Tim SAR Bukan Tim Penyelamat

Berikut ini cerita tentang ketidakseriusannya Tim SAR dalam penanganan, pencarian dan penyelamatan para korban tenggelamnya kapal Senopati pada akhir Desember – awal Januari 2007.

Ini adalah cerita dari korban yang selamat pada kecelakaan tenggelamnya kapal Senopati beberapa bulan yang lalu. Korban yang saya maksud di sini adalah rekan saya (guru ekonomi disekolah saya) yang pernah saya kabarkan menjadi korban, seperti yang saya tulis pada akhir desember 2006 lalu.

Menurut pengakuan korban selamat (Pak Suyatno) yang istrinya tidak ada kabarnya sampai sekarang, bahwa sebenarnya sejak sehari kapal tenggelam mereka yang ada dalam sekoci telah dilihat oleh pesawat penjelajah dan sebuah helikopter milik Tim SAR. Sekitar pukul 10 siang Tim SAR sempat menjatuhkan sebungkus kacang atom. Bayangkan hanya sebungkus kacang atom untuk 13 orang, dan tidak dilakukan evakuasi untuk para korban. Mereka hanya mengitari di atas sekoci yang tumpangi para korban yang di dalamnya temasuk kapten kapal dan 2 ABK yang selamat itu. Selanjutnya sekoci terombang-ambing sampai hari keempat dengan tanpa bekal sedikitpun. Tetapi sejak saat itu Tim SAR tidak melakukan tindakan apa-apa.

Mereka membiarkan begitu saja kapal sekoci hingga hari keempat. Tim SAR dengan sebuah pesawat 2 kali, 1 kali helikopter mendatangi sekoci dengan melintas di atas lagi. Tapi pesawat itu tidak juga melakukan tindakan apa-apa yang diberikan kepada penumpang sekoci itu. Sekitar jam 13 sekoci mendekati RIG Pengeboran minyak lepas pantai Camar Emas di daerah Bawean. Akhirnya oleh pihak pengeboran minyak para korban dinaikan ke kapal dan di bawah ke anjungan pengeboran itu. Dari pemilik pengeboran minyak menyampaikan berita ke pada RCTI bahwa telah ditemukan sebuah sekoci dengan 13 penumpang selamat termasuk nahkoda kapal Senopati itu.

Pada hari ke dua saat di anjungan pengeboran minyak, datang kapal AL yang ingin mengambil korban. Tapi pihak penyelemat dari pengeboran itu, tidak mengijinkan kapal AL untuk mengambil para korban. dengan alasan akan mengganggu anjungan minyak. Karena tidak diijinkan kapal AL tadi meninggalkan anjungan pengeboran minyak itu. Esoknya pukul 4 subuh kapal anjungan minyak itu berniat mengantarkan korban ke Surabaya. Di tengah perjalan sekitar 3 jam dari anjungan kapal pengeboran ini, kapal tadi dicegat oleh Kapal SAR dengan tujuan mengambil kapten kapal. Sedangkan korban lainnya dibiarkan untuk diantarkan ke RS pelabuhan di Surabaya.

Masih menurut cerita pak Suyatno yang kebetulan ia memiliki saudara yang bekerja di pemda Rembang, yang turut serta pada rapat pemerintah Rembang yang melibatkan Tim SAR. Rapat ini bertujuan untuk memutuskan tindak penyelamatan dengan segera kepada para korban tenggelamnya kapal Senopati. Ternyata dari hasil musyawarah di temui masalah soal pembiayaan operasional pencarian dan penyelematan. Pihal AL mengungkapkan kebertannya untuk secara serius melakukan pencarian dan penyelamatan korban. Alasannya karena dari anggaran pemerintah tidak mau mengalokasikan dana untuk pencarian itu. Akhirnya pihak AL pun tidak secara serius melakukan evakuasi kepada para korban. Demikianlah potret kecil buruknya perhatian pemeritah terhadap kejadian2 darurat. Jadi maklum saja kalau semua dilakukan dengan tujuan ekspose agar terlihat Tim SAR telah bekerja.

