Tulisan Tak Aktual Laksana Simpanan Mutiara Hitam

Menulis dengan niatan menangkap apa yang terlintas dalam pikiran adalah kunci untuk memperlancar aliran ide-ide. Saya baru saja diberitahu temen bahwa kalau menulis kalau bisa seaktual mungkin. Yah benar memang kalau bisa. Tapi begitu ide terlintas apakah kita harus menahannya hingga menunggu aktualitas tema hadir?!. Mungkin inilah beda saya dengan temen saya itu.

Saya tidak perduli itu aktual atau tidak. Yang penting saya menulis. Sebab saya punya pemikiran bahwa tulisan-tulisan sampah di blog saya ini akan diperlukan oleh orang lain ketika orang lain memerlukannya. Diibaratkan sebuah mutiara hitam yang ada didasar lautan yang akan berharga manakala ada seseorang yang menemukan dan akan menghargainya untuk dijadikan perhiasan.

Seperti saat ini saya sedang asyik menulis pembahasan soal UN kimia yang baru lalu (UN 2011). Bagi siswa SMA pembahasan saya sangat tak berguna lagi. Mereka telah melewatinya. Saya menuliskan pembahasan itu bertujuan untuk bahan pengayaan untuk siswa tahun depan. Setidaknya sekarang saya masih memiliki waktu luang, yang sayang kalau saya lewatkan begitu saja. Jadilan pembahasan soal kimia UN 2011 itu saya publish.

Setiap saat manusia selalu memiliki ide-ide. Ide-ide itu sering menguap begitu saja ditengah lamunan atau dicelah-celah obrolan. Oh sangat disayangkan jika ide kita hilang dari otak kita. Mengapa tak kita tangkap dan tuangkan dalam sebuah tulisan. Tahukah kita ide kita yang mana yang akan menjadi ide brilian? Lalu kita memilih atau kita mengira ide yang terlintas, bahkan ide gila sekalipun mungkin akan menjadi ide hebat yang mungkin akan mengubah dunia. Wueh…!

Seperti tulisan ini jelas tidak akan aktual ditengah gilasan masa. Biar saja saya menuliskannya. Tapi model-model tulisan seperti ini setidaknya akan sedikit memberikan inspirasi bagi orang yang tersesat kemudian mau membacanya. Jadi mengapa harus menunggu hal aktual. Kita menulis seperti ini bukanlah tulisan seorang wartawan yang memang harus selalu menyampaikan berita teraktuan dan spektakuler. Ia harus mengejar sesuatu untuk induk koran yang menghidupinya. Kalau sekedar menulis di blog, apakah perlu seperti itu. Kalau bisa yah gak masalah yang penting kita melakukannya dengan enjoy. Dan jangan terlalu maksa lalu membuat blog terbengkalai tak terisi.

Kalau kita menulis di blog dengan tujuan untuk meningkatkan jumlah kunjungan, dan ingin terkenal dan mendapatkan penghasilan dari jumlah kunjungan itu boleh-lah kita cari berita atau ide brilian nan aktual. Tapi saya menulis di blog tidak lebih adalah melampiaskan nafsu untuk menulis, belajar mengalirkan ide-ide menyalurkannya melalui hentakan tuts keyboard. Saya berpikir jika tujuannya memang untuk mendapatkan keuntungan finansial, tentu saya tidak menulis di blog gratisan macam wordpress begini. Ini adalah kenikmatan dalam ber-onani otak, menulis.

Jika tulisan sampah seperti ini tidak satupun yang membaca, tanamkanlah keyakinan bahwa ini memang hanya bermanfaat buat diri kita. Jangan terlalu kecewa. Kita tak kan rugi jika tulisan kita tidak ada yang membaca. Tapi mereka yang tak membacalah yang akan merugi, mereka tidak akan mengenal makhluk seperti kita yang menulis hanya menebar sampah pemikiran. Kita sih memang tetap berharap tebaran sampah kita kelak akan dikais seseorang untuk didaur ulang. Toh dari berbagai tulisan yang bertebaran di jagad ini kita memang tak berarti. Tapi lihatlah orang-orang yang sebelumnya tak dikenal lantas jadi terkenal maka tulisan-tulisa mereka akan banyak yang mengkaji bahkan akan dielu-elukan.

Tulisan-tulisan orang yang biasa-biasa saja kini, kelak akan menjadi tulisan emas jika kita memang mampu melejitkan diri lewat kemampuan dan kehebatan kita. Tidakkah kita ingin suatu saat menjadi orang hebat? Jadi menulis yang tak aktual itu juga sarana menyimpan, menabung pemikiran-pemikiran kita sehingga orang lain kelak akan beroleh manfaat dari sampah-sampah ide kita yang tak aktual ini. Wah-wah menghayalnya terlalu tinggi yah. Eh siapa tahu ada keajaiban wkkkk. Hoe… bangun.

Jadi persiapkanlah diri kita menjadi orang hebat, persiapkanlah pendukung-pendukung untuk jadi seorang yang hebat. Pendukung itu salah satunya adalah pemikiran-pemikiran kita yang akan diketahui oleh orang lain hanya kalau kita mau menuliskannya. Jadi sejak dini kita sudah harus siap untuk jadi orang hebat. Entah hebat macam apa nanti yang bisa kita raih, jangan terlalu pikirkan. Eksiskanlah diri kita melalui tulisan walau tulisan kita hayalah sampah. Sampah bagi orang lain, tapi emas bagi diri kita. Yakinlah, apa yang kita tulis namun tak aktual itu akan menjadi mutiara di dasar lautan yang jika ditemukan seseorang maka akan dijadikan perhiasan yang mahal harganya.

Sekali lagi intinya adalah tangkap ide yang berseliweran, jangan perdulikan itu ide aktual atau tidak. Jadikanlah tulisan itu sebagai mutiara diri.

Iklan