Eksistensi Organisasi Guru di Dunia Maya

Cukup banyak organisasi guru di negeri ini. Yang cukup besar adalah PGRI, FGII dan yang merambat untuk eksis adalah KGI. Dari ketiga organisasi guru tersebut, saya mencoba untuk mencari keberadaan situs resminya. Anehnya situs PGRI dan FGII yang cukup besar itu tidak dapat saya jumpai menggunakan mesin pencari secanggih google atau yahoo. Yang eksis hanyalah KGI… Hidup Klub Guru Indonesia – Sharing & Growing Together.

KGI dengan websitenya di http://klubguru.com selalu update dengan berbagai berita menarik terkait pendidikan,  konsisten dengan program-program nyata yang menyentuh guru untuk peningkatan profesionalismenya.  Semoga KGI tumbuh secara sehat tetap mandiri di seluruh pelosok negeri.  Berbeda dengan organisasi guru seniornya, KGI justru lahir karena keperdulian insan-insan “muda” terhadap kondisi guru.

Dari deskripsi di milis klubguruindonesia, KGI merupakan komunitas yang dibentuk agar para guru dapat saling bertemu, saling belajar, berbagi pengalaman dan informasi dalam segi pengetahuan dan wawasan tentang berbagai metode, konsep, dan pendekatan baru dalam dunia pendidikan. Dengan motto “Sharing and Growing Together”, Klub Guru akan menjadi komunitas yang tepat bagi para guru dan siapa saja yang tertarik dan peduli pada pentingnya memajukan dunia pendidikan dan keguruan di Indonesia.

Setiap saya ngobrol dengan rekan guru yang baru saya jumpai dan saya tanya tentang KGI mereka banyak yang tidak tahu apa itu KGI. Padahal mereka kesehariannya sering mengakses internet. Ini dapat saya kira bahwa mereka kurang ada keperdulian terhadap keberadaan oragnisasi profesi-nya. Kalau PGRI mereka sangat mengenalnya. Meskipun sering dijumpai banyak guru yang mengaku anggota PGRI tapi kiprah PGRI saat ini apa mereka tidak tahu. Di daerah saya yang mereka sadari  adalah guru sering dimintai iuran entah untuk kegiatan apapun itu dan mereka para guru tidak dapat menikmatinya. Alasannya karena kegiatan yg mereka ikuti tidak dapat menyentuh keprofesionalan seorang guru. Berbeda dengan KGI. Setidaknya itu yg saya rasakan.

Kembali ke hal soal keberadaan organisasi guru di dunia maya. Keseriusan suatu organisasi bisa juga ditilik dengan keseriusannya mempublikasi diri. KGI sangat intens. Milisnya selalu ramai. Program kerjanya nyata menyentuh secara langsung meskipun belum setiap daerah ada cabangnya. Keberadaan di setiap daerah perlahan lahir secara sporadis. Konten yang menarik dari situs KGI dan dinamis meyakinkan bahwa KGI digarap dengan serius. Coba anda telusuri sendiri.

Kita bisa melihat agenda yang nyata. Bahkan setiap daerah yang telah memiliki cabang ada suatu keharusan untuk mengadakan kegiatan keprofesionalan guru minimal sekali sebulan. Karena KGI lahir dan dilahirkan oleh insan yang perduli dengan pendidikan maka tidak ada kevakuman dalam kegiatan. Semua dilibatkan. Tidak lepas dari aktivitas pengurusnya yang juga aktif di milis maka mungkin akan memalukan jika sampai website KGI tidak terupdate secara baik.

Kadang ada rekan guru yang bertanya, mengapa harus gabung atau ikut di KGI, toh yang ada saja selama ini semacam PGRI ia kurang mendapatkan manfaat berarti dan bersentuahan secara langsung dengan profesianya. Maka saran saya coba buka saja websitenya KGI dan bandingkan dengan website PGRI atau FGII (itupun kalau ketemu). Saya tidak bermaksud untuk menjelekkan PGRI atau FGII tapi itu adalah kenyataan manakala saya mencari eksistensi  keduanya di dunia maya tidak saya temukan. (atau saya saja yg gak ngerti cara menemukannya). Mudahan setelah tulisan ini terpublish maka kedua organisasi guru terbesar itu sudah bisa kita dapati. Tentu untuk memperoleh hal-hal yg up to date.

