Mencari Model Tulisan Berkarakter dan Bernas

urip.wordpress.com

Bosan dengan gaya tulisan sendiri yang biasa-biasa saja, saya memilih penjelajahan pagi ini ttg dua jenis model tulisan tadi. Kedengarannya kedua model tulisan tersebut bagus sekali, tapi saya tidak tahu artinya. Dimulai pencarian arti sebelum saya belajar memahami bagaimana proses pembuatannya dan syaratnya apa.

Menggunakan mesin pencari google dengan kita kunci “menulis berkarakter” saya memilih tulisan pak Hernowo. Judulnya Bagaimana membangun tulisan yang berkarakter. Itu adalah tulisan yang memberikan gambaran orang hebat yang menurut pak Hernowo termasuk penulis berkarakter dengan kekhasannya. Ternyata penulis matang dengan karakternya itu adalah penulis kawakan. Kita?

Masih dengan mesin pencari yang sama selanjutnya kata bernas. Ups tapi pikir saya lebih efektif saya buka Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Dari KBBI saya dapat arti bernas = penuh isi, banyak isinya, dapat dipercaya. Jadi tulisan bernas adalah tulisan yang padat berisi dan dapat dipercaya. Jujur saya baru tahu artinya, oh itu ternyata artinya bernas. Kalau anda tinggal di Yogya ada harian Bernas namanya (Bernas akronim berita nasional).

Bagaimana membuat tulisan bernas?

Dengan google saya mendapatkan tulisan 5 Tips Cerdas Menulis dengan Bernas. Simpel tipsnya, kita ternyata sangat bisa. Jadi teringat tulisan yang pernah saya buat beberapa tahun lalu Busa Kata dalam Kalimat judulnya. Jadi saya hanya perlu penguatan dalam penulisan. Sepertinya 5 tips itu sudah terpraktikkan. Tapi mengapa ragu? Ok manusiawi banget itu.

Rupanya model tulisan berkarakter dengan keunikan penulis, dan tulisan bernas yang simpel itu bisa dibuat oleh siapapun. Kuncinya adalah menulis, menulis, dan menulis. Berlatih terus. Tapi setiap tahap latihan harus diperoleh kemajuan. Tidak seperti saya ini, kadang kelewat pede akhirnya memble. Sekali lagi inilah upaya tiap orang yang ingin maju, tipikal orang yang akan maju, seperti saya 😀 . *narsis mode on*

Ok kembali soal karakter sebuah tulisan. Karakter tulisan sangat dipengaruhi tipikal berpikir penulisnya. Tidak tahu tipikal tulisan saya bagaimana, pokoknya tulis saja. Bernas atau tidak saya tidak terlalu memusingkannya. Teguhkan semangat “Saya harus menulis!” Itulah saya yang baru belajar menulis. Saya dan juga anda yakin ingin bisa membuat tulisan berkarakter dan bernas. Berlatih dan banyaklah membaca tips tentang menulis. Tapi ingat tetaplah jadi diri sendiri.

Membaca tips tidak mesti harus dipakai semua. Sesuaikan dengan gaya menulis kita. Jangan maksa dan harus enjoy. Menurut saya menulis berkarakter itu justru terlatak pada ke-kita-an kita. Meskipun ada kecenderungan setiap tulisan terpengaruh gaya seseorang, tapi tak berarti karakter kita hilang. Tahukan bagaimana mempertahankan karakter tulisan sendiri? 🙂

Contoh tips menulis bernas yang tak bisa dipaksakan adalah menulis kalimat pendek yang tak lebih dari 6 kata. Lihatlah kalimat tadi, berapa kata? Apakah harus saya paksa agar jadi kalimat pendek?! Kalau bisa memang harus diupayakan, kalau tidak bisa?! Selanjutnya kita bisa membaca dan menghayati tips, mana yang cocok dengan karakter diri. Banyak tips atau aturan bukan dimaksudkan membelenggu cara penulisan!

Bagaimana karakter tulisan yang baik? Ingin tahu?! Ini sangat subyektif kok, setidaknya menurut saya. Cobalah baca tulisan-tulisan opini yang bertebaran di jagad internet banyak blog yang fokus tentang menulis. Jadikan itu sebagai referensi untuk menemukan karakter tulisan kita. Kita bisa membandingkan suatu tulisan dengan tulisan lainnya. Hemm butuh waktu tuh! Menulis kok mau instan. Ayo terus menulis.

Bagi saudara yang ingin menulis, baru ingin dan mau saja, jangan terlalu banyak baca teori menulis. Seperti tulisan saya ini tidak perlu dibaca. Mengapa? Saudara akan dibuat pusing dengan berbagai cara, teknik, metode, aturan, tips. Semua itu belum tentu cocok dengan anda. Terus? Ikuti saja kata hati dalam menulis. Jangan terlalu perdulikan pakem-pakem menulis. Karakter tulisan akan ketemu juga nanti.

Selamat menulis!

One response

  1. betul betul betul…..kebetulan saya juga lagi belajar ngeblog neh…