Hijau Daun Menyegarkan

Aktivitas pagi ini, bangun tidur kesiangan; bersihkan halaman dari daun rontok dan memendamnya dalam tanah; nanam lavender di samping jendela kamar anak-anak; menanam rumput gajah mini depan teras yang tinggal lebar setapak; nyruput kopi sedap; menanam beberapa batang singkong di pagar belakang; mandi; sarapan; ke lab. komputer untuk koneks internet e… Listrik padam sampai pukul 4 sore katanya. Karena nyamuk hilang akhirnya kesiangan deh.

Beberapa malam belakangan rumah mulai banyak nyamuk, maklum di tengah hutan rumahnya. Padahal sebelah luar kamar tertanami lavender. Selidik punya selidik ternyata ada jala yang rodek, jala ini dipakai menghalau nyamuk yang terpasang di ventilasi kamar. Baru ingat waktu itu dirambati batang buah markisa yang ada di sebelah luar kamar dan sulurnya mengait di jala ventilasi kamar.

Sudah hampir setahun ini menikmati buah markisa yang tumbuh dan berbuah lebat hingga membuat emperan sebelah terlihat gelap. Buahnya manis-kecut-segar. Tetapi karena bosan saya matikan untuk mengubah suasana rumah. Kini sisi kiri luar rumah terang benderang dengan rumput gajah mini menghijau. Di sebelah depan rumah masih ada dua batang dan mulai berbuah. Semaian bibit markisa hasil buah yang menua sebelumnya sudah ada dan banyak, yang mau boleh ambil seminggu lagi.

Tanaman markisa tidak perlu perawatan khusus, yang penting tinggal siapkan andang-andang untuk merambat dan pegangan sulurnya. Tunggu beberapa bulan buahnya akan lebat, menggelantung hijau dan menguning ketika masak. Bagus juga untuk peneduh. Markisa bisa berumur lama jadi tinggal merapikan bagian yang terjuntai ke bawah saja.

Bersyukur lahan pekarangan sekitar rumah masih cukup untuk tanam-tanam. Saya sendiri lebih suka menanam tanaman apa saja yang tidak memerlukan perhatian ekstra, seperti markisa tadi. Sama juga rumput gajah mini. Karena rumput itu mudah berkembang biak, kini sudah jadi banyak, tinggal tanam jarang-jarang saja maka 2 bulan kemudian akan bersemi dan bersemi terus. Halaman bisa menghijau serasa dingin dan menyejukkan mata.

Warna hijau alami seperti tanaman akan memberikan efek menyejukkan mata. Sedikit bisa menentramkan pikiran ketika sedang tidak baik dengan memandanginya. Seberapapun luas pekarangan sebaiknya kita menghijaukannya. Pantas saja orang yang tinggal di wilayah pedesaan pikirannya selalu fresh, mungkin itu karena terapi warna tanaman yang tidak ia sadari.

Di pekarangan tetangga sebelah rumah, terbentang lahan tempat penjualan bibit tanaman yang selalu hijau juga. Praktis ikut menikmati hijaunya tanaman. Tinggal buka jendela, kesejukan mata terasa. Alhamdulillah, bisa menikmati pemandangan itu semenjak bangun tidur. Kalau anda ingin menikmatinya juga tiap hari atau bahkan tiap saat, boleh dengan mengganti warna dinding rumah atau kamar anda dengan warna tanaman yang menyejukkan itu.

Ternyata memang ada hikmah dan banyak manfaat kalau kita mau menanam hijauan. Media apapun jadilah. Beda dengan kalau memelihara binatang yang harus membersihkan kotorannya, memberinya makan dan minum. Tanaman tidak seperti itu hanya sesekali menyirami, memupuknya dan membersihkan dauh yang gugur, tapi manfaatnya luar biasa. Yuk hijaukan pekarangan kita.

Iklan

2 responses

  1. Ceritanya pengalaman pribadi ea

  2. Pengalaman Hidup ya bro