Sekilas tentang Kimia Komputasi di Indonesia

Perkembangan kimia komputasi (notabene adalah kimia teori) di negeri ini ternyata banyak terkendala masalah klasik. Mulai dari masalah ketersediaan perangkat keras hingga perangkat lunak. Dari sisi jumlah orang Indonsia yang belajar tentu sudah banyak yang menggeluti bidang ini. Mereka sangat dimanja saat mereka belajar di luar negeri, dengan ketersediaan perangkat oleh institusi di tempat mereka belajar. Untuk Indonesia kendala tersebut tentu menghalangi kemajuan kimia komputasi yang sebenarnya dapat dicapai oleh banyak orang pintar di negeri ini.  Sayang pihak-pihak yang punya kuasa tidak dengan mudah meng-iya-kan untuk membeli perangkat keras dan lisensi perangkat lunak secara resmi untuk keperluan komputasi. Padahal investasi untuk itu dapat dimanfaatkan dalam jangka waktu yang lama untuk dunia pendidikan dan ilmu di sini.

Lalu sampai kapan masalah klasik itu berlangsung? Bagi para penggulat kimia komputasi mesti pandai merayu dan meyakinkan para “penguasa” agar kebutuhannya terpenuhi. Bahwa dirinya mampu mengangkat nama institusi dengan berbagai karya yang dipandang oleh dunia.

Untuk publikasi level internasional banyak orang gak berani melakukannya, mengingat softwarenya yang digunakan ilegal.  Kalaupun berani dan bisa, mereka akan “menyusup” di bawah institusi di mana mereka dulunya belajar. Mengapa, karena secara individu atau institusional tidak sangggup beli atau enggan beli. Macet deh akhirnya. Tapi di beberapa institusi pendidikan hal itu “tidak menjadi kendala”, caranya ya meyusup itu. hehehe…

Perangkat keras untuk beberapa institusi atau bahkan individu biasanya dengan mudah untuk memilikinya karena secara fisik nyata bentuknya. Untuk software inilah yang jadi masalah, karena saking mahalnya yang nyaris…. tak terjangkau (ini ma karena tidak niat beli aja sih).  Kata institusi yang saya maksud di sini adalah perguruan tinggi.

Jika tidak ada pola pikir terbuka saya dan saudara semua yakin indonesia tidak akan pernah lebih maju atau sejajar dengan negara lain soal kimia komputasi.

Bukan begitu red….?

=======================================

Mau tahu daftar harga berbagai software kimia klik di sini.

9 responses

  1. Ndak ada alternatip open-source bos?
    Kalau yang itu kan Free, meskipun kadang agak susah makainya.

    Setahu saya ada, tetapi kemampuannya belum teruji dengan publikasi di jurnal international, sehingga gak ada yang mau pakai, kecuali hanya untuk program-program viewernya saja. Untuk komputasi banyak yang cenderung lebih memilih program yang gak pakai GUI karena relatif dapat berjalan dengan cepat.

  2. Hmmm chemistry…. wiksss…. hard…
    Salam kenal…..

  3. hidup komputasi…!!!mari kita majukan kimia komputasi di indonesia 😀

  4. Sebenarnya ada beberapa software kimia komputasi yang free, meskipun sejauh ini yang saya tahu masih di seputar pemodelan molekul. Silakan kunjungi situs http://www.molmod.org.
    Kalau sekedar untuk penelitian guna dipublikasikan di dalam negeri saya rasa itu sudah cukup memadai.

  5. @ 4 Pras: Yah tapi semua itu banyak pertimbangannya, bukan soal free atau harus bayar. akurasi, keterujian software dan siapa saja yang telah menggunakan dan bisa diterima oleh jurnal resmi terkait.
    Dan seperti pada web yg sampean tunjuk, software yg lengkap ternyata ada kelemahan dalam penanganan problem tertentu, maka diperlukan program lain yg spesifik.
    Salam

  6. KIMIA YES

    JADILAH ORANG SABAR DALAM MEMBANGUN NEGERI INI

  7. Keren bang infomya, bisa buat bahan blog saya nie….kebetulan habis bikin blog kimia juga nie, hihiihi

    -=salam=-

  8. Halo mas salam kenal,

    Boleh cerita sedikit (saya mau intip) bagaimana proses pembelajaran kimia untuk siswa tingkat smu yang anda gunakan supaya bisa selaras antara waktu dan target kurikulumnya. Apakah anda juga menggunakan perangkat molecular modeling sebagai tambahan?

    Terima kasih atas ceritanya dan salam !

  9. mengapa tidak mencoba membuat perangkat lunak chemistry yang open source saja?

    dengan mengimplementasikan materi numerical method(metode numerik) dr PTN/PTS, algorithm and programming, dan eksplorasi mastering penggunaan tools untuk membangun perangkat lunak contoh: flash(desktop), java(destop,web,mobile), php(web) pasti akan mewujudkan software kimia yg powerfull serta meningkatkan kreativitas anak bangsa.