Seberapa Bermaknanya Nama Anda?

Punya nama pasaran ada untung ruginya, seperti nama saya yang satu kata itu, begitu di-search di google di dominasi jaksa yang dipenjara karena koruptor itu. Di google gambar juga begitu. Bagaimana nama anda?

Apapun nama yang diberikan orang tua kepada kita patut disyukuri, lebih-lebih kalau maknanya luar biasa, seperti halnya nama saya 🙂 Meskipun dulu sering minder, ingin ganti saja rasanya. Sekarang malah bangga dengan nama yang hemat energi saat menuliskannya. Karena nama saya yang pendek hanya 4 huruf, maka saya janji anak2 saya saya beri sebaik-baiknya menurut benak kami. Sama dengan harapan agar kelak ia menjadi orang yang baik seperti arti namanya. Jadi nama adalah sebuah doa orang tua kepada kita.

Nama diberikan orang tua atau sesepuh kita dulu tentu tidak sekedar beri, tidak asal saja waktu memberinya. Dibuat dengan penuh pemikiran dengan doa dan harapan seperti saat menganugrahkannya kepada diri kita.

Seingat saya meskipun nama saya hanya begitu saja belum pernah menggantikannya dengan nama samaran tertentu. Kita bandingkan dengan kondisi anak sekarang, namanya bagus-bagus tapi disamarkan jadi tidak karuan. Mungkin mereka merasa dengan begitu lebih keren.

Bagaimana nama anak yang keren, unik, yang kadang diberikan scara spontan atau untuk menandai momen kelahiran yang menyertainya. Pasti itupun tidak ada jeleknya. Jelas orang tua mereka tetap berharap baik akan keturunannya yang dipanjatkan sebagai doa melalui nama. Meskipun ada panduan agar memberi nama yang baik menurut ajaran agama tapi itu bukan keharusan, pilihan orang tua tetap terbaik yang disematkan pada diri kita.

Kita semestinya juga menjaga prilaku kita agar tidak menodai nama dan makna nama kita. Justru dengan nama yang kita punya mestinya menjadi spirit untuk kita menapaki kehidupan sesuai doa orang tua kita yang disematkan melalui nama kita.
Nama manusia diberikan bukan sekedar untuk memudahkan panggilan atau hanya sebagai identitas laksana benda lain.

Setiap daerah ada budaya tersendiri soal memberi nama. Tapi budaya yang dianggap tingkat tinggi tak akan berharga mana kala empunya nama berprilaku kurang baik. Ada orang namanya bagus dan agamis, tetapi prilakunya justru sebaliknya bertolak belakang ajaran agama yang dianutnya. Ada apa dengan orang dengan nama yang bagus itu? Anda pasti bisa memberikan argumen yang masuk akal.

Ada kalimat ”apalah artinya sebuah nama”. Ini diungkapkan ketika makna nama berbeda dengan prilaku atau keadaan empunya nama. Seolah nama tidak penting padahal nama itu menurut saya adalah doa orang yang memberi. Menurut keyakinan orang jaman dulu (sekarang?) bahkan nama orang harus diubah jika ketidakbaikan selalu menjangkiti seorang anak manusia. Bukankah jika demikian nama memiliki arti yang sangat penting?! Padahal kita semua yakin bahwa takdir itu sudah ditentukan Sang Pencipta.

Nama bagi sebagian orang diyakini akan memberikan pengaruh bagi empunya. Entah paham sejarah atau tidak, paham artinya atau tidak, itu ada yang meyakini kebaikan atau ketidakbaikan yang menyertainya. Semoga anda tahu sejarah pemberian nama anda dan tahu makna yang dikandungnya. Semoga nama kita menjadi doa diri menuju kebaikan hidup, kebaikan urip 🙂 .

Kita wajib percaya diri dengan nama yang kita sandang meskipun tanpa harus menyertakan gelar kesarjanaan yang berderet-deret hingga suatu ketika nama kita ditulis di batu nisan. Atau ditulis di undangan tahlilan dengan ditambahi almarhum atau almarhuma. Yuk kita jaga nama kita, kita jaga prilaku kita, semoga kebaikan selalu menyertai hidup kita, menyertai urip kita :).

Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, sebaiknya dan semoga jika kita mati tidak meninggalkan ”belang” pada nama kita.

Saran saya sebelum meninggalkan dunia fana ini, sebaiknya kita menulis di dunia maya tentang kebaikan yang memberi banyak manfaat. Jejak manusia jaman sekarang hanyalah dapat dikenali lewat tulisan-tulisan kita. Terakhir, marilah kita menulis semoga nama kita selalu harum di dunia maya 🙂 baik lewat blog, lewat facebook, atau fasilitas jaringan sosial lainnya (berharap nanti tidak dihapus). Kalau sanggup kita buat karya monumental walau hanya sekedar tulisan.

Mari merenungi makna nama kita, kembali ke pada fitrah diri untuk beranjak dari nama menuju kemulyaan diri yang penuh kasih sayang pada sesama manusia dan lingkungan.

One response

  1. yap, nama merupakan bagian dari diri kita… 😀

    Silakan berkunjung… 😀
    http://popnote.wordpress.com
    Terima kasih… 🙂