Facebook Alat Rangsang Diri untuk Menulis

Tidak bisa dipungkiri facebook memiliki pengaruh luar biasa bagi masyarakat, termasuk masyarakat Indonesia. Jumlahnya sudah mencapai jutaan. Mulai dari anak kecil hingga orang dewasa, bahkan tua renta. Tujuannya jelas bermacam-macam. Anda sendiri tujuan apa? Mungkin tidak hanya satu jawabannya. Banyaklah pokoknya.

Dari sekian banyak tujuan pengguna facebook tentu memerlukan bahasa komunikasi tulis. Pasti itu. Dengan demikian perkembangan orang untuk “belajar dengan terpakasa” meningkat seiring bertambahnya jumlah pengguna. Kalau kita punya akun di facebook lantas tidak menulis hemmm jangan-jangan kita sudah dikira tiada hahaha (ini memprovokasi!).

Apa manfaat dari “jerih payah” anda selama update status? Puas dikomentari orang? Puas dikagumi fans? Berhubungan dengan klien bisnis? Alasan menjalin silahturahim dengan teman lama, dengan teman baru, dengan mantan, dengan selingkuhan (maaf)? Hehehe

Bagi saya beberapa hari ini mencoba memanfaatkan kotak status untuk menuangkan pemikiran saya sepenggal-sepenggal kemudian saya rangkai menjadi tulisa utuh untuk saya salin ke blog saya ini.

Mengapa tidak langsung menulis di blog saja?

Ini persoalan lain, saya menyadari bahwa saya bukanlah seorang penulis yang ada sejak lahir. Saya harus belajar menulis terus dan terus, meskipun tidak seproduktif orang lain dan tulisannnya hanya berkualitas sampah belaka. Saya merasa ada suatu keuntungan jika setiap ada jedah waktu saya ungkapkan pemikiran atau gagasan atau pendapat saya tentang suatu hal. Saya terbiasa berpikir sepenggal-sepenggal saja. Tapi suatu ketika ada muncul ide untuk menangkap pemikiran, sayang kan kalau di biarkan begitu saja. Yah sudah tulis saja di status facebook itu.

Begitu ide, gagasan, opini, atau apa saja yang berkecamuk dan layak tulis yah ditulis saja. Biarkan saja tidak menyambung. Nanti kalau ada waktu ada pemikiran lain tulis saja, kelak akan terkumpul jadi tulisan yang “bermanfaat”. Tidak perlu menghayal bikin buku dari update status seperti orang yang sukses. Apalagi kalau tulisan di status facebook adalah tulisan tak ber-guna. Tapi saya tidak memvonis semua begitu, sebab semua punya tujuan beda. Saya tahu itu.

Kalau kita bukan penulis yang profesional maka kita coba membuat bagian-bagian tulisan biarlah gak nyambung nanti kita bisa pikirkan lagi untuk merekat-kannya. Tapi jangan terlalu memaksa.

Manfaatkan pula komentar teman kalau ada yang memberikan komentar untuk kita ulas kembali di tulisan “jadi” nanti. Menurut saya jangan perdulikan gaya tulisan anda yang kacau, tapi jangan biarkan kacau terus-terusan. Pastikan kita menimbang rasa dalam olah bahasa. Tidak ada yang melarang menggunakan bahasa yang amburadul, intinya hanya satu kita bisa meluapkan “rasa” dengan menulis. Di sini kita baru belajar untuk ter-RANGSANG agar selalu mau menulis. Azas cuek is the best boleh diterapkan. Kalau ketemu polisi EYD, suap aja dia mungkin akan senang hahahaha.

Sekali lagi teori atau aturan tentang menulis cuekin saja dulu. Seperti halnya anak balita belajar berbicara gak pakai aturan yang penting isi hatinya terungkapkan. Tapi ingat tiap waktu harus ada perubahan kan, malu juga kalau masih dianggap menulis gaya balita. Jangan kuatir sampai kapan kita harus menulis dengan benar dan baik, intinya bikin senyaman mungkin hingga kelak tulisan anda “layak”, saya juga masih dalam tahap menulis gaya balita kok. Jangan bandingkan tulisan kita dengan mereka yang sudah hebat. Boleh mengagumi tulisan mereka tapi jangan tiru 100%, kita kan makhluk unik masa mau sama, malah bisa jadi kita jauh lebih hebat dari orang yang kita kagumi. Yang terakhir ini saya baru bisa ngomong. Belum terbukti, jadi jangan dipercaya hahaha.

Saran saya kalau facebook-an dengan niat mau terangsang untuk lancar menulis kita jangan lagi menulis status yang “gak perlu” meskipun tulisan kita memang semua sampah! Tapi ini berupaya merangsang diri untuk lancar menuangkan pemikiran dalam bentuk tulisan. Jangan sampai kita hanya bisa bicara gak pandai menulis. Padahal kita sudah lulus SD, saat urgen untuk belajar baca tulis. Ngomong-ngomong saya juga masih SD dalam tulis menulis kok.

Yuk ikut sekolah menulis bareng di facebook!

Iklan