Saya melihat kepengurusan oragnisasi2 guru kebanyakan dipegang oleh orang2 yang dengan IT tidak familiar, baik di pusat ataupun di daerah. Ini semestinya bukan halangan untuk bisa eksis di dunia maya. Mereka bisa menempatkan atau membayar untuk mempublikasikan diri. Tapi nyatanya…? Karena KGI hadir dan dibidani dari mereka yg melek IT maka tidak heran kalau KGI keberadaannya “luar biasa”.

So…?!

Iklan

14 responses

  1. mantaph guru yang satu ini nih… ^_^

  2. betul kang…PGRI didomonasi orang-orang ompong dan gaptek…coba kalau syarat pengurus PGRI harus punya blog, pasti gaung PGRI lebih maju

  3. KGI keren,nambah teman dan wawasan

  4. sampai saat ini kontribusi pgri,belum dirasakan perhatiannya terhadap guru honorer, mudah2an kgi bisa memperjuangkan guru honorer menjadi cpns, teruslah berkarya

  5. KGI … !!! Ayo….. Kamu bisa !!! Jangan seperti pendahulumu PGRI.

    Pengalaman yang saya rasakan, sampai saat ini saya tidak mengerti digunakan untuk apa iuran sebesar RP 10 ribu/anggota/bulan kepada guru-guru yang menjadi anggota PGRI di kota Bekasi. Karena tidak pernah ada pertanggunggjawaban yang diberikan kepada anggotanya hingga saat ini. Itu sudah berjalan lebih dari 5 tahun.

    Rasanya hanya UU Guru saja yang selalu dibangga-banggakan oleh para “tetua” (pengurus)PGRI. Di luar itu ????? Tolong dijawab Bapak-Bapak pengurus PGRI ??? …

  6. Ok Pak Urip panasi saja terus hingga banyak yang bisa terpancing untuk maju. Sepertinya kita sekarang ini memang kurang berfikir untuk memajukan pendidikan tetapi yang difikir bagaimana kita punya finansial yang cukup, jabatan yang ok dll. Ataukah memang jamannya sekarang seperti itu? Semoga yang lain bisa turut prihatin untuk memperbaikinya.Bangkitlah teman-teman Guru untuk maju tidak sekedar tujuan hidup kita di dunia ini tetapi marilah kita berfikir dan berniat dengan baik untuk masa depan akhirat kita.Amin.

  7. bwagus tenan cui iki guru

  8. ehm …. thx pencerahannya

  9. Selama menjadi anggota KGI saya merasakan banyak manfaatnya, antara lain diskon seminar

  10. Mas, buka dong http://www.pgri.or.id/home

    UU Guru dan Dosen
    PP tentan guru
    Program sertifikasi guru dalam jabatan
    Sistem pembinaan guru
    kenaikan kesejahteraan guru
    dll
    merupakan sebagian program PGRI yang telah dirasakan guru indonesia saat ini.

    Tokoh dibalik KGI/IGI apakah guru atau orang yang ingin memanfaatkan guru.
    apakah organisasi profesi akan digadaikan kepada sponsor2 perusahaan yang tentu ada maunya….

    kita objektif yukkk….

  11. 🙂 saya memang tidak tahu banyak soal organisasi guru. Tapi pada saat saya menulis tsb situsnya memang belum eksis di google atau mesin pencari lain. Dan begitu sy search dengan layanan pandi whois ternyata benar situs tersebut baru terdaftar domainnya tertanggal 7 oktober 2009. Sy tahu persis itu baru register domainnya. Makanya google belum mengindeks pada saat tulisan sy tersebut shg tak bisa dicari. Mungkin memang baru daftar saja.
    Selain itu biarlah anggota pgri yg merasakan peace…