nge-Blog, Isi Blog, dan Kompetisi Blog

Blog seorang guru itu tidak harus berisi segala tetek bengek terkait tugasnya seperti rpp, prota, promes, dll itu. Jadi lucu kelihatannya kalau begitu. Apalagi kalau ada lomba yang mengharuskan ada begitu. Ini penilaian subyektif saya. Anehnya beberapa lomba mensayaaratkan hal itu. Kebebasan berekspresi dibatasi yang menurut saya tidak gaul. Kecuali ngeblog memang hanya ditujukan kepada siswa.

Memang orang ngeblog tidak ada yang mengharuskan ini itu, terserah yang punya. Seperti blog saya yang merupakan tumpahan pikiran saya dan ulasan saya sendiri tentang suatu hal yang menjadi perhatian saya. Menurut keyakinan saya seperti itulah blog yang harus saya punya. Tidak bermaksud memenuhi kriteria suatu kompetisi yang kemudian blog tidak lagi ada kontinuitasnya.

Jika saya mengikutkan blog untuk suatu kompetisi maka saya ikutkan blog saya dengan keadaan apa adanya. Karena itu adalah jati diri saya pada blog. Urusan menang atau tidak saya tak terpikirkan. Itulah orisinilitas saya yang tak kan terpengaruhi hanya suatu kompetisi. Ini adalah idealisme manakala saya merasa sebagai blogger yang sejak mula tidak bermaksud untuk menang ini atau itu.

Jika anda berniat membuat blog yang ingin menang dalam setiap lomba secara formal yang diadakan oleh suatu lembaga anda harus menyiapkannya sejak dini. Tapi menurut saya itu menghilangkan idealisme setidaknya itu menurut saya. Blog saya yang sederhana kali ikut kompetisi beberapa kali, tapi gagal karena tidak memenuhi kriteria jadi saya tahu apa yang akan terjadi.

Kalaupun tidak menang pada suatu kompetisi jangan berkecil hati. Masih ada kompetisi lain yang jauh liberal yang memberikan peluang anda untuk mengikutinya. Hanya bermodal keberuntungan dan keberpihakan jurilah akhirnya blog kita bisa jadi juara. Jadi jangan putus asa jika kita tidak memenangi suatu kompetisi.

Ingatlah awal ngeblog apakah ingin jadi juara gitu, tidakkan? Ngeblog adalah menuliskan ‘kotoran pemikiran’ yang kalau ditahan malah memenuhi kepala kita. Jadi jangan banyak berharap dari sebuah kompetisi. Anggaplah itu iseng-iseng berhadiah. Apakah andai anda menang anda akan bangga atau senang?

Pengalaman mengikuti kompetisi blog tingkat nasional sebanyak 4 kali, saya beruntung beberapa kali. Bukannya narsis, tapi itu sekedar berbagi cerita, 2 kali saya beruntung memenanginya. Menang dengan tanpa harus melakukan penyesuaian isi blog saya. Isi blog saya seperti apa adanya. kalau itu saya pasrah tak banyak berharap, dan benar keberuntungan berpihak pada saya.

Tahun 2008 blog saya masuk nominasi pada ajang elearning award, padahal sudah lama tidak nulis krn sibuk kuliah. Alhamdulillah dapat posisi 3. Senangnya lagi posisi satu di tempati teman sekampung sendiri @Rudy Hilkya, posisi kedua diduduki temen saya yang lama kenal kang @Dedi Dwitagama. Lengkap kebahagian kala itu, hanya dengan ngeblog ketemu teman sekaligus guru bagi saya.

Tahun 2009 blog saya dapat ISBA award minggu ke-2 April, selanjutnya kalah dari kompetitor lain yang jauh lebih layak menang, karena blog saya ketika itu jarang sekali saya update. Tapi puaslah dengan kondisi sebegitu. Ini juga kompetisi yang saya ikuti tanpa harus mengubah apapun di blog saya. Meskipun blog guru tidak mesti menampakkan keguruannya, jadi enjoy mengikutinya.

Tahun 2010 blog saya mengikuti kompetisi e-learning award diknas, yang karena diharuskan ada kesesuaian isi dengan kurikulum dll, akhirnya saya tersingkir tak masuk nominasi. saya sudah duga itu akan terjadi, jadi saya tak kecewa sedikitpun. Jadi kalau tahun ini mau masuk nominasi siapapun bisa belajar dari blog-blog yang memenaginya.

Namun untung tak bisa ditolak, gagal masuk nominasi elearning award diknas, secara tak sengaja ada lomba lainnya lagi Acer Guraru Award yang diselenggarakan oleh ‘PESTA BLOGGER 2010‘. Kembali saya coba ikutkan lomba blog. saya nominasikan diri dan beruntung saya memenanginya. saya suka karena blog saya keadaannya apa adanya.

Besaran hadiah juara 3 elearning award 2008 lumayan untuk biaya penelitian tesis saat itu. ISBA tak dapat apa-apa tapi senang sekali. Dari Acer Guraru Award 2010 dapat laptop dan uang. Kebetulan sekali laptop saya sebelumnya sudah uzur. Dan dari kompetisi yang terakhir saya diajak ACER keliling untuk berbagi dengan guru seindonesia. Terima kasih ACER dan rekan Blogger Indonesia sejati. Semua itu berkat ngeblog apa adanya.

Iklan

One response

  1. Terlalu berorientasi pendidikan di ruang kelas kali om… padahal selalu ada kaitannya, he… telat komen tapi gpp ah… saya punya foto om urip dengan saya. serasa foto dengan xavi hernandez, he…