Sedemikian buruknya tindak Tim SAR. Mereka bertindak jika ada sesuatunya. Pantaskan dinamakan Tim SAR kalau cara bertindaknya seperti itu.

Iklan

22 responses

  1. cuman sebagai pelengkap saja.. sok aksi padahal nothing..

  2. Budaya ngikut pejabatnya ya gitu…

    kalo ada kamera baru action…

    pura-pura sibuk…

  3. what sebungkus kacang atom untuk 13 nyawa ???
    what mau nyelametin nyawa kepentok anggaran ????
    lalu berapa harga nyawa di bumi pertiwi ini???

  4. Ibarat sebuah kubus, tulisan ini adalah satu sisi diantara 5 sisi lain yang sering dijadikan berita di TV…

  5. bisa jadi masukan..

    jadi teringat pesan senior..
    pada saat korban berhasil diselamatkan hanya berlalu begitu saja.. tetapi ketika ada korban yang tidak dapat diselamatkan cercaan itu akan terus ada sampai kapanpun..
    *tidak ada maksud untuk di kenang setiap saat*
    ini sudah menjadi resiko…

    ironi.. bertaruh nyawa hanya dibilang cuma nampang.. diam-pun disalahkan..

    sayapun termasuk dalam jajaran rescuer.. tidak berhak menjudje apapun.. terimakasih untuk sarannya..

    *.rasanya teriris.*

    diakui tim sar indonesia memang masih dalam perbaikan baik dari peralatan dan personel..

    saya rasa BEGO SEKALI jika ada rescuer yang hanya menjatuhkan 1 buah bungkus kacang untuk 13 korban.. kecuali beliau sudah menjatuhkan logistik yang cukup tapi hanya kacang yang mendekati / nyangkut di sekoci..

    salam hangat.

    Faishal.R

  6. Mungkin gini, tim SAR itu tugasnya, nyari ada tidaknya korban yang selamat aja. Ya, karena sudah kelihatan ada yang selamat (naik sekoci), ya udah dibiarkan saja.

  7. Maaf, kenapa tim SAR membiarkan saja ya?

  8. hmm saya pernah dapat cerita semacam itu. ada kapal yg lewat tp tetep dicuekin yg di sekoci. Entah itu kapal tim SAR atau bukan sih…

  9. *geram* – sedemikian parahnya kejadian sebenarnya

  10. keparrrraaaaattttttt…..

  11. Numpang nimbrung nih Pak…
    @ alief
    “Ibarat sebuah kubus, tulisan ini adalah satu sisi diantara 5 sisi lain yang sering dijadikan berita di TV…”
    Wah, kata-katanya keren…

    @ helgeduelbek
    Hm… Kita jangan berprasangka buruk dulu Pak. Mungkin di sisi Tim SAR, ada hal-hal yang harus dijadikan prioritas. Mungkin kitanya saja yang kurang ilmu dalam dunia selamatan eh, maksudnya penyelamatan.
    .
    Saya sering nonton anime (Jepang) dan baca komiknya. Kadang-kadang ada ilmu yang kita bisa ambil. Contoh : di kabuto (mirip satria aja hitam)(lupa edisi kapan), ada dialog “Bodoh! Bagaimana kamu bisa menyelamatkanku kalau kamu sendiri terbunuh?”. Nah, mungkin di pesawatnya itu udah ada yang diselamatkan, jadi kalau kelebihan muatan jadi jatuh juga pesawatnya. Bukan win-win solution kan? Soal kacang atom itu, mungkin di pesawat SAR adanya cuma itu, karena persediaan makanan di pesawat sudah habis (mungkin) untuk korban di sekoci yang lain. Kunci untuk menghindari prasangka buruk, kata Pak Ustad (kalo ga salah Aa Gym), adalah “Cari seribu satu alasan untuk memaafkan mereka”. ^_^
    .
    Contoh lagi, di kindaichi (lupa edisi kapan…), disebutkan soal apa yang dinamakan “papan aegis” (waduh, salah tulis ga ya? Saya cari-cari di google ga ketemu. Itu cerita dari Yunani). Intinya begini, kalo ada satu papan di lautan yang hanya muat untuk satu orang, maka seseorang LEGAL untuk membunuh orang lain, demi mendapatkan papan itu, dan menyelamatkan kehidupannya sendiri. Ngeri ya?
    .
    Maaf, Pak. Bukan mangsud saya untuk sok tahu dan menggurui (selain Bapak juga sudah jadi guru, hehehe… ), saya cuma mahasiswa berIP rendah yang suka menulis… CMIIW

