Tips Lulus UN dengan Jalan yang Benar

urip.wordpress.com

Untuk siswa SMA, UN sebentar lagi. Praktis persiapan selama ini akan ditumpukan dalam menjawab soal UN yang hanya tinggal menghitamkan bulatan kecil di LJK tapi cukup menguras energi itu.Uji coba UN bahkan oleh sekolah diberikan berkali-kali yang mungkin bikin siswa sampai nekh!

Untuk tahu bagaimana menjalankan tips ini maka perlu dipahami terlebih dahulu soal syarat lulus dan perhitungan nilai akhir penentu kelulusan itu.

Jeda waktu setelah UN dan menjelang UN dijadikan “pembantaian” soal-soal latihan UN. Praktis dalam jeda tersebut pelajaran yang tersisa hanyalah 6 pelajaran saja, 3 pelajaran inti, dan 3 pelajaran umum. Kimia yang biasanya hanya 4 jam pelajaran bisa diduakalilipatkan waktu belajarnya, menjadi 8 jam pelajaran seminggu, begitu juga pelajaran lainnya. Semua itu dilakukan hanyalah untuk lulus UN. (duh sekolah hanya untuk lulus).

Setiap sekolah yang sudah selesai mengolah nilai sekolah (NS) praktis sudah tahu berapa “tabungan” untuk nilai akhir (NA) yang dipatok rata-rata 5,50 dan tidak ada NA di bawah 4,00. Berbagai simulasi sudah dihitung oleh sekolah agar setiap siswa tahu berapa target nilai yang harus diperoleh untuk bisa lulus UN. Kondisi ini seolah memberikan kebebasan kepada sekolah untuk menentukan kelulusan siswanya. Nyatanya tetap dipegang oleh pihak PUSAT kok. Kontribusi terbesar untuk kelulusan 60% ditentukan oleh UN, sementara nilai rata-rata rapor berkontribusi hanya 16% dan ujian sekolah hanya 24%.

Sekolah-sekolah yang “waras” hanya bisa “memainkan” nilai US. Sekolah yang tidak waras mungkin bisa sampai mengganti nilai rapor siswanya. Edan tenan. Mereka tidak berpikir bahwa nilai rapor itu hanya berkontribusi 16%. Jadi kalau nilai rata-rata rapor per mata pelajaran 10 pun hanya menyumbang 1,6. Alternatifnya sekolah “mengolah” nilai US, lumayan kontribusinya 24%. Yang terjadi kita bisa intip nilai-nilai US minimal sama dengan KKM. Pingin tahu aslinya yah tak sampai sebesar itu. Banyak sekolah yang mengadakan uji coba UN berkali-kali hasilnya banyak yang hancur kok, kecuali pada sekolah-sekolah yang telah mapan. Ajaib sekali kondisinya.

Di beberapa sekolah bahkan mengatur secara cermat tentang besar kecilnya NS dengan melakukan simulasi dan simulasi, berulang-ulang sampai kepala sekolah puas terhadap nilai siswanya. Pikirnya inilah saat tepat membantu siswa, menentukan nasib siswa. Ia tidak ingin menjegal kesuksesan siswanya hanya gara-gara tidak lulus sebab UN bukanlah segalanya. UN tidak secara otomatis menentukan kesuksesan manusia kelak dikemudian hari. Maka ia lakukan sebisa mungkin, sekuat tenaga. Ini fakta nyata yang tentu tak akan ada yang mau mengeksposnya. Itu rahasia perusahaan.

Bagaimana bisa menentukan target perolehan jawaban benar selama UN nanti, sekolah sudah bisa membuatnya sendiri. NS seperti kita ketahui dibobot 40% menyumbang besaran NA. Itu sekolah dan siswa sudah tahu, bahkan ada juga yang mengabarkan hal ini sampai ke orang tua seberapa besar tabungan NS-nya kalau sudah selesai diolah. Perjuangan NA tinggal ditentukan nilai UN yang 60% itu.

