Menulis dengan Mengangsur dari Update Status Facebook

Saya terbiasa berpikir sepotong-potong. Jadi kalau mau langsung menulis di blog kadang tidak bisa mengalir. Dengan menulis status di facebook, pemikiran saya bisa tertuang dengan mengalir, karena dengan menulis status yang saya identikkan dengan satu paragraf, dan satu pokok pikiran membuat saya enjoy untuk tidak memikirkan apa lagi nanti yang akan saya tulis. Enjoy banget.

Enaknya menulis satu status di facebook yang sama dengan satu paragraf di blog ini bisa kita lakukan sambil tiduran, dan tidak harus membuka laptop. Dulu laptop jauh lebih praktis di banding sebuah PC, kini laptop masih kurang praktis mengingat ukurannya juga. Jadi dengan hape murahan kita bisa menulis blog dengan cara mengangsurnya melalui facebook.

Jadi mohon maaf jika saudara-saudara sekalian tidak nyaman dengan update status saya yang seperti tidak ada juntrungannya. Hehehe itulah kalau tidak mau membaca status saya yang saling sambung menyambung. Lho memang harus baca status saya?! Yah tidak juga ini sih. Status di facebook dari pada saya tulisi hal yang kurang bermakna maka saya manfaatkan untuk menulis dengan cara mengangsur yang bisa kita lanjutkan kapan kita sempat saja.

Teknik menulis di blog dengan memanfaatkan kotak status seperti yang saya lakukan ini akan membuat pikiran kita mengalir begitu saja. Tidak pernah saya pikir setelah ini menulis apa, tulisan ini judulnya apa, temanya tentang apa. Pokoknya saya menulis apa yang sedang saya pikirkan ketika menulis satu status saja. Inilah yang saya sebut dengan teknik menulis ngelantur itu. Mau coba ikutan?

Sekali lagi dengan menulis status di facebook kita bisa bangunkan kemampuan kita menulis untuk disalin ke dalam blog. Ada lagi keuntungannya memulai menulis di facebook kita bisa memanfaatkan komentar-komentar teman kita untuk tambahan bahan tulisan. Dari komentar teman kita bisa mengembangkan tulisan kita. Dari komentar juga kita bisa melakukan perbaikan seperlunya pada tulisan kita nantinya.

Lalu berapa banyak status cukup untuk dijadikan sebuah tulisan dalam sebuah blog? Menurut saya tidak ada batasan. yang penting antar alinea ada kaitan atau saling nyambung. Tapi saya biasa mengumpulkannya minimal 8 status untuk jadi sebuah tulisan. Di blog kalau tulisan terlalu panjang maka orang yang baca juga lelah. Jadi yang sedang-sedang saja. Tambahkan hal lain dlm tulisan jika ada ide baru yang muncul.

Jika banyak teknik menulis dengan cara yang terstruktur itu bagus kalau bisa kita ikuti. Nah bagi kita yang kesulitan mengikuti teknik tadi bolehlah kita coba teknik menulis ngelantur melalui status facebook yang mengalir begitu saja tak perlu memikirkan apa lagi yang harus kita tulis. Setelah selesei coba lihatlah apa yang bisa kita tulis dari rangakain status basa-basi yang mungkin gak perlu ditulis tanpa berpikir keras.

Bersayaukurlah anda jika bisa menulis dengan lancar tanpa banyak masalah atau kendala. Tapi itu karena mungkin karena sudah terbiasa. Tapi anda termasuk orang hebat dan langkah sudah bisa menulis, apalagi tulisan-tulisan anda bernas. Beda dengan kami yang baru belajar maka cara ngawurpun kami pakai. Itu adalah upaya agar kami bisa seperti anda.

Facebook kini jadi sarana untuk melampiaskan pikiran, dilampiaskan jadi tulisan sedikit demi sedikit, sealinea demi sealinea, dirangkai, ditata, diedit untuk membetulkan ejaan, tanda baca serta pemikiran yang terpotong menjadi sebuah tulisan yang akan layak baca, bagi yang mau baca. Tak ada yang baca jangan kecewa, anggaplah itu mutiara hitam miliki kita yang belum ditemukan oleh pencari mutiara. 🙂

Berikut beberapa tulisan saya terkait dengan menulis:

556. Percaya Diri dalam Menulis
552. Era Baru untuk Guru adalah Era Berbagi
551. Era Baru Identik dengan Perubahan
550. Tujuh Belas Alasan Guru Tidak Menulis
546. Bahasa dalam Jejaring Sosial yang Merdeka
544. Guru dan Siswa yang Malas Membaca, Malas Belajar, dan Malas Menulis
535. Banyak-lah Bicara, Sedikit-lah Menulis
518. Menulis Ngelantur – Teknik Lancar Menulis
511. Menulis Laksana Burung Berkicau
503. Facebook Alat Rangsang Diri untuk Menulis
500. Memenjarakan Pemikiran di Facebook
480. Menulis di Blog, Guru Tidak akan Kehabisan Bahan

Mari menulis, mari nge-blog, berbagi untuk tumbuh bersama.

Iklan