Olah Ragakan Otak dengan Menulis

urip.wordpress.com

Jika orang membaca lama kelamaan bisa mengantuk. Tapi kalau sedang menulis tidak bakal ngantuk karena otaknya sibuk. Jadi sibukkanlah otak kita dengan menulis, ya seperti menulis status begini ini. Bagi yang rajin baca, sarikan bacaan dengan menuliskannya, maka anda akan mendapatkan manfaat lebih dari sekedar membaca. Tak percaya coba saja.

Dengan membaca kita belajar dari pengalaman orang itu lebih mudah dibandingkan harus mencari sendiri formulasi baru. Membaca itu diibaratkan memberikan asupan makanan bagi badan otak, maka menulis itu adalah olah raganya otak. Kebanyakan orang hanya hobi baca tetapi tak hobi menulis, maka otaknya menjadi tak sehat. Otak ‘bisa gedut’ dan semakin lambat untuk diajak gerak, bener atau tidak rasakan sendiri. Bacaan sebagai asupan makanan otak sangat diperlukan setiap orang. Akan miskin dan sempit wawasan kalau orang malas baca. Meskipun bacaan itu tidak mesti dari tulisan, bisa dari yang lain. Tapi kalau menulis tidak bisa dengan cara lain kecuali menuliskannya melalui huruf, angka, dan tanda baca. Kesehatan otak semakin bagus jika dilatih dengan olah raga menulis. Pagi-pagi juga waktu yang bagus untuk olah raga otak.

Selain menulis itu merupakan olah raga otak, menulis juga mengandung unsur permainan. Permainan menyusun kata, mengedit kalimat. Dengan mengkoreksi kata dalam setiap kalimat, membuang kata yang tak perlu dan memikirkan kepatutannya serta menguji ada tidaknya perubahan makna jika kata tersebut ketika dihilangkan sangat mengasyikkan. Tidak percaya? Coba saja sendiri atau coba buang beberapa kata dalam tulisan ini.

Jika anda adalah pengangguran seperti saya, membaca tulisan/catatan temen di facebook merupakan keasyikan tersendiri. Memberikan sedikit komentar menyegarkan tentu harus juga dengan berpikir sebelum menuliskannya, diperlukan olah raga otak juga itu. Dengan begitu otak semakin sehat, jempol tangan semakin lincah menekan keypad. Marilah beraktivitas menulis yang sangat menyehatkan ini, jadi jangan lewatkan kesempatan sehat ini dengan menulis.

Membaca cepat perlu dilatih, menulis cepat juga sama harus dilatih. Semua perlu latihan. Walaupun tulisan hasil kreasi yang cepat yang berupa sampah ini tak berguna bagi orang lain, tapi sangat besar manfaatnya buat kita yang rajin berlatih. Biarlah mereka jadi pembaca yang budiman tapi ingat hanya membaca tapi malas menulis sama dengan membunuh kreativitas. Anda sudah bukitaikan sendiri kan?! 🙂

Perlu disadari bahwa menulis itu tidak semata-mata membuat bacaan bagi orang lain. Tapi yang utama adalah mengeluarkan energi kita yang berlebih dari otak yang setiap saat kita berikan asupan makanan dari membaca. Apakah mau otak kita mati kreativitasnya? Tidak kan?! Oleh karena itu menulislah. Apa saja boleh kita tulis. Itu demi kesehatan otak sendiri. Menulis = olah raga otak.

Jangan pikirkan soal mutu tulisan kita. Seiring berjalannya waktu dengan sendirinya tulisan akan semakin bermutu. Pede saja-lah. Yang penting rajin, dengan rajin menulis kita terbiasa, kalau sudah terbiasa gak mungkinlah tulisan kita akan begitu-begitu saja. Saya katakan begitu karena saya juga dalam tahap belajar menulis ini, mencari dan mengajak orang-orang yang sehobi untuk saling menyemangati. Mungkin anda sealiran dengan saya :)?

Selama membaca, mungkin kita bisa menkritisi bacaan itu. Hanya mengkritisi tok tak banyak manfaat buat kita. Coba tuliskan itu, kekritisan kita itu. Selama membaca kita menganalisis tulisan orang. Tapi apakah Anda sudah puas selama ini hanya membaca tulisan orang lain? Tidak inginkah anda berkreasi seperti mereka? Kalau anda menulis, maka anda akan melakukan analisis, dan menkritisi tulisan sendiri, anda akan banyak mendapatkan keuntungan yang tak ternilai dari hasil kerja sendiri itu.

Mungkin anda mengkritik tulisan status saya yang hanya mengajak menulis ini, tanpa saya beri jalan bagaimana mencari ide, mengungkap gagasan, memulainnya, menuliskannya, menyelesaikaannya, memberikan sentuhan akhirnya. Hehehe nanti ada waktunya tersendiri. Tapi kalau kita cari di internet wou buanyak sekali… Saya juga belajar dari pengalaman orang lain via tulisannya dan saya mencoba menulis seperti ini. Ok?!

Belajar menulis untuk sebuah opini tidak harus selesai dalam sekali duduk. Saya melalukan di sela aktivitas saya yang lain. Satu status, kadang berhenti dan nanti akan saya teruskan lagi di lain waktu. Ini tidak jadi beban dalam menulis dan menyelesaikannya. Santai saja. Saya sendiri sekarang mempunyai draft sekitar 70-an tulisan belum terselesaikan. Entah kapan jadi sebuah tulisan. Nulis saja terus. Meskipun itu menjadi tidak lagi efisien karena tak kunjung terselesaikan. Tapi itu sudah lumayan karena sebelumnya lebih banyak. Itulah dampak kalau kita rajin menangkap ide dan menuliskannya sesegera mungkin. Saya tidak memikirkan kapan itu harus saya selesaikan.

Mari tangkap ide yang berseliweran, kita perangkapkan di facebook, maka otak kita akan semakin sehat. 🙂

Iklan

One response

  1. […] May 10, 2011 · Filed under Reblog urip.wordpress.com Jika orang membaca lama kelamaan bisa mengantuk. Tapi kalau sedang menulis tidak bakal ngantuk karena otaknya sibuk. Jadi sibukkanlah otak kita dengan menulis, ya seperti menulis status begini ini. Bagi yang rajin baca, sarikan bacaan dengan menuliskannya, maka anda akan mendapatkan manfaat lebih dari sekedar membaca. Tak percaya coba saja. Dengan membaca kita belajar dari pengalaman orang itu lebih mudah dibandingkan harus men … Read More […]