Asyik Nunggang Kuda Besi (Smg-Yk)

Ini adalah perjalan kedua setelah dulu sempat melakukan perjalanan “jauh” dengan kuda besi. Yang pertama adalah perjalanan Yogya-Mojokerto (Jatim) selama 7 jam.

Setelah liburan 2 minggu ke Kalteng balik ke Yogya naik motor setelah menempuh perjalan laut selama 23 jam dari Kumai ke Semarang (Smg). Semula niat untuk nginap di Smg nunggu pagi tiba, sebab kapal merapat tepat pukul 17.15 WIB. Perjalan pertama kali naik motor yang sebelumnya gak tahu alur jalannya. Beruntung ketemu teman seperjalanan meskipun tujuan tidak sama 100%. Agak was-was mengingat motor yang dituggangi belum pernah dipakai jalan jarak jauh, apalagi motor China yang sudah tua yang semua orang meragukannya (meskipun saya tidak). Alhamdulillah perjalan lancar.

Minggu pagi setelah melepas letih disempatkan buka blog dari kampus, untuk memulai menulis lagi entah dengan tulisan sekenanya. Yang penting nulis terus seperti niat semula.

Ok ke cerita selama perjalanan. Gak terasa beberapa tanjakan dan liukan aspal hitam dilibas dengan tanpa beban. Dengan kecepatan sedang-sedang saja (± 70 KM/h) bersih tertempuh 3 jam perjalanan. Semula agak sedikit macet perjalanan dalam kota Semarang, namun begitu keluar kota jalanan agak sedikit lenggang. Tapi yang nyaris gak tahan adalah dinginnya suhu begitu memasuki daerah pegunungan. Tapi karena semua sudah dipersiapkan itupun sirna… tapi tetep kerasa juga. Di Ungaran disempatkan isi perut dan isi bensin serta sholat sambil sedikit istirahat setelah 1 jam perjalan sejak turun dari kapal.

Saya sebelumnya diwanti-wanti oleh temen seperjalan bahwa banyak orang salah ambil jalur begitu memasuki jalan cabang untuk tujuan Solo-Yogya di daearah Bawen (Kalau gak salah). Untuk mata tetap waspada meskipun sedikit rada ngantuk. Saya dan 2 motor lain yg sejalan dari sejak dipelabuhan jarang sesekali jalan beriringan, makanya saya dipesan untuk jangan sampai jangan salah ambil jalur ke tujuan Solo via Salatiga itu ( di Bawen). Akhirnya kami berpisah 2 motor teman sejalan itu di jaan cabang Secang – Temanggung – Yogya. Memang perjalan dari Semarang – Yogya yang menjadi kendala buat saya adalah tidak tahu alur dari pelabuhan sampai keluar Semarang. Selebihnya tidak terlalu sulit untuk menuju Yogya. Sebab sepanjang perjalanan penunjuk arah mudah sekali terbaca dan untuk diikuti.

Sampai rumah pukul 21.15 WIB.

Selanjutnya 10 September perkuliahan perdana akan diselenggarakan bersama seluruh mahasiswa pascasarajana lain digedung Graha Saba UGM. 11 September Kuliah perdana di Jurusan. Selanjutnya langsung belajar dengan beban 18 SKS atau 9 mata kuliah.

9 responses

  1. wah hebat… pejalan tangguh…

  2. Ga pegel pak? Cerita hasil liburannya dunk pak?

  3. Beli GPS bos…. biar gampang hihihih, coba naik motor Pbun – Pky = remuk 🙂

  4. Jarang kelihatan nih Pak Urip. Sibuk kuliah ya?. Saya juga dulu suka naik motor dari Semarang ke rumah di Pekalongan. Lumayan ngirit ongkos dan waktu.

  5. Kuda besinya dibawa dari Kalimantan pak ?

  6. @ Anang: Cak blog sampean tuh kenapa yah… apa gara2 kadung tenar yah? !

    @ ManusiaSuper; Gak terlalu pegal sebab bisa dinikmati, Cerita liburannya ya biasa kumpul anak istri sambil ngegame mumpung refreshing.

    @ GPS?… gak kuat diongkos… Kapan2 saya pingin coba jalan pakai motor dari p bun ke p raya sapa takut…. tunggu jalannya seperti jalan di “Jawa” hehehe

    @ doeytea: Iya nih kelihatan jadi sok sibuk selama kuliah, tapi bener matrikulasi emang digenjot abis dari padi ampek sore. Jadi yah begitulah.

    @ Paijo: Lak Iya kang…

  7. selamat datang di Jogja pak.. 😀

  8. Assalamu’alaikum.
    Waduh enak nih naik kuda besi……mau donggg he he
    Dari:Husnul Fatimah anak murid bapa di (MAN Pangkalan Bun) kal-teng

  9. Wah, hebat tenan, wong saya pernah coba berkudajepang dan beritikitalia 40 km pp (=80 km) terus ampun-ampunan dan gak mau ngulangi lagi. Tapi demi perjuangan ya gak apa apa. Yang penting selamat.
    Met berpuasa.