  12. SAR bukannya Sarana Angkutan Rakyat pak 😀

  13. itu cuman sebagina kecil potret dari team SAR indonesia, padahal bagian besarnya lebih parah hue he ehe, SAR mau jalan kalau ada bonus permayat

  14. Kok saya melihat tim sar yang ada di tanah air ini jauh sekali ama yang ada di luar sono ya. Yang saya tahu (dari televisi) kalau di sana ada orang kecelakaan atau sakit keras (di darat) dengan cepat mereka membawanya ke RS dengan helikopter. Sementara di Indonesia, kalau ada orang yang sedang sekarang, keburu mati di jalan. Apalagi di jakarta, yang macetnya minta ampun.

    Sedih memang melihat Indonesia.

    Membaca cerita dari Mas Urip memang sangat menyedihkan. Apalagi saat itu mereka sedang berada di laut yang tidak tahu akan nasipnya.Tetapi tim sar yang sudah melhatnya hanya melemparkan makanan, tanpa berusaha mengevakuasi.

    Sepertinya memang jauh sekali dengan apa yang selalu di beritakan di televisi. Terkesan Tim SAR memang hebat, nggak taunya busuk.

  15. SAR itu Search and Rescue, kan ? Apa perlu singkatan baru jadi SAD (Search and Deny) ?

    murah sekali harga nyawa di megeri ini…. *sigh*

  16. Kepada komentator semua, cerita di atas adalah murni cerita dari korban sendiri, dan telah saya lakukan konfirmasi kepada siswa saya yang kebetulan juga termasuk korban selamat dari tenggelamnnya kapal Senopati itu tetapi di sekoci lain yang akhirnya terdampar di pulau tak berpenghuni dan berhasil ditolong nelayan yang lewat, bukan dari tim SAR yang sebenarnya juga telah melihatnya sebelum terdampar. Logikanya setelah mereka melihat kan segera mengirimkan bantuan penyelamatan, tidak malah membiarkan korban terpung dan terobang-ambing lagi sampai 4 hari baru di selamatkan. Beruntung yang jadi korban bukan diri kita atau keluarga kita.
    Banyak cerita mengenaskan terhadap layanan tim SAR yang semestinya bisa dilakukan tindakan cepat tapi tidak dilakukan.

  17. mengenaskan.

  18. ya, begitulah pak kalo orang sudah kenal yang namanya uang, padahal saya yakin saat mereka masih berstatus tim sar junior, merekapasti sangat bersemangat saat melakukan pencarian dan penyelamatan. hiks, hiks, saya juga mantan SAR di Madiun, tapi masih magang thok.

  19. […] peace.. beliau merubah pandangan saya tentang cara berfikir dan menganalisa sesuatu. juga tulisan pak guru.. mungkin ini pendewasaan berfikir yang tidak saya dapat dilingkungan mana pun.. terima kasih untuk […]

  20. SAR = Sibuk And Ribet, right ?? kebanyakan tim sar dari angkatan kan? nah, mendingan pemerintah2 daerah membentuk sar sendiri2, dgn biaya dari apbd masing2. kan lebih ketata tuh… sekedar saran iseng kok. daripada nyariin orang ilang malahan diketemukannya ama yg lain ? di gunung jg, pertolongan lebih bnyk didatangkan oleh kelompok pecinta alam. wasalam.

  21. Wah , ngga tau deh, ini yang bener mana, karna ngga ngikutin dan ngeliat sendiri fakta dan bukti autentiknya, jadi mending silent aja….

    hehehe, tp liat tim sar di amrik sono, keren keren

  22. emangnya negara kita punya tim SAR gitu? kayaknya gak deh…