Guru Menulis di Blog, Gak Ah… Malu!

A: “Kenapa mesti malu sih?! Ayolah…!”
B: “Iya, lagian mau menulis apa sih, wong saya gak bisa apa-apa.”
A: “Masak sih guru gak punya sesuatu untuk ditulis?!”
A: “Jangan terlalu merendahkan diri sendiri-lah, guru itu hebat kok… Percayalah!”

Itulah kesan yang saya terima ketika mengajak nge-blog beberapa rekan guru yang saya temui. Kalau mau menulis yang hebat yah benar akan sulit. Baru mau memulai kok langsung minta hebat, sempurna, tulisan pingin penuh manfaat. Kalau bisa dan tidak menjadi penghalang untuk memulai menulis di blog yah oke-oke saja. Apalagi koneksi internet dan sarana lain mendukung.

Ada lagi cerita dari rekan saya yang lain. Dia sudah membuat blog, kebetulan dibuatnya saat ada pelatihan menulis di blog atau pelatihan nge-blog, selanjutnya blog itu dibiarkan tanpa ada pembaharuan isi sama sekali. Apa yang menjadi kendala sehingga hal menulis itu mandek?

Menurut hemat saya kendalanya adalah tidak percaya diri dan tidak tahu menyelesaikan masalah seperti itu. Yang perlu dicamkan adalah janganlah berpikir dan bertindak pingin langsung sempurna dalam membuat suatu tulisan. Perlu juga direnungkan apakah kita tidak percaya diri karena kita memang benar-benar tidak mampu atau takut untuk menunjukkan kehebatan kita? Ingat loh setiap manusia semua punya kehebatan dalam bercerita tentang apa yang dialaminya kan?! Apakah seorang penulis walaupun sekedar menulis di blog itu seorang yang benar-benar hebat? Tidak harus selalu begitu. Tapi yang pasti ia mau menulis.

Awalilah sebuah tulisan dari tulisan-tulisan sederhana. Tidak malasah kalau tulisan itu adalah tulisan yang narsis. Dari apa yang bisa kita lakukan, kita baca, kita pikirkan, kita rasa dari lingkungan sekitar kita. itu sumber idenya. Kita buat interaksi dalam diri untuk menanggapi sesuatu itu, sesuatu yang kita dengar, lihat dan rasa. Tuangkan semua itu dalam sebuah frase atau kalimat-kalimat. Deretkan kalimat-kalimat itu menjadi sebuah paragraf yang saling menyambung.

Jangan lagi berpikir menulis di blog itu harus begini begitu. Jangan lagi berpikir harus mengikuti kaidah bahasa yang mungkin malah akan membuat diri merasa tidak bebas. Bebaskan pikiran dari pikiran-pikiran mengikat. Jangan malu untuk menuangkan ide, bahkan ide gila sekalipun. Loh kita kan guru. Jangan pikirkan itu dulu, nanti dengan sendirinya akan menjadikan kita terbiasa dan akan refleks bahwa kita juga bisa menjadi guru merdeka dalam menulis.

Dengan sarana mikroblogging semacam twitter atau facebook itu adalah sarana awal untuk bisa menulis dari yang hanya up date status saja. Itu singkat. Biarkanlah begitu, lama-lama akan menjadi terbiasa untuk mengungkapkan seuatu. Memang sebagai guru tetap harus “memegang” etika. Tapi jangan sampai itu membelenggu diri untuk bisa mendeskripsikan isi kepala kita lewat tulisan. Berikutnya beranjaklah untuk bisa menulis agak lengkap.

Saya bukan orang yang lihai dalam menulis. Tapi perlahan perasaan itu saya pupus, saya harus mulai menulis hal kecil, saya tidak perduli orang mau membaca atau tidak. Inilah yang sering saya katakan katarsis dan narsis, bahkan lebih kasar adalah onani otak.

Kalau soal bagaimana teknis untuk bisa nge-blog itu bisa dipelajari sambil lalu. Sudah cukup banyak tutorial yang menggiring kita untuk memahami teknis menggunakan semacam mesin blog wordpress.com atau blogspot.com, atau di multiply.com, atau di edublog.org atau di blogdetik.com. Yang jelas dengan apa saja semua itu tersedia gratis kok untuk bisa kita jadikan wadah untuk menulis. Intinya kita awali sesegera mungkin,  detik ini juga kalau ada kesempatan dan sarananya.