Rumus Nilai Sekolah (NS) Mata Pelajaran= 40% Nilai Rata-rata + 60% Nilai Ujian Sekolah
Rumus Nilai Akhir (NA) Mata pelajaran = 40% Nilai Sekolah + 60% Nilai Ujian Nasional
Syarat lulus rata-rata NA tidak boleh kurang dari 5,50 dan tidak ada NA yang dibawah 4,00

Dimisalkan nilai sekolah untuk Kimia 8,00 berarti ini menyumbang 3,20 untuk NA. Target lulus rata-rata NA minimal adalah 5,50, berarti siswa harus mendapatkan kontribusi 2,30 lagi dari nilai UN. 2,30 itu adalah setara dengan 60% nilai UN atau dapat dihitung dengan membagi angka 2,30 dengan 0,6 hasilnya adalah sekitar 3,84. Jadi siswa harus mendapatkan nilai UN minimal 3,84. Jika ini dikonversi terhadap jumlah soal UN untuk Kimia (40 soal) dengan asumsi skor benar di bagi 4, maka jumlah soal yang harus dijawab benar oleh siswa adalah 3,84 x 4 = 16 soal (pembualatan ke atas). Dengan 16 soal dijawab dengan benar maka siswa sudah mencapai NA 5,50 lebih sedikit. Tapi ini masih akan ditentukan rata-rata dari mata pelajaran lainnya yang berjumlah 5 itu.

Pihak sekolah dapat menghitung berapa target tiap siswa tiap mata pelajaran agar siswa memperoleh NA minimal 5,50 kemudian dibagikan kepada siswa dan juga guru kalau perlu ke orang tua.

Nasib lulus-tidak lulusnya siswa sekarang tinggal menunggu hasil UN (60% NA). Saya usulkan kepada siswa-siswa yang akan mengikuti UN untuk mencoba “menerawang” sendiri kemampuannya, lulus atau tidak lulus dengan memperhatikan kondisi nyata selama ia mengikuti uji coba UN. Tercapai atau tidak tercapai target yang telah dihitung tadi?!

Pada saat UN berlangsung jika masih memiliki waktu luang siswa bisa menyalin jawabannya di kertas. Setelah ujian selesai mohon bantuan guru mata pelajaran untuk membuatkan kunci jawaban. Dari kunci jawaban guru itu siswa bisa menghitung perkiraan berapa jawaban yang dapat ia jawab dengan benar. Jika sudah tahu  baru menentukan langkah strategis yang sangat manjur berikut ini 🙂

Inilah tips-nya yang saya dapat sarankan:

  • Jika jawaban setelah dicocokkan dengan kunci jawaban guru ternyata melebihi target perolehan, maka berdoalah sebanyak-banyak semoga tidak terjadi kekeliruan selama scanning LJK sehingga kamu bisa mencapai atau melebihi target nilai. Atau berdoalah semoga kamu tidak jadi korban atas kepentingan pihak tertentu sehingga nilaimu diturunkan yang akhirnya membuatmu tidak lulus. Jadi berdoalah secara detail untuk lulus. 🙂
  • Jika setelah dicocokkan dengan kunci jawaban guru ternyata masih di bawah target perolehan, maka berdoalah sebanyak-banyaknya semoga ada kejadian yang menguntangkanmu sehingga nilaimu bisa mencapai atau melampaui target nilai. Ini bisa saja terjadi misalnya ada kepentingan pihak tertentu akhirnya nilai UN-mu dikatrol, siapa tahu loh 🙂 . Jadi tetap banyak berdoa setelah menghadapi UN, apalagi kalau sudah tahu target tidak terpenuhi.
  • Jangan kendorkan semangat belajarmu sekarang ini. Libas habis latihan-latihan yang ada. Tujuannya hanya satu LULUS sekolah (bukan mencari ilmu).

Demikian.

Wassalam.

3 responses

  1. knapa haruz gtU..,,

  2. kalo skarang ini kan banyak jalan lulus un baik yang benar atau negatif,
    nah kalo g salah skarang ini tema UN ny kejujuran, dari situ maka di sekolah saya nyoba mengerjakan UN secara jujur, tapi di samping itu ada teman saya yg dapet kunci jawaban yg tepat tapi saat mencontek terlihat oleh pengawas.
    apakah itu akan merubah nilai di ijazah?

  3. adanya hal ‘buruk’ yang dilakukan sekolah dengan men-set nilai sekolah/us/rapor tak melulu kesalahan sekolah. itu adalah ekses dari sistem UN sendiri yang tidak sahih/valid sebagai satu2nya alat uji kelulusan. UN harus dikembalikan pada ‘khittah’ sebagai alat ukur mutu pendidikan secara umum di suatu sekolah–tidak per siswa. itu melukai asas otonomi pendidikan yang multidimensi…