Menulis dan Sebuah Tanda Tanya

Kau bisa apa?
Tulis dan tebarkanlah, maka kau akan mendapatkan lebih banyak manfaat dari apa yang kau bisa.

Kau tahu apa?
Ceritakanlah dengan menuliskannya, maka kau akan mempunyai kesan mendalam tentang apa yang kau ketahui.

Kau dengar apa?
Sampaikanlah setelah kau memastikannya cukup hanya dengan perwakilan kata yang berderet membentuk kalimat, maka kau sebagai penyampai berita dari apa yang kau dengar.

Kau telah lihat apa?
Lukiskanlah apa yang telah kau lihat walau itu hanya lukisan dengan bahan abjad-huruf dan tanda baca, maka kau akan menjadi pelukis hebat walau tanpa kuas, kanvas, apalagi pewarna.

Kau telah meraba apa?
Jadikanlah itu sebuah patung yang tak berwujud kecuali kau pahatkan menggunakan alat vokal-konsonan pada tabalurasa yang mengangumkan walaupun kau bukan seorang perupa.

Kau punya apa?
Bagikanlah dengan mengikhlaskannya walau hanya dengan tulisan, maka kau akan semakin kaya dengan apa yang kau punya itu.

Mari terus berbagi untuk sedikit menebar benih kebaikan yang mencerahkan dari redupnya jiwa, menerangkan pandangan dari kegelapan pikir, menyehatkan otak dari lanturan tak berujung. Berbagi dengan menulis, semoga kita sama-sama mendapat manfaat lebih dari sekedar seorang vokalis.

Lanturan jiwa tentang menulis ketika tak bisa tidur, siang redup hujan dingin dengan suara sayup air terterpa angin. Semoga menghangatkan semangat berbagi walau hanya berupa pengggalan kalimat tak bermakna apalagi berguna. Kita berbagi untuk tumbuh bersama, membesarkan jiwa-jiwa anak bangsa.

Iklan