Menjebol Penghalang Menulis ala “Menulis Ngelantur™”

urip.wordpress.com

Menulis ngelantur melalui apdate status di facebook sungguh mudah. Tuliskan saja di kotak status, tiap status satu pokok pikiran. Jangan pikirkan di status berikutnya mau nulis tentang apa. Biarkan saja jari kita memilih huruf dan tanda baca. Ingat satu status, satu paragraf, satu pokok pikiran kalau bisa konsisten. Kalau tidak bisa nanti saat editing kita bisa memecahkan menjadi paragraf baru. Setelah puas gabungkanlah tiap-tiap status tadi. Dapatkan keajaiban pemikiran dan kehebatan dalam menulis. Inilah teknik ”Menulis Ngelantur ™ dari saya, Urip Kalteng 🙂

Dari pada memikir ngelantur, lebih baik menulis ngelantur. Menulis dengan apa saja yang penting menulis, lanturkan pikiran lewat pilihan huruf dan kata. Dengan facebook mungkin akan semakin bagus terserah saudara. Berharap mendapat umpan balik dari komentar-komentar teman, kita bisa menjadikannya itu sebagai bahan tulisan berikutnya, di status berikutnya. Tak ada respon jangan kecewa lanjutkan saja lanturan pikiran hingga 8 status atau lebih, cukuplah itu jadi sebuah tulisan utuh.

Menulis ngelantur itu tidak perlu berpikir panjang. Seperti kita ngelantur tidak pakai berpikir panjang, kita boleh mengandai, mengkritik sesuatu, beropini ria, mengkhayal, berfantasi, sebebas-bebasnya. Menulis ngelantur tidak ada aturan, pokoknya terserah kita. Bahkan kalau perlu jangan pikirkan akan menulis apa lagi setelah satu paragraf. Biarlah. Jangan pikir apa jadinya tulisan kita. Tidak percaya buktikan saja lanturan pikiran melalui tulisan.

Tapi sebebas-bebasnya anda ngelantur tentu pasti jelas anda mau melanturkan tentang apa kan? Hehehe ini biar beda dengan orang yang sedang stress, atau bisa seperti orang tidak waras. Oleh karena itu setidaknya kalau terjadi pelebaran tema, ya lanjutkan saja, mungkin kita akan menemukan tema lain yang lebih baik untuk kita angkat. Wah dari mana kita bisa mengambil tema? Gunakan perasaan dan turuti saja perasaan itu. Jangan samakan teknik menulis ngelantur dengan teknik mapan. Inilah menulis bebas.

Ibarat sedang ngobrol dengan seseorang, toh tidak pernah kita memilih tema, enjoy saja nanti dengan sendirinya akan dapat tema menarik, coba simak apa yang sedang kita obrolkan di suatu ketika. Ngobrol saja sekenanya menulislah sekenanya, seenak perut kita 🙂 . Jika mau menulis bebas begitulah caranya. Saya menyebutnya itu ‘Menulis Ngelantur’ tadi. Tujuannya adalah membiasakan menulis refleks. Sama persis saat kita ngobrol itu. Ikuti saja alur dan alir pikiran, lihatlah kemudian apa yang sudah anda tulis.

Menulis ngelantur sangat cocok digunakan untuk menuliskan opini terhadap suatu hal. Semua menurut sudut pandang kita. Tak perlu data atau fakitaa, cukup lanturan cerita. Entah sampai mana. Pokoknya menulis sesuka hati. Kita menulis bukan dipersembahkan untuk meraih gelar, jadi kita bisa melanggar aturan menulis sesuai kemauan kita, namanya juga ngelantur. Bebaskanlah pikiran selama menulis.

Semakin emosional dalam menulis maka semakin lancar kita memilih-milih huruf untuk menyatakan pikiran. Namun jangan khawatir atas emosi kita, ada tahap editing di saat akhir nanti. Kita bisa memberikan sentuhan akhir, memperhalus bahasa agar sedikit lebih sejuk bahasa kita meskipun tak bermaksud memadamkan kobaran emosional pikiran kita. Terakhir rasakan atas kelayakan deretan kata dalam kalimat itu.

Mengapa saya menyarankan itu? Saat emosi memuncak adalah saat tepat meluapkan segala kecamuk di kepala. Yah sama dengan saat marah itu. Semua yang kita tahan kita keluarkan semua. Bahkan kadang muncul keluarbiasaan yang tak terduga, bahwa tulisan itu ternyuata bisa kita buat. Tapi jangan juga terlalu berharap keajaiban tulisan yang kita lanturkan tadi. Justru di situlah kita akan terlihat sebagai ‘penulis lepas’, melepas kekangan ketakpatutan.

Menulis ngelantur mungkin lebih dekat dengan menulis secara emosional. Jadi biarlah tak terkendali apa yang hendak kita keluarkan lewat tulisan. Pokoknya hajar bleh…! Saat seperti itu jangan lagi pikirkan pembaca nantinya akan memberikan respon bagaimana, jangan perdulikan saat menulis. Intinya jangan ada yang ditahan dalam menungkapkan isi otak kita. Toh nanti kalau perlu lakukan editing seperlunya. Kalau memungkinkan sebaiknya dipilih kalimat pendek-pendek saja jangan terlalu panjang. Kita bisa buingung sendiri, apalagi orang yang mau membaca.

Menulis ngelantur cukup bermodal apa yang ada dipikiran, itu sudah cukup membuat kita lancar menulis. Intinya adalah opini kita tentang sesuatu yang jadi perhatian kita saat ini. Boleh saja berisi penilaian akan sesuatu. Dengan menulis ngelantur kita bisa menakar kemampuan kita beropini, selanjutya perbanyaklah gizi menulis kita dengan membaca tulisan orang lain, di koran atau blog yang rajin menyemangati untuk menulis.

Mungkin dengan 5 W (who, what, when, where, why) dan 1 H (how) seperti layaknya orang melakukan reportase atau wawancara, tulisan ngelantur itu akan semakin lengkap. Hahaha rada maksa nih.  Itu analisisnya kalau mau serius. Tapi itu jangan terlalu dipikirkan. Biasanya itu akan otomatis ada dalam setiap tulisan yang ngelantur itu. Yang penting lancar dan refleks menulis kita dapat. Inilah metode aternatif dalam menjebol sulitnya mengapa banyak orang sulit menulis.

Pingin tahu tulisan ngelantur saya simak di www.facebook.com/urip.kalteng

Mari menulis, lanturkan pikiran hanya lewat tulisan, dapatkan keajaiban dan kehebatan kita melalui tulisan.