Dengan terbiasa menulis di blog kita juga akan bisa membuat tulisan yang layak tayang di koran (nantinya). Kenapa tidak?! Dengan menulis di blog itu juga kita akan terbiasa untuk bisa melakukan kegiatan karya tulis entah disebut ilmiah atau tidak, tapi kalau sekedar karya ilmiah populer saya yakin itu bisa. Kita tidak sedang membicarakan keilmiahan sebuah tulisan. Tapi bagaimana kita bisa menuangkan isi pikiran yang detik ini sedang berkecamuk untuk segera dikeluarkan dari kepala melalui hentakan tuts keyboard sampai bisa dideteksi lewat mesin pencari yang sangat canggih semacam google. Tulisan begitu akan mendapat respon dari pengunjung dan kita bisa memperbaiki tulisan melalui tulisan berikutnya.

Ayolah, semua orang pasti punya cerita. Bahkan anak-anak yang masih balita saja sudah bisa bercerita. Apa bedanyanya kalau kita sudah dewasa dengan anak-anak balita itu, lebih-lebih kita guru, kok bisanya hanya bercerita secara lisan. Bedakanlah bahwa kita tidak sama dengan anak balita. Kita orang dewasa harus bisa bercerita secara tertulis. Jangan takut salah, tulisannya jelek (ah tulisan pakai komputer gak ada yg jelek toh heheheh). Itu proses yang mesti kita lewati. Bahkan tulisan saya sampai hari ini pun menurut saya belum layak, tapi saya menulis terus hingga sampean-anda membacanya ini 🙂 .

Ingat guru juga manusia, dalam usaha untuk bisa menulis harus jatuh-bangun seperti anak kecil untuk bisa menghasilkan sebuah “mahakarya” dan mampu untuk berjalan dengan tegak dan penuh percaya diri. Awali proses itu sedini mungkin. Ingat juga sebuah tulisan di blog kelak akan menjadi prasasti diri, tanda bahwa kita pernah ada di dunia ini.

Jangan pikir ngeblog yang ala kadarnya itu tidak ada keuntungannya. Jangan. Saya sendiri telah membuktikannya. Setidaknya tersedia wadah untuk curhat positif, menambah teman,  dan yang tak ternilai adalah kepuasan bathin yang tak kan bisa terbeli, bahkan dengan ngeblog bisa menghasilkan sesuatu secara finansial. Tapi semua itu tak terpikir saat awal dulu. Pokoknya tulis saja, semua akan menyertai dengan sendirinya.

Bebaskan pikiran dari apapun yang membelenggu, yang menghalangi diri untuk memulai menulis di blog. Jangan perdulikan apapun yang mencegah diri untuk segera menulis. Ingat hari ini harus lebih baik dari kemarin. Kemarin belum punya blog, belum menulis maka hari ini harus di mulai. Jangan tunda lagi.

Selamat menulis, selamat nge-blog rekan guru. Mari berbagi sesuatu yang mungkin tak terlalu berharga menurut diri sendiri, tapi mungkin akan sangat berharga bagi rekan atau pihak lain. Apapun bisa dijadikan tema.

Ayolah…!

Iklan

24 responses

  1. wah selamat ya pak.. dah dapet penghargaan jadi jawara GURARU.. mudah2an bisa makin memotivasi kami semua untuk mencapai hasil yang sama bahkan bisa lebih baik… aminnn…

    1. Ya, terimakasih semoga sesuai tujuan yang membuat program, kita semua guru akan bisa lebih baik, karena bisa mengoptimalkan TIK untuk pembelajaran. Amin.

  2. terima kasih pak.. tulisan ini memotivasi saya untuk segera menulis and ‘ngurusi’ blog saya yang terlupakan..
    Selamat atas anugrah Guraru Award.. Smg makin mantap blog-nya..

    1. 🙂 yup semoga banyak yang segera sadar untuk tidak menterlantarkan “mahakarya-nya”. Mari masuk dunia edublog.

  3. Wow.. sangat mencerahkan pak..

    Oya, selamat ya atas kemenangannya di Pesta Blogger kemarin, sebagai GuRaRu.. Guru Era Baru…
    *sebagai sesama insan Kimia, saya turut bangga loh..

    Salam kenal…

    1. Mas Asepsaiba, terimakasih. Semoga semua bisa bersinergi untuk memberikan sumbangsih walau tidak besar. salam sukses.

  4. Wah Mr Urip menang? Selamat yaa Pak 🙂

    Soal guru menulis, ini menarik Pak. Ada salah seorang sahabat saya malah mangkir menulis, sebabnya aneh, beliau takut kalau muridnya membaca tulisan-tulisannya lalu ia dianggap lebay di kelas nanti.

    Saya ketawa. Saya tanya, “Memangnya mau posting apaan? foto porno kamu?”

    Kadang bukan karena tidak bisa menulis loh Pak. Beberapa sahabat saya yang guru, tidak menulis, karena khawatir wibawanya rontok di sekolah.

    Saya baru tahu kalau menulis itu ternyata bisa merontokkan wibawa. Itu kan HOAX. Hehehe

    1. Ooo… Apakabar bangaip? Lamo tak besuo, sekali basuo di sini juo.
      Kita mungkin beda persepsi dengan apa yg dimaksud teman bangaip itu.
      Sebenarnya khan alasan aja itu aslinya yah gak tahu :))

      Apakabar Cilincing?

    2. @Bangaip
      Untung saya masih belum sampe mikirin wibawa, jadi masih suka nulis sembarang mau…

      @P Urip
      Congratz Pak, sayang kemarin ndak ketemu di PB. Tulisan yg ini saya delicious ya Pak, buat motivasi kawan2 yang masih malas nulis *termasuk yg komen ini*…

    3. Oh..!, ko bisa yah…..

  5. Ternyata seperti itu alasannya, mengapa masih banyak guru yang enggan menulis. Padahal guru ngeblog, mampu memotivasi siswa untuk ngeblog.

  6. Pertama saya ingin mengucapkan selamat pada pak urip telah mendapat Award terbaik dari Guraru Accer, salut…

    Ajakan pak urip sangat inspiratif, saya seorang perawat yang lagi belajar menulis, kebetulan punya Blog juga, ketika mengajak teman-teman perawat dirumah sakit untuk menulis dan bikin blog, saya juga mengalami apa yang dikeluhkan rekan guru seperti pengalaman pak urip.

    Saya senang telah tersesat di blog ini, untuk memotivasi saya dalam menulis, meskipun tulisan saya masih banyak kekurangan.

    Happy Blogging.

    1. Terimakasih mas Anton Wijaya. Menulis di blog kita bisa sedikit memberikan pencerahan bagi yang memerlkan, bidang apapun yg kita geluti. Itu pasti akan ada makna-nya, setidaknya buat kita sendiri, yah dengan menuliskannya di blog.

  7. Pak Urip hebat, salut ach…..,selamat pak ya pak !, kalau aku bukan tidak bisa nulis. Kita bisa nulis di blog apa saja bisa ditulis, cuman sekarang ini aku sangat sibuk…Ok, Pak Urip. Aku sekarang sudah melupakan rasa kecewa itu, dan akan melanjutkan untuk menulis. Tulisanku mungkin bisa bermanfaat untuk orang lain, semoga.

    1. Terimakasih ibu Tika, intinya adalah bagaimana kita bisa menuangkan apa saja yang berguna lewat tulisan. Kecewa tiada guna, berkarya dan bersahaja. Inilah saatnya guru harus menulis. Harapanya menghasilkan refleks yang baik dalam hal penuangan ide yang menggunakan abjad dan angka serta tanda baca. Mari terus menulis, mengkais dan menangkap bintang yang senantiasa berterbangan di kepala kita.

  8. wow, pak urip, udah jago nulis nih..!, thanks.

  9. Dengan sarana mikroblogging semacam twitter atau facebook itu adalah sarana awal untuk bisa menulis dari yang hanya up date status saja. Itu singkat. Biarkanlah begitu, lama-lama akan menjadi terbiasa untuk mengungkapkan seuatu.

    Tapi efek dari twitter dan fb, blogku jadi gag diapdet2 😦
    *oknum

    1. Ah Bener itu hanya oknum kok :)) . Orang pada merasa kalau cuma mau narsis atau katarsis memang pas dengan twitter dan fb. gak perlu mikir lama. Kl ngeblog mesti mikir sedikit lebih “mendalam” hehehe.

  10. just be your self dan tetap menulis selama tidak melewati batas syar’i dan kesopanan.

    nice share ^_^

  11. Ketika saya disuruh nyanyi.. semua pada ketawa… lha suara kayak jayen aja nekad nyanyi… Saya ketawa, kalau suara saya kayak si burung camar, udah dari dulu saya jadi penyanyi…. wkkkk.

    Teriring salam untuk Mas Rahmat.. udah lama nggak bersua di sini…. banyak hal menarik dari borneo….

    1. Hahaha… saya jg punya pengalaman yg sama pak. Rindu juga rasanya dgn para narablog yg 2006-2007 “boomming” dulu… walau sekedar say helo, pertamax, keduax hingga klimax. Sepertinya terlibas dengan tulisan singat via twitter dan facebook. Semoga terjalin lagi.
      Wassalam.

  12. Setelah dibaca bbrp artikel pa Urip dan dilihat dari berbagai sudut (kayak Phytagoras aja heheh…) aslinya sudah jadi buku lho…. Atau udah terbit buku kumpulan artikel pa Urip? Beri tahu judulnya dong biar dicari di toko buku. Luar biasa tulisan pa Urip benar2 menginspirasi. Asli….