Keajaiban Tulisan dengan Menulis Ngelantur

Akhir-akhir ini saya terangsang untuk menulis ngelantur dengan cara update status di facebook. Saya biarkan pikiran liar mengalir dalam bentuk tulisan. Jadi wajar kalau saya tidak bisa membuat tulisan bernas dan tidak fokus. Tapi itulah ke-enjoy-an saya, saya nikmati sendiri. Jangan bandingkan tulisan saya dengan tulisan orang-orang cerdas yang banyak ilmu dan wawasannya. Biarlah kita masing-masing masuk kelas kita sendiri. Dari pengalaman yang sedikit itu akhirnya saya coba untuk menularkan kepada orang lain.

Selama ini saya mengajak rekan lainnya untuk mau menulis tapi tak/belum berhasil, bahkan sering mereka berucap saya tidak bisa, silahkan saja sampean menikmati dunia menulis sampean. Memang dunia saya beda dengan dunia mereka?! Padahal kan sama-sama guru yang hari-hari berkutat dan berinteraksi dengan siswa yang semestinya banyak sekali hal yang patut untuk dijadikan bahan tulisan. Tapi dari beberapa alasan yang pernah saya invertarisir semestinya mereka bisa kok menulis hanya mereka mempertahankan tembok penghalang yang ia buat sendiri.

Tapi memang benar bahwa saya masih harus banyak belajar dalam hal tulis menulis. Jadi belum bisa menulis kok sudah ajak-ajak, mestinya harus dibuktikan lebih banyak lagi tentang menulis. Konon menulis itu harus komunikatif dengan pembaca, saya belum bisa, saya lebih suka menikmati lanturan pikiran saya. Komunikatif atau tidak lihat saja tulisan saya ini. Inilah keegoisan menulis yang tak perduli dengan pembaca. Sekali lagi saya menikmatinya. Berharap ini bisa memberi warna tersendiri bagi tumpukan sampah-sampah otak saya. Biarlah.

Menurut pembimbing saya dulu bahasa saya sering meloncat-loncat. Hehehe itulah kebiasaan berpikir yang tak runtut. Bahasa saya adalah bahasa orang biasa, bukan bahasanya orang yang sudah hebat. Setidaknya saya sudah memulai menulis. Bagaimana dengan saudara sekalian :). Jika belum ayo mulai belajar menulis bersama, jika sudah hebat tolonglah kami diajari lewat tulisan-tulisan sampean. saya rela nyantrik untuk bisa ndalang dalam bertulis kata kalimat.

Menulis dengan mengandalkan insting di mana kelanjutan kalimat dengan deretan kata reflektif adalah gaya saya. saya sering macet ketika mencoba menulis dengan membuat kerangka berpikir atau garis besar terlebih dahulu seperti disarankan dari teknik menulis yang pernah saya baca. Makanya saya punya istilah menulis gaya ngelantur dan mungkin seperti menulis gaya ngawur.

Hasil tulisan yang bagus  itu untung namanya kalau ada yang mau bilang begitu, tapi kalau jelek ya jelas saja jelek, dan akan menjadi kemakluman karena itu adalah tulisan ngelantur tak teratur apalagi terstruktur dan pasti ngawur. Biar saja lah dibilang apa tapi kita punya cara sendiri kok jadi jangan pikirkan apa kata orang. Sambil lalu tetap kita coba membuat pola dalam menulis pola kita sendiri. Andalkan saja insting pasti akan ada keajaiban pada kemampuan menulis kita. Saya sudah mendapatkan keajaiban dari beberapa tulisan saya yang sebelumnya tak terpikirkan akan jadi seperti itu. E… Tulisan yang mana? “Ada deh” 🙂

Apakah tulisan kita akan layak atau tidak ketika selesai kita bisa periksa ulang nanti. Bahkan boleh jadi kalimat dengan deret kata akan menakjubkan yang sebelumnya tak kita duga. Itulah kalau kita menuliskan berdasarkan insting. Kadang liukan tekanan dan benturan antar makna kata atau kalimat membuat tulisan kita jadi unik, meskipun kadang juga jadi sulit dipahami pembaca tentang alur pikir kita.

Menulis ngelantur sering membuat tulisan kita selalu nyambung satu kalimat dengan kalimat lain tanpa banyak pertimbangan. Antar paragraf juga bisa disambung kalau memang terasa belum smooth dengan menggunakan kalimat atraktif. Jadi jangan terlalu banyak mikir ketika menulis. Ikuti saja kata hati atau insting anda. Temukan keajaiban pada tulisan kita. Jangan pikir apa kata orang, pede saja lagi!

Mungkin menulis ngelantur memang cara ngawur dalam menulis. Belum ada teori untuk menulis gaya begitu, itu sependek yang saya tahu. Ibarat aliran gambar lukisan ada yang bermacam-macam maka menulis ngelantur masuk dalam satu aliran yang ada atau akan ada. Abstrak, surealis atau apalah. Intinya kita mesti melancarkan jari sebagai ujung lampiasan dari pikiran kita. Biarlah pembaca yang menilai, yang penting kita sudah menulis.

Selamat menulis.