Bukan Air, Bukan Matahari

urip.wordpress.com

Apa yang kita cari dari menulis? Tak ada yang perlu dicari. Semua tersedia, tinggal menyusunnya. Lihatlah ia berderet begitu saja. Tapi walau sekedar menyusun berapa orang yang mampu? Orang kebanyakan hanya melihat-lihat saja. Dengan melihat tanpa turut menyusun orang lantas menilai. Mereka kira abjad begitu saja kok disusun. Mereka pikir itu tak berguna. Mereka hanya mengira tapi tak merasa. Otaknya dibiarkan tak banyak dipakai.

Abjad adalah pelambang yang digunakan melantunkan pikir. Menyusun kata, membentuk kalimat. Untaiannya laksana tak berhingga menjadikannya sebuah tulisan hingga berupa kitab yang berjilid-jilid. Begitu patuh walau abjad itu benda mati, namun abjad dapat menghidupkan sebuah naskah dari suatu cerita. Sudahkah kita berterima kasih padanya?!

Pembaca bisa menangis dan tertawa. Haru sedih atau gembira ria. Abjad itu penyampai berita. Menyambung pikir antara penulis dengan pembaca. Sangat praktis. Sebuah penyandian yang canggih yang pernah ada. Dengannya peradaban menjadi maju tak terkira. Membuat manusia cerdas berbagi rasa, tidak hanya membaca. Menggunakannya dengan gaya dipaksa, biasa, hingga luar biasa.

Banyak orang yang pelit tak mau mendermakannya. Walau sesungguhnya mereka kaya raya. Padahal cukup pilihan bersahaja tak perlu mewah. Perulangan yang itu-itu saja merekapun tetap tak merelakannya. Cobalah kita simak berapa kali a-i-u-o-e terpakai. Abjad merupakan sumber daya yang tak habis dipakai, seperti matahari.

Meski abjad tersedia melimpah ruah tapi sering orang merasa kegersangan atasnya. Menurut banyak orang abjad sulit dituang untuk menyalurkan pikirannya. Mereka lantas membodohkan diri karena sang abjad tak segera mengalir ketika ia hendak memaksanya keluar. Itu semua karena mereka yang enggan menjamanya. Padahal dengan sering menjamah beberapa abjad saja ia akan mengalir deras walau mereka tak pinta.

Hal apa yang tak bisa dilambangkan oleh abjad, sepertinya tak ada. Semua orang bisa mengeksploitasinya sesukahatinya. Diekspresikannya segala rasa melalui abjad. Abjad dapat membuat orang cerdik cendikia. Dengan abjad orang menjadi tersanjung, terhormat dan bermartabat. Walaupun kadang dengan abjad semua bisa hancur lebur. Kerelaannya sungguh tak terperi. Apa jadinya dunia jika abjad tiada. Terimalah ucap terima kasihku.

Iklan