambahan waktu untuk baca. Masih seimbang dan sudah diperkirakan sebelumnya.
    Mungkin ini yang dimaksud bagi waktu ya 🙂

  23. ngeblog nggak dimanapun pasti pengen, termasuk saya, kadang dikantor aja masih menyempatkan diri he…he…he…kadang-kadang nggak sadar bos ada dibelakang kita, padahal lagi asik ngasih komentar.

  24. I’m new to blogging, but love what you’re doing and look forward to learning from you and more about it. Best for you fantastic work.

  25. blog walking, watch and learn 🙂 salam kenal