Happy with my Hobby

Saya senang memiliki profesi sebagai guru. Saya menikmati sekali sebagai guru di Indonesia. Meskipun kalau mau serius seperti di negeri tetangga guru itu tidak banyak waktu luang.  Di sini  menurut saya banyak sekali waktu luang. Dengan begitu membuat saya bisa liar melanglang jagad maya, menambah teman, menggali pengetahuan, berbagi rasa dengan rekan seprofesi di belahan tanah air, maupun rekan-rekan lain yang berbeda sama sekali latar belakang.

Hobi saya memang berselancar di sela waktu mengajar yang “hanya beberapa jam”. Menunggangi kuda besi untuk menyusuri jalan-jalan yang belum pernah saya lalui juga salah satu hobi mengasyikkan bagi saya.   Tapi di Kalimantan, di daerah saya bertugas sangat terbatas akses jalannya. Karena alasan itu maka hobi saya yang terakhir itu tidak bisa berkembang. Maka tidak terjadi poligami hobi (bukan hobi poligami loh) jadilah monogami hobi, berselancar saja.

Saya mulai aktif ber-internet ria sejak 2006, mungkin tidak ada apa-apanya dibanding rekan lain yang sudah bangkotan semenjak internet lahir. Tapi prinsipnya belajar memang tak mengenal istilah terlambat. Apalagi kian hari banyak sekali pengalaman dari netter yang rela dibagi melalui  internet. Saya sadar dari awal bahwa menggunakan komputer atau internet (baca menggunakan TIK) yang membedakan satu individu dengan individu yang lain adalah soal tahu duluan atau tahu belakangan. Tentu mereka yang lebih lama secara otomatis akan memiliki pengalaman lebih banyak. Jika tidak mau tertinggal dengan TIK segera gauli internet maka pengalaman berharga segera kita temui.

Di mana pun berada sekarang kita bisa mendapatkan informasi terkini hanya dengan klik-saja. Tidak ada alasan kita berada di mana, asalkan terhubung dengan internet. Beda dengan kondisi saya di awal 2000-an, internet di daerah saya masih langkah (mungkin belum ada). Untuk memahami ‘”ilmu komputer” harus membaca berita dari tabloid atau majalah khusus. Bahkan komputer masih merupakan barang mewah. Mesti rutin mengikutinya walaupun dari situ belum lengkap informasinya. Pilihan sangat terbatas. Naluri rasa ingin tahu saya selalu menggebu untuk sedikit memahami apa sih sebenarnya komputer itu. Lebih-lebih saya adalah seorang guru yang menurut keyakinan saya, saya harus memiliki sesuatu yang lebih dibandingkan siswa saya sehingga saya bisa menyampaikan informasi terkait perkembangan dunia TIK.

Sedih memang saat itu belum bisa memiliki komputer sendiri sehingga kalau ingin mempraktikkan atau sekadar melihat perangkat keras komputer tidak bisa. Tapi sekarang keadaan sudah jauh berubah. Keberuntungan memang “selalu” berpihak pada saya, coba tenggok bagaimana usaha saya meyakinkan pimpinan di mana sekolah tempat saya mengajar tidak memiliki sarana belajar komputer bagi siswa di sini. Ini tentu saja dengan niat multi tujuan, salah satunya saya juga akan belajar dengan tersedianya sarana itu. Maklum saat itu komputer masih barang mewah. Tapi berkat usaha begitu akhirnya saya menjadi lebih ngeh dengan TIK.

Karena terbatasnya informasi kala itu, honor sampingan sebagai guru saya habiskan untuk membeli majalah atau tabloid yang berhubungan dengan komputer. Tidak terlalu lama akhirnya saya bisa menyelesaikan masalah kecil yang saya hadapi dalam “merawat” komputer di sekolah.

Banyak masalah yang saya hadapi terkait hobi saya dapat solusi dengan memanfaatkan mesin pencarian yang canggih.  Jika tidak ada solusinya maka kita bisa berusaha menyelesaikannya sendiri. Selanjutnya dengan senang hati dibagi dengan rekan lain baik lewat tulisan maupun secara lisan. Sepertinya ini sudah menjadi tradisi dalam dunia maya. Dengan menulis pula sempat mengantarkan saya bisa bertemu banyak orang, dan mendapatkan rejeki ekstra yang  mungkin tidak akan saya peroleh kalau tidak menulis. Memang kondisi perasaan akan mempengaruhi produktivitas menulis, tapi tidak boleh jadi alasan, itu bagi saya.

Keberuntungan lagi di sekolah sampai dengan hari ini koneksi internet sangat lancar, sangat mendukung dengan hobi saya berselancar. Kalau ingin koneksi lebih lancar saya ‘mbenalu’ ke warnet teman yang baik hati. Semua itu demi hobi yang menurut saya patut saya pertahankan.

Sekali lagi dengan berselancar nyaris masalah terkait dengan TIK ada solusinya. Hanya dengan menggunakan sedikit tips yang kita bisa peroleh secara gratis. Jaringan pertemanan dengan rekan seprofesipun semakin meluas untuk bisa saling berbagi pengalaman atau informasi penting.

Selain itu dengan hobi berselancar dan berinternet ria perlahan bisa menguntungkan secara finasial. Hobi yang bisa menghasilkan uang jelas sangat menyenangkan.

Bagiaman dengan anda?