Edublog Award di Indonesia

Hayalan saya di akhir tahun 2006 tentang 100 Top Blog Pendidikan untuk Indonesia sudah menjadi nyata, setidaknya dengan diselenggarakannya penganugerahan terhadap blog/situs edukatif lewat ajang E-Learning Award 2008 dan Festival e-Pendidikan 2010 dari Kementerian Pendidikan via Pustekkom ini. Semoga di tahun mendatang hal semacam itu bisa berkelanjutan. Hanya saya mau bertanya, mengapa lomba blog di Indonesia kategorinya sangat terbatas? Untuk tahun ini hanya ada beberapa kategori saja. Tahun 2008 ada  kategori: Learning corporate, perguruan tinggi/komunitas, dan sekolah; Software pembelajaran & telekolaborasi online; Blog edukatif perguruan tinggi/kominitas dan sekolah. Bandingkan dengan Edublog Award 2009 yang memiliki 19 kategori:

  1. Best individual blog
  2. Best individual tweeter
  3. Best group blog
  4. Best new blog
  5. Best class blog
  6. Best student blog
  7. Best resource sharing blog
  8. Most influential blog post
  9. Most influential tweet/series of tweets/tweet based discussion
  10. Best teacher blog
  11. Best librarian/library blog
  12. Best educational tech support blog
  13. Best elearning/corporate education blog
  14. Best educational use of audio
  15. Best educational use of video/visual
  16. Best educational wiki
  17. Best educational use of a social networking service
  18. Best educational use of a virtual world
  19. Lifetime achievement

Di luar negeri lomba atau penganugerahan kepada blog-blog yang terkait dunia pendidikan setidaknya sudah ada sejak 2004 untuk tingkat international. Di Indonesia setahu saya ada sejak 2008 untuk skala nasional. Itupun baru kategori yang sangat minim seperti tertulis di atas. Meskipun demikian itu sudah bagus, sebuah langkah maju dari pemerintah dalam memperhatikan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) lewat blog untuk pendidikan. Kalau kita tengok misalnya pada The Edublog Awards 2009 setidaknya ada 19 kategori. Sangat luar biasa. Mengapa kita belum bisa seperti itu? Saya tidak tahu persis, mestinya panitia  juga memperhatikan keragaman blog-blog yang ada, demi keadilan dan memberi semangat bagi yang lain.

Blog dibuat oleh individu sangatlah unik. Ditinjau dari tujuan atau peruntukan blog dibuat jelas berbeda-beda. Apalagi kalau ditinjau dari penulis dengan berbagai latar belakang dan menggeluti jenjang pendidikan, ini menjadi lebih bervariatif lagi. Oleh karena itu mestinya kita bisa meniru mereka yang lebih dulu mapan. Atau mungkin kita sedang mencari bentuk untuk memberikan penghargaan bagi komunitas pendidikan di negeri ini?!

Memang di Indonesia penggunaan TIK baru saja populer, itu pun dengan berbagai keterbatasan baik dari segi sumber daya manusia, maupun sumber daya sarana (terutama bandwidth yang terbatas) serta dukungan pemerintah yang belum optimal.  Misalnya, penggunaan layanan jejaring sosial kini kian marak dan ramai digunakan baik oleh masyarakat luas tanpa mengenal jenjang. Namun belum banyak yang menggunakan layanan seperti ini untuk bisa dimanfaatkan dalam dunia pendidikan. Ini masih perlu dieksplor lebih jauh dengan mencontoh beberapa pihak luar yang telah memanfaatkannya. seperti adanya kategori “Best individual tweeter“, “Most influential tweet/series of tweets/tweet based discussion” dan “Best educational use of a social networking service“. Kalaupun ada mungkin belum banyak. Inilah peluang untuk dikembangkan lebih lanjut, memanfaatkana momen yang sedang ramai. Apalagi di tiap kabupaten  sekarang sudah ada Jardiknas (jejaring pendidikan nasional) yang merupakan jembatan informasi digital dunia pendidikan nasional Indonesia. Itu sudah sangat maju dengan memberikan sarana TIK untuk pendidikan hanya pengelolaannya masih harus diperbaiki dan ditingkat.

Kita para penggiat pendidikan di Indonesia bisa banyak belajar dari para penerima Edublog Award 2009 itu. Bagaimanakah blog yang baik itu, kontennya bagaimana, dan seterusnya. Yang jelas untuk kategori-kategori blog tersebut tidak mesti ramai dengan hiruk pikuk pengunjung yang memberikan komentar, kalaupun ada itu memang perlu. Tapi satu hal yang mereka fokus adalah tentang isi dan inovasi dalam berpikir untuk blog masing-masing serta keunikannya.

Mari kita belajar memanfaat blog agar pendidikan di negeri kita lebih baik .

Salam,

Dari tengah belantara Borneo.

Iklan

2 responses

  1. wah bog saya campur aduk to pak, jadi minder mau ikutan

  2. campur aduk… Lah khan kita sama… Tapi tentu titik beratnya pasti ada kan?! Intinya tetap menulis sebagai prasasti bahwa kita termasuk makhluk yg berperadaban hehehe. Lomba nomor sekian… Nulis terus aja, selagi masih ada waktu.