Mengajar Materi Koloid Tanpa Praktikum

Waktu ujian nasional (UN) yang semakin dekat membuat siswa dan guru harus pandai-pandai untuk mencari trik agar sukses UN dan yang utama agar lulus dengan nilai baik. Inilah akibat pemberlakuan UN, hanya mementingkan nilai. Berikut ini saya ceritakan kembali aktivitas saya selama membahas materi pelajaran kimia tentang koloid untuk siswa yang hanya beberapa lagi menghadapi UN.

Sumber ilustrasi: http://www.chem-is-try.org

Dalam indikatornya tertulis “Mendeskripsikan sistem dan sifat koloid serta penerapannya”. Jadi bahasan ini terkait 3 peluang tentang koloid. Sistem kolid, sistem koloid, dan penerapan koloid. Bagaimana memahami dan menghafalkan ketiga hal tersebut?

Materi koloid untuk SMA tergolong sederhana. Menyangkut apa itu koloid dan apa bedanya dengan larutan, dan suspensi. Beda koloid dengan yang lain adalah soal ukuran dan visibilitasnya. Ukuran koloid berada pada rentang 10 Å -1000 Å, lebih kecil dari 10 Å disebut larutan, lebih besar 1000 Å disebut suspensi. Untuk bisa membuat koloid bisa dibuat dengan memperbesar ukuran fasa terdispersi (dengan cara kondensasi) jika sebelumnya kurang dari 10 Å atau memperkecil ukuran fasa terdispersi (dengan cara dispersi) jika ukurannya lebiih dari 1000 Å.

Pada larutan sifat kasad matanya menjadi satu fasa (homogen) antara fasa terdispersi dengan fasa pendispersi, tidak bisa dipisahkan dengan cara disaring, bersifat stabil tidak mudah terpisah.

Pada suspensi sifat kasad matanya masih nampak dua fasa (heterogen), tidak jernih, mudah dipisah atau disaring, tidak stabil.

Koloid secara kasad memiliki penampakan antara larutan dan suspensi.

Jenis koloid dibagi menjadi 8 yang merupakan kombinasi wujud zat gas, cair, padat baik zat terdispersi maupun zat pendispersinya. Tapi tidak ada koloid yang fasa terdispersi dan pendispersinya berwujud gas. mulai dari gas-cair sampai dengan padat-padat sebutan koloid yaitu busa, busa padat, aerosol, emulsi, emulsi padat(gel), aerosol padat, sol dan sol padat.

Sifat koloid setidaknya ada 6 sifat,

  • Efek Tyndall (haburan cahaya pada zat terdispersi ketika terpapar cahaya),
  • Gerak BroWn (gerakan zig-zag),
  • Adsorbsi (penyerapan partikel pada permukaan koloid),
  • Elektroforesis (gerak akibat efek medan listrik),
  • Koagulasi (penggumpalan partikel koloid),
  • Dialisis ( pemurnian koloid dari partikel pengotor).

Koloid ada yang disebut koloid liofil (kemampuan adsorbsi partikel koloid terhadap mediumnya); ada juga koloid liofob (koloid yang tidak mengadsorbsi mediumnya, ingat kata fobia = tidak suka/takut).

Pembuatan koloid ada dua macam:

Cara dispersi (dengan memperkecil partikel ukuran suspensi) dapat dilakukan secara menakanik (digerus/digiling), secara kimia dengan penambahan ion sejenis, secara elektrodispersi (cara Busur Bredig)

Cara kondensasi (pembuatan koloid dari partikel halus/seukuran partikel larutan), dapat dilakukan secara fisika (pendinginan, penggantian pelarut, pengembunan) maupun kimia (dengan reaksi redoks, hidrolisis, pengendapan).

Bahasan koloid mungkin hanya muncul dalam 2 atau soal, jadi diperlukanm teknik menghafal secara praktis. Mencoba mengkaitkan satu hal dengan hal yang lain. Misalnya pada 6 sifat koloid, gerak BroWn (zigzag) seperti huruf W (perhatikan huruf W besar pada nama BroWn itu) atau Z. Adsorbsi ~ serap, Elektro-foresis, gerak efek medan listrik~elektro), Koagulasi ~ plesetkan Ko-glue-asi seperti lem menggumpal, Dialisis ~ di-analisis untuk dimurnikan, efek Tyndall~efek tiny-but-all. Pandai-pandainya siswa untuk bisa membuat pengkaitan dengan hal lain yang dapat memberi kesan.

Pada pembuatan koloid cara dispersi, dis~dihancurkan agar kecil dari ukuran besar, cara kondensasi (diembunkan, embun itu dari gas menjadi cair, dari ukuran kecil menjadi ukuran lebih sebasar (seukuran koloid tentunya).

Yuk kembangkan cara untuk memudahkan menghafal, meskipun menghafal bukanlah cara belajar yang baik, tetapi saat mepet menjelang UN yang tinggal beberapa hari ini, boleh dicoba.

